Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 986 - Pantai Surga


__ADS_3

Pantai saat ini dipenuhi dengan banyak sekali orang yang mencoba untuk menikmati keindahan lautan serta air yang terasa begitu menyegarkan sampai rasanya sendiri tidak terasa begitu asin melainkan manis seperti susu.


Semuanya terasa seperti surga sampai kesempatan ini memang tidak bisa di sia-siakan lama ratusan atau jutaan tahun lamanya, bukan hanya disuguhi oleh pemandangan lautan melainkan banyak sekali gadis-gadis dengan pakaian bikini mereka berkeliaran.


Dan tentunya banyak sekali pria genit yang mencoba untuk mengajak mereka bermain atau berkencan sampai sebagian gadis mengira bahwa itu cukup mengganggu, tetapi untuk Shinobu bersama teman-temannya masih terjaga dengan aman.


Koizumi duduk di atas kursi pantai selagi menikmati segelas jus jeruk, Shinobu duduk di pangkuannya dan melakukan hal yang sama dengan Koizumi sampai memperhatikan Konomi, Ako, dan Hinoka yang bermain voli di hadapan mereka.


"Oper ke sini!" Kata Ako.


Konomi melempar bola tersebut menuju arah Ako yang langsung melompat lalu melakukan Smash sampai bola tersebut mengenai pasir, tidak sempat di tahan oleh Hana dan Hinoka.


"Kerja yang bagus, Kakak!" Ako mengangkat lengannya lalu menyambut tepukan tapak yang Konomi berikan pada dirinya.


"Aku kira kau akan menjaga bagian belakang, Hinoka... bagaimana sih..." Hana menghela nafasnya lalu ia mengambil bola tersebut untuk memberikannya kepada Hinoka.


"Tenang saja~ ini bisa disebut sebagai pemanasan awal untuk seorang pemenang!" Hinoka memegang erat bola voli tersebut lalu ia melemparnya ke atas dan melakukan sebuah tebakan menuju arah mereka.


"Shinobu, kamu tidak ingin bermain dengan mereka?" Tanya Koizumi yang mulai mengenakan kacamata hitam selagi memperhatikan pemandangan laut.


"Koneko tidak begitu menyukai permainan voli... mungkin setelah menyelesaikan tulisan ini, aku akan bermain di atas air yang terasa manis itu!" Jawab Shinobu selagi menulis jurnalnya itu.


Beberapa menit kemudian, keempat gadis yang bermain voli itu sekarang memilih aktivitas lain seperti balap berenang di dalam lautan dengan kecepatan yang setara sampai garis pengakhiran yaitu sebuah batu selalu saja disentuh secara bersamaan.


"Shinobu, kamu tetap bersama kita ya." Kata Koizumi.


"Mm? Kenapa?"


"Banyak sekali makhluk rendahan yang mencoba untuk berbicara lembut kepada seorang gadis..." Jawabnya dengan tatapan kesal karena ia bisa melihat banyak sekali pria yang mencoba untuk mencari pasangan.


"Halo, gadis-gadis---"


Hinoka menepis bola voli cukup kuat sampai mengenai wajah pria tersebut dengan sengaja karena ia muak melihat banyak sekali pria yang mencoba untuk berbicara lembut kepada dirinya dan temannya.


"Uwah~ maaf, maaf~ sepertinya aku tidak melihat dirimu... tidak, serius... lebih baik kau mengaca di hadapan cermin jika ingin menerima seorang gadis secantik diriku!" Kata Hinoka sambil menghela nafasnya.


"Kau ini memiliki masalah apa dengan kami!?"


"Kami hanya ingin mengajakmu minum-minum!"


"Ya, minum sesuatu yang dapat memicu rangsangan bukan? Fufufu~ trik yang sangat murahan sampai aku bisa menebaknya alur yang kalian perbuat akan kemana..."


"...tidak, terima kasih! Kami, bangsa Legenda, memilih pasangan yang jauh lebih kuat dari kami! Kalian tidak akan sanggup untuk melindungi diriku hanya dengan ucapan manis omong kosong itu!" Seru Hinoka yang mulai menyilangkan kedua lengannya.


"Hah!? Kau menantang diriku, dasar ******!" Pria itu mencoba untuk menyerang Hinoka tetapi selangkangannya langsung menerima hantaman bola voli yang sudah ia pukul tanpa menggunakan tenaga apapun.


Melihat pria itu langsung terjatuh sampai tidak bisa bergerak menyebabkan teman-temannya memasang tatapan kaget sehingga mereka dapat melihat ekspresi Hinoka yang mengancam dengan senyuman sadisnya.


"Jika kalian sangat putus asa untuk mencoba memiliki seorang gadis... mungkin aku cocok..." Hinoka mengedipkan mata kanannya lalu ia tersenyum lebih sadis.

__ADS_1


"...jika kalian mau telur itu diledakkan seperti ini!!!" Hinoka menjentikkan jarinya sampai bola voli di sebelah pria itu meledak sampai mengejutkan mereka semua.


"Sudah aku bilang 'kan!? Gadis Legenda tidak memiliki ketertarikan apapun dengan pria yang lemah...!"


"Mundur...!" Mereka semua melarikan diri dengan tatapan ketakutan karena terlalu meremehkan gadis Legenda yang tidak memiliki selera pria lemah dan genit.


Mereka semua benar-benar dikejutkan dengan perbuatan yang Hinoka lakukan, entah kenapa keseriusan tersebut jarang sekali ditunjukkan sampai mereka semua diselamatkan oleh Hinoka yang sudah menyingkirkan para pria genit.


"Hinoka, tadi itu hebat sekali!" Kata Ako sambil bertepuk tangan.


"Ternyata kamu memang cocok sekali ya menjadi seorang pahlawan... aku kira kamu akan pergi bersama mereka dan tidak pernah kembali." Ucap Konomi.


"Jarang sekali aku melihat dirimu seperti itu, tidak buruk..." Koizumi mengangguk lalu ia melihat Hinoka menatap dirinya dengan tatapan yang terlihat begitu bahagia karena dipuji.


"Hehehe~ tidak perlu memuji diriku seperti itu, sudah jelas bukan...? Harga diriku sebagai seorang idol tidak akan pernah hancur terhadap pria genit!" Kata Hinoka selagi melakukan gaya kecil.


"Tetaplah seperti---"


"Muehehehe~ Sapizumi, apakah gumpalan daging di payudaramu meningkat lagi...? Astaga, rasanya semakin empuk dan genyal seperti jeli serta mochi yang disatukan!" Kata Hinoka selagi meremas dada Koizumi.


"Ahn---" Koizumi menutup mulutnya lalu ia memasang tatapan kesal lagi sampai ia menyesal karena sudah memuji sepupunya yang akan tetap menjadi orang paling mesum di antara mereka.


"Dan kita telah kembali seperti biasa."  Kata Konomi.


"Bagaimana bisa kamu tumbuh sebesar ini!? Tetapi sekarang aku sudah menyetarakan dirimu bahkan lebih besar lagi, fufufu~"


"Mungkin semua karbohidrat yang kau konsumsi dari kentang goreng bukannya berpindah ke dalam perut melainkan kedua gunung yang terasa sangat empuk~" Hinoka terus meremasnya dari belakang sampai Koizumi mencoba untuk menyerangnya tetapi kesulitan.


"Ahh~ andaikan saja aku seorang pria mungkin aku bisa menikmati tubuh---" Wajah Hinoka menerima satu tamparan yang mementalkan dirinya ke depan sampai keluar dari planet tersebut.


Mereka semua memasang tatapan kaget ketika melihat Hinoka terpental langsung keluar angkasa hanya dengan tamparan kecil, "Itu tadi mengerikan sekali... kau seharusnya tidak perlu menggunakan satu pun Lenergy untuk menghukum dirinya."


"Orang mesum perlu dihukum!" Seru Koizumi dengan tatapan kesal sampai mereka bisa melihat pipinya yang merah karena kejadian sebelumnya.


***


"Makan malam...!" Kata Shinobu dengan tatapan yang terlihat begitu bahagia ketika penciumannya menghirup banyak sekali aroma yang begitu sedap sampai cukup untuk memenuhi perutnya.


"Apakah kamu yakin untuk mentraktir kita sebanyak ini?" Tanya Ako kepada Shira yang sedang mengipas tubuhnya dengan kertas yang ia dapatkan di judi sebelumnya.


"Tentu saja, terimalah dengan senang hati karena aku berjuang keras untuk mengalahkan penjudi terhebat di Xuutouri." Kata Shira sampai mereka memasang tatapan datar ketika mengetahui hobinya sudah ia dalami cukup dalam.


"Kalian ingin memesan minum apa?" Tanya Chloe.


"Aku ingin bir!" Seru Hinoka.


"Heh? Bir? Bukannya kamu belum menginjak 18 tahun...?"


"Koizumi! Koizumi! Gunakan kekuatan waktumu untuk meningkatkan umurku!" Kata Hinoka kepada Koizumi sampai ia tidak menjawab apapun kecuali menikmati kentang goreng dengan mata tertutup.

__ADS_1


"Buuuuu...! Umur itu tidak penting, aku ingin merasakan bir!" Seru Hinoka sampai Konomi langsung memesankan mereka semua satu gelas susu coklat yang dingin.


"Konomi, kenapa!?"


"Jika kamu batuk saja dapat menyebabkan satu planet meledak maka kami tidak bisa membayangkan apa yang terjadi ketika dirimu mabuk." Jawab Konomi yang mulai menghela nafasnya pelan.


"Ngomong-ngomong, banyak sekali makanan yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Mungkin alam semesta Elf menyediakan banyak sekali makanan yang unik-unik." Kata Ako selagi memperhatikan semua makanan tersebut.


"Oi, cepat makan." Kata Koizumi yang mulai menunjuk Shinobu melahap semuanya satu per satu dengan rakus sampai mengejutkan mereka semua.


"Ahh, Shino! Itu tidak adil, jangan menghabiskan semuanya...!"


"Tidak...!!! Sisakan dagingnya untukkuuuuu...!" Hinoka melihat Shinobu merebut daging yang sudah ia simpan sebagai penutup tetapi semuanya sudah habis karena di makan olehnya.


Beberapa menit kemudian, mereka bergegas kembali menuju kamar untuk mengakhiri hari ini yang dipenuhi hal menyenangkan, masih ada lain hari untuk menikmati pantai sepenuhnya tanpa gangguan apapun seperti tadi.


"Malam ini kita akan bermain apa?" Tanya Hinoka yang masih terlihat begitu bersemangat sampai perasaan mereka mulai tidak enak ketika dirinya memulai topik pembicaraan.


"Bukannya akan sangat lebih baik jika kita beristirahat seperti tidur atau berbaring di atas kasur yang terasa... empuk!!!" Seru Ako yang melompat menuju kasur sampai tubuhnya terasa seperti ditarik dengan gravitasi besar.


"Ahh~ Koneko juga ingin coba!" Shinobu melompat ke depan lalu ia berbaring di sebelah Ako yang langsung memeluk dirinya karena tubuhnya yang begitu kecil dan empuk terasa seperti guling.


"Nobu tidur di sebelahku ya~" Kata Ako yang mengeratkan pelukannya sampai Shinobu hanya bisa tertawa karena pipinya bersentuhan dengan gesekan pipinya yang terasa begitu lembut.


"Besok kita akan naik perahu di pantai ya?" Tanya Konomi selagi membaca buku yang memperlihatkan banyak sekali hiburan serta wisata yang dapat dikunjungi.


Hinoka membuka sebuah kulkas lalu ia mengeluarkan makanan cepat saji, "Ta-dah! Kita bisa melaksanakan pesta malam para gadis dengan menceritakan banyak sekali hal yang menyenangkan!"


"Ako, itu tidak adil! Shinobu sudah berbaring di sebelah kasurku maka aku pantas memeluknya saat tidur." Kata Koizumi yang mulai memegang tangan Shinobu erat.


"Hah? Aku tidak dengar... ngantuk sekali... ya 'kan...? Nobuku..." Ako mengeratkan pelukannya sampai Koizumi memasang tatapan kesal karena sepupunya yang ia selalu peluk pada saat tidur direbut.


"Kembalikan!" Seru Koizumi yang langsung menarik Shinobu sampai Ako merasa tarikan yang membangunkan dirinya hanya untuk melawan balik demi bisa mendapatkan Shinobu.


"Tidak mau!!! Siapa cepat dia yang dapat!" Seru Ako yang kembali merebut Shinobu.


"Tetapi dia adalah sepupu kecilku yang aku anggap sebagai adik!" Seru Koizumi yang berhasil merebut Shinobu kembali.


"Dan aku adalah sahabat masa kecilnya!"


Terjadi perdebatan di dalam ruangan tersebut sampai Hinoka yang menyarankan mereka untuk begadang dan menonton film malah dibiarkan terutama lagi Konomi yang hanya ingin tidur dengan nyenyak.


Konomi melempar sebuah bantal yang langsung mengenai wajah Ako sampai ia memegang erat bantal tersebut lalu menyerang dirinya kembali sehingga perang bantal telah terpicu karena perbuatan mereka berdua.


"Aku tidak akan membiarkan dirimu merebut Shinobu!" Seru Koizumi yang langsung melempar bantal tersebut sampai menjatuhkan Ako.


"Kau seharusnya mengalah sejak awal ketika aku berhasil memeluk dirinya!!!"


"Perang bantal...!!!!!" Seru Hinoka keras yang langsung melempar dua bantal menuju arah mereka bertiga dengan hasil dirinya menerima tiga bantal sekaligus yang langsung menjatuhkan dirinya.

__ADS_1


Perang bantal terus terjadi dengan bisa mendapatkan guling yaitu Shinobu, tetapi mereka sendiri tidak sadar bahwa di tengah-tengah kasur Shinobu sudah tertidur duluan dengan nyenyak walaupun suara yang mereka keluarkan berisik sekali.


"Zzz... Zzz... nya..."


__ADS_2