
Megumi dan Shira mengantar Okaho untuk menemui Korrina karena mereka tentunya mengenal Korrina karena kemarin mereka pernah bertemu dengannya, mungkin ia dapat membantu Kou yang saat ini sedang sakit. Okaho merasa lega bahwa mereka sudah bertemu dengan Korrina jika tidak maka kondisi Kou akan bertambah semakin buruk, bukan itu saja tetapi ia mengkhawatirkan tentang dua hal.
Minami melihat Okaho yang begitu khawatir, mungkin kondisi Kou dan kekuatan yang dimiliki kubus waktu hitam itu membuat dirinya seperti itu. Ia benar-benar membutuhkan istirahat tetapi Minami tidak bisa melakukan apapun kecuali menemani dirinya sehingga mereka beberapa saat kemudian tiba di depan rumah Korrina yang masih terlihat sederhana, Minami sempat terkejut karena dulunya rumah Korrina sangat sederhana, terlihat seperti perumahan yang berada di desa.
Korrina merasakan keberadaan yang sangat kuat bahkan keberadaan itu sempat membuat dirinya terkejut dan takut, ia mengintip melalui jendela dan melihat Megumi yang membawa beberapa Legenda. Legenda yang ia bawa memiliki kekuatan yang sangat mengerikan, ia turun dari atas rumahnya lalu menghampiri mereka sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat khawatir, Okaho dan Minami terkejut ketika melihat Korrina yang benar-benar berbeda, entah kenapa ia terlihat lebih muda sekarang.
"Megumi, Shira, aku kira kalian sedang pergi berlatih. Kalian membawa siapa ya?" Tanya Korrina sambil menatap Okaho dan Minami, Okaho terlihat sangat gugup dan sedih bahwa ia ingin sekali menyambut Korrina dengan sebutan Ibunya tetapi ia tidak bisa karena ia tidak ingin waktu di sekitarnya menjadi runtuh sama halnya yang terjadi seperti Asriel karena ia mengetahuinya melalui pikiran yang diberikan oleh Kou.
Kou membagi semua pikiran teman-temannya agar mereka semua bisa melihat situasi yang mereka hadapi, Megumi menjelaskan kepada Korrina bahwa mereka membutuhkan bantuan untuk menjaga Kou yang sedang demam berat. Korrina terkejut ketika ia melihat seorang gadis kecil sedang mengalami demam yang sangat berat, ia menghampiri Okaho lalu meraba leher dan kening Kou yang terasa sangat panas.
"Ini benar-benar buruk... aku yakin klinik di desa Ghisaru tidak akan memulihkan gadis kecil ini, ayo... masuk dulu." Kata Korrina, ia sekarang bisa mempercayai mereka karena melihat gadis yang sedang sakit itu sudah cukup. Minami menatap Okaho yang terlihat seperti menahan rasa rindunya, ia mulai menepuk punggung Okaho dengan pelan sehingga Okaho menatap Minami lalu ia mengangguk pelan bahwa ia harus bersikap biasa saja di hadapannya.
Minami mencoba untuk memperbaiki mood dan suasana dengan berbisik kepada Okaho, "Kok Mamamu waktu dulu rata banget ya?" Ketika mendengar itu Okaho langsung menepuk kepalanya sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, walaupun Minami merasa sakit setidaknya ia bisa melihat Okaho yang marah besar sampai terus memarahi dirinya habis-habisan, Megumi dan Shira menatap Okaho yang sedang memerahi Minami lalu mereka ikut terkekeh karena Minami benar-benar iseng.
Mood Okaho setidaknya kembali seperti biasanya, ia hanya perlu menyerahkan Kou kepada Korrina, mereka masuk ke dalam rumah Korrina dan Korrina mengajak Okaho ke kamarnya untuk menempati Kou di atas kasurnya agar ia bisa tidur dengan tenang. Ketika Okaho masuk ke dalam Korrina, ia sontak kaget ketika melihat bayi Haruka yang sedang tertidur, perasaannya entah kenapa bertambah sakit karena ia sudah ditinggalkan oleh Korrina dan Haruka dalam waktu yang sangat lama.
__ADS_1
Hanya rasa rindu yang ia rasakan, ia mulai menempati Kou di atas kasur lalu menyelimuti tubuhnya yang terasa dingin sekarang. Minami menemani Okaho karena ia tidak mau temannya bersikap bodoh sampai kehilangan kendali, "Kalau begitu kalian temani anak itu ya, aku akan membuat bubur dan makanan juga untuk kalian. Kalian sepertinya lelah, beristirahatlah dulu." Korrina pergi meninggalkan ruangan itu dengan sebuah senyuman.
"Era dan masa apapun itu, Korrina tidak pernah berubah ya... dia memiliki hati yang emas, kebaikannya tidak bisa dibandingkan dengan apa---" Minami melihat Okaho yang meneteskan beberapa air mata melalui kedua matanya, Minami langsung terkejut ketika melihatnya bahkan ia tidak bisa berkata apapun karena Okaho hanya bisa diam sambil menatap Kou, ia mulai mengalihkan pandangannya lalu berpura-pura bersikap baik-baik saja.
Minami bisa menebak bahwa Okaho tidak bisa menahan semua rasa kesakitan yang perasaannya rasakan, melihat Haruka dan Korrina secara bersamaan membuat rasa rindu-nya menginjak puncak paling atas. Kou sendiri sekarang sedang mengalami demam berat dan itu membuat dirinya semakin kesakitan, Minami mulai mendekati Okaho lalu memberikan sahabatnya sebuah pelukan dan elusan di kepalanya.
"Sudah, sudah, nya... kamu tidak perlu bersikap kuat seperti itu, Okaho-nya, semua makhluk hidup pasti akan merasakan kesedihan dan mereka tidak akan bisa menahannya... menahan rasa sakit hanya memperburuk keadaan." Kata Minami, Okaho terkejut ketika Minami mengetahui dirinya saat ini sedang sedih. Okaho memejamkan kedua matanya lalu ia mulai beristirahat sebentar di pelukan Minami sampai tanpa disadari dirinya, ia jatuh tertidur karena merasakan kenyamanan yang sama.
Minami sadar bahwa Okaho tertidur di pelukan-nya dan itu bagus karena ia sekarang bisa menempati Okaho di sebelah Kou agar ia bisa tertidur dengan nyenyak lalu bangun dipenuhi dengan semangat tinggi untuk bertarung. Minami hanya perlu menjaga mereka selagi mengumpulkan beberapa cahaya yang dilepas oleh seluruh makhluk hidup, ia melakukan itu untuk berjaga-jaga jika musuhnya menyerang maka ia sudah siap untuk bertarung dengan penuh kekuatan.
Kou bangun ketika kening-nya merasakan sesuatu yang dingin, matanya terbuka lebar ketika melihat Korrina berada tepat di hadapannya, "A-Ahh, maaf... apakah airnya terlalu dingin?" Korrina mengambil sapu tangan yang menempel di kening Kou lalu ia mulai mengeringkan-nya kembali, Kou tidak menyangka bahwa ia akan di urus oleh Korrina yang berada di masa dulu sekali, ia mulai diam dan membiarkan Korrina mengurus dirinya.
Kou bisa melihat Okaho yang sedang tidur dan ia langsung tersenyum karena kakaknya akhirnya bisa merasakan arti dari istirahat. Korrina mulai memberi Kou bubur dan Kou merasa sangat senang sampai ia ingin menangis tetapi ia mencoba untuk menahannya karena ia tidak ingin Korrina untuk curiga.
Minami mulai merasa curiga karena kubus hitam itu tidak menyerang kembali, ia melihat Korrina yang terlihat biasa saja tetapi ia merasakan keberadaan yang sangat menyengat jauh sekali. Minami pergi keluar lalu ia melihat Shira yang pergi untuk memeriksa keberadaan yang ia rasakan, Korrina bisa merasakannya juga dan ia mulai memberitahu Minami untuk melindungi Shira yang masih dalam proses latihan untuk menjadi seorang Saint Legenda.
__ADS_1
"Astaga... tidak di masa sekarang dan masa lalu, Papa benar-benar nekat... sepertinya semangat yang ia miliki sudah ada ketika ia lahir." Minami mulai lari menggunakan kedua kaki dan tangannya seperti seekor Cheetah. Ia mulai menyusul Shira bahkan sampai membuat dirinya tidak ingin kalah, ia mulai terbang dengan kecepatan penuh untuk menyusul Minami tetapi tidak bisa sehingga mereka bisa merasakan keberadaan yang menyengat itu mulai mendekat.
Minami berhenti karena ia tidak ingin melanjutkan-nya karena ia bisa merasakan sesuatu yang berbahaya di sekitarnya, ia menatap ke depan menggunakan kedua iris-nya yang berubah menjadi emas, tidak ada benda yang terlihat mencurigakan tetapi apa yang ia lihat sekarang adalah sebuah wilayah luas dimana ia bisa melihat seorang Legenda yang sedang berdiri tegak sambil menatap Minami dengan senyuman yang mengerikan.
Shira tiba di sebelah Minami, "Apakah kau merasakan keberadaan yang sama, Minami?"
"Ya... tetapi aku tidak tahu ia berada dimana, nya. Keberadaan itu aku bisa merasakannya di sekitar tempat ini tetapi aku hanya melihat Legenda itu, nya." Kata Minami sambil menunjuk seorang Legenda yang meluncurkan listrik hitam melalui kedua tapaknya tetapi Minami menciptakan gajah emas di hadapannya yang mampu menahan serangan sihir itu.
"S-Sihir yang hebat, sihirmu berdasarkan hewan atau semacamnya ya? Itu artinya Megumi bisa melakukan hal yang sama sepertimu." Shira terkesan melihatnya.
"Tidak kok, aku hanya bisa menciptakan makhluk hidup menggunakan sumber cahaya yang aku serap dari kehidupan apapun maupun itu tanaman dan hewan, intinya kau tidak perlu terkesan dan terkejut seperti itu karena musuh yang kita rasakan ini sangat kuat---" Minami mulai menyelamatkan Shira dengan mengangkat tubuhnya lalu melompat ke arah Legenda yang baru saja menembak sihir listriknya itu, Minami langsung membunuhnya dengan kedua kaki emasnya.
Legenda itu tidak memiliki kubus hitam apapun tetapi keberadaan yang ia rasakan mulai mendekat sehingga Minami melempar Shira ke belakang karena ia mengincar Shira bukan dirinya, "Kuharu, pergerakan yang sangat cerdik... kau mencoba untuk mengincar Shira dengan musuh bebuyutan-nya ya..."
Minami sekarang melihat musuh yang ia maksud, ia tersenyum serius karena ia sudah menunggunya sejak dulu sekali, "Kau pernah kalah melawan Papa tetapi... Kuharu sepertinya memberi diriku kesempatan dan pengelaman untuk bertarung melawan iblis sepertimu..."
__ADS_1
"...Rxeonal!"