
Ketika Zephyra menyatakan Ragnarok akan di mulai, Korrina dan Brimgard dapat merasakan ketakutan yang dirasakan sejak dulu sekali sampai hal tersebut dapat disebut sebagai trauma karena banyak sekali korban yang gugur.
Jumlahnya tidak bisa dihitung karena terlalu banyak, mereka sudah mencoba sekuat mungkin untuk bertahan tetapi Ragnarok adalah perang penghakiman dimana mereka harus bertahan dan saling membunuh.
Hampir seperti istilah bunuh atau dibunuh, jika tidak melakukan kedua itu maka Zephyra akan turun tangan dan menghapus mereka yang tidak ingin bertarung.
Penghapusan eksistensi yang dijadikan sebagai peringatan, berbeda dengan Vanish kemampuan yang dilakukan oleh Zephyra meninggalkan trauma besar serta rasa takut yang tidak akan pernah hilang kecuali mereka tetap berjuang dalam Ragnarok.
Brimgard dan Korrina tentunya sudah merasakan penghapusan eksistensi itu sebagai peringatan sehingga mereka tidak memiliki pilihan lain selain bertarung memperjuangkan dunia mereka.
Banyak sekali ancaman yang diberikan oleh Zephyra sampai mereka mau bertarung dalam Ragnarok, takdir kematian mereka mendekat dan akan ditentukan pada saat Ragnarok telah dimulai.
Korrina dan Brimgard terpaksa harus menjelaskan Ragnarok ketiga kepada seluruh penghuni dari layer yang mereka duduki untuk berjuang atau menerima hukuman dari Zephyra termasuk melenyapkan layer yang diduduki.
Paksaan Zephyra juga sangat efektif sampai yang tidak memiliki niat untuk bertarung kembali menumbuhkan niat, itulah kenapa Zephyra menganggap mereka sebagai catur yang dapat ia kendalikan.
Mereka juga tidak dapat melawan dirinya karena mereka yang mencoba untuk membantah Zephyra maka hukuman yang diberikan bisa saja lebih mengerikan dibandingkan kematian dan penyiksaan.
"Apakah kalian takut...? Oh, ayolah~ jangan takut seperti itu, bukannya kalian menantikan semua ini untuk mencoba kekuatan baru kalian yang sudah berkembang?"
"Kau gila---" Wajah Korrina menerima sebuah injakan dari Zephyra.
"Apa, Korrina? Aku tidak mendengar apapun dari anjing kampung seperti dirimu." Perkataan Zephyra langsung membuat Korrina menjilat kakinya sampai ia hanya bisa tertawa.
"Begitu ya, anjing yang pintar. Teruslah menjilat kaki majikanmu agar kau bisa menurut tanpa harus menggonggong."
Zephyra menatap Brimgard yang masih sujud di hadapannya dengan perasaan seperti direndahkan karena ia sendiri sebagai Dewa yang memegang layer Kountraverse tidak bisa menerima perlakuan seperti itu.
"Brimgard, apakah kamu juga mau menerima disiplin dariku?"
"Tidak, nyonya."
"Anjing yang pintar, untungnya kamu tidak sekampung seperti anjing satu ini yang masih menjilat kakiku." Zephyra tertawa lalu ia kembali membahas tentang Ragnarok.
"Apakah kamu masih memiliki niat untuk membawa bangsa Legenda dari Touriverse untuk menginjak layer ini, Brimgard?"
"Itu benar... aku masih mengingat apa yang sebenarnya Dewi Kountraverse inginkan sejak itu..."
"...beliau menginginkan seluruh bangsa Legenda untuk berpindah menuju Kountraverse agar kami bisa membuat mereka bertambah lebih legendaris."
"Kalau begitu, kau bisa mendapatkan hal tersebut tetapi jika Kountraverse menang... mungkin kau bisa mendapatkan peningkatan menuju layer yang lebih tinggi dibandingkan Touriverse."
Brimgard melihat banyak kesempatan emas ketika Zephyra berbicara seperti itu sampai ia tidak ingin menyia-nyiakannya, semua ini demi dunianya sendiri termasuk dirinya agar bisa berkembang lebih tinggi lagi sampai tidak terikat dengan layer itu.
"Bagaimana denganmu, Korrina?" Tanya Zephyra yang mulai berlutut di hadapannya hanya untuk mencengkeram kedua pipinya agar tatapan mereka saling bertemu.
"Aku mengetahuinya... kamu ternyata sungguh gegabah untuk mencoba menghentikan penghakimanku termasuk dengan mencegah terjadinya Ragnarok 'kan?"
"Dengan menembus singularitas pertama, kau mencoba untuk membunuh Eo'syl yang seharusnya memberikan kebebasan kepada segalanya..."
"...karena kita semua dijebak oleh riwayat yang diberikan oleh Kakekku Zangges, satu-satunya makhluk yang dapat memberikan kebebasan abadi itu adalah Eldritch yang sudah tumbuh sempurna seperti Eo'syl."
__ADS_1
"Tetapi kau berhasil menghancurkan, untungnya keberuntungan dari Eo'syl cukup besar sampai ia berhasil menyentuh akar dari pohon emas yang berada pada layer Touriverse."
"Pohon emas...?" Korrina tidak mengerti apa yang Zephyra katakan karena ia sendiri sudah bertahun-tahun lamanya tidak melihat kondisi Touriverse.
"Ah, benar juga... karena kau terlalu lama minggat di sini, kau sampai tidak tahu apa saja yang terjadi pada Touriverse..."
"...bisa dibilang cukup berantakan sampai aku merasa sangat malang untuk anjing kampung seperti dirimu yang terlihat putus asa sampai mencoba untuk menghentikan Ragnarok..."
"...apakah kamu tidak mengerti, Korrina Comi? Semuanya akan tetap berjalan karena Endless Cycle yang pernah kau baca."
Korrina memasang ekspresi kaget ketika Zephyra mengetahui Endless Cycle juga, kemungkinan besar dirinya memang sudah masuk ke dalam wilayah dimana takdir sudah disusun dan atur secara mutlak.
"Kenapa kau bisa tahu...?"
"Dewi takdir melapor kepadaku tentunya, aku tidak bisa mengurusnya karena kedudukan dari Dewa takdir berada di atas diriku bersama Zangetsu..."
"Zangetsu...? Bukannya dia sudah mati oleh Shiratori Shira?"
"Oh, sayang, kau tidak akan pernah mengetahui sebuah kebenaran tentang kami para Dewa..."
"...Zangetsu yang kalian lawan hanya sekedar Avatar yang dilepaskan oleh dirinya, tetapi melihat wadahnya yang terkalahkan begitu saja oleh seorang mortal sudah pasti akan menyebabkan harga diri mereka hancur."
"Aku bisa merasakannya... kau perlu kembali menuju Touriverse untuk melihat keadaan dan tentunya menyiapkan seluruh pasukan termasuk Dewa dan Dewi untuk berperang dalam Ragnarok."
"Aku dapat merasakannya... Ragnarok yang ketiga ini tentunya akan berakhir sangat menarik karena banyak sekali generasi baru yang akan terjun ke dalam medan tempur."
"Di masa yang begitu jauh dari kuno... banyak sekali korban yang berjatuhan pada peperangan ini karena kalian berdua perlu memperjuangkan layer dan penghuni kalian masing-masing!" Zephyra melepas cengkeraman itu.
"Dengan ini...!" Zephyra mulai melayang ke atas untuk menyatakan Ragnarok dengan perkataan yang mengartikan penghakiman telah diturunkan.
"Seluruh penghuni antar kedua layer tertinggi akan berperang di dalam sebuah ruangan yang aku sediakan!"
"Bunuh atau dibunuh...! Perang yang akan menjatuhkan banyak korban serta menentukan mana yang akan bertahan dan layak melanjutkan hidup di layer yang tinggi ini!"
"Peperangan yang seharusnya terjadi selama ratusan abad sekali untuk melakukan sedikit tes atas kelayakan dan pertahanan mereka semua, telah mengalami banyak pengunduran yang disebabkan oleh Zangges!"
"Tetapi sekarang semua itu telah kembali, aku sendiri yang akan menyatakannya dan tentunya memasukkan kalian langsung ke dalam medan perang itu!"
"Ini adalah sebuah tes untuk kelayakan kalian semua yang sudah menghabiskan banyak sekali tahun tinggal di dalam layer tertinggi sampai bisa melampauinya..."
"...mereka yang pantas akan bertahan dan hidup, mereka yang tetap menginjak layer tertinggi adalah mereka yang bertahan berjumlah melebihi dari musuhnya sendiri!"
"Antara kedua layer yang tertinggi, Touriverse dan Kountraverse!"
"Perjuangan terakhir yang memuncak..."
"...Ragnarok!"
Perkataan yang ia ucapkan menyebabkan beberapa orang yang pernah merasakan Ragnarok merinding seketika sampai firasat terasa tidak enak terutama lagi seluruh Dewa dan Dewi yang berada di kedua layer itu.
Brimgard dan Korrina mengangguk lalu mereka berdua kembali bangkit atas perintah Zephyra karena ia sendiri sudah memberitahu semuanya kepada kedua orang yang mewakilkan Touriverse dan Kountraverse.
__ADS_1
"Brimgard Zio... apakah kau bersedia untuk melaksanakan Ragnarok demi menerima sebuah tantangan atas kelayakan dirimu menginjak layer yang sama tingginya dengan Touriverse?"
"Ya, semua ini demi kemajuan... jika Dewi penghakiman sudah menyatakannya maka aku harus menerimanya." Brimgard mengulurkan lengannya untuk mengikat perjanjian Ragnarok dengan Korrina.
"Aku bukanlah seorang Dewi... untuk apa aku harus menerima perjanjian dari seorang Dewa yang memegang layer Kountraverse." Tanya Korrina yang mencoba untuk melawan.
"Oh, Korrina tercinta... apakah kau melupakan kejadian yang kau alami sejak itu? Kau berhasil mengalahkan dirimu dari alur waktu lain yang ternyata sudah memegang layer Touriverse di alurnya sendiri..."
"...itu artinya kau yang sudah mengalahkan Komi adalah sebuah tanda dimana kau terangkat menjadi seorang Dewi Touriverse yang memegang layer tertinggi."
"Aku tidak mau menjadi Dewi..."
"Sayang... suatu hari nanti, kau akan menjadi sesuatu yang kau benci."
"Maka dari itu aku memerintah dirimu untuk berjabat tangan dengan Brimgard agar bisa memulai tahapan pertama dari Ragnarok." Perkataan Zephyra langsung menyebabkan lengan Korrina bergerak dengan sendirinya.
"Hentikan...!!!" Teriak Korrina keras sehingga ia bisa merasakan esensial Dewi menyelimuti tubuhnya bahkan tapaknya sudah sangat dekat dengan tangan Brimgard.
Korrina memberontak beberapa kali tetapi ia tidak bisa membantah apa yang Zephyra katakan sehingga kedua tangan dari orang yang memegang Touriverse dan Kountraverse langsung bersentuhan sampai berjabat tangan.
Jabatan tangan itu menyebabkan ruangan tersebut bergetar dahsyat sampai tapak mereka memunculkan lambang dari layer mereka sendiri karena ditandai sebagai orang yang memimpin dan memegang layer itu oleh Zephyra.
"Itu adalah sebuah perjanjian dimana kalian menyetujuinya..."
"...Ragnarok akan dimulai." Zephyra melihat jabatan tangan itu berhenti lalu ia mulai menunjuk kening Brimgard dan Korrina menggunakan jari telunjuknya.
"Untuk sekarang tidak ada yang namanya perkelahian antar kedua layer, lebih balik kalian melapor dan mempersiapkan mental kalian dalam Ragnarok ini." Zephyra tersenyum.
Brimgard terpental ke belakang sampai menembus celah dimensi yang membawa dirinya kembali menuju Kountraverse.
"Korrina Comi."
"Aku harap kau bisa menetapkan kemenangan Touriverse yang beruntun." Zephyra tersenyum kepada Korrina yang memasang ekspresi pasrah.
Korrina terpental ke belakang lalu ia melewati layer dari Kountraverse berkat bantuan dari Zephyra, sekarang ia dalam perjalanan kembali menuju Touriverse dengan ekspresi yang pasrah.
"Aku sudah melakukan semuanya untuk mencegah Ragnarok..."
"...kenapa semuanya terjadi seperti ini..."
"...sebenarnya dimana bagian kesalahanku sampai tidak bisa mencegah..."
"...Ragnarok---"
***
Korrina terjatuh seperti meteor menuju Yuusuatouri lalu mereka yang berada di dalamnya merasakan meteor terjatuh menuju planet Legenia.
"Apakah itu meteor?" Tanya Ophilia.
Megumi mulai memfokuskan pandangan kepada meteor tersebut lalu ia dikejutkan dengan seorang gadis yang melesat menuju arah.
__ADS_1
"Itu bukan meteor...! Itu adalah orang!" Megumi bersama yang lainnya melompat ke belakang sampai Korrina menabrak datang sehingga menyebabkan lubang yang lumayan besar.
"Datang dari mana... Meteor itu...?"