
Pada saat waktu berhenti untuk Korrina, ia memegang kalung-nya yang memiliki kristal berwarna merah dan hijau, merah yang menandakan bahwa kristal itu adalah [Reality Crystal] dimana Korrina langsung menghancurkan sihir waktu yang dimiliki oleh Akina dan sempat untuk menahan serangan yang mengarah ke perut-nya, tinju itu hampir saja menembus perut-nya.
Beberapa tombak melesat menuju arah diri-nya dan Korrina berhasil menghentikan semua tombak yang bergerak itu menggunakan tentakel Crimson merah yang muncul di belakang punggung-nya, mereka terlihat serius dalam menyerang Korrina hingga ia tidak memiliki jawaban kenapa mereka menyerang diri-nya.
"Hentikan...!!! Aku mohon, jangan terus menyerang-ku...!!! Aku tidak melakukan apapun---"
"Lebih baik kau jahit-nya saja mulutmu sampai tertutup rapat, Korrina...!!! Kau benar-benar menipu kami semua, perbuatan baik-mu...!!! Semua pengorbanan yang kau lakukan hanya kau lakukan agar kami semua bisa mempercayai-mu sebagai pahlawan yang sesungguhnya tetapi semua itu berubah ketika kau diam-diam membunuh para dewa dan dewi lalu mengubah Touri menjadi semesta yang baru!!!" Akina muncul tepat di depan Korrina hingga perut-nya terkena tinju yang mendorong-nya mundur.
Arata dan Akina bekerja sama hingga Korrina lengah ketika Arata muncul di belakang-nya lalu menebas punggung-nya hingga semua tentakel yang terdapat di punggung-nya terbelah menjadi beberapa bagian, keberuntungan menyelamatkan Korrina karena pedang God Slayer itu tidak mampu menyayat kulit-nya karena terhalangi oleh tentakel itu.
Korrina benar-benar tidak mempercayai apa yang baru saja dia lihat, Akina dan Arata yang dipenuhi dengan emosi amarah membuat diri-nya merasa bersalah dan sedih... apa yang dia telah perbuat, semua itu berubah ketika beberapa Legenda mulai berkumpul dan menyaksikan pertarungan tersebut.
Terdengar mereka yang membicarakan tentang Korrina yang benar-benar menipu seluruh dunia, membunuh dewa-dewi... itu artinya informasi yang baru saja ia dapatkan dari Konari memiliki sebuah arti yang sangat pas, ia langsung memecahi-nya dan sadar bahwa seseorang yang membunuh dewa-dewi itu adalah Komi sendiri yang menyamar menjadi diri-nya.
Kedua Touri yang berasal dari dimensi asli dan palsu terbelah menjadi dua akibat dari kedua Vanish yang saling beradu, menciptakan konsekuensi besar yang mampu membelah inti semesta lalu menggabungkan-nya menjadi satu... menciptakan inti semesta Touri yang baru hingga asli dan palsu tinggal bersama-sama.
Mereka tidak mengetahui tentang Komi, ketika Korrina menghindari semua serangan Arata dan Akina... ia mencoba untuk menyadarkan mereka bahwa ia tidak melakukan-nya, ia sampai harus menjelaskan panjang lebar tentang dimensi asli dan palsu... tidak ada satupun orang yang mempercayai omongan Korrina hingga perut-nya terkena tusuk oleh tombak Akina.
"Ahaaaggghhh!!!" Korrina segera mencabut-nya lalu ia terbang jauh untuk melarikan diri dari mereka semua, mencoba untuk berbicara dan memberitahu mereka semua tentang informasi yang asli benar-benar tidak mempengaruhi pikiran mereka sama sekali.
__ADS_1
Korrina bisa melihat banyak sekali rekaman yang menunjukkan Komi membunuh semua dewa-dewi, kekuatan Komi benar-benar mengerikan dan menyebalkan... sekarang Korrina bisa melihat bahwa Komi memiliki kemampuan dan wujud yang sama yaitu [Crimson Queen], hal itu membuat air mata Korrina mengalir keluar.
Entah kenapa semua rasa kesakitan dari serangan yang dilakukan oleh Arata dan Akina tidak terasa sama sekali melainkan rasa sakit yang dahsyat itu berasal dari hati dan perasaan-nya yang tersakiti oleh mereka semua yang menganggap dirinya sebagai seorang penghianat, ini semua salah Komi dan ia tidak bisa melakukan apa-apa karena semua populasi Touri mengincar Korrina sampai ia mati.
Tidak ada cara lain... tidak ada lagi yang mempercayai diri-nya, seolah-olah Korrina mulai berpikir bahwa semua yang ia lakukan demi melindungi semua populasi Touri itu terasa sia-sia karena disebabkan oleh Komi yang mengadu domba, pengorbanan diri-nya saja terasa seperti hilang di ingatan mereka, untuk apa Korrina merasakan kematian jika pada akhir-nya dia dicap sebagai pengkhianat?
Jika Korrina tidak melakukan sesuatu maka dia akan terbunuh oleh mereka semua tanpa memberi tahu mereka tentang informasi yang wajib mereka ketahui, Komi itu terlalu bahaya dan mereka seharusnya tau tetapi Korrina bisa merasakan banyak sekali keberadaan populasi yang berasal dari dimensi palsu dan mereka sepertinya tidak menghiraukan Korrina sama sekali.
Korrina berhasil mendorong Akina mundur menggunakan sihir dan kekuatan-nya sendiri, tanpa berpikir dua kali... Korrina menggunakan wujud-nya yaitu [Crimson Queen] dimana ia tidak memiliki pilihan lain selain bertarung untuk bertahan hidup, tidak ada yang tahu kapan pertarungan ini akan berakhir tetapi ia lebih memilih untuk bertarung agar ia bisa bertahan.
Arata tidak membiarkan Korrina menyerang, dia segera mengejarnya hingga tepat berada di hadapan wanita itu yang belum lama menggunakan sihir gelombang-nya, "Kau benar-benar... membuatku kecewa... kau ternyata seorang Legenda yang rendahan!!!" Arata menatap Korrina tajam hingga ia berhasil menebas mata kanan sampai buta.
Arata melebarkan matanya hingga Kuro memperingati dirinya bahwa Korrina yang sudah menyempurnakan sihir Crimson-nya dan juga yang sudah menyerap buku sihir [Crimson] akan menjadi kebal dengan luka abadi dan segel apapun.
Ditambah lagi rasa sakit yang lebih menyakitkan lah yang bisa melukai dan kesakitan yang sangat menyakitkan itu terdapat di hati dan perasaan-nya sendiri ketika melihat teman-temannya mencoba untuk membunuh dirinya sendiri.
Arata mencoba untuk menyerang lagi tetapi pedang yang ia pegang langsung Korrina tangkis ke atas dengan satu tatapan yang melepaskan dorongan besar, wajah Korrina terlihat kesal karena insting bertarung-nya yang berasal dari sihir Crimson-nya memperingati dirinya untuk terus bertarung demi bertahan hidup, sebisa mungkin Korrina mengontrol-nya.
Ia juga mencoba untuk menyadari mereka semua hingga Arata berakhir melayangkan satu pukulan yang tepat bersarang di tubuh Korrina, membuatnya merasakan semua tulang di dalam tubuh-nya seakan hancur menjadi kepingan kecil. Pedang God Slayer itu sendiri meningkatkan kekuatan dari kedua tinju-nya.
__ADS_1
Sambil memegang tubuhnya yang terasa lemas, Korrina tidak bisa melakukan apapun karena satu pukulan itu mampu membuat tubuh-nya hampir lumpuh... kesakitan bisa ia rasakan di sekujur tubuh-nya hingga kedua lengan-nya berlumuran dengan darah hitam.
"Uck... S-Sakit..." Korrina menatap Arata dengan tatapan lemas, Arata dan Akina bersama-sama menendang wajah Korrina hingga ia terlempar ribuan meter ke belakang, Konari yang berada di dalam tubuh Korrina bisa merasakan perasaan dan kesakitan yang dialami oleh diri-nya.
Korrina tidak akan pernah bisa bertarung serius, dia akan terus menahan diri kepada seseorang yang sudah ia percayai dan cintai, tidak ada pilihan lain selain membuka sebuah portal besar yang membawa Korrina menuju tempat dimana keluarga-nya yang sudah mati berada, Konari masih tidak ingin turun tangan karena ia masih yakin kepada Korrina bahwa ia bisa mengatasi-nya sendiri.
Ketika portal itu mengeluarkan Korrina, kedua mata-nya tertutup dan hawa dingin menyerang tubuhnya hingga keringat dingin mengalir keluar dari dalam tubuh-nya... Korrina melebarkan matanya, ia sadar bahwa ia baru saja lolos dari mereka semua, dia dipindahkan entah kemana tetapi ia bisa merasakan keberadaan yang sangat asing.
Ketika Korrina melayang di luar angkasa tersebut, ia bisa melihat tubuh adik dan kakak-nya yang melayang di atas angkasa, tidak memiliki nyawa sekali hingga Korrina bisa merasakan-nya secara langsung. Ia melebarkan kedua matanya lalu perlahan-lahan mendekati mereka berdua hingga menatap wajah mereka dimana kedua mata mereka sudah berubah menjadi putih.
Mengartikan bahwa mereka sudah meninggal, "Katrina... Sabrina...?!"
"Apa yang dia lakukan kepada kalian...!? Oh tidak... Kalian saudara terbaik-ku, kalian berarti bagiku... setidaknya bangunlah sebentar, lihatlah kehancuran yang dialami saudara-mu sendiri... aku benar-benar hancur oleh diriku sendiri... Katrina...!!! Sabrina...!!!" Korrina menaikkan suara-nya hingga ia melepaskan kedua saudara-nya lalu ia mengacak-acak rambutnya karena merasa kesal melihat kedua saudara-nya terbunuh oleh Komi.
"Aaaaaahhhhhhhhh!!!! Grrgggghhhh...!!! Aaaaaahhhhhhh!!!" Korrina menjerit keras hingga tubuh Katrina dan Sabrina memancarkan cahaya putih yang merasuki tubuh Korrina hingga kedua tubuh saudara-nya berubah menjadi partikel putih yang masuk ke dalam tubuh-nya lalu memberikan dirinya kekuatan.
"Grrgghhh...!!! Rrrggghhh!!!" Korrina melirik ke belakang lalu menatap Akina dan Arata dengan tatapan yang sangat tajam karena mereka telah tiba untuk melayang Korrina lagi, "Kalian..."
"...pergi--- c-cepat--- Grrgghhh!!! Aaaahhhhh!!!!" Korrina melepaskan dorongan yang besar di sekitarnya.
__ADS_1