
Satu hari tersisa sebelum perang dimulai, Zoiru sudah membahas tempat perang itu bersama Kou dan medan perang yang besar akan terjadi di luar semesta Touriverse.
Dengan wilayah besar yang sudah ia ciptakan, Kou beberapa bulan yang lalu sudah menyelesaikan semua masalah dan tugasnya sehingga ia sekarang hanya perlu melihat semua bangsa Legenda yang serang melakukan latihan terakhirnya.
Kuil Oath itu sudah ditemukan oleh dirinya dan sekarang hancur karena Arata yang melepaskan satu tebasan ringan, jika kuil itu sudah hancur maka Zoiru tidak dapat membangkitkan Bamushigaru.
Tetapi Kou tetap waspada dengan ritual lain dari pembangkitan itu, intinya semua bangsa Legenda sudah pasti siap siaga untuk masuk ke dalam medan perang.
Kou dan Shuan mendarat di depan restoran Arata yang sedang tutup karena semua anggota keluarga Shimatsu akan ikut berperang kecuali Rokuro yang di larang oleh Arata karena istrinya yang sedang hamil.
Arata melihat Kou telah datang, senjata God Slayer yang ia tunggu akhirnya datang juga kali ini jauh lebih kuat karena mendapatkan beberapa peningkatan dari Kou.
"Bagaimana, Kou? Kamu sudah mendapatkannya?" Tanya Arata yang sudah sepenuhnya siap dengan pakaian Kisetsu nya.
"Ya, semuanya berjalan dengan sempurna." Kou memberikan pedang itu kepada Arata dan ia langsung memegangnya sampai tubuhnya merasakan aliran kekuatan besar.
"Bagus...! Sepertinya aku dapat melepaskan semua seranganku kepada si dewa brengsek itu... aku harus mengakhirinya dengan cepat!" Arata menyimpan pedangnya di belakang punggungnya yang terdapat sarung pedang.
"Kou, apakah kamu yakin ingin bertarung?" Tanya Ophilia untuk memastikan.
"Hm! Aku dapat bertarung menggunakan ilmu pengetahuan dan pikiran... juga teknologi!" Kou mengangguk sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat sangat serius.
Semangat Legendanya terbakar besar karena ini pertama kalinya ia masuk ke dalam medan perang untuk melindungi semua penghuni Touriverse yang sangat ia cintai.
"Teknologi...? Ilmu pengetahuan...?" Arata memiringkan kepalanya lalu ia menatap Shuan.
"Intinya dia akan bertarung menggunakan zirah yang sudah ia ciptakan. Semuanya akan berjalan dengan lancar kok." Kata Shuan karena ia sudah mendapatkan banyak paksaan dari Kou.
"Kalau begitu, aku setuju saja jika kamu ingin bertarung. Kita membutuhkan pemimpin hebat seperti Korrina dan kau sangat cocok." Arata mengelus kepala Kou.
"Hm~ Aku akan berusaha keras~!" Kou mengangkat lengan kanannya.
"Hmph, gadis kecil yang penuh dengan energi." Kuro tersenyum di dalam tubuh Arata sehingga ia lagi-lagi dikejutkan dengan sikap jarang terlihat dari Kuro.
***
"Sepertinya Papa mengalami kesulitan untuk di hubungi." Kata Minami, Kou baru saja menyadari sesuatu tentang aura yang menyelimuti semesta Yuusuatouri.
"Untuk sekarang kita tidak dapat menghubungi luar semesta... Zoiru telah mengurung kita karena sumpah Oath nya itu, kita terpaksa bertarung dengan semua yang kita miliki." Kata Kou.
"Itu benar, Kakak, kita sebagai penerus Shiratori Shira harus bisa menjadi Legenda legendaris sepertinya." Ucap Shuan sambil menepuk punggung Minami.
"Ya, itu benar... Ayo!" Minami mulai memakai ikat kepalanya dan bersiap siaga untuk menantikan perang yang terjadi besok, perang yang berjalan dengan adil tetapi bisa saja berakhir cukup menyakitkan.
"Kita telah kekurangan banyak petarung yang hebat." Shizen menghampiri Kou, ia hanya bisa melihat dua rekan dekatnya seperti Arata dan Yuuna.
Kekurangan yang cukup besar, Shira dan Haruki tidak mengikuti perang karena berada di luar jangkauan sedangkan Korrina tentunya berada di lokasi yang sangat amat jauh.
Haruka dan Honoka sendiri bahkan tidak bisa mengikuti perang juga karena kondisi perut mereka yang sudah membesar, Bakuzen dan Rokuro ditugaskan untuk menjaga mereka semua.
Petarung yang hebat dan kuat telah pensiun sementara, harapan hanya tersisa di dalam mereka semua dan Kou masih memegang rasa kepercayaannya bahwa semuanya akan berjalan lancar.
"Tidak perlu terlihat murung seperti itu... kita harus bisa meneruskan petarung yang lainnya, aku yakin Haruki dan Shira bisa saja datang dalam waktu yang dekat." Kou mencoba untuk menyemangati mereka semua.
Beberapa menit kemudian, waktu untuk melakukan rapat strategi dan pertempuran di mulai. Kou meminta Tech untuk menyalakan siaran langsung agar seluruh penghuni Yuusuatouri bisa melihatnya.
Kou menarik nafas dalam-dalam lalu ia menghembusnya pelan untuk memulai sebuah percakapan kepada seluruh bangsa Legenda yang sedang melihat dirinya secara langsung.
"Dalam 8 bulan ini... kita mendapatkan sebuah tawaran perang dari ras Vampir yang mendapatkan kekuatan Oath, nama ras mereka berubah menjadi ras Oather."
"Kita sudah berusaha keras dan tentunya bekerja sekeras mungkin untuk menemukan kekuatan yang jauh lebih tinggi... kekuatan Legenda tidak memiliki batasan dan tentunya potensi kita juga!"
"Kali ini, perang yang akan terjadi di esok hari... kita tidak akan mendapatkan pertolongan apapun dari ras lain, kita bertarung sebagai bangsa Legenda sendirian."
__ADS_1
"Kesimpulannya adalah akan sulit untuk menahan serangan yang dimiliki oleh makhluk sihir yang disebut sebagai pasukan Bam Bam... satu gigitan mereka sudah cukup untuk membunuh lawan."
"Kita akan bertarung di sebuah wilayah luas yang sudah terbentuk oleh Zoiru, aku tidak merasakan perangkap apapun melainkan wilayah besar yang cocok untuk berperang tanpa merugikan planet apapun."
"Pasukan Oather menyiapkan banyak ukuran prajurit berbeda... di mulai dari pasukan Bam Bam yang memiliki ukuran seperti katak sampai prajurit Oather dengan tubuh kekar mereka yang melebihi besar seekor gajah."
"Kita akan berhadapan langsung dengan musuh, memulainya dengan sebuah jabatan tangan untuk melaksanakan sumpah." Kou mengepalkan kedua tinjunya.
"Aku juga harus mengingatkan kalian semua tentang kemampuan makhluk sihir Oath... gigitan mereka dapat menghancurkan dan melakukan apapun."
"Kemampuan, kekuatan, dan sihir kalian dapat di makan oleh pasukan Bam Bam sampai kalian tidak bisa menggunakan kekuatan atau kemampuan itu, berhati-hati lah."
Semua orang langsung tercengang ketika mendengar kemampuan yang sangat mengerikan, sebagian dari Legenda itu kehilangan semangat seketika tetapi Kou terus menyemangati mereka.
"Kita tidak bisa murung atau menyerah dari awal! Tunjukkan harga diri kita sebagai bangsa Legenda...! Sebagai ras prajurit yang sangat kuat dalam pertarungan apapun!!!" Kou mengangkat lengan kanannya.
""YAAAAA!!!"" Seru semua bangsa Legenda yang kembali terbakar penuh semangat untuk bertarung.
"Untuk hari ini, kalian habiskan waktu dengan beristirahat sepuas mungkin dan aku mengharapkan keselamatan untuk kalian semua setelah pertarungan berakhir." Kou menunjukkan ekspresi imut untuk menyemangati seluruh prajurit.
"Mari kita beristirahat dan mempersiapkan diri besok hari, bangsa Legenda!!!"
""YAAA!!! HIDUP RATU TOURIVERSE!!!""
***
Malam hari telah tiba, beberapa jam lagi pertarungan akan di mulai pada saat pagi hari. Kou terus melakukan beberapa permohonan di hadap lemari besar dengan gambar Korrina.
"Mama... berikan diriku semuanya keberkahan surga... aku akan bertarung dan kemungkinan ini akan menjadi pertemuan kita yang terakhir jika aku tidak selamat." Kata Kou.
Shuan mengelus kepala Kou, "Aku juga akan berjuang untuk bertarung dan melindungi dirimu, Kou... intinya kita harus bisa bertahan hidup sampai hasil kemenangan kita terlihat jelas"
"Hm! Itu benar... kita harus mengharapkan sebuah kemenangan besar di esok hari dan semoga tidak ada korban gugur yang berjumlah sangat banyak." Kou menepuk kedua pipinya.
"Jika aku gugur... aku tidak akan menyia-nyiakan sisa dari harapanku, aku harus mengalirkannya kepada kedua Kakakku." Kata Kou dengan tatapan penuh tekad.
Semua Legenda beristirahat dengan tenang sampai hari perang telah tiba, matahari telah terbit dan seluruh Legenda sudah mempersiapkan diri mengenakan pakaian Kisetsu mereka.
Sebagian dari mereka sudah mendarat di wilayah perang itu dan sebagian dari mereka bisa melihat banyak sekali pasukan Oather yang menunggu selagi mengasah semua senjata dan pukulan mereka.
Semua pasukan Legenda dan Oather terus berdatangan lalu berkumpul di tempat yang berbeda dengan pembatas aura hijau yang dapat memakan siapa pun ketika seseorang mencoba untuk melewatinya.
Kou bisa melihat seluruh pasukan terbang keluar dari setiap planet untuk mendatang tempat pertempuran itu, ia melihat Shuan berjalan pergi duluan setelah menerima sebuah kecupan dari Kou.
"... ..." Kou mengambil kacamatanya lalu ia menyimpannya di dalam laci meja kerjanya, setelah itu ia mengambil dua lensa mata lalu mengenakannya agar ia dapat menggunakan pada saat keadaan darurat.
Tech menunggu di sebelahnya selagi melakukan beberapa sentuhan terakhir kepada zirahnya yang bernama [Super Tech Suit], Kou menarik nafas dalam-dalam lalu menghembusnya dengan pelan.
"Menilai sistem dari Super Tech... memulai dari nol persen..." Ucap Tech selagi menekan beberapa tombol di setiap tubuh Androidnya.
Kou melihat tabung baja di hadapannya terbuka lebar, ia melihat zirah itu terbuka lebar lalu ia masuk ke dalamnya sampai tubuh zirah itu tertutup sangat rapat dan Kou bisa merasakan kenyamanan mengenakan zirah itu.
"10%..."
Kedua lengan Zirah itu mulai tertutup rapat.
"20%..."
Kedua kaki Zirah itu ikut tertutup rapat.
"30%..."
Zirah itu mengeluarkan cahaya emas yang di hasilkan melalui berbagai macam cahaya berkat bantuan Shuan dan Minami yang memasukkan seluruh kekuatannya.
__ADS_1
"40%..."
Tubuh bagian perut dari zirah itu menunjukkan dua kristal yaitu kristal waktu dan realitas dimana Kou dapat menggunakan sebagai kartu as ketika keadaan terbalik.
"50%..."
Kou dapat menggerakkan tubuhnya yang berada di zirah itu sekarang bahkan ia mulai mengepalkan kedua tinju sampai kedua telinganya mendengar suara mekanisme.
"60%..."
Kou menunjuk ke depan sehingga Keris yang ia pajang di tembok mengapung ke arahnya dan mendarat tepat di pinggang zirah itu yang tersedia sebuah sarung besi.
"70%...!"
Zirah bagian punggung itu mengeluarkan dua sayap elang besi dan Kou menyembunyikannya kembali, ia bisa melihat kedua tapak dan kakinya memancarkan sinar yang lebih tinggi.
"80%!"
Zirah bagian kepala itu mulai tertutup sehingga kepala Kou terlah sepenuhnya terlindungi bersamaan dengan tubuhnya itu bahkan pandangannya sekarang melihat banyak sekali layar virtual.
"90%!!"
Kepala Zirah itu memancarkan cahaya merah melalui kedua matanya dan Kou tersenyum lebar melihat semuanya bekerja dengan sempurna.
"100%!!!"
Kou langsung di sambut dengan berbagai macam pilih sistem dan layar virtual dengan pilihan yang berbeda, semuanya berjalan dengan lancar bahkan ia bisa mendengar suara Tech.
"Semuanya berjalan dengan lancar, nyonya. Sekarang Anda dapat pergi menuju medan pertempuran!" Kata Tech yang mulai duduk di meja kerjanya untuk membantu Kou dari jauh sebagai asisten dari Super Tech.
"Super Tech siap untuk di gunakan...!"
"Terima kasih, Tech, tolong jaga gedung ini." Kou tersenyum lalu ia melebarkan sayap besinya dan terbang keluar angkasa dengan kecepatan penuh sampai ia muncul di atas wilayah pertempuran itu.
Semua pasukan Legenda dan Oather telah sepenuhnya terkumpul, mereka semua menatap satu sama lain dan mengumpulkan keberanian penuh untuk melaksanakan perang yang bisa berakhir mematikan.
Kou mendarat di barisan paling depan sampai seluruh pasukan Legenda bertambah semangat, Kou membuka kepala bagian zirahnya lalu ia menoleh ke belakang.
"Kita harus bisa, sebagai bangsa Legenda...!"
"Legends Never Dies!" Seru Kou dengan senyuman yang dipenuhi semangat dan tekad.
""LEGENDS NEVER DIES!!!""
Semua Legenda terbakar penuh dengan semangat dan tekad untuk bertarung demi memenangkan perang ini agar mereka dapat merasakan kedamaian kembali walaupun apa yang mereka inginkan hanya pertarungan besar.
Seluruh pasukan mempersiapkan senjata dan kekuatan mereka bahkan semua aura yang mereka miliki langsung terlepas karena perang akan di mulai satu menit lagi.
Zoiru maju ke depan dan Kou melakukan hal sama, kedua pemimpin mulai saling berhadapan untuk melaksanakan sumpah perang.
"Semoga beruntung, Kou Comi!" Zoiru tersenyum serius dan ia mengulurkan lengan kanannya.
"Ya... semoga prajurit terbaik dapat memenangkan pertarungan ini." Kou mengulurkan lengan kanannya sehingga kedua tangan mereka mulai saling berjabat.
Jabatan tangan mereka dapat membuka pembatasan itu dengan sangat lebar perang telah di mulai, kedua pemimpin melangkah mundur dan Kou langsung memasang kepala zirah bagian kepalanya.
"Perang yang kita nantikan selama delapan bulan telah di mulai Legenda...!!! Seluruh pasukan Oather... bertarung, habiskan waktu sampai aku membangkitkan Bamushigaru!" Seru Zoiru keras.
"Bangsa Legenda!!! Lepaskan teriakan kalian untuk bertarung melawan pasukan Oather!!!" Seru Kou keras.
""BERTARUNG!!!" Kedua pasukan melesat menuju arah satu sama lain dengan kecepatan penuh.
"LEGENDS NEVER DIES...!!!"
__ADS_1