Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 888 - Kepalamu itu


__ADS_3

"Menyimpan semua kekuatan anginnya itu ditambah dengan God Lenergy yang tak terbatas... apakah tubuhku ini akan bisa bertahan sebelum aku memenggal kepalanya itu?" Batin Koizumi.


"Dengan tubuhku yang sensitif atas sihirnya... mungkin aku bisa menggunakan sihir waktu untuk menipu dirinya, membaca masa depan selama sepuluh detik untuk melihat pergerakannya sudah tidak dibutuhkan."


"Aku tidak bisa...! Dewa se---ku---" Erion menerima satu tebasan dari belati Koizumi yang bergerak dengan lompatan waktu sampai dirinya tidak sadar bahwa perkataannya terpotong di tengah.


Tebasan itu mengandung banyak Lenergy yang berhasil Koizumi ubah melalui sihir Greed, Erion terpental ke belakang sampai menabrak banyak sekali batu besar yang dijatuhkan oleh planet Lemia karena dijadikan sebagai inti Realm of Earth.


Langit-langit yang begitu coklat terus menjatuhkan banyak meteor kecil yang tertarik karena gravitasi dari planet tersebut yang terus bertambah tetapi tidak memberikan efek apapun kepada mereka semua karena sudah terbiasa.


"Rraaggghhh...!!!" Lengan kanan Koizumi bergetar kesakitan sampai banyak sekali aura Crimson keluar dari lengannya itu karena terlalu berlebihan menggunakan sihir Greed.


Koizumi merapatkan giginya lalu ia mengepalkan tinju kanannya sampai semua aura itu kembali masuk ke dalam tubuhnya, terjaga dalam waktu yang tertentu karena ia perlu mengakhiri pertarungan ini dengan cepat.


"Fuhhhh... tubuh, jangan membuatku kecewa sekarang!" Koizumi menaikkan seluruh kekuatannya untuk sementara lalu ia menurunkannya kembali agar ia bisa menstabilkan tubuhnya itu.


"Mungkin terlalu awal untuk memberikan kekuatan yang aku kembangkan untuk tubuh ini..."


"...setidaknya aku akan menghancurkan batasan yang menghalangi diriku untuk membunuh seorang Dewa yang memaksa semua orang masuk ke dalam kepercayaan."


"Tubuhku terasa seperti menyerah dengan pilihan yang aku lakukan ini, tetapi pertarungan ini cukup sulit sampai memberikan banyak reaksi kepada batasanku sendiri."


Erion terbang ke atas langit lalu ia mendarat di atas tanah dengan tatapan yang terlihat mengancam karena ia sudah menerima banyak luka dari seorang mortal, tubuh Dewanya dipenuhi dengan luka seorang mortal sudah terasa memalukan.


"Jangan sombong dulu... mortal hanya sementara sedangkan Dewa itu selamanya!!! Terlalu percaya diri dengan kekuatan yang kau miliki adalah kelemahan bagi bangsa Legenda...!" Kata Erion dengan urat yang menonjol dari keningnya.


"Dan ini dia... mulai banyak bacot soal kekuatan dan kekuasaan seorang Dewa, aku tidak melihat perbedaan apapun... tergantung orang itu mau membawa dirinya sampai ke puncak mana." Kata Koizumi sambil menyentuh bisepsnya.


Rasanya Kisetsu yang ia kenakan ini lumayan mengganggu karena memiliki model lengan panjang, ia mulai merobeknya lalu menggerakkan kedua lengannya yang terasa lebih ringan sekarang.


"Setiap Kisetsu memberikan banyak tekanan dan beban untuk membuat kita terbiasa dengan apapun, bukannya begitu...? Aku memilih Kisetsu yang baik sepertinya..."


Koizumi menggerakkan kedua lengannya itu yang teras ringan sampai ia mulai meremasnya beberapa kali sampai merasakan pengerasan yang disebabkan oleh reaksi Lenergy dalam tubuhnya.


"Baguslah... kau setidaknya memberikan diriku istirahat kecil untuk menyeimbangkan Lenergy ku." Koizumi tersenyum lalu ia menggerakkan lehernya yang mengeluarkan suara.


"Fuhhh... sekarang aku terbakar penuh dengan motivasi untuk memenggal dirimu." Koizumi memasang kuda-kuda bertarungnya.


Koizumi dan Erion mulai bergerak cepat sampai mereka tiba di atas langit dengan melancarkan satu serangan yang menyebabkan shockwave besar di sekitarnya sampai menghancurkan semua meteor yang berjatuhan.


Koizumi melancarkan satu tendangan yang ia sudah fokuskan dengan jumlah Lenergy banyak, ketika Erion menahannya lengan itu langsung patah ketika menerima tendangan penuh tekanan dari Koizumi.


"Nrggghhh...!!!" Erion menggunakan tangan satunya lagi untuk menunjuk wajah Koizumi sampai menghentikan pergerakannya karena tertahan oleh pusaran angin.


Koizumi terpental ke belakang karena menerima dorongan angin dari tapak Erion, ia melirik ke belakang dan melihat pusaran angin besar yang menarik apapun sampai dirinya mencoba untuk menyeimbangkan tubuhnya agar tidak tertarik.


Erion mulai memulihkan lengan patahnya itu dengan sihir angin sampai ia bisa melihat Koizumi yang masih tertarik ke dalam pusaran angin bagaikan lubang hitam.


Koizumi menghentikan waktu lalu ia melesat maju ke depan sampai waktu kembali berjalan, Erion memasang tatapan kaget ketika melihat Koizumi sudah berada di depannya dengan belati yang ia ayunkan.


Koizumi melancarkan satu tebasan yang mengenai leher Erion tetapi tidak berhasil menyebabkan luka fatal melainkan luka itu hanya mengeluarkan sedikit darah.


Tetapi tebasan yang mengenai lehernya itu mengandung dorongan besar yang melemparnya ke belakang, Koizumi mendarat di atas tanah lalu ia melesat menuju arah Erion dan menandakan luka di lehernya itu.


"Grrrraaahhhh!!!" Erion menyeimbangkan tubuhnya lalu ia menurunkan kedua lengannya sampai menjatuhkan angin topan yang menekan punggung Koizumi sampai ia terjatuh di atas tanah.


"Aggghhhh...!!!" Tubuh Koizumi terasa seperti ditindih oleh banyak sekali beban, tulang rusuknya juga sampai retak karena menerima tekanan yang sangat besar dari angin itu.

__ADS_1


Planet Lemia juga bisa dibilang abadi dan tidak akan hancur, itu artinya tanah atau daratan mengandung banyak God Lenergy yang dapat membalas tekanan dengan tekanan lebih besar sampai meretakkan tulangnya sedikit demi sedikit.


"Haahhhhhh!!! Jadilah geprek dengan daratan...!!!" Erion terus menurunkan lebih banyak sihir angin sampai kulit punggung Koizumi mulai terkupas.


"Nggghhhh...!" Koizumi membuka tapak kirinya yang langsung memunculkan aura Crimson yang membentuk lambang Greed, lambang tersebut menyerap semua tekanan angin di atasnya.


"Haahhhhhh!!!"


Tapak kirinya langsung diselimuti dengan aura Crimson yang ia lepaskan ke depan sampai menciptakan gelombang tebal dan besar yang mengejutkan Erion.


Semakin kuat dan banyak sihir yang dilepaskan musuh maka ketika Koizumi berhasil menyerapnya dengan Greed maka ia bisa melakukan hal yang sama tetapi dua kali lipat.


Gelombang itu menarik Erion ke dalam karena memiliki tarikan yang melebihi anginnya itu, pada akhirnya terjadi ledakan yang begitu besar dan menjalar luas ke depan.


Sihir angin yang menekan Koizumi langsung menghilang sehingga ia mulai bangkit dengan tubuh yang menjatuhkan banyak darah, "Banyak sekali tulangku yang sudah patah dan remuk..."


"...sial." Koizumi menggunakan kapasitas Lenergy yang dicuri oleh Greed lalu mengubahnya menjadi pemulihan yang berjalan secara proses untuk tubuhnya.


Koizumi melesat maju ke dalam asap itu yang mulai menipis sampai menunjukkan Erion yang dipenuhi dengan darah dan luka bakar, ia memasang tatapan kaget ketika melihat Koizumi berada di hadapannya.


Koizumi mengayunkan Kerisnya itu kepada Erion tetapi ia berhasil menangkapnya menggunakan tapak kirinya yang langsung tertebas dan menjatuhkan banyak darah.


Koizumi dan Erion menatap sama lain dengan tatapan yang terlihat saling mengancam satu sama lain, tubuh mereka kotor dengan darah sampai meninggalkan banyak bekas luka yang terjadi selama pertarungan mereka berjalan.


Erion melancarkan satu tendangan yang diselimuti oleh angin tipis tetapi Koizumi berhasil menahannya menggunakan sikutnya sampai kulitnya mulai terkupas, hanya menunjukkan dagingnya itu.


Mereka berdua mulai melangkah banyak sekali serangan yang terus mengenai satu sama lain sampai menyebabkan daratan berguncang keras karena menerima tekanan angin milik Erion yang Koizumi tangkis.


Erion menghantam perut Koizumi lalu menciptakan angin yang berbentuk bor sampai ia mulai memuntahkan banyak darah, bor angin itu tidak sempat membuka lubang lebih dalam karena ia sempat memfokuskan Lenergynya.


Terjadi serangan dahsyat yang terus beradu sampai menyebabkan banyak kehancuran yang menjalar luas di area tersebut, mereka semua bertarung di wilayah berbeda agar tidak menerima gangguan apapun.


Satu serangan berhasil mereka lepaskan sampai menciptakan tekanan besar yang melempar mereka ke belakang, Erion kembali bangkit dengan tatapan kesal.


"Aku... aku adalah seorang Dewa... angin sudah memberkati diriku... arus angin itu membawakan diriku menuju kemenangan..."


Erion merobek pakaian yang ia gunakan sampai ototnya mulai bertambah besar karena ia menggunakan seluruh kekuatannya untuk memberikan hukuman kematian kepada Koizumi.


"Tubuh angin ini...! Aku tidak bisa di lukai... kenapa kau dapat menembus anginku...?! Kenapa kau bisa melukai diriku!?"


Karena sihir Greed yang Koizumi gunakan, ia dapat menembus sihir angin milik Erion sampai melukai dirinya, bisa dibilang angin melawan angin, bentuk yang angin yang begitu panjang diputuskan oleh angin tipis.


"Haahhhhhh...!!! Aku akan meng---kum dirimu!" Erion memasang tatapan kaget ketika waktu mulai melompat, dirinya menoleh ke belakang lalu melihat Koizumi yang melancarkan belatinya ke depan.


Belati itu langsung masuk ke dalam mulut Erion karena rasa muak Koizumi yang terus mendengar perkataannya soal angin dan Dewa, "Pukulan berbicara lebih keras dibandingkan omongan itu..."


"...aku tidak peduli dengan apa yang kau coba katakan, jika kau kalah maka semua perkataan yang kau ucapkan tadi hanya sekedar bacotan itu!"


Koizumi menginjak perut lalu mendorongnya ke depan sampai belatinya merobek mulutnya menjadi lebar, "Tidak akan aku biarkan dirimu menyebabkan kekacauan sebesar ini..."


"...apa maksudmu Legenda dengan kepercayaan dewa?! Jika seperti itu maka semua ras akan menganggap kita ancaman itu sendiri!"


"Tidak ada yang namanya Legenda percaya dengan dewa... kalian semua memiliki derajat yang sama dengan kita bangsa Legenda yang selalu menciptakan berbagai macam sejarah berbeda!!!"


"Hngh!" Tubuh Koizumi mulai mengeluarkan banyak aura sampai tubuhnya sudah tidak bisa lagi menampung lebih banyak penyerapan dari Greed.


"Sial... aku tidak memiliki banyak waktu untuk terus bertarung seperti ini, kekuatan anginnya itu memang menyebalkan."

__ADS_1


"Jika aku tidak memiliki banyak waktu maka... aku dapat menambahkannya, aku yang memegang waktu itu sendiri!" Koizumi mengepalkan tinju kanannya.


Erion kembali bangkit dari atas tanah, tubuhnya juga tidak bisa menahan semua kesakitan yang ia terima. Jika saja ia dapat menggabungkan Realm of Wind ke dalam planet ini maka ia sudah mengakhiri dirinya lebih cepat.


"Kau masih bangun ya... tetapi kali ini aku akan membuatmu tidak bisa bangun lagi, aku tidak memiliki pilihan lain untuk melepaskan semuanya!" Koizumi munculkan aura Crimson nya yang membesar.


"Hah...!!! Hah...!!! Hah...!!!" Erion melirik ke belakang dengan pupil yang sudah menghilang karena ia menggunakan semua kekuatan Dewa dan God Lenergy untuk mengakhiri dirinya.


"Tubuhmu yang terbuat dari angin... sihir yang begitu tipis dan tak kasat mata itu... aku masih bisa membalas baliknya dengan sesuatu yang lebih kuat!" Kedua mata Koizumi memancarkan cahaya yang disebabkan oleh Greed.


Kedua lengannya mulai diselimuti dengan aura oranye kegelapan sampai mengeluarkan angin yang dapat dilihat tetapi memiliki warna merah darah seperti Crimson.


"Kau..."


"...gadis brengsek...!!!"


"DASAR KAU LEGENDA SIALAN!!!" Erion melepaskan teriakan besar yang memperbesar aura hijau mudanya sampai melepaskan banyak sekali pusaran angin di area tersebut sampai Koizumi mulai menahan tarikan itu.


"SUDAH CUKUP DENGAN HUKUMAN ITU...!!! KAU AKAN JATUH KE DASAR NERAKA YANG SANGAT DALAM DIMANA SEMUA GADIS COCOK BERADA DI DALAMNYA...!!!" Seru Erion keras dengan suara yang menggema..


"Aku akan menghapus dirimu tanpa sisa bersamaan dengan planet sialan ini...!!! Perbuatan yang kau lakukan tidak akan mengubah fakta dari kesementaraan itu sendiri...!!!"


"RAAAAAGGHHHHHH...!!!" Erion melepaskan angin topan yang besar melalui tubuhnya sampai menjalar luas dan terlepas ke atas langit hampir seperti gelombang sihir.


"Bagus... pikirannya sudah buta dengan yang dinamakan amarah, dia tidak akan bisa menahan tekanan dari God Lenergy tak terbatas di dalam tubuhnya itu...!"


"Shimatsu... KOIZUMII---IIII!!!" Erion melesat maju menuju arah Koizumi dengan angin yang langsung menggerakkan rambut panjang milik Koizumi sampai pipinya menerima beberapa tebasan angin tipis.


Kedua lengannya berhasil menerima apa yang sihir Greed itu berikan, bilah belatinya juga memancarkan aura yang sama dengan kedua lengannya itu sampai ia melesat maju menuju arah Erion dengan kecepatan penuh.


Koizumi yang sedang memegang belatinya sudah mempersiapkan semua serangan balik untuk mengakhiri pertarungan karena Legenda jika di ajak bertarung terlalu lama akan membuat kekuatan mereka meningkat lebih mengerikan.


Erion di sisi lainnya dipenuhi banyak sekali angin yang ia kerahkan sampai menginjak tingkat paling atas, semua anginnya itu terus melukai Koizumi tetapi ia berhasil menahan semua kesakitan itu.


Bagian vitalnya juga berhasil ia lindungi, Koizumi dan Erion sudah berada di hadapan satu sama lain dengan melancarkan serangan dalam waktu yang bersamaan.


Koizumi tersenyum serius ketika serangan Erion mengenai tubuhnya yang langsung menembus sampai tidak memberikan efek apapun.


"APA...!?" Tubuh Erion merinding seketika melihat Koizumi berubah menjadi jam pasir yang menunjukkan semua pasir itu di atas jatuh ke bawah yang mengartikan itu hanya sekedar Replay.


"... ...!!!" Erion merasakan pergerakan dari jarak jauh mulai melesat maju menuju arah dirinya.


ketika ia melihat ke sebelah kanan apa yang ia lihat hanyalah pergerakan yang tak kasat mata sampai jakunnya merasakan ketajaman dari sebuah belati.


"Tadi hanya sekedar Replay... aku menghentikan waktu... dan pergi jauh meninggalkan Yuusuatouri lalu terbang kembali ke dalam planet ini hanya untuk melepaskan serangan yang sangat mematikan!"


"Tubuhmu yang terbuat dari angin... sudah terputus oleh sihir Greed yang meniru anginmu tetapi diperkuat dua kali lipat...!!!" Koizumi melewati tubuh Erion dalam satu setengah detik.


Erion awalnya tidak bisa merasakan apapun tetapi pandangannya mulai menggelap sampai kepalanya terjatuh dari lehernya sendiri karena menerima serangan yang begitu cepat sampai ia tidak dapat menahan atau menghindar.


Semua itu karena dirinya yang melepaskan seragam terakhir kepada Replay milik Koizumi, pada akhirnya leher Erion langsung menyemburkan banyak darah sampai mengeluarkan semua God Lenergy di dalam tubuhnya.


"Aku menang... semua percakapan yang kau berikan padaku tidak jauh lebih beda dari sampah!" Koizumi melompati waktu lalu menusuk mulut Erion dan mengangkat kepalanya dengan belatinya.


"Dengan ini tahapan awalku menjadi God Slayer..." Kepala bagian bawah Erion mengeluarkan banyak darah yang mengenai wajah dan tubuhnya.


"...dimulai."

__ADS_1


__ADS_2