
Perang telah di mulai, kedua belah pasukan melepaskan kekuatan mereka untuk melakukan beberapa serangan yang berakhir penuh kehancuran di sekeliling mereka.
Sebagian dari bangsa Legenda menyadari kemampuan mereka terdapat sebuah kendala yang mengartikan semua kemampuan itu telah di makan habis oleh pasukan Bam Bam.
Ukuran pasukan Oather yang besar itu dapat di urus oleh Minami bersama seluruh bangsa Neko Legenda yang ia bawa untuk bertarung, mereka semua melakukan pertarungan dengan baik dan penuh Kendali.
Perang yang berjalan sangat seimbang bahkan Zoiru sendiri hanya bisa tersenyum melihat perang yang berjalan mulus sedangkan dirinya saat ini hanya bisa diam selagi memegang erat buku sihir itu.
"Bangsa Legenda dan bangsa Oather melakukan perang dalam kedamaian yang indah seperti ini ya... yah, tidak apa... aku memenuhi hasrat yang di inginkan bangsa Legenda yaitu bertarung."
Zoiru membuka buku sihir itu dan membacanya satu per satu, setelah itu ia menatap ke depan dan melihat Ophilia mengeluarkan banyak sekali makhluk sihir dan mitologi untuk menghentikan pasukan Bam Bam.
".... ...." Zoiru terus serius ketika melihat Arata, Yuuna, dan Shizen mulai mendekat selagi mempersiapkan beberapa serangan.
"Ahh... kalian mendatangi diriku secara langsung ya? Bukannya menunggu kedatangan dua Legenda tersisa tetapi kalian langsung datang untuk menghadapiku." Zoiru melakukan sedikit pemanasan kecil.
"Bukannya tanganmu itu terlalu menyedihkan Zoiru? Hilang dan digantikan menjadi tulang..." Shizen menunjuk lengan kiri Zoiru yang sudah tidak, tergantikan oleh tulang berwarna hijau.
"Ahh... gadis sialan itu mampu menyebabkan luka abadi yang tidak dapat disembuhkan. Cukup menyebalkan tetapi aku akan menunggu dirinya untuk melawanku..." Zoiru menatap lengannya yang dipenuhi tulang.
"Kau bukan lagi di tunggu oleh Kou, kematian menunggu dirimu atas semua nyawa yang sudah kau mau!" Arata menarik pedang God Slayer dan gabungan dari tujuh dosa itu lalu ia melakukan kuda-kuda berpedangnya.
"Tanpa Shira atau Haruki, kami masih akan mencegah dirimu membangkitkan Bam apalah itu." Shizen menyiapkan sihir ledakan untuk melakukan pendukungan di belakang Arata.
"Arata... aku akan coba untuk mendukungmu dari belakang bersama Shizen, bertarung di garis depan melawan Zoiru bukanlah ide yang baik." Kata Yuuna yang mulai menyiapkan sihir arwahnya.
"Ya... lebih baik kalian mundur saja untuk mendukung diriku menggunakan sihir kalian, cobalah untuk tidak terbunuh karena dia dapat membunuhmu selama satu detik atau bahkan sebelumnya..." Arata meningkatkan seluruh kekuatannya sampai titik akhir.
"Hmph... pertarungan kedua ya, baiklah, Arata. Kau tidak pernah mengecewakan diriku sebelumnya." Zoiru melepaskan pakaiannya sehingga Arata dan yang lainnya tercengang ketika melihatnya.
Arata pertama kalinya melihat perut Zoiru yang memiliki mulut besar dan bertaring dari Bamushigaru bahkan dadanya juga di penuhi dengan luka dan tulang yang terlihat sangat jelas.
Kedua bahunya terdapat mata yang bergerak-gerak, kali ini Arata bisa merasakan sesuatu yang berbeda dari Zoiru, ia tidak bisa lagi merasakan keberadaan Bamushi di dalam tubuhnya itu.
"Aku tidak akan menahan diri lagi... semuanya akan berjalan sesuai rencana dan aku sendiri yakin bahwa... pembangkitan Bamushigaru adalah sebuah takdir jika semua ini terjadi." Zoiru maju ke arah Arata.
Arata melebarkan kedua matanya dan ia langsung melancarkan dua serangan yang berhasil menahan sihir laser Zoiru, kali ini ia bisa melihatnya dengan jelas bahwa serangan Zoiru bertambah kuat setiap waktu berjalan.
"Cukup langka sekali dari seorang dewa agung sepertimu... Delapan bulan ini kau gunakan dengan baik, melakukan latihan untuk terus bertambah kuat." Arata mendorong kedua pedangnya.
"Jangan puas dulu ketika kau sudah menginjak tingkatan paling atas, lebih baik kau puaskan semua tubuh dan kekuatanmu agar bisa meningkat lebih lanjut lagi tanpa ada pembatas yang menghalang!!!" Zoiru menghantam kedua pedang itu sampai Arata terpental ke belakang.
Zoiru tidak memandang lawan, penglihatannya hanya melihat seluruh bangsa Legenda datang untuk menghalang, ia melaju ke arah Yuuna untuk membunuhnya tetapi tubuhnya mengalami sebuah ledakan dahsyat.
__ADS_1
Shizen mengepalkan kedua tinjunya, menciptakan sirkuit sihir besar di sekeliling tubuh Zoiru yang mampu memasang beberapa sihir ledakan agar ia tidak dapat mendekati dirinya.
Zoiru terlempar ke belakang dengan tubuh yang dipenuhi luka, setelah itu ia melepaskan laser ke arah Shizen tetapi Arata berhasil menebasnya sehingga ia melepaskan aura dan kekuatannya sampai titik maksimal.
"ZOIRU...!!! HARRRRRGGGGHHH!!!"
Arata mengerang keras sehingga tubuhnya mengeluarkan aura merah dan hitam, simbol tujuh dosa besar itu muncul tepat di belakang punggungnya lalu berputar dengan cepat menciptakan cincin hitam di belakangnya.
Zoiru merasa kekuatan yang Arata lepaskan sejak itu tetapi untuk sekarang ia merasakannya jauh lebih kuat di bandingkan beberapa bulan yang lalu sehingga ia hanya bisa tersenyum.
Arata mencoba untuk menggunakan Logic Breaker tetapi sudah terlambat karena Bamushigaru yang berada di dalam tubuh Zoiru telah memakan kemampuan itu sepenuhnya sampai ia tidak memiliki pilihan selain bertarung menggunakan semua yang ia miliki.
"Zoiru...!!! Hasilnya tidak akan sama sejak itu...!!!" Arata memutarkan kedua pedangnya yang mulai terbakar dengan sihirnya, Shizen dan Yuuna langsung melepaskan aliran sihir mereka ke dalam Arata.
Zoiru menyilangkan kedua lengannya, "Maju, badut... tunjukkan apa yang kau dapat lakukan."
Kedua bilah pedang Arata melepaskan aura besar yang membentuk aura pedang panjang, ia mengayunkan beberapa kali untuk menghancurkan seluruh pasukan Bam Bam dan Oather yang mencoba untuk mendekati dirinya.
"Baiklah, akan aku jawab kekuatanmu itu!" Zoiru mengepalkan kedua tinjunya lalu ia melesat penuh kecepatan ke arah Arata yang mengayunkan kedua pedangnya.
BAAAMMMM!!!
Terciptalah sebuah ledakan dan dorongan yang mampu menghempas semua pasukan yang berada dekat dengan Arata dan Zoiru, Arata mulai berputar lalu melancarkan beberapa tebasan ke arah Zoiru.
Arata melebarkan kedua matanya, serangan yang ia lakukan sejak itu tidak mampu menyebabkan apapun kepada Zoiru yang menahannya dengan tatapan serius.
Walaupun kecepatan dan kekuatan mereka terus meningkat, setiap serangan yang ia lepaskan sudah tidak dapat di hitung lagi tetapi ia bisa melihat tubuh Zoiru masih sempurna, belum mengenai serangan apapun.
Kedua serangan pedang yang di tahan oleh Zoiru mampu menciptakan suara bising pedang yang teradu sampai menghancurkan gendang telinga seluruh pasukan yang tidak bersiap itu.
"Kau ternyata melemah, Arata... sangat mengecewakan." Zoiru terlihat tidak puas, rasa kekecewaannya muncul dan ia mengharapkan pertarungan besar dengannya.
"Aku belum selesai...!!!" Seru Arata keras yang mulai melancarkan serangan kombinasi tanpa henti ke arah Zoiru yang menahannya hanya menggunakan satu tangan yaitu tangan kirinya.
Shizen dan Yuuna tidak dapat melihat Arata juga Zoiru yang bergerak dengan kecepatan tinggi, satu detik terlewat saja Arata sudah melakukan banyak serangan dan masih tidak mampu untuk menghancurkan lengan tulangnya itu.
"Brengsek!!!" Arata mengayunkan kedua pedangnya dengan seluruh tenaga terakhirnya sampai Zoiru terhempas ke belakang dengan tubuhnya yang akhirnya menerima luka.
"Hohhhh... selamat..." Zoiru tersenyum serius, melihat Arata menunjuk pedang God Slayer itu yang mengeluarkan banyak sekali aura yang cukup menyengat.
Wilayah sekeliling mereka sudah hancur tetapi Kou sudah menciptakan Heaven's Gate untuk melindungi semua daya serangan mereka yang dapat menghancurkan alam semesta dan planet tak berpenghuni di sekeliling mereka.
Arata memejamkan kedua matanya, berpikir untuk menghancurkan tubuhnya agar ia dapat mengalahkan Zoiru dan mencegah kebangkitan dari Bamushigaru.
__ADS_1
"Zoiru..." Arata membuka kedua matanya yang memancarkan cahaya merah, kedua matanya terkandung simbol dari tujuh dosa besar itu.
"Apa, Arata? Apakah permintaan terakhirmu sebelum mati akan keluar?" Tanya Zoiru yang belum merasakan kesakitan apapun.
"Aku tidak mengerti ideal dirimu sebagai seorang dewa agung tetapi aku menghormati sebuah fakta bahwa kau bukanlah bawahan Zangetsu..."
"...bukan sekedar dewa agung biasa yang mementingkan kehancuran dan selalu saja melaksanakan perintah Zangetsu. Kau memang berbeda, dewa agung Oath seperti dirimu."
"Hanya memiliki ideal egois yang menginginkan kebangkitan makhluk sihir Bamushigaru yang seharusnya sudah mati karena tidak mendapatkan asupan esensi." Tubuh Arata mengumpulkan seluruh dosa dari seluruh alam semesta.
Bukan hanya akan semesta tetapi ia dapat meningkatnya lebih tinggi lagi dengan mengumpulkan dosa itu memalui masa alternatif, masa lalu, dan masa depan sampai kekuatan besar mengalir tanpa henti.
"Aku sendiri tidak mengerti, kenapa kau masih mencoba walaupun ritual itu seharusnya sudah gagal karena Kou yang memintaku menghancurkan Temple of Oath." Arata memegang kedua pedangnya erat.
"Kau memang dewa agung yang cukup berbeda... kau bahkan sempat berlatih dan melakukan sesuatu layaknya seperti mortal." Pertanyaan Arata membuat Zoiru tersenyum sampai rasa hormatnya meningkat kepada Arata.
"Pertanyaan yang cukup menarik keluar dari mulutmu, aku tidak menyangka Ophilia memilih suami yang benar..." Zoiru menyilangkan kedua lengannya.
"...dengarlah Arata, Legenda pendosa seperti pengguna dari God Slayer! Putra dari Nurosa! Kau adalah Legenda mortal yang aku hormati..." Zoiru menunjuk Arata dengan tatapan serius.
"Apa yang aku inginkan dari awal dan sejak kecil adalah seorang teman... teman yang dapat dipercayai sehingga ia bisa di andalkan untuk melakukan apapun."
"Dari awal aku tidak tertarik menjadi seorang Dewa tetapi aku sudah terpilih duluan karena hasil kerja kerasku dari nol, seumur hidupnya aku berlatih dengan Bamushigaru."
"Bamushigaru adalah makhluk sihir dan mereka semua memiliki perasaan layaknya seperti kita sebagai bangsa Legenda dan Oather... kebangkitan dirinya adalah keseimbangan."
"Kau sendiri harus tahu bahwa makhluk sihir diciptakan untuk dijadikan sebagai Guardian dan tentunya mereka semua menyebabkan kehancuran dengan alasannya sendiri."
"Jika Bamushigaru bangkit dan memakan seluruh alam semesta maka itu artinya akan terjadi sebuah penciptaan baru terhadap alam semesta lainnya..."
"... Bamushigaru hanya tertarik dengan alam semesta yang sudah tua dan tidak seimbang, apa yang ia makan tentunya akan masuk ke dalam perutnya yang dijadikan sebagai tempat baru."
"Tempat itu adalah kedamaian abadi dan aku yakin kau menyukainya, Bamushigaru juga dapat menciptakan alam semestanya sendiri dengan mengeluarkan ledakan big bang juga Supernova melalui mulutnya."
Arata mengepalkan kedua tinjunya, ideal yang satu ini terdengar cukup baru dan rumit tetapi tetap saja memakan alam semesta bukanlah hal yang baik.
"Sialan... aku mengetahui jelas apa yang dapat Bamushigaru lakukan, ukuran dan kekuatannya..."
"...aku tidak mengharapkan makhluk sihir sialan itu hidup!!!" Tubuh Arata melepaskan dorongan besar yang mampu menghentikan sebagian dari pasukan yang sedang bertarung.
Auranya mulai bertambah besar tanpa batas sehingga Zoiru memasang ekspresi tertarik melihat aura itu melebihi ukuran alam semesta dengan simbol dosa besar yang muncul di tepat di belakang Arata.
"Kau akan mati, Zoiru...! Atas semua nyawa yang kau makan...! Mertuaku, penghuni Yuusuatouri palsu, dan..."
__ADS_1
"...semua penghuni alam semesta sebelumnya!!!"