Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 954 - Markas di Luar Angkasa


__ADS_3

Rapat telah berakhir, semua Jenderal memutuskan untuk pulang dan memberikan semua strategi yang Shinobu jelaskan kepada seluruh pasukannya, mereka juga menerima peringatan dari dirinya.


Peringatan itu adalah jumlah pasukan yang tidak boleh dilepaskan semuanya, perang yang akan terjadi besok hari berkemungkinan untuk menjatuhkan banyak korban, tetapi bagi orang yang selamat bisa memberitahu pasukan lainnya.


Intinya Shinobu ingin melihat strategi dan senjata apa saja yang akan digunakan oleh pihak aliansi itu, Koizumi bersama yang lainnya juga akan menerima markas aliansi itu untuk menggali lebih banyak informasi.


"Umat Manusia ternyata cukup menakjubkan, mereka semua rela mengorbankan nyawa demi memperbesar kesempatan untuk menang..."


"...aku hanya bisa berharap bahwa tidak semua orang mati dalam peperangan itu, kita akan menjadi besok sebagai salah satu perang yang digunakan sebagai belajar dari kesalahan."


"Selanjutnya... kita akan menang tanpa menyisakan yang namanya Manusia sampai itu, aku juga akan mencari tahu seseorang yang sudah menghapus konsep sihir itu." Shinobu mengepalkan kedua tinjunya.


"Semoga saja bangsa Iblis dan Vampir bisa bertahan dari penyerangan pihak aliansi karena aku sudah bisa menebak soal penyerangan nuklir lainnya..."


"...jika semua sumber daya alam itu sudah direbut tanpa menyisakan sedikit pun maka aku yakin mereka semua akan bergegas secara langsung mengunjungi Zuutouri dan Zuusuatouri."


"Sial... kenapa aku merasa gugup seperti ini, tidak seperti biasanya aku merasakan kegagalan akan sedekat ini..." Ucap Shinobu dengan suara yang terdengar lemas sampai perasaannya mulai tidak enak.


"Gawat... aku memang merasakan gangguan yang tidak bisa diremehkan begitu saja." Shinobu menyentuh kepalanya sendiri lalu ia mulai melepaskan pembakaran besar melalui kedua tapak kakinya.


Shinobu mulai mempercepat penerbangan itu dengan melepaskan pembakaran yang sangat besar melalui kedua telapak tangannya sampai ia tiba di luar angkasa.


Rasa penasarannya soal markas luar angkasa itu bertambah semakin besar, Mitler yang berada di dalam pesawat itu dapat melihat Shinobu sedang melihat-lihat di sekitarnya dengan tatapan penasaran.


"Itu dia... gadis yang sudah membunuh Jenderal China yang sedang menjadi mata-mata, dia mungkin sedang mencari pesawat luar angkasa." Kata Anastasia.


Shinobu terus menggelinding bagian luar bumi itu, mencoba untuk mencari letak pesawat luar angkasa itu tetapi ia sendiri selama ini mencoba untuk menipu Mitler dan Anastasia yang terus memperhatikan dirinya.


"Jenderal, kami menemukan penyusup yang sudah mendekati lapisan keamanan yang akan ia tabrak, bersiaplah untuk melepaskan tembakan laser." Peringat salah satu tentara yang berada dalam ruang kendali senjata.


"Jangan! Mencoba untuk menyerang dirinya hanya akan memperburuk situasi, dia saat ini sedang mencari kita... dia tidak berniat untuk menyerang atau melakukan sesuatu...!" Kata Anastasia.


"Kau terlihat sangat kenal dengan dirinya itu." Mitler mulai mencurigai Anastasia tetapi ia langsung menunjukkan sebuah foto tentang dirinya bersama Shinobu ketika merayakan pesta kekalahan Legenda fanatik.


"Aku juga mata-mata, tidak seperti mata-mata yang kau lepaskan tadi... dia tidak memiliki pengalaman yang cukup untuk menerima kepercayaan dari Koneko."


"Dengar... setelah semua barang yang kau pesan itu datang maka aku tidak akan berada di sini lagi, aku akan memberikan peringatan terakhir secara langsung kepada pemerintah."


"Setelah ini aku akan kembali menjadi mata-mata dengan membantu Shinobu memecahkan semua masalah ini agar aku bisa menerima kepercayaan yang lebih besar dari sebelumnya."


"Senar yang aku gunakan itu... pakailah jika kau tidak bisa berharap dengan bangsa Legenda, senar itu akan menciptakan boneka yang melindungi dirimu sampai boneka itu akan mengimbangi mereka semua."


"Kau juga memiliki barang yang di dapatkan dari bangsa Fallen Angel dan Dark Elf bukan...? Akan sangat mengecewakan jika umat Manusia kalah begitu saja padahal kedua ras itu mendukung kalian semua."


"Kau benar..." Mitler mengangguk lalu ia mengambil barang pemberian Anastasia untuk bisa mengimbangi bangsa Legenda dalam pertarungan satu lawan satu.

__ADS_1


"Kalau begitu semoga beruntung, aku sangat senang bisa melihat seorang Manusia memiliki keinginan besar untuk memusnahkan semua bangsa dan asing..."


"...yang lebih menariknya lagi adalah kristal tersebut memang sudah memberikan banyak ujian bagi segala penghuni dari berbagai macam dunia dan dimensi."


"Semoga seseorang tidak mengetahui cara menghentikan kristal itu... aku lebih menyukai pandangan seperti ini dimana mereka semua berjuang tanpa yang namanya sihir melainkan persenjataan dan tentunya kecerdasan."


Anastasia berjalan pergi untuk melapor kepada pemerintah dengan masuk ke dalam pesawat luar angkasa kecil yang dapat membawa dirinya menuju markas utama.


***


"... ..." Shinobu menghela nafasnya karena ia menghabiskan waktu terlalu lama di luar angkasa itu selagi mendengarkan suara pergerakan yang selalu dilakukan oleh pesawat itu.


Pendengarannya yang begitu kuat bahkan mengetahui lokasi pesawat luar angkasa yang tak kasat mata itu, ia juga mulai menggunakan mata buatannya untuk mendeteksi benda tak kasat mata dan ternyata ia langsung melihat pesawat itu di depan matanya.


"Lokasi sudah ditemukan... Cyber, bisakah kamu menandakan lokasi dari pesawat ini di depanku lalu memberikannya kepada Koizumi secepat mungkin."


"Proses... selesai, nona Koizumi sudah menerima lokasi itu dan mereka akan segera melaksanakan misi pada malam hari." Peringat Cyber.


Shinobu mengangguk lalu ia terbang kembali menuju planet bumi untuk mempersiapkan hari esok yang bisa dibilang panjang dan akan dipenuhi tumpahan darah karena peperangan dahsyat.


"Aku tidak begitu suka menjadikan seseorang sebagai pion, terutama lagi mereka yang sudah aku berikan kepercayaan itu..."


"...aku harap para Jenderal dan pasukan yang dibawa bisa bertahan hidup untuk kembali menemui seseorang yang sangat penting untuk mereka masing-masing."


"Sial..." Shinobu memasang tatapan kesal karena musuh utamanya adalah seseorang yang sudah menghapus konsep itu, kejahatannya melebihi pihak aliansi yang sudah menggugurkan banyak nyawa.


Beberapa menit kemudian, Shinobu tiba di lapangan keraton Yogyakarta itu dimana ia bisa melihat Koizumi sedang berlatih bersama Konomi dan Hinoka yang terus menghabiskan semua amunisi senapan mereka.


"Selamat datang kembali, Shinobu... aku sudah menerima pesanmu dari Cyber, sungguh pesawat luar angkasa yang sangat besar sampai aku bisa menikmati waktuku untuk membasmi mereka semua." Kata Koizumi.


"Aku mengharapkan keberuntungan besar mendatangi kalian..." Shinobu tersenyum polos lalu ia menerima sebuah usapan di bagian kepala oleh Koizumi.


"Kamu sudah berkembang ya, adik kecilku..."


"Aku tidak kecil...!" Shinobu mengembungkan pipinya.


"Tetapi kamu tetaplah adik kecil yang selalu aku sayangi." Koizumi tersenyum lalu ia melihat Shinobu melancarkan satu pukulan ke arah dirinya tetapi ia berhasil menangkisnya.


"Latih tanding ya?! Maju, Shinobu!!!" Seru Koizumi yang mulai melangkah maju menuju arah Shinobu.


"Koneko akan berjuang...!!!" Shinobu melesat menuju arah Koizumi sehingga mereka mulai melangkah banyak sekali serangan seni bela diri yang saling menangkis satu sama lain.


Setiap serangan mereka yang terus beradu mampu menyebabkan tekanan besar di atas daratan sampai membuatnya retak.


Adit dan Indera yang memperhatikan dari jauh memasang tatapan kaget ketika melihat kedua gadis itu mampu bertarung melebihi gorila, daya kerusakan yang disebabkan juga terlihat mengerikan.

__ADS_1


***


"Ahh... hangatnya... semua otot-otot ku terasa lebih halus sekarang..." Kata Shinobu yang sedang menikmati pemandian air panas bersama teman-temannya.


"Mungkin jika bangsa Legenda yang berasal dari masa kuno datang, mereka semua pasti akan merasa senang bertarung hanya menggunakan fisik dan senjata." Ucap Koizumi selagi menyentuh bisepsnya beberapa kali.


Hinoka mulai menyentuh perut Koizumi tetapi kepalanya menerima satu pukulan darinya, "Apakah kau tidak memiliki sopan santun? Jika kau masih memiliki perut maka sentuh lah sendiri."


"Buuuuuu... aku tidak memiliki perut seindah dirimu, lagi pula itu otot... entah kenapa membuat bagian ituku gatal." Hinoka tersipu merah sehingga wajah menerima satu tamparan dari Koizumi.


"Kamu mesum sekali!!!"


"Oi! Jangan salah sangka...! Yang aku maksud adalah kakiku!!!" Seru Hinoka yang mulai melancarkan kedua tapaknya ke depan sampai menciptakan ombak yang mengenai wajah mereka.


"Ngomong-ngomong, Ako... dimana Kakakmu, aku kira dia akan beristirahat dengan berendam dalam air panas ini." Tanya Shinobu.


"Kakak masih sibuk menyiapkan ramuan lainnya untuk membantu perang dan misinya selanjutnya... bukannya Koizumi dan Hinoka akan menyusup ke dalam pesawat itu?"


"Benar juga... semoga dia tidak terlalu memaksakan dirinya sendiri ketika menciptakan ramuan itu." Kata Shinobu dengan tatapan khawatir, ia melihat Koizumi duduk di sebelahnya.


"Kamu sudah bekerja keras selama tiga hari ini... kenapa tidak beristirahat sebentar dengan tiduran di sini, Shinobu." Koizumi menawarkan pangkuannya untuk Shinobu.


"Mm~ Kakak, aku menyayangimu!" Shinobu duduk di atas pangkuan Koizumi lalu kepalanya menerima sentuhan darinya yang mulai menyadarkannya dengan dadanya sendiri.


"Nyaman?" Tanya Koizumi.


"Seperti bantal... dada Kakak bagaikan bantal yang empuk." Shinobu tersenyum lalu ia memejamkan kedua matanya pelan-pelan karena mengantuk.


Hinoka dan Ako memasang tatapan kaget ketika melihat Shinobu yang terlihat senang dan merasa nyaman ketika dipinjamkan sebuah bantal cadangan oleh Koizumi.


Koizumi hanya bisa tersenyum kecil selagi memberikan Shinobu sebuah elusan di bagian kepala, sebuah hadiah yang ia berikan sebagai kerja kerasnya dalam merencanakan strategi dan yang lainnya.


"Itu tidak adil...! Koneko seharusnya bersandar dengan dadaku!!!" Hinoka yang merasa begitu iri melihat Shinobu merasa sangat senang mulai menarik kepalanya lalu menyadarkannya dengan dadanya.


"Kau ini seenaknya saja merebut adik seseorang...! Dadamu tidak seempuk yang aku punya, jadi diam!" Koizumi mencoba untuk merebut Shinobu.


"Tidak mau, dadamu itu seperti sapi... Sapizumi!"


"Kau tidak pernah bercermin apa!? Dasar Hinosapi!!!" Koizumi dan Hinoka mulai merebut Shinobu yang tertidur dengan pulas, kepalanya berada di tengah-tengah gunung mereka berdua.


"Aku juga ingin Nobu bersandar pada dadaku!" Ako masuk ke dalam Medan perang dengan mencoba untuk merebut Shinobu sampai wajah Shinobu langsung tertutup dengan dada mereka semua.


"Zzz... Zzz... Zzz..."


"...Koneko... ingin... Zzz... minum... susu..." Shinobu tidak sengaja menggigit dada Koizumi.

__ADS_1


"Hiiii!?"


"Kyaaaahhhh!!!"


__ADS_2