
Hinoka meledakkan obsidian yang menjebak tubuhnya lalu ia muncul tepat di hadapan Pyro dan memberikan dirinya satu tendangan yang langsung meledakkan kedua kakinya.
Koizumi muncul di belakang Pyro lalu memperbesar sihir Crimson yang ia miliki sampai tato di lehernya mulai menyala dan akan menggunakan dalam keadaan tertentu.
Pyro melewati Koizumi dengan menembus ke depan menggunakan tubuhnya yang terbuat dari api itu lalu melancarkan satu tendangan yang melemparnya menuju daratan.
Hinoka menatap Koizumi lalu memberi dirinya sebuah kode melalui tatapan serius itu, Koizumi mengangguk lalu ia menghentikan waktu dan mendorong Hinoka ke belakang.
Setelah waktu kembali berjalan, Pyro disambut oleh tebasan yang Koizumi ayunkan menggunakan Greed, satu tebasan berhasil terkena karena bantuan dari sihir Greednya tetapi serangan selanjutnya langsung ditahan dengan pedang apinya.
Koizumi dan Pyro terus saling mengayunkan senjata mereka sampai menyebarkan tekanan dan dorongan di sekitar mereka, Hinoka yang berada di belakang Pyro sedang mengisi penuh Lenergy itu.
"Sekarang, Hinoka!!!" Koizumi melompati waktu untuk menghindari serangan yang Hinoka lakukan yaitu pengubahan realitas sampai meledakkan tubuh Pyro.
Ledakan yang terjadi besar sekali sampai tidak memperlihatkan asap apapun kecuali tubuh Pyro yang setengahnya hancur, "Sepertinya kerja sama kita selalu saja bekerja!"
"Jangan banyak bicara...! Akhiri ini sebelum dia melakukan regenerasi api lagi!!!" Koizumi mengumpulkan semua energi kehidupan di bumi lalu ia memegang erat belatinya.
"Sampai jumpa, dasar maniak api!" Hinoka menyentuh punggung Koizumi untuk mengubah efek dari sihirnya menjadi ledakan yang sangat besar.
Koizumi melepaskan gelombang tebas ke depan sampai mengenai tubuh Pyro lalu menyebabkan ledakan yang sangat besar sehingga dorongan yang tercipta langsung menggerakkan rambut panjang mereka.
Ledakan tadi bisa dibilang jauh dari cukup untuk menghentikan Pyro, sekarang mereka hanya perlu melacak keberadaan dirinya karena masih ada kemungkinan bahwa dia menjadi api kecil.
"Dia adalah seorang Legenda... jika dia bertahan dari serangan mematikan tadi maka dia akan menerima Legend's Boost yang sangat efektif." Kata Koizumi yang sedang fokus mencari keberadaannya itu.
"Sebuah sensasi yang aneh sekali..." Kata Hinoka yang terus melacak keberadaan dirinya.
"Apa maksudmu?"
"Aku... Aku tidak tahu..."
"Rasanya keberadaan dia sudah menghilang begitu saja, seperti eksistensi yang tidak nyata." Kata Hinoka.
"Tunggu... rasanya bertambah semakin melemah, sudah meng--lang." Hinoka tersenyum lembut sampai Koizumi mengangguk dengan tatapan serius karena mereka sekarang perlu mengurus mesin waktu itu.
Hinoka dan Koizumi langsung merasakan keberadaan yang kuat sekali, ia menatap fokus ke depan sampai satu keberadaan mulai terasa begitu jelas.
Tidak lama kemudian, sebuah api besar muncul di hadapan mereka lalu membentuk kembali Pyro yang melepaskan dorongan dan tekanan besar sampai mengejutkan mereka berdua bahwa dia masih belum kalah.
"Si brengsek itu menggunakan God Lenergy terakhir sebagai kartu as yang digunakan dalam keadaan darurat...! Itulah kenapa kita tidak bisa merasakannya!" Kata Hinoka dengan tatapan kesal.
"Kalian memang gadis yang bodoh! Memangnya kalian pikir aku ini siapa, hah!? Ketika api masih menyala dan menerima angin maka api itu akan bertambah semakin besar!!!"
__ADS_1
"Aku tidak bisa mati selama api itu benar-benar padam, bodoh!!!" Teriak Pyro keras sampai tubuhnya bertambah semakin terbakar dengan api-api hitam yang panas.
Pyro melepaskan serangan api yang sangat tipis sampai mengenai dada Koizumi, menyebabkan dirinya terluka fatal sampai ia terjatuh menuju daratan.
"Koizumi!!! Brengsek kau...!!!" Hinoka melesat maju menuju arah Pyro yang menikmati kekuatan barunya melalui Legend's Boost karena sudah bertahan ketika menerima serangan fatal tadi.
Pyro muncul di belakang Hinoka lalu menebas punggungnya dengan pedang api sampai meringis kesakitan tetapi mulutnya tertutup rapat oleh Pyro yang memegang wajahnya.
"Sungguh bodoh... kau tidak akan pernah bisa mengerti... bukannya begitu, Hinoka?" Pyro mencoba untuk menusuknya tetapi ia langsung meledakkan tubuhnya sendiri.
Serangan yang Pyro lakukan melesat sampai tubuhnya menerima luka dari ledakan itu, asap yang disebabkan oleh ledakan itu membentuk kembali Hinoka yang mencoba untuk menyelamatkan Koizumi.
Pyro langsung melepaskan cincin lahar di sekelilingnya agar dirinya tidak bisa melarikan diri dan menyelamatkan Koizumi yang berada dalam ambang kematian ketika menerima serangan tadi di dadanya.
"Terima kasih karena kemampuan pasif khusus Legenda... setiap mereka menerima luka fatal dan berhasil menahannya maka mereka akan mendapatkan peningkatan besar!"
"Sebenarnya tadi aku berada dalam keadaan sekarat... dengan bodohnya Mortal seperti kalian tidak bisa merasakan keberadaan dan Lenergy yang dicampur esensi dewa!"
"Legend's Boost... karena itu aku berhasil bertambah kuat lagi dan lagi sampai bisa membunuh kalian yang membawa banyak kesialan!" Pyro mulai membakar tubuhnya lebih panas lagi.
Hinoka merapatkan giginya lalu ia mengepalkan tinju kanannya sampai memunculkan aura Crimson yang bergerak tenang sampai mengelilingi tinjunya itu itu, "Bagus... dia berada di jarakku."
"Dan yang lebih lucu adalah dia tidak menyadari sebuah fakta..." Hinoka menahan tawanya sehingga ia melihat Pyro menyerang dirinya tetapi ia berhasil menghindar.
Hinoka mengangkat tapaknya ke atas lalu menciptakan partikel merah yang berputar sampai menciptakan bentuk bulat, Pyro hanya bisa tertawa dengan halusinasi mereka yang berpikir bahwa mereka sangat cerdas.
"Lucu sekali!!! Kalian pikir kalian itu cerdas...!? Bagaimana bisa kalian menerima julukan itu jika tidak bisa menghentikan diriku yang sudah menyatu dengan api!?"
Pyro menoleh ke bawah lalu membulatkan matanya ketika melihat tubuh Koizumi berubah menjadi jam pasir yang menunjukkan semua pasir itu sudah habis yang mengartikan bahwa Replay sudah berakhir.
"Tidak... apa yang...?! Kemampuan waktu Koizumi!?"
"Hahaha! Bodoh sekali ya kau ini... dia adalah gadis yang sangat cerdik menggunakan kekuatan waktu itu, dia bahkan menipu banyak musuh dengan Time-Replay itu."
"Dia menggunakan lompatan waktu untuk menciptakan Replay ketika kau menyembunyikan keberadaanmu itu dengan God Lenergy, untungnya kau tidak tahu bahwa waktu telah melompat ketika perkataan yang keluar dari mulutku selesai begitu saja."
"Koizumi sekarang dalam perjalanan menuju mesin waktu itu, ia menyerah semua dinding lahar itu menggunakan Greednya dimana ia tidak akan terpengaruh dengan pengerasan Obsidian itu."
"Apakah kau mengerti sekarang? Kau sudah kalah ketika tubuhmu hancur karena ledakanku itu!" Kata Hinoka sambil tersenyum mengerikan kepada Pyro.
"Ti-Tidak mungkin...!? Sialan!!!" Pyro mencoba untuk melarikan diri tetapi Hinoka muncul di hadapan dirinya dengan satu jari yang ia angkat dari tangan kirinya.
"Kita sudah bertarung dari jarak yang sangat dekat... lama sekali sampai aku sudah mengubah jantungmu menjadi ledakan sebentar lagi."
__ADS_1
"Aku mengendalikan realitas... lalu mengubahnya menjadi ledakan, semakin kau berada dekat denganku maka semakin mutlak perubahan realitas ledakan itu."
"Waktu berjalan..." Hinoka melihat Pyro mencoba untuk menyerangnya tetapi pukulan yang mengenai wajahnya langsung meledak.
"A-Apa?! Sialan...!!!" Pyro mulai melarikan diri menuju lokasi mesin waktu itu tetapi Hinoka mulai melempar partikel merah yang ia pegang di tangan kanannya menuju arah Pyro.
"Zero..." Hinoka menurunkan jarinya sehingga bom waktu yang ia pasang di dalam tubuhnya mulai aktif sampai meledakkan tubuhnya satu per satu.
"Tidak...!!! TIDAK...!!! APA YANG TELAH KAU LAKU---" Tubuh Pyro sudah meledak duluan sebelum ia mengatakan ucapan terakhirnya, partikel yang ia lempar juga langsung meledak dekat dengan bekas ledakan waktu tadi.
Ledakan kedua bisa dibilang pengakhiran untuk Pyro yang tidak bisa lagi meregenerasi, dia berhasil mengalahkannya sekarang dan tentunya merasa lega bahwa Koizumi pasti berhasil mencegah mesin waktu itu.
***
Koizumi muncul di sebelah Manusia yang memasang tatapan kaget itu, "Pe-Penyusup...!!!"
Manusia cerdas itu membidik kepala Koizumi menggunakan senapan yang ia pegang lalu ia menarik pelatuknya sampai peluru itu mengenai wajahnya lalu penyok seketika tanpa memberikan luka apapun kepada Koizumi.
"Hiiii...!" Tubuh Manusia itu mulai bergetar ketakutan, senapan yang ia pegang langsung hancur ketika Koizumi menyentuhnya dengan satu jari saja.
"Aku tidak bisa memaafkan perbuatan Manusia yang bersikap seenaknya, kau pantas menerima hukuman setimpal dengan kematian."
"Menciptakan sebuah mesin yang dapat membawa dirimu menuju masa lalu dan masa depan bukanlah pilihan yang baik..."
"...ketahui lah batasanmu, Manusia. Kekuatanmu dapat menyebabkan kerasukan besar karena kalian memang haus terhadap uang dan kekuasaan."
Koizumi hanya memasang tatapan mengancam kepada Manusia itu, dan dia langsung menerima serangan jantung yang membunuh dirinya di tempat.
Kemampuan Mana yang ia miliki sepertinya tidak berdasarkan kekuatan melainkan kecerdasan karena bisa menciptakan mesin waktu.
"Baiklah... dengan ini pekerjaan kita selesai, hanya perlu mengurus para Legenda fanatik dan Saint yang tersisa!" Koizumi menghancurkan mesin waktu itu sampai portalnya tertutup rapat dan menjebak mereka semua.
***
"Apa yang?! Portalnya tertutup...!!!" Kata Tarrant yang terlihat panik, ia terlalu sibuk membaca Grimoire sampai tidak memperhatikan portal yang sudah tertutup rapat karena Koizumi yang menghancurkan mesin waktunya.
Mereka semua langsung panik karena tidak bisa keluar dari masa lalu, itu artinya mereka akan tetap menghabiskan waktu di tempat itu untuk selamanya tanpa jalan yang membawa mereka keluar.
Demetrio mendengar kabar buruk dari Tarrant, ia merasa kecewa kepada Pyro yang gagal untuk menahan mereka semua, kartu as yang mereka gunakan sudah hilang.
"Pemberontak sialan...! Apa yang harus aku lakukan sekarang...!?" Ungkap Demetrio yang mulai menggigit kukunya.
"Berpikir...! Berpikir...! Berpikir...!"
__ADS_1