
Semua kandidat segera bergegas menuju ruangan rapat yang begitu luas sampai mereka bisa melihat meja beserta dengan kursinya di tengah ruangan, sisanya ruangan itu dipenuhi dengan luas yang terisi oleh para penjaga.
Semua penjaga itu jelas terlihat sangat kuat karena mereka bisa merasakan Lenergy yang tidak begitu jelas, kemungkinan besar mereka mendapatkan berkah dari Dewa itu sendiri sampai diberi [God Lenergy].
"Mereka semua memiliki Lenergy yang kurang jelas, apakah God Lenergy yang sedang aku rasakan saat ini?" Tanya Koizumi pelan kepada Shinobu yang berada di belahan dadanya.
"Itu benar... penjaga itu tidak bisa kita rasakan karena God Lenergy yang paling banyak kita rasakan adalah para kandidat serta Saint Legend yang mendampingi mereka sebagai wakil." Jawab Shinobu selagi melihat seisi ruangan.
Semua kandidat datang dari arah yang berbeda, mereka juga melihat karpetnya memiliki warna serta lambang yang berbeda dengan melambangkan sihir elemen mereka masing-masing.
Konomi melihat banyak sekali patung besar melakukan pose serta memegang benda berbeda, semua itu adalah patung para dewa elemen sampai ia sendiri melihat dewa agung cahaya yang memiliki wajah persis seperti Shira.
Namun, tidak ada satu pun orang yang datang dari arah timur dimana karpet emas sudah tersedia bagi mereka yang mempercayai elemen cahaya serta Shiratori Shinji sebagai dewa mereka yang dapat melindungi semua rakyatnya.
Konomi dan Koizumi berhenti tepat di hadapan Dewi Dallas lalu memberikan dirinya sebuah permohonan dan doa palsu, ekspresi Koizumi terlihat kesal karena ia terpaksa melakukannya demi kelancaran rencana.
Setelah itu, para kandidat duduk di atas kursi sampai mereka mulai berinteraksi antara satu sama lain, seorang kandidat yang duduk di sebelah Koizumi adalah kandidat dari negara es yang bernama Lucia.
Ia juga ditemani oleh seorang Saint Ice yang bernama Lumi, "Kamu terlihat cantik seperti biasanya, Marina."
"Tetapi, kenapa kamu jadi diam seperti itu? Setiap kau datang, kau pasti akan menyombongkan kecantikan serta keindahan tubuhmu di hadapan para kandidat." Kata Lucia yang mulai menutup payungnya.
"Aku tidak begitu ingin melakukannya... lagi pula kita akan melaksanakan rapat yang sangat penting bukan?" Tanya Koizumi yang sebenarnya tidak ingin berbicara dengan siapa pun.
"Hmm, jarang sekali kamu serius seperti itu ya, imut sekali." Lucia tersenyum lalu ia menatap Konomi yang terlihat gugup karena ia sudah tidak bisa merasakan Lenergy dan keberadaan apapun karena God Lenergy.
"Daria, selamat siang. Bagaimana pakaian yang sedang kamu jahit sejak itu?" Tanya Lucia.
"Ehh? Itu masih belum selesai."
"Kau bilang pada saat rapat sudah jadi."
"Meowwww!!!" Shinobu langsung mengancam Lucia menggunakan kedua lengannya untuk memberikan Konomi jawaban soal pakaiannya itu.
"Kucing Marina entah kenapa menjadi sangat agresif sampai merobek pakaian itu, sayang sekali..." Konomi menghela nafasnya karena ia sempat mendengar Shinobu di dalam pikirannya.
"Begitu ya, Aqua... kamu sudah berubah menjadi kucing yang nakal ya." Lucia mengeluarkan Shinobu dari dalam belahan Koizumi sehingga ia mengeluarkan suara kecil yang menarik perhatian Lucia serta Lumi dengan tatapan kaget.
"Ahh, maaf, aku tidak menyangka kamu akan mengeluarkan suara seimut itu... hahaha, imut sekali." Lucia mulai bermain dengan Shinobu seketika sampai ia hanya bisa bersikap seperti kucing.
"Aqua terlihat lebih kecil dan kurus ya, apakah dia sudah jarang makan-makan?" Tanya Lumi kepada Koizumi yang sempat memasang tatapan geram.
"Iya... dia sudah jarang makan banyak lagi karena ia selalu saja berkeliaran untuk berkumpul dengan kucing lainnya." Jawab Koizumi.
Pintu ruangan rapat tertutup rapat, hanya menyisakan pintu yang berada di arah selatan, Anastasia dan Hinoka masuk ke dalam ruangan itu selagi memegang biola untuk memainkan musik kepercayaan semua elemen itu masing-masing.
"Seperti biasanya, para tuan dan nyonya... kita akan memulai rapat setelah mendengar musik kepercayaan kita yang dimainkan oleh penyihir Anastasia bersama muridnya." Kata Admon.
Semua kandidat dan Saint hanya bisa diam lalu mendengarkan iringan musik merdu yang mereka mainkan, Shinobu terus melihat semua wajah para kandidat dan Saint itu untuk mengumpulkan informasi.
Menghabiskan waktu selama lima menit untuk mengerti, berkat The Mind semuanya terasa begitu mudah bagi dirinya yang sudah memperkuat kemampuan itu berkat belajar seharian tanpa jeda sedikit pun.
__ADS_1
"Ahh... Keith." Shinobu melihat Keith yang duduk di sebelah Beval selagi mendengarkan musik itu, melihatnya saja membuat dirinya yakin bahwa dia sudah bertambah kuat.
Setengah jam kemudian, semua musik sudah dimainkan dan Anastasia bersama Hinoka mulai duduk di kursi yang sudah tersedia untuk mereka agar bisa memainkan musik tenang untuk membuat suasana semakin tenang ketika berdiskusi.
"Baiklah, semuanya... seperti biasa, saya sebagai kandidat dari Dewa tanah yang bernama Admon akan memimpin rapat ini seperti biasanya."
"Kami sudah tahu! Tidak perlu memperkenalkan dirimu beberapa kali!"
"Sebelum itu mari kita bersyukur atas semua pertemuan antar para kandidat serta Saint, berkat para dewa dan dewi... kita semua bisa berkumpul untuk mengadakan rapat penting."
"Semua kandidat sudah berkumpul dalam satu tempat, hanya saja kandidat yang mempercayai Dewa Shinji dan Dewi Leila tidak datang seperti biasanya."
"Tetapi, kita bisa memulainya tanpa mereka tujuh elemen seperti kita yang pantas untuk melakukan rapat seperti ini karena sudah mengumpulkan banyak sekali pengikut."
"Kandidat dari Dewa Api yang bernama Ignatius... seorang kandidat yang sangat menyukai perang karena terlambangkan dari elemen apinya yaitu Pyro!"
"Aku tidak sabar membahas topik perang antar Legenda yang memiliki kepercayaan dan Legenda yang tunduk kepada raja serta kaisar yang tidak berguna." Kata Pyro.
"Saint yang aku bawa juga tentunya jauh lebih kuat dibandingkan kalian! Bukannya begitu, Aidan!?" Tanya Pyro dimana rambutnya mulai terbakar sampai mengeluarkan Merapi yang begitu besar.
"Jangan mengatakannya seperti itu, Tuan Pyro. Anda seharusnya sadar bahwa masih terdapat langit yang lebih tinggi di luar sana." Kata Aidan.
"Dan tentunya kita telah kedatangan kandidat yang setia selalu kepada Dewi Dallas... seorang gadis yang begitu cantik sampai tidak akan terkalahkan oleh siapa pun soal kecantikannya."
"Hohoho~ itu adalah aku, gadis yang paling cantik di seluruh alam semesta bahkan Dewi Dallas sendiri mungkin akan mengangkat diriku lebih cepat karena kecantikan itu!" Kata Koizumi yang sudah mengumpulkan keberanian untuk mengatakannya.
"Itu dia... Marina yang selalu kita kenal dan ketahui, penuh dengan energi untuk tetap menunjukkan karisma terhadap kecantikan dan dadanya yang besar itu."
"Dia juga ditemani oleh seorang Saint Water yang memiliki keimutan di seluruh alam semesta? Bukannya begitu, Daria?" Tanya Admon.
"Umu~ dengan eksistensi dari keimutan ini, aku dapat menciptakan banyak baju yang cocok untuk kalian kenakan bahkan ketika pria mengenakannya... mereka otomatis akan menjadi seorang gadis." Kata Konomi.
Shinobu hanya bisa menahan tawanya melihat mereka yang mencoba untuk meniru sikap kandidat dari negara air, setidaknya mereka berhak mendapatkan hadiah setelah misi selesai.
"Seseorang yang sering absen terhadap pertemuan... kandidat dari Dewi tumbuhan Rosa, kandidat bernama Gallus serta seorang Saint Plant yaitu Hazel."
"Saat ini tidak ada tumbuhan yang harus aku rapat, lebih baik pergi ke rapat saja karena kali ini penting sekali..." Kata Gallus selagi menumbuhkan banyak sekali tumbuhan kecil dari tangannya.
"Tidak boleh seperti itu, tuan Gallus... setiap rapat itu penting walaupun kita tetap membahas sesuatu di luar topik, semua itu agar hubungan kita sebagai kandidat dan Saint bisa ketat."
"Semua tumbuhanku tidak bisa menunggu."
Shinobu merasa tertarik ketika melihat kandidat dari dewa tumbuhan yang bernama Gallus, sepertinya dia sangat mahir dalam menggunakan sihir alam atau tumbuhan sampai cocok untuk dimasukkan ke dalam rencana cadangan.
"Kita juga kedatangan kandidat yang sering melepaskan petirnya keluar dimensi agar bisa mencari seorang Saint yang cocok untuk menemani dirinya sampai sekarang."
"Dewa petir Barak yang juga memberkati kekuatannya kepada seorang Reinkarnator..."
"...Tarrant! Apakah kau sudah membunuh orang lain juga menggunakan petir itu demi mengangkat seorang Saint?" Tanya Admon.
"Tentu saja tidak, dengan kehadiran Andou di sini yang menerima banyak berkah dari Dewa Barak, aku yakin kita semua dapat mengumpulkan lebih banyak kepercayaan terhadap petir." Kata Tarrant.
__ADS_1
"Itu benar, aku akan coba. Jika terdapat seseorang yang menghalang maka akan aku lawan sebisa mungkin!" Kata Andou yang mengeluarkan listrik ungu melalui kedua tapaknya.
"Menarik sekali... mungkin kita semua akan membahas kembali tentang para Saint yang berkumpul untuk memasukkan berbagai macam ras ke dalam kepercayaan kita masing-masing!"
"Sebuah toleransi! Tetapi kita semua bekerja sama agar semuanya mau percaya kepada dewa dan Dewi bahwa mereka semua istimewa...! Tanpa mereka maka kita tidak akan bisa merasakan kehidupan ini."
"Baiklah, masih tersisa kandidat lainnya yaitu kebebasan... kandidat selanjutnya yang dipilih oleh Dewa Erion bernama Beval!"
"Dia sudah pasti penuh dengan kebebasan dalam menjalankan hidup bahkan Saint yang ia bawa juga sama, kebebasan serta kepolosan yang dicampur menjadi satu!"
"Kau tidak perlu menjelaskannya berlebihan seperti itu! Cepatlah rapatnya dimulai karena aku sudah tidak tahan di ruangan sempit seperti ini...!" Seru Beval yang terlihat bosan.
"Tenangkan dirimu... kau seharusnya sadar bahwa kita semua melaksanakan ini hampir setiap rapat agar hubungan kita tetap ketat!" Admon menghela nafasnya lalu meminum tehnya.
"Di sebelah gadis yang paling cantik terdapat kandidat yang dipilih secara langsung oleh Dewa Asper! Dia adalah ratu yang sangat dingin bernama Lucia!"
"Aku tidak begitu dingin... kau ini sebenarnya ingin menjelaskan tentang apa sih...?" Tanya Lucia selagi mengangkat kedua tangan Shinobu yang terlihat kebingungan.
"Kita juga kedatangan putri kecilnya yang bernama Lumi, seorang Saint Ice yang sudah membekukan banyak sekali korban demi bisa memasuki kepercayaan terhadap es."
"Jangan memujiku seperti itu, malu sekali~" Kata Lumi selagi melepaskan tawa kecil yang membuat Shinobu memasang tatapan serius bahwa Saint Ice yang berada di sebelahnya bisa dibilang berbahaya.
"Dan terakhir tentunya aku sebagai kandidat Dewa tanah bernama Admon serta Saint Earth yang saat ini sedang duduk di sebelah bangkuku bernama Demetra."
"Cepatlah, Admon. Kau hanya memperlambat proses rapat ini." Kata Demetra yang mulai menepuk kursi milik Admon agar dirinya segera kembali.
Anastasia langsung memainkan musik pembuka sampai Admon melompat menuju kursinya lalu mengeluarkan banyak sekali dokumen dan kertas dalam laci mejanya.
Semua kandidat melakukan hal yang sama sehingga Koizumi ikut membuka laci di depannya, Shinobu melompat mulai turun dari pangkuan Lucia, ia memanjat tubuh Koizumi lalu berdiri di atas bahunya selagi melihat catatan yang ia keluarkan.
"Semuanya berisi tentang perjuangan dan proses pengumpulan pengikut secara paksa..." Kata Koizumi yang menunjuk semua tulisan dengan tanda merah.
Shinobu terus membacanya sampai ia melihat Daria dan Marina sempat menenggelamkan banyak sekali orang yang menolak ajakan, mereka juga pemicu kebangkitan tsunami di berbagai macam planet.
Dengan peringatan bahwa semua orang berhak menyembah Dewi air Dallas atau mereka semua akan terus merasakan amarah dari lautan yaitu Tsunami besar, kalau tidak salah Shira pernah cerita.
Mereka tidak berani menyerang Legenia karena tidak ingin menarik perhatian para pemberontak yang sangat kuat, mereka lebih mengincar planet yang dipenuhi kerajaan serta raja yang memimpin banyak Legenda.
"Semua orang mendapatkan pencapaian yang baik ya... sungguh mengerikan, kalian semua memanfaatkan elemen untuk menakut-nakuti mereka."
"Lebih efektif lagi kepada bangsa Manusia, mereka semua percaya dengan mudah terhadap dewa sampai kita hampir mengubah lima puluh persen bangsa Manusia menjadi ras yang percaya terhadap elemen."
"Aku akan mengubah lima puluh persen itu menjadi pengikut api... hanya menunggu waktunya sampai aku menurunkan hujan api atau mungkin menjatuhkan sebuah bola api." Kata Pyro.
"Tidak secepat itu... kami akak menyebabkan lebih banyak tsunami yang memperingati mereka bahwa amarah lautan jauh lebih mengerikan dibandingkan apimu." Kata Koizumi untuk menumbuhkan kepercayaan mereka bahwa dirinya adalah Marina.
"Air masih bisa di serap oleh tumbuhan... jika tumbuhan diberi hidup seperti hewan maka mereka akan tumbuh besar dan memakan mereka yang tidak percaya dengan dewa." Kata Gallus.
"Jadi tujuan utama mereka adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya pengikut ya..." Shinobu mulai berpikir.
"...dengan bersaing?"
__ADS_1