
Planet Legendarius telah menciptakan sejarah yang baru dengan beberapa pasukan Iblis dan Legenda yang telah gugur, planet ini sekarang sudah tidak memiliki nama lagi karena Planet Kematian adalah nama baru dari planet tersebut karena begitu banyak jasad yang terbakar di planet ini.
Setelah berhasil mengalahkan Yusa, Shira dan Yusa masih terus melanjutkan pertarungan sampai planet itu menjadi tempat pertempuran yang besar karena banyak sekali pasukan musuh yang mencoba untuk menyerang Shira tapi berakhir menjadi jasad.
Terlihat dari tanah yang dipenuhi dengan api emas, Shira sedang dikepung oleh ratusan Iblis.
"Oni Yusakage, lebih baik kau menyerah dan menghentikan semua tindakanmu ini, perang antar semesta hanya akan merugikan semuanya...!"
"Jangan keras kepala, Legenda. Kau tidak mungkin bisa menang menghadapi kami semua yang ada di tempat ini! Seluruh pasukan Giblis... Mereka akan terus bertambah kuat!"
"Aku juga punya pasukana tersendiri yaitu pasukan cahaya... Tetapi mereka saat ini sedang membantu beberapa pasukan Legenda dan Malaikat yang sedang melindungi planet dan semesta lain-nya..."
"Tujuanku disini untuk menarik seluruh perhatian pasukan musuh termasuk dirimu, aku menggunakan waktu lainnya untuk menghabisi kalian juga...!"
"Aku akan membiarkan kau hidup, Yusa. Dengan syarat kau menyerah dan hentikan semua perbuatanmu... Aku tahu kau hanya terpaksa melakukan semua ini!"
"Shiratori Shira! Parasit...! Yang lebih naif itu kau...! Jangan pikir kau bisa menang sekarang karena sihir esensi cahaya-mu yang sempurna itu!"
Yusa bersama pasukan-nya berusaha sekuat mungkin untuk melukai Shira tetapi berakhir cukup tragis dimana satu demi satu Iblis terbunuh dan berubah menjadi cahaya yang Shira hisap. Yusa sadar meskipun sebanyak-banyaknya pasukan Giblis dan Iblis yang datang setidaknya Shira dapat mengubah mereka menjadi cahaya.
Yusa segera memerintah seluruh pasukan-nya untuk berhenti menyerang tetapi Shira bergerak dengan secepat cahaya sampai ia tidak terlihat lagi karena sudah bersatu dengan cahaya matahari.
Menyebabkan seluruh pasukan terbelah menjadi beberapa bagian kecil lalu berubah menjadi partikel emas serta Shira melepaskan gelombang laser matahari dari atas udara yang menyebabkan planet itu memiliki lubang seperti donat.
Shira merasa puas mendengar seluruh teriakan kesakitan dan penderitaan seluruh pasukan Iblis dan Giblis itu, Yusa mencoba untuk menghubungi pasukan lain untuk segera datang tetapi Shira muncul di depan-nya dan hampir memenggal lehernya.
"Ck...!" Yusa melompat mundur dan mulai menyentuh leher-nya untuk berjaga-jaga.
__ADS_1
"Tidak ada yang akan bisa pergi dari tempat ini selamat... Planet ini sudah menuju ambang kehancuran-nya berkat laser tadi yang mampu mengubah planet ini menjadi donut." Kata Shira dimana ia mulai bersiap untuk kembali menyerah kepada seluruh pasukan Iblis dan Giblis yang baru saja datang.
Pasukan Iblis dan Giblis hadir dengan kekuatan yang jauh lebih kuat dari sebelum-nya, tidak sedikitpun rasa takut dan khawatir melanda Shira karena ia sudah merasa cukup percaya diri untuk mengalahkan mereka semua dengan cahaya kesempurnaan-nya.
Kedua tapak Shira mulai melancarkan cahaya hitam dimana Yusa bisa melihat lima gerhana matahari yang berputar dengan cepat, Yusa melebarkan matanya dan segera memerintah seluruh pasukannya untuk mundur tetapi mereka terus melesat menuju arah Shira.
"Shattering Eclipse Flash...!!!" Seru Shira keras, ia melepaskan sepuluh laser cahaya hitam melalui sepuluh gerhana matahari yang kecil itu samlai laser cahaya hitam itu mulai membunuh seluruh pasukan yang terkena.
Laser itu meluncur dengan arah yang tidak beraturan karena Shira mengayunkan kedua lengan-nya beberapa kali sampai seluruh laser itu mengenai planet-planet yang berada di luar angkasa serta membunuh pasukan Iblis yang berada di luar angkasa.
"Ahaaggggghhhh....!!!" Yusa terjatuh di atas tanah dengan lengan kanan-nya yang terbakar oleh cahaya hitam itu, lengan kiri-nya sudah tidak bisa digerakan lagi karena mengalami luka yang fatal.
Yusa mulai merasa murka dan ia segera melapor kepada Rxeonal untuk melepaskan seluruh pasukan untuk menyerah Shira yang saat ini sedang berada di planet Legendarius, semakin pasukan baru datang... Shira tersenyum puas karena ia ingin sekali membunuh mereka dan menjadikan mereka sebagai sumber kekuatannya sendiri.
"Selamat datang, bangsa Iblis dan Giblis...!!! Sekarang kalian akan menjadi salah satu dari diriku...!!!" Selesai berkata demikian Shira melesat dengan kecepatan cahaya yang bergerak mengelilingi planet itu sambil mengubah mereka menjadi cahaya.
"Asuka... Ini bahaya, sepertinya Rxeonal sudah melepaskan pasukan yang sangat kuat yaitu Oather...!" Kata Akina.
"Asuka tidak akan kalah! Asuka akan terus berjuang!" Kata Asuka, ia menembakkan beberapa peluru bunga yang mampu menghancurkan kepala pasukan Oather itu tetapi kepala mereka terus kembali.
"A-Apa itu...!?" Akina melebarkan matanya dan ia segera memanggil tombak Castitas dan Temperantia.
"Asuka...! Chiara...! Ayo! Kita harus melindungi Touri!"
Seluruh pasukan Malaikat melepaskan cahaya kesucian mereka untuk membuat pasukan Oather terpaku selama beberapa detik, berkat kelincahan Malaikat yang berasal kesucian mereka sendiri... Akina berhasil mengalahkan tiga pasukan Oather dengan melancarkan serangan kombinasi melalui kedua tombak yang ia pegang.
"Mereka dapat meregenerasi dengan cepat...!!! Hati-hati! Jangan menganggap mereka mudah karena sekecil apapun daging mereka... Mereka dapat menciptakan kembali tubuh yang sudah hilang!" Seru Akina kepada seluruh pasukan Malaikat-nya.
__ADS_1
Seluruh pasukan Malaikat itu terlambat ketika mendengar perkataan Akina satu demi satu mereka semua terbunuh dengan cara yang tragis oleh pasukan Oather, Akina sempat terkejut ketika merasakan seorang Oather yang sudah bangkit kembali selama 3 kali dengan kekuatan yang terus meningkat.
Asuka memejamkan kedua matanya ketika mendengar teriakan seluruh pasukannya yang terbunuh dengan cara tragis, Asuka segera menyerang seluruh pasukan Oather yang baru saja membunuh pasukan-nya sendiri.
"Dancing Rose Blade!!!" Asuka mengubah kedua senapan-nya menjadi dua katana pendek, ia melakukan tarikan nafas sampai melepaskan bunga mawar di sekitar-nya yang mampu membakar tubuh Oather itu dan memberi mereka efek lambat.
Asuka tiba diantara para Oather itu dan berhasil melancarkan serangan lincah yang mampu menyayat mereka menjadi bagian-bagian kecil. Asuka menggigit katana yang ia pegang di tangan kanan-nya lalu ia menciptakan sebuah senapan untuk menghancurkan kepala Oather yang mencoba untuk menyerang-nya dari belakang.
Rxeonal mulai tertarik dengan kelincahan dan kecepatan Asuka, cara bertarung-nya juga ia terus berubah dengan menggantikan senjata-nya beberapa kali serta menciptakan dua akar di belakang punggung-nya yang memegang senjata tajam.
Beberapa pasukan Oather terbasmi habis oleh Asuka dengan kemampuan mawar kebajikan-nya, Akina dan Chiara mulai ikut membantu Asuka dengan melakukan cara bertarung yang sama dimana Chiara menggunakan bunga matahari kebajikan yang mampu membakar seluruh pasukan Oather itu.
Akina menggunakan bunga kebajikan wisteria yang mampu meracun seluruh pasukan Oather itu, walaupun mereka sudah bertarung demi melindungi pasukan mereka sendiri... Masih terdapat korban yang berjatuhan dari pasukan Malaikat karena para Oather itu melepaskan laser hijau dari mulut mereka dengan ukuran yang tebal dan panjang.
Sihir mereka juga mampu menghancurkan beberapa planet, tidak ada cara lain selain menerima takdir kematian pasukan Malaikat. Akina dengan penuh amarah menyerang seratus pasukan Oather yang ada di depan-nya dengan mengayunkan kedua tombak kebajikannya.
Semua terjadi begitu cepat, pasukan yang dilawan oleh Akina tidak mampu mengalahkan Akina sendirian. Mereka berakhir menjadi potongan daging kecil dimana Chiara segera mengangkat tombak bunga matahari-nya ke atas untuk membakar semua pasukan Oather itu menggunakan laser yang keluar dari bunga matahari.
"Tambahkan kekuatan...!!!!" Seru Chiara dimana ia segera menghapus seluruh sisa daging pasukan Oather itu agar mereka tidak kembali hidup dengan kekuatan yang hebat.
Cahaya bunga matahari itu terus bertambah kuat berkat bantuan dari cahaya Shira juga, Shira masih sibuk melawan Yusa dan membasmi beberapa pasukan Iblis dan Giblis yang terus menghalangi.
""Uaaaaagggghhhh...!!!"" Teriak semua pasukan Malaikat yang mati karena terkutuk dengan tanda Oath di dada mereka, mereka segera meleleh dan hanya menyisakan tengkorak saja.
Pasukan Giblis dengan kemampuan adaptasi-nya terhadap bunga kebajikan datang untuk menyerang Akina bersama rekan-rekannya, mereka kalah telak karena seluruh sihir dan kemampuan mereka itu kebal untuk pasukan Giblis itu sendiri.
"T-Tidak...!!!" Asuka mundur ke belakang dengan seorang Oather segera menebas mata kanan-nya dan meninggalkan sebuah tanda [Oath] di matanya.
__ADS_1
"Asuka...!!!" Seru Akina.