
Minami mulai melompat-lompat di atas latihan selagi melakukan pemanasan kecil dengan menggerakkan kedua lengannya lalu merentangkannya, di tambah dengan kepalanya yang ia mulai putar-putar.
Semua penonton langsung menjerit histeris ketika Minami melakukan sedikit pergerakan, Mitsuki hanya bisa tersenyum canggung kepada Minami dan ia langsung membalasnya dengan senyuman canggung juga.
"Kedua peserta bersiaplah...!!!"
""MINAMI!!! MINAMI!!! MINAMI!!!""
Minami tersenyum serius, "Aku...! Shiratori Minami, sang pengabdi cahaya akan meningkatkan tingkatannya lebih atas lagi sampai menginjak tujuan terakhirku..."
"...final!!!" Minami melakukan sedikit gaya membuat semua penonton tertembak dan di kejutkan oleh keimutan dan deklarasi yang Minami berikan.
"Itu dia...!!! Perkataan Shiratori Minami yang sangat melegenda!!!" Seru Jorgez keras bahkan ia sampai mimisan ketika melihat Minami dan mendengar perkataannya tadi.
"Minami... mari lakukan yang terbaik ya?" Mitsuki terkekeh pelan, mencoba untuk menghilang rasa gugup di dalam dirinya karena ia saat ini sedang bertarung melawan idola seluruh penonton dan penghuni setiap semesta.
"Y-Ya..." Jawab Minami dengan pipi yang merah, ia awalnya tidak memiliki pilihan lain selain mengatakan deklarasi kemenangan sampai harus bergaya seperti dirinya dulu.
"Wah, sepertinya Mitsuki berada di situasi yang buruk untuk bertarung dengan putrimu, Megumi." Yuuna mulai berbicara.
"Mitsuki juga tidak buruk kok... Kesempatan menang itu selalu ada dan aku tidak begitu yakin soal Minami... dia selalu saja membuat kesalahan di setiap pertarungan." Megumi terkekeh.
"...semi final terakhir...!!! Di mulai sekarang juga!!!" Seru wasit itu keras sehingga kedua Legenda di hadapannya melesat menuju arah satu sama lain.
Satu serangan mulai mereka lancarkan, Minami menggunakan cakar emasnya sedangkan Mitsuki menggunakan tombaknya sehingga terjadi sebuah aduan yang menyebabkan suara menggema yang bising.
Minami melebarkan kedua matanya ketika cahaya di dalam tubuhnya mulai terserap oleh tombak yang Mitsuki pegang, warna emas yang berada di cakarnya hilang seketika.
Mitsuki mulai melancarkan satu tebasan melengkung dari bawah yang cukup kuat untuk melemparkan Minami ke udara tetapi Minami menahan lengan Mitsuki menggunakan ekornya.
Ekornya terasa lemah seketika dan ia bisa melihat Mitsuki mencoba untuk melakukan serangan lainnya, Minami memutuskan ekornya lalu melompat ke belakang dengan ekor yang kembali terbentuk.
Minami menatap ke depan dan melihat Mitsuki menciptakan badai hujan api yang dapat melukai siapa pun yang berada di dalam arena tersebut.
Minami menghantam daratan keras sampai arena mengeluarkan tumbuhan emas yang mampu mengubah semua badai itu menjadi partikel emas yang merasuki tubuh Minami.
kedua mata Minami memancarkan cahaya yang begitu silau sekarang termasuk rambutnya yang begitu indah sampai membuat sebagian penonton tidak bisa melihat seketika.
Minami melihat Mitsuki melakukan 3 tebasan cepat secara beruntun, Minami mulai lengah dengan kedua kakinya yang membeku seketika sehingga ia langsung menerima serangan itu dari Mitsuki.
Menyebabkan kedua lengannya mengalami pendarahan tetapi kedua lengannya langsung di selimuti dengan tumbuhan yang menciptakan cangkang emas dari kura-kura.
Minami melempar cangkang itu ke arah Mitsuki dan Mitsuki langsung menghancurkan, ia melihat Minami berada di atas langit selagi melakukan sebuah putaran kecil.
__ADS_1
Kedua penglihatan Mitsuki dipenuhi dengan warna putih sekarang karena Minami yang berada di atas langit itu adalah Golden Minami yang melepaskan cahaya yang sangat terang sehingga Minami asli saat ini berada di belakang Mitsuki.
Berhasil menebas punggung Mitsuki menggunakan cakar emasnya, tetapi ia bisa melihat luka yang Mitsuki terima langsung pulih begitu cepat.
Minami melompat ke belakang lalu menatap tajam Mitsuki untuk mengaktifkan seluruh insting hewannya, "... ..."
"Ternyata selama ini aku benar, Minami... bertarung dengan Neko Legenda sepertimu yang memiliki banyak kemampuan dan sihir yang sulit akan menghabiskan waktu cukup lama." Mitsuki mulai berbicara.
"Setiap serangan dan semua pergerakan yang kau lakukan, terkadang mudah di tebak dan sulit, jika itu mudah maka bisa di bilang itu adalah perangkap." Mitsuki tersenyum serius.
"Kemampuanmu juga tidak buruk... Jika kau adalah pacar Asriel maka kau itu pintar dan dipenuhi strategi." Minami mengepalkan kedua tinjunya, Mitsuki tersipu seketika.
"Bagiku... bagi harga diriku dan keturunanku, aku bertarung layaknya seperti hewan dan predator. Tidak ada strategi atau otak melainkan pengalaman dan adaptasi!" Minami bergerak cepat ke depan.
Mitsuki melebarkan kedua matanya ketika ia tidak bisa melihat pergerakan Minami, ia mulai melakukan sebuah pertahanan secara acak dan mengalami keberuntungan karena berhasil menahan serangan Minami.
Terjadilah aduan terhadap cakar emas dan tombak dengan mata pedang gradasi biru dan ungu, Minami menerima satu tendangan di perut sampai ia terhempas ke belakang.
Minami melompat ke atas lalu melakukan satu tendangan emas ke arah Mitsuki, dengan cepat ia mulai menahan serangan tersebut menggunakan tombaknya.
"Tunjukkan semua kekuatan dan kemampuanku, Mitsuki! Strategi dan kecerdasan pertarungan, aku ingin melihat semuanya!!!" Seru Minami keras sehingga Mitsuki menginjak daratan.
Injakannya mampu menciptakan gunung es besar yang mampu menusuk perut Minami lalu membawa dirinya ke atas, tetapi luka seperti itu tidak memberi efek apapun kepadanya.
Mitsuki mulai melepaskan hujan kristal bintang berbentuk tombak, mampu menghancurkan seluruh Golden Minami yang bergerak di sekitar arena secara instan.
Setiap Golden Minami yang terkena tusuk itu langsung mendapatkan efek kelumpuhan bila berada di dalam area serangan.
Tombak-tombak itu bahkan memiliki kemampuan menyerap energi secara tidak langsung dalam jumlah besar
dan energi yang terkumpul akan berpindah ke tubuh Mitsuki.
Mitsuki bisa merasakan banyak kekuatan bahkan ia bisa melihat Minami terjatuh di hadapannya dengan tatapan yang terlihat kesakitan karena tubuhnya terasa lumpuh dan di tekan.
Mitsuki melempar sebuah tombak ke target dimana bagian ujung berbentuk mata pedang berlapis aura putih kebiruan yang di aliri oleh Lenergy, menciptakan tebasan yang sangat kuat ke salah satu bagian tubuh Minami.
JRAT!
Serangan itu berhasil mengenai dada Minami bahkan sampai membelah tubuh Minami menjadi dua tetapi tubuhnya yang terbelah itu langsung melepaskan cahaya yang membuat Mitsuki tidak bisa melihat seketika.
Minami baru saja berubah menjadi Golden Ant dimana ia selama ini berada di atas arena bersembunyi, menunggu seluruh Golden Minami itu menjadi tumbal bagi serangan Mitsuki.
Minami dikejutkan dengan keberadaan Mitsuki yang menghilang seketika di hadapannya, ia menoleh ke belakang dan menerima satu tendangan sampai ia terjatuh di atas tanah.
__ADS_1
"K-Kenapa dengan tubuhku ini...? Semuanya terasa tidak berfungsi... Golden---" Perut Minami menerima satu injakan dari Mitsuki sehingga perutnya mulai diselimuti dengan es.
"Minami, ini adalah kekuatanku!!!" Seru Mitsuki keras sehingga ia mencoba untuk melancarkan satu serangan yang dapat menjatuhkan Minami dari atas arena.
"Golden Nature!!!" Seru Minami keras sehingga ia melepaskan dorongan dan cahaya yang berskala besar di sekitarnya sampai menghempas Mitsuki ke belakang.
Semua penonton mulai menjerit histeris ketika melihat Minami mulai menggunakan peningkatan kekuatannya itu, rambut pendeknya yang emas mulai bergerak seperti terkena embusan angin.
Auranya yang emas mulai menyebar kemana-mana dengan partikel emas dan putih yang melingkari tubuhnya.
"Aku menunggu saat-saat seperti ini, Minami." Mitsuki tersenyum puas.
"ini pertarungan yang aku nantikan darimu, mungkin pertandingan ini adalah pertarungan serius pertama kita."
Minami tersenyum serius sehingga auranya membuat Mitsuki merinding seketika karena sumber kekuatan yang terkumpul begitu cepat di dalam tubuhnya.
Kecepatan Minami yang meningkat sangat drastis dan akan terus mendapat peningkatan membuat Mitsuki tidak dapat melihat pergerakan dan celah untuk menyerang.
Bahkan ketika Mitsuki tidak sengaja mengedipkan kedua matanya, ia melihat Minami berada di hadapannya dengan kedua tinju emasnya yang ia lancarkan.
Untungnya Mitsuki berhasil melindungi dirinya sendiri menggunakan tombaknya itu, tombaknya yang begitu tajam tidak dapat melukai kedua tinju Minami bahkan menggoresnya sedikit saja tidak bisa.
Serangan yang Minami lakukan tadi mulai ia lanjutkan dengan putaran yang tidak bisa di lihat oleh Mitsuki seketika dan pipi kanannya langsung menerima satu tendangan yang melempar dirinya ke sebelah kanan.
"C-Cepat sekali... kekuatan dan kecepatan yang begitu seimbang, sangat muri..." Kata Mitsuki selagi memulihkan pipinya yang terasa sakit.
Pergerakan Minami mulai membingungkan Mitsuki sekarang karena ia melesat maju ke arah Mitsuki lalu melakukan serangan yang berbeda.
Mitsuki menahan semua serangan itu dan Minami melanjutkannya dengan serangan lain tetapi ia berada di posisi yang berbeda dari sebelumnya, awalnya ia menyerang dari depan sekarang ia mulai menyerang dari belakang.
Setiap arah ia lakukan untuk membingungkan Mitsuki dan membuat dirinya terbiasa dengan kecepatan Minami yang terus meningkat seiring waktu berjalan.
Mitsuki mulai melakukan serangan yang cukup besar bahkan semua serangan itu mulai mengenai seluruh arah di sekitarnya tetapi Minami sudah berada di jarak yang cukup jauh dengannya.
"Pergerakan itu... kecepatanmu... sekarang aku mengerti apa yang lawanmu rasakan, Minami. Kau terlalu cepat bahkan kekuatan murnimu juga terasa sangat menyakitkan." Kata Mitsuki.
Kecepatan Minami sangat cepat bahkan ia tidak sadar bahwa dirinya sudah menerima beberapa pukulan yang memiliki tanda emas di bagian perut, pinggang, dan pipinya.
Tanda pukulan itu mulai mengeluarkan partikel yang masuk ke dalam kedua tinju Minami, membuat dirinya bertambah jauh lebih kuat lagi.
"Inilah..."
"...cahaya melalui alam dan makhluk hidup."
__ADS_1