
"Sialan si Okaho itu... lagi-lagi dia melakukan sesuatu, sialan keturunan Comi itu benar-benar harus dibasmi karena kecerdasan mereka yang tidak logis dan masuk akal, sial-sial-sial-sial-sial!!! Aku akan melompat waktu dan membunuh kalian nanti--- Ahhh~ Aku baru saja lupa bahwa kubus waktu itu yang akan melakukannya sendiri dimana kalian semua akan dilupakan oleh semua orang termasuk orang-orang yang mencintai kalian semua!!!" Kata Kuharu, ia mulai tertawa terbahak-bahak karena saat ini sedang duduk di atas tahtanya selagi menatap semua kubus waktu itu.
Haruka saat ini masih berada di kondisi yang sama, ia duduk di sebelah Kuharu karena ia akan terus menyandera dirinya sampai kekuatan dan kemampuan waktunya menginjak segalanya. Menghancurkan masa dan waktu di dalam kubus waktu itu dapat mempercepat pengembalian dan penyempurnaan kekuatannya sehingga ia mulai menciptakan kubus waktu hitam lainnya lalu tersenyum serius bahwa kubus waktu hitam ini bukan hanya sekedar kubus biasa karena kubus itu dapat melakukan apapun yang berkaitan dengan waktu.
"Kubus waktu hitam ini bukan hanya mempengaruhi pikiran orang dan mengubah dirinya menjadi boneka melainkan kubus ini juga dapat memberikan kekuatan apapun... aku sepertinya tadi telat dalam memindahkan seluruh kekuatan Shira di masa ini ke dalam Shira di masa lalu, Legendary Shira pasti sudah cukup untuk mengalahkan Minami dan Okaho karena Kou saat ini sedang tertidur... sial tetapi aku masih memiliki rencana lain." Kuharu memasukkan semua kubus hitam itu ke dalam kubus waktu yang berada di hadapannya.
"Kubus waktu hitam ini dapat memanggil seseorang yang berasal dari masa lalu terutama masa kuno, aku akan coba untuk memanggil seseorang yang kuat untuk membersihkan meja... bersiaplah, kalian tidak akan bisa melarikan diri dari neraka yang aku sediakan! Lebih baik aku mengurus keturunan Shimatsu yang saat ini sedang berada di masa dimana Xuusuatouri mengalami konflik The Virus." Kuharu memasukkan beberapa kubus hitam itu ke dalam kubus waktu dimana Rokuro bersama kelompoknya berada.
"Aku akan membuat The Virus mendapatkan wujud yang lebih sempurna... aku akan memastikan bahwa Asuka dan Akina tidak berurusan dengan The Virus, ahh... aku juga dapat mengubah Hikari menjadi boneka agar ia bisa menyerang mereka bertiga. Hmph, pemikiran ternyata cerdas juga... tidak ada yang bisa melawan waktu dan hukum waktu di dalam kubus karena aku sebagai dewi agung waktu yang berkuasa dan dapat mengubah masa di dalam kubus itu sendiri..." Kuharu mulai tertawa dengan sangat jahat sehingga Haruka di sebelah-nya mengalami pergerakan kecil dimana jarinya bergerak sedikit dan ia mengedipkan matanya satu kali.
***
Rokuro, Hana, dan Honoka saat ini sedang duduk di atas tembok yang sangat besar selagi memantau sebuah bunga melati yang sangat besar, Rokuro sudah mengetahui banyak informasi dari Okaho bahwa ia hanya perlu memburu kubus waktu hitam dan mencoba sebisa mungkin untuk tidak mengubah masa karena kubus waktu yang ia tempati bisa saja hancur. Awalnya mereka tiba di atas tembok itu dan mereka saat ini sedang melihat pertarungan antara Akina melawan sebuah robot yang bernama Roboten.
__ADS_1
Tidak ada peristiwa aneh terjadi bahkan mereka sendiri tidak mengetahui esensi kubus waktu hitam itu seperti apa, Honoka dan Hana terus berbicara sedangkan Rokuro hanya fokus kepada satu tujuan yaitu memperhatikan seluruh malaikat yang berlindung di dalam bunga melati itu dan melihat tante Akina yang sedang bertarung melawan Roboten, "Kubus waktu hitam itu memiliki potensi dan kemampuan yang tersembunyi, kita harus berhati-hati..." Kata Honoka.
"Aku tahu itu, kita hanya perlu mengawasi tempat ini karena kubus waktu yang aku pegang menunjukkan kejadian dimana Tante Akina bersama temannya yang bernama Asuka itu bertarung melawan Roboten, setelah itu mereka akan pergi menuju kuil percobaan untuk membuka potensi bunga kebajikan mereka." Kata Rokuro, ia mengeluarkan kubus waktunya untuk melihat kejadian itu lagi dan semuanya berjalan dengan akurat sehingga mereka hanya perlu menunggu sampai Asuka dan Akina pergi.
Beberapa menit kemudian, mereka bisa melihat Akina dan Asuka berubah menjadi bunga karena mereka menggunakan sihir teleportasi bunga kebajikan. Honoka menghampiri kelopak bunga yang ditinggal oleh mereka berdua lalu ia menyentuhnya dan mencoba untuk mencari keberadaan mereka yang benar-benar jauh, "Bagaimana? Kau menemukan mereka?"
"Jauh sekali tetapi kita masih sempat untuk mengejar mereka, ayo." Kata Honoka, ia bersama Rokuro dan Hana melesat ke depan dengan kecepatan penuh untuk mengejar Asuka dan Akina sehingga Honoka melebarkan matanya ketika merasakan keberadaan mereka yang begitu dekat. Honoka melirik ke belakang lalu ia mengubah semua kelopak bunga mawar itu menjadi udara karena mereka selama ini berada di belakang.
Asuka mengeluarkan dua katananya lalu ia melancarkan beberapa serangan yang setara dengan kecepatan suara, Rokuro menahan semua serangan itu menggunakan tangan kosong karena ia dapat menggunakan dosa Greed-nya untuk memakan kekuatan yang dimiliki oleh kubus hitam itu sehingga ia bisa merasakan kekuatan yang mengalir ke dalam tubuhnya, ia mulai bertarung melawan Asuka dan mencoba untuk meraih kubus hitam yang menempel di keningnya.
Hana melawan Akina dan ia mencoba sebisa mungkin untuk tidak melukai dirinya sehingga Honoka memejamkan kedua matanya lalu ia menciptakan satu kristal merah di tangan kanannya, setelah itu ia menghancurkan kristal itu dengan satu genggaman agar mereka ia bisa mengubah realita secara keseluruhan. Apa yang ia lakukan ternyata berhasil karena Honoka dapat menarik kedua kubus hitam itu dengan mengubah udara menjadi rantai.
Ia berhasil mencabut kedua kubus hitam itu lalu ia memegang-nya erat, Rokuro dan Hana mulai mengangkut tubuh mereka dan menempatinya di atas tanah karena mereka mencoba sebisa mungkin untuk tidak tertangkap basah karena Rokuro sendiri yang tidak mau memperkenalkan dirinya sendiri. Honoka memberikan kedua kubus itu kepada Rokuro dan Rokuro langsung memasukkan-nya ke dalam kubus waktu yang ia pegang.
__ADS_1
"Sekarang kita hanya perlu mencari yang lain, dua kubus mini ini bisa membentuk satu kubus besar jika mengumpulkan sembilan kubus hitam yang kecil." Kata Rokuro, mereka mengangguk lalu pergi meninggalkan wilayah itu untuk mencari tempat yang aman untuk mengikuti mereka berdua, mereka hanya perlu menunggu dan mengikuti alur yang tersedia di kubus waktu tersebut.
Pandangan mereka tentang Xuusuatouri di masa dulu sekali ternyata cukup buruk dan sangat mengecewakan karena teknologi yang digunakan dengan cara yang salah terutama Chip itu sehingga Honoka sendiri bisa memiliki tubuh Android karena bantuan dari Chip yang diciptakan oleh Korrina. Chip itu digunakan untuk hal yang baik, berbeda dengan Sage yang menciptakan Chip hanya untuk membuat malaikat menjadi sesosok ras yang berbeda.
Mereka nekat mengikuti Asuka bersama yang lainnya menuju kuil percobaan itu, untungnya Honoka mengubah realita dimana ia bersama teman-temannya tidak akan bisa diketahui karena tubuh mereka sekarang berubah menjadi udara untuk sementara, mereka hanya perlu mengikuti mereka dan mencari kubus hitam yang mencoba untuk mempengaruhi pikiran mereka lagi.
Rokuro sendiri sempat terkejut ketika mengetahui beberapa sejarah tentang seorang monster yang bernama Starmonigaru itu, ia sengaja membaca beberapa tulisan kuno itu di dalam ruang bawah tanah dan tentunya Honoka yang menerjemahkan semua tulisan itu sehingga mereka hanya perlu menunggu Asuka bersama yang lainnya kembali dari kuil percobaan itu, Hana dan Honoka saat ini sedang duduk di pojok sambil menonton kubus waktu yang menunjukkan pertarungan terakhir melawan The Virus.
"Rokuro, sepertinya musuh yang akan kita hadapi sulit juga... dia memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari planet yang bernama Heavenly ini bahkan takdir kematian sampai terjadi sehingga takdir yang sangat buruk menimpa seorang malaikat yang bernama Asuka dimana ia harus menyaksikan kematian dari kedua orang tuanya." Kata Hana, Rokuro mulai mendekati Hana dan menatap kubus itu yang melihat Asuka berubah menjadi wujud asli bunga kebajikan mawar, ia juga sempat melihat Hikari yang bertarung melawan The Virus.
"H-Hikari...?" Hana sendiri terkejut ketika melihatnya.
"Bagaimana bisa Hikari berurusan dengan robot besar itu...?!"
__ADS_1