Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 791 - The Barbaric Legend


__ADS_3

Ako memasang tatapan yang terlihat kaget ketika melihat tubuh Shinobu meledak seketika sampai tidak menyisakan apapun, Hinoka ternyata menyerang tanpa melihat lawan karena rasa traumanya itu.


Hinoka bertambah semakin kesal sampai ia menghantam daratan beberapa kali sampai menyebabkan letusan api Crimson dari dalam tanah sehingga memancing lebih banyak Manusia republik untuk mendekat.


Mereka semua sekarang berpikir bahwa Legenda juga ancaman, bukan hanya Legenda misterius itu melainkan Hinoka juga sama karena menyerang secara membabi buta seperti hewan buas.


Semua Manusia itu membidik Hinoka dengan senjata yang terkandung Mana di dalamnya, mereka langsung menarik pelatuknya sampai jutaan sihir melesat ke arah Hinoka tetapi meledak sebelum mengenai tubuhnya.


"Grrrgggghhhh...!!!" Hinoka berlutut selagi memegang kepalanya yang terasa pusing, ia mencoba untuk menyadarkan dirinya tetapi sulit sekali.


"Hinoka...!!! Hentikan!!!" Ako langsung melepaskan beberapa panah es ke arah dirinya sampai Hinoka meledakkan semua itu lalu melesat ke arah dirinya.


"Fourth Fortress Defense!" Seru Ako yang mulai melindungi dirinya sendiri.


Ketika Hinoka berhasil menyerang pelindung itu malah ia sendiri yang terpental ke belakang karena efek dari kemampuan tersebut mengandung serangan balik atau disebut [Counter].


Shinobu langsung menghantam wajah Hinoka sampai ia terpental ke atas langit, dirinya kembali hidup karena 9 nyawa yang di miliki oleh bangsa Neko Legenda.


Satu nyawanya tadi sudah hilang karena tubuhnya yang meledak, itu artinya ia mendapatkan Legend's Boost yang jauh lebih besar karena berhasil bertahan hidup dari kematian serta kerusakan yang menyakitkan.


"Nobu... syukurlah..." Ako baru saja sadar bahwa Shinobu memiliki 9 nyawa, tadi ia sempat panik sampai hampir saja marah besar kepada Hinoka.


"Aku baik-baik saja... kematian sudah menjadi kebiasaan bagi diriku..." Kata Shinobu yang mulai memancarkan cahaya emas melalui tubuhnya untuk memperkuat dirinya agar tidak di ubah menjadi ledakan lagi.


"Ako, bantu aku... Koneko akan menyentuh kepala Kak Hinoka untuk menenangkannya, sebisa mungkin tahan sihir ledakan itu dengan pertahanan atau pembekuan itu." Peringat Shinobu.


"Baik!"


***


Konomi melepaskan tembakan melalui Railgun yang ia pegang menuju arah semua pesawat luar angkasa itu sampai ia melihat pesawat yang paling besar mulai memancarkan cahaya merah ke arahnya.


Sebuah senjata mulai keluar melalui ujung kepala pesawat itu, Konomi melebarkan matanya lalu ia melesat ke atas langit dan menghindari tembakan laser merah yang berhasil menghancurkan planet di belakangnya.


Kemudian Legenda misterius itu muncul di hadapan Konomi lalu menghantam wajahnya dan melemparnya dirinya menuju arah pesawat besar itu sampai terpental lagi karena perlindungan dari pesawat tersebut.


Koizumi mendekati Legenda misterius itu, kali ini ia tidak begitu tertarik mengurus manusia kerajaan yang berada dalam pesawat tersebut, bala bantuan telah datang untuk mengurusi semua Manusia kerajaan tersebut.


Namun, yang menjadi masalah lainnya adalah Legenda misterius itu yang terus mengamuk sampai menyerang kemanapun yang ia inginkan mampu memancing kesalahpahaman bagi Manusia republik yang berada di dalam bumi.


Setiap negara tanpa segan melepaskan rudal nuklir untuk menyerang semua orang yang berada di luar angkasa, ini yang dinamakan kekacauan sebenarnya sampai Koizumi hanya bisa diam dan mengurusi Legenda misterius itu.


"Belum Manusia kerajaan... republik... amarah Hinoka... apa lagi selanjutnya? Legenda satu ini bahkan seperti menghentikan diriku untuk melakukan sihir waktu." Ungkap Koizumi.


"Aku... grrr... jadi suka... dengan... kamu..." Legenda misterius itu akhirnya berbicara.


Koizumi memasang tatapan yang terlihat kaget seketika karena bahasa yang di keluarkan Legenda itu sangat berbeda, terasa sangat lambat seperti seseorang yang baru saja belajar untuk berbicara.

__ADS_1


"Kau... kau pasti bukan Legenda dari zaman ini bukan?" Koizumi mencoba untuk menggunakan sihir waktu tetapi tidak bisa sehingga ia mulai mencoba dari jarak yang jauh dan ternyata bisa.


"Apa...?!" Koizumi dikejutkan dengan sihir waktu yang bisa ia gunakan dalam jarak jauh, sekitar 20 meter darinya sampai ia mulai mengubah mata kanannya menjadi jarum jam yang berputar ke belakang.


Koizumi menggunakan mata waktunya untuk melihat riwayat Legenda itu, ia pernah melihat masa lalu yang cukup jauh bersama Haruka sampai mengenal jelas bahwa Legenda misterius itu bukan Legenda yang berasal dari zaman sekarang.


"Fufufu... Shimatsu Koizumi, kenapa kamu harus melakukan sejauh itu untuk mengetahui identitas dari Legenda misterius tersebut?"


Koizumi mendengar suara gadis di dalam pikirannya, "Kau... kau pasti si penyihir yang menyewa Zodiac Crusaders sebagai bawahanmu!?"


"Ternyata kamu mendapatkan kecerdasan itu dari keturunan Comi... sungguh, kalian memang sulit untuk di bodohi kecuali Hinoka yang memiliki masa lalu penuh dengan trauma..."


"Brengsek! Kau pasti penyebab dari Hinoka mengamuk!?" Tanya Koizumi selagi memasang tatapan kesal.


"Fufufu... itu benar... aku ingin sekali menjadikan kalian sebagai mainanku sendiri... kalian yang begitu imut... kecil... bertarung demi kekejaman dunia..."


"...jika kalian gagal... biarkan aku menjadi kalian sebagai boneka ya... atau lebih baiknya mainan..." Penyihir itu saat ini merasa tertarik melihat pertarungan Koizumi.


"Namanya adalah Magnus... Legenda yang berasal dari zaman kuno, tidak bisa di bilang sebagai Ancient Legend ,melainkan Barbaric Legend."


"Barbaric Legend...?"


"Benar... jika Shinobu bersama dirimu, dia pasti akan tahu siapa Magnus sebenarnya..."


"...jadi begini, uhh... rasanya sungguh nikmat melihat kekacauan seperti ini, datang dari masa yang begitu lamanya untuk mengacaukan masa depan."


"Barbaric Legend... itu adalah sebutan nama yang diberikan oleh Zangges... Magnus adalah kakek moyangmu."


"Ya... dia adalah Bapak dari segala Legenda."


Tubuh Koizumi merinding seketika mendengarnya, ternyata prediksinya tidak salah tentang Legenda misterius yang bernama Magnus, dulunya Barbaric Legend hanya bisa di sebut kepada Legenda yang berasal dari masa lampau.


Legenda pertama di katakan sangat bar-bar dan gila terhadap pertarungan apapun, itu artinya Magnus adalah salah satu dari Legenda pertama yang lahir karena Zangges.


Bapak dari segala Legenda yang entah kenapa bisa muncul, penyihir itu hanya bisa tertawa dan mendesah penuh rasa nikmat karena tidak sabar melihat mainan kecilnya yaitu Koizumi bertarung dengan Legenda pertama.


"Semoga beruntung~ Shimatsu Koizumi~ aku akan melihatnya..." Penyihir itu langsung berhenti berbicara dengan Koizumi yang dipenuhi pertanyaan.


"Brengsek... kenapa kau bisa membawa dirinya ke sini? Apakah berkaitan dengan masa lalu yang kau bawa ke sini... atau dimensi lain!?"


"Di lihat dari tubuhnya yang kekar dan besar serta aura ungu kehitaman yang begitu besar... dulunya, Legenda memang tidak bertarung menggunakan sihir!" Koizumi mengepalkan kedua tinjunya.


"Jika aku mendekat maka sihir yang aku gunakan mendadak tidak bisa di pakai, apakah itu kemampuanmu, kakek moyang Magnus?!"


"Sekarang... lawan... AKU!!!" Teriak Magnus keras sampai ia menghancurkan rantai yang menahan kedua lengannya sampai tubuhnya bertambah semakin besar lagi dan lagi.


Koizumi menahan semua dorongan yang di lepaskan oleh Magnus, dorongannya sendiri mampu menggerakkan seluruh planet, satelit, serta meteor di sekelilingnya sampai ia terlalu berbahaya untuk terus berkeliaran di semesta ini.

__ADS_1


"Akan sangat merepotkan jika Yuutouri hancur karena kekuatan murni sebesar ini... Barbaric Legend, fisiknya sendiri sudah cukup untuk menghancurkan alam semesta."


Koizumi memunculkan aura Crimson nya lalu ia menggunakan semua sumber Lenergy di dalamnya untuk memperkuat fisiknya lebih tinggi lagi dan lagi sampai ia mengepalkan kedua tinjunya yang mengeluarkan aura merah darah.


Koizumi melesat ke depan lalu ia melancarkan satu pukulan tetapi ia dikejutkan dengan kecepatan Magnus yang melancarkan pergelangan tangan besarnya kepada tubuhnya.


Koizumi langsung menangkisnya sampai melepaskan tekanan besar di sekelilingnya, setelah itu ia melancarkan beberapa tendangan ke arah dirinya sampai Magnus mulai melepaskan teriakan yang mendorong mundur Koizumi.


Koizumi melihat Magnus melancarkan satu pukulan besar ke arah dirinya tetapi ia langsung menahan serangan tersebut menggunakan kedua lengannya sampai ia terdorong ke belakang.


"Aku kagum... bisa bertarung... dengan gadis kecil..."


"...menghajar gadis sepertimu... membuatku... senang sekali...!"


"Aku tidak mengerti apa yang kau coba katakan! Bahasa kuno seperti itu sudah ketinggalan zaman tetapi harga diriku menjawab perkataan itu..."


"...kau menyukai pertarungan ini, huh?" Koizumi tersenyum serius karena ia sendiri merasa terbakar penuh semangat ketika bertarung secara adil tanpa menggunakan kemampuan atau sihir.


Magnus maju ke depan lalu melancarkan beberapa pukulan ke arahnya, Koizumi langsung menghindari semua serangan tersebut dengan tambahan tangkisan yang menggagalkan serangan Magnus.


Setelah itu, Koizumi menarik keluar belatinya dan memotong jari Magnus lalu ia melanjutkan serangan itu dengan satu putaran yang di campur tendangan sampai mengenai wajah Magnus lalu mendorongnya ke belakang.


"Gaya bertarungmu kuno sekali... untungnya Ayah dan Kakekku sering mengajarkanku berbagai macam seni bela diri ketika aku kecil." Koizumi memutar belatinya lalu memasukkannya kembali ke dalam sarungnya.


"Hei, brengsek..."


"Akan.. kubinasakan kau... dengan tinjuku... sendiri...!"


Magnus melepaskan lebih banyak sumber Lenergy untuk memperkuat serangan dan fisiknya sampai tubuhnya yang berotot menonjolkan banyak sekali urat yang berdenyut.


"Dasar monster..." Koizumi mengerutkan dahinya sampai ia langsung menahan beberapa serangan dari Magnus.


BAGGGG!!!


"NRRGHHH!!!"


Koizumi melebarkan matanya ketika melihat lengan kanannya patah karena menerima pukulan tadi, sumber Lenergy Magnus yang tak terbatas karena tidak memiliki sihir membantu dirinya meningkat fisiknya tanpa batas.


Koizumi langsung mengeluarkan sebuah daun emas dari sakunya dan menempelkannya kepada lengan patah itu sampai ia kembali sembuh karena daun pemberian Shinobu yang mengandung pemulihan alami.


"Hebat sekali!!! Bangsa Legenda!!! Ahhhhhh~ lihat tubuhnya yang besar itu... sungguh membawa penuh nikmat...!" Seru seorang penyihir yang sedang menonton pertarungan Koizumi dan Magnus.


Koizumi terbang mundur lalu ia menyentuh lehernya sampai lambang Greed itu memancarkan cahaya yang menyerap semua sumber Lenergy di dalam tubuh Magnus.


"Banyak sekali... ternyata sebutan Barbaric Legend bukan main, dalam segi fisik... aku yakin sihir atau kemampuan apapun itu kebal bagi kalian!"


"GWAAAAGGGGGHHHHH!!!"

__ADS_1


Magnus menjerit keras sehingga tubuhnya bertambah besar sampai berukuran seperti planet, melihatnya saja membuat Koizumi tercengang seketika karena ia tidak mengetahui Barbaric Legend memiliki kemampuan seperti itu.


"Di-Dia bisa memperbesar dirinya sendiri...?!


__ADS_2