
Hari ini cukup panjang juga bagi Haruka yang baru saja merasakan kesenangan yang cukup besar untuk menerima seluruh kasih sayang dari Rokuro tetapi semuanya berubah ketika ia tidak sengaja mengganggu waktu kebersamaan Kou dan Shuan berduaan, ia dibenci oleh Kou karena ia sebal karena tadi Shuan ingin mengatakan sesuatu yang penting kepada dirinya dan terganggu oleh kedatangan mereka berdua.
Mereka semua akhirnya menikmati semua makanan yang sudah disediakan oleh Megumi, semua orang merayakan hari keluarga ini bersamaan bahkan Rokuro tidak memiliki waktu untuk pulang karena Megumi sudah mengajak dirinya untuk menikmati makanan yang sudah ia sediakan dengan seluruh kemampuan, dari tadi Haruka mencoba untuk meminta maaf kepada Kou tetapi ia terlihat masih kesal karena Shuan tidak mungkin melakukannya lagi.
Kesempatan mereka untuk berdua di dalam ruangan yang sama juga pasti akan memakan waktu yang lama untuk terjadi lagi, Shuan sendiri terlihat canggung dan ia sedang menikmati makanannya selagi menatap keluar dengan tatapan kesal juga karena waktunya tadi diganggu oleh Haruka. Rokuro sepertinya mengerti dengan situasi yang dihadapi oleh Haruka ketika melihat wajah Shuan dan Kou yang memerah sedikit, kondisi yang tidak bisa disangka oleh dirinya.
Mungkin ia harus menceritakannya kepada Haruka nanti tetapi ia terus melekat kepada Kou yang terus menjauh dan mendekati Honoka, Haruka sampai memohon kepada dirinya tetapi Rokuro mulai menepuk punggungnya dan memberitahu-nya bahwa ia memiliki urusan penting dengan dirinya sekarang juga, Haruka mengangguk lalu meminta Honoka untuk menjaga Kou, mereka berdua pergi keluar dan Haruka langsung memeluk Rokuro erat.
"Rokurooooo... bantu aku... Kou membenci diriku sekarang... huuuuu... kenapa adik kecil seimut dia bisa membenci kakaknya yang cantik ini..." Haruka menutup wajahnya dengan dada Rokuro sehingga ia menghela nafas panjang.
"Entah kau ini bodoh atau kurang peka tetapi kau awalnya merasakan keberadaan yang sama di dalam sebuah ruangan bukan? Tetapi satu keberadaan itu berpindah dengan cepat ke ruangan lainnya, mengerti tidak?" Tanya Rokuro, ketika Haruka memikirkan-nya kembali ia langsung menyadari sesuatu bahwa dari tadi Shuan dan Kou berada di dalam ruangan yang sama sehingga ia mulai memikirkan sesuatu yang negatif yaitu Shuan sebenarnya mencintai Kou.
"Tidak!!! Tidak mungkin...! Tidak boleh ada yang merebut Kou dariku, siapapun itu... Kou pantas untuk tetap menjadi adikku!"
"Inilah alasan kenapa dia membenci dirimu, tidak selamanya ia ingin mencintai kedua Kakaknya, mereka juga mungkin merasakan hal yang sama kepada dirimu, Haruka. Tidak ingin siapapun merebut Kakaknya tetapi aku berhasil merebut dirimu dan kau menerimanya, jadi...? Setidaknya kau beri dirinya sebuah kesempatan." Rokuro merasa begitu peka hari ini entah kenapa tetapi melihat ekspresi Shuan dan Kou sudah cukup untuk membuat dirinya sadar bahwa mereka saling cinta walaupun masih remaja dan anehnya Shuan masih kecil, dua anak kecil yang saling bercinta itu membuat pikiran Rokuro menjadi kacau seketika.
"Kau benar juga... lagi pula Shuan... tidak... dia cukup brengsek dan menyebalkan karena terlalu serius dan dingin seperti dirimu."
"Tapi? Kau sendiri yang mencintai diriku, itu artinya dia bisa berubah oleh Kou."
"Benar juga... Shuan adalah keturunan Shiratori Shira, bagus juga untuk menjodohkan keturunan Comi dan Shiratori, bisa saja menghasilkan sesuatu yang sangat hebat. Mungkin Mama juga akan berpikir sama denganmu, menerima laki-laki itu asalkan dengan syarat bahwa ia layak atau tidak untuk melindungi Kou, semoga saja semuanya berjalan dengan lancar..." Haruka memegang dagu-nya lalu ia menunjukkan ekspresi yang terlihat sedih seketika karena ia tidak tahu harus apa selanjutnya untuk membuat Kou kembali menyayangi dirinya.
Rokuro sendiri tidak tahu harus membantu dengan apa karena sudah terlambat, Haruka bahkan sampai berpikir untuk mengundurkan waktu tetapi Rokuro menghentikan dirinya karena pengunduran waktu jika digunakan secara sembarangan maka dunia ini bisa saja terpengaruh, Rokuro hanya mengijinkan dirinya untuk menggunakan sihir waktu yang berpengaruh kepada satu objek, bukan seluruh dunia.
__ADS_1
Mereka berdua mulai memikirkan sebuah rencana untuk mengembalikan kasih sayang Kou kepada Haruka sehingga Rokuro tidak sengaja melihat Shuan yang baru saja melompat keluar melalui jendela untuk memulai latihannya, ia terlihat sedikit kecewa dan terganggu dengan dirinya sendiri, ia seharusnya tidak melakukan hal berani seperti tadi karena tujuan utamanya adalah bertambah kuat untuk melindungi dan mengalahkan seseorang.
"Haruka... bagaimana berbicara dengan dirinya saja?"
"Ahh! Kau benar!" Haruka mendekati Shuan sehingga Shuan terkejut melihat Haruka yang bergerak menghampiri dirinya dengan ekspresi yang terlihat tidak sabar, Shuan mencoba untuk melarikan diri tetapi terlambat, lagi-lagi hal yang menyebalkan dan menyusahkan mendatangi dirinya.
"Ada apa?"
"Maafkan aku!!!" Seru Haruka keras, ia mulai bersujud kepada Shuan sehingga ia memasang ekspresi datar karena tidak mengerti apa yang Haruka coba maksud, Rokuro mulai mendekati Shuan sehingga ia terkejut dengan tingginya yang begitu besar bahkan tubuhnya terlihat cukup ideal seperti seorang Legenda yang layak, melihatnya saja membuat Shuan berpikir bahwa pria satu ini adalah keturunan Shimatsu, Minami pernah cerita juga.
"Kenapa meminta maaf? Kau tidak punya salah..."
"Soal dirimu bersama adikku di dalam kamar yang sama."
Sudah pasti Rokuro akan mendukungnya karena ia sendiri berhasil mendapatkan hati Haruka, Haruka mulai mengelus kepala Shuan dan memberitahu dirinya bahwa ia sudah tertangkap basah dan tidak perlu berbohong atau membuat suatu alasan, ia sudah pasti akan mengijinkan Haruka untuk menjadikan Kou sebagai pacarnya dengan syarat, ia harus tumbuh menjadi seorang remaja atau semacamnya.
"Dia lebih tua dariku... lagi pula aku tidak memiliki ketertarikan yang lebih besar untuk dirinya, hanya sekedar teman karena aku bertujuan untuk melindungi dirinya... setidaknya begitu..." Haruka dan Rokuro langsung melihat Shuan yang memiliki sikap sama seperti Rokuro karena ia dapat menyembunyikan perasaan cinta dengan mudah, mereka tidak menyangka bahwa Shuan memiliki pikiran seperti orang dewasa, Legenda benar-benar berevolusi cukup cepat dalam pola apapun itu.
"Ck... Apa yang kalian mau? Merepotkan saja! Menyusahkan saja! Pergi sana..." Shuan mencoba untuk melarikan diri tetapi Haruka berhasil menggenggam tangan kanannya sehingga ia menatap dirinya yang sedang tersenyum.
"Kami mencoba untuk membantu kok, bagaimana jika aku menggunakan kekuatan waktuku yaitu [Time Finger] untuk mempercepat umurmu menjadi umur yang setara dengan remaja? Sekitar tujuh belas atau delapan belas---"
"Jangan dulu, Haruka. Sebelum kau memberi dirinya sebuah izin untuk mencintai Kou maka mari kita tes... sejauh mana dia bisa melindungi Haruka." Rokuro mulai memotong pembicaraan Haruka dengan menghalang dirinya, melihat Rokuro menghalang saja sudah membuat Shuan semakin kesal karena situasi bertambah semakin menyusahkan dirinya, padahal ia ingin melanjutkan latihannya tetapi dihentikan begitu saja oleh mereka yang mengetahui perasaan dirinya kepada Kou dengan cepat.
__ADS_1
"Kenapa, Rokuro?"
"Shuan... Kau membutuhkan seseorang yang ingin menjadikan dirimu sebagai seorang Legenda yang layak? Bagaimana jika aku membantu dirimu...? Jika kau memiliki kekuatan dan kelayakan yang mampu membuat dirimu pantas untuk mencintai Kou maka Haruka akan melakukan sesuatu yang dapat menghukum alam atau semacamnya..."
"Kejam sekali, Rokuro, tidak melawan hukum alam kok..."
Penawaran yang baru saja Rokuro berikan kepada Shuan membuat dirinya merasa sangat tertarik bahkan sampai membuat dirinya memunculkan aura emas di sekitarnya sehingga memberitahu Rokuro bahwa ia sudah siap kapanpun untuk menerima penawaran tersebut, dengan cepat mereka berdua melompat ke belakang dan Haruka melayang ke atas langit untuk menyaksikan pertarungan itu secara langsung.
"Jika aku berlatih sendiri maka proses latihanku untuk berkembang akan berjalan dengan sangat lambat... Kalau begitu, jangan menahan diri... Siapa namamu?"
"Rokuro, Shimatsu Rokuro. Jika kalau melarang diriku untuk menahan diri maka aku akan melepaskan seluruh kekuatan yang aku miliki dan aku menyarankan dirimu untuk tidak menahan diri juga!" Seru Rokuro sehingga ia melepaskan tekanan yang cukup besar ke arah Shuan tetapi ia berhasil menahannya dengan tubuh yang diselimuti aura ketenangan dari cahaya.
Rokuro muncul di belakang Shuan dan mencoba untuk menendangnya tetapi Shuan melompat ke atas dan mengayunkan ekornya ke arahnya tetapi ia berhasil memegangnya dan melemparnya ke atas sehingga Shuan berputar lalu melepaskan laser emas melalui mulutnya.
Laser itu berhasil diserap oleh Rokuro dan ia melompat ke depan untuk menghindari semua cahaya yang Shuan lepaskan, pertarungan mereka menarik perhatian seluruh Legenda yang berada di dalam rumah bahkan Kou tersenyum ketika melihat Shuan sedang bertarung melawan pacar Haruka.
"Sepertinya cahayaku sangat tidak berguna jika melawan dirimu... Greed... Itu informasi yang aku dapatkan dari Kakakku sendiri, baiklah." Shuan memejamkan kedua matanya lalu ia membukanya sehingga pandangan Rokuro awalnya dikejutkan dengan tata Surya yang muncul dimana-mana.
"Apa... itu tadi...?" Rokuro menatap Shuan yang menunjuk ke depan.
"Aku akan menunjukkan dirimu cahaya yang membakar tubuhmu!"
"Golden...!!!"
__ADS_1