
Anastasia langsung menyembunyikan keberadaannya dengan memainkan suling untuk menghabiskan waktu selagi memperhatikan para gadis pemberontak itu bertarung demi memenuhi eksperimennya sendiri.
"Bereksperimen dengan mereka terasa lebih nikmat dibandingkan yang lain... terutama lagi melepaskan bawahan lainnya yang baru saja jadi."
"Aku penasaran... sangat amat penasaran jika mereka bisa bertahan melawan rasa takut itu sendiri terutama seseorang yang dikenal." Anastasia memutar sulingnya lalu kembali memainkannya dengan damai.
Semua Neko Legenda yang sedang berlindung di dalam pulau tersebut terlihat ketakutan dan waspada karena mereka telah dipertemukan kembali dengan masalah tetapi Shinobu meminta mereka untuk tetap diam dan beristirahat.
Hinoka dan Magnus mulai mendarat di atas lautan selagi melancarkan beberapa serangan, Hinoka sekarang mengetahui jelas kenapa bertarung dengan Magnus tidak dapat menggunakan sihir ledakan apapun.
Magnus menghantam Hinoka yang sedang menyilangkan kedua lengannya untuk menahan serangan tersebut lalu ia merasakan dorongan bertenaga besar yang ia coba lepaskan.
Hinoka langsung mundur ke belakang selagi menghindari pukulan dan tendangan Magnus karena fisiknya sendiri masih belum cukup kuat untuk menahan serangan segi apapun dari seorang Barbaric Legenda yang lebih mengutamakan fisik karena Lenergy.
Magnus mencoba untuk menangkap kepala Hinoka tetapi perutnya menerima dua tendangan dari Hinoka yang mendorongnya ke belakang, Hinoka masuk ke dalam air lalu ia melompat keluar.
Magnus muncul di hadapan Hinoka dengan beberapa serangan yang ia lepaskan lagi tetapi sekarang Hinoka langsung menangkis setiap serangannya agar bisa menjaga pertahanan dirinya.
Hinoka menangkis tinju Magnus sehingga ia menemukan celah serangan yang langsung dilancarkan dengan satu pukulan.
Magnus mencoba untuk menyerang balik tetapi Hinoka terus menangkis sehingga ia mulai mundur ke belakang dan melakukan satu frontflip ke depan yang berhasil menghantam wajah Magnus.
Setelah itu ia menyentuh air menggunakan kedua tapaknya sedangkan kedua kakinya mulai ia putarkan sampai ujungnya menghantam wajah Magnus lagi lalu Hinoka berputar dan menendang pinggang Magnus ke arah lain.
Hinoka kembali menendang pinggang Magnus lalu ia melompat ke atas dan menendang wajahnya lagi sampai ia terpental ke belakang lalu melihat Hinoka mulai melepaskan ledakan besar melalui kedua kakinya.
Kecepatan mereka mulai setara, setiap serangan yang saling beradu mampu menciptakan ombak yang lebar besar di sekelilingnya sampai Anastasia terasa puas melihat Barbaric Legenda dapat menemukan lawan yang layak seperti Hinoka.
"Terima kasih karena sepupu tercintaku... tidak ada lagi yang namanya andalan! Aku akan mengalahkanmu dengan cara yang berkemungkinan...!" Kata Hinoka selagi menjulurkan lidahnya.
Magnus meninju bahu Hinoka tetapi ia menyerang balik dengan menampar tinjunya sampai pukulannya melesat seketika lalu ia melihat Hinoka melompat ke atas dan melewati dirinya sendiri.
Hinoka yang mencoba untuk menjaga jarak tiba-tiba mendapatkan kejutan dari Magnus yang sudah berada di hadapannya dengan tatapan penuh rasa kesal dan haus terhadap pertarungan dahsyat.
"Dia sangat cepat... kecepatannya tidak tertahan oleh batas...!!!" Ungkap Hinoka yang langsung menahan serangan Magnus menggunakan lengan kirinya sampai tulang di dalamnya retak.
"Melihat dirinya bangkit kembali... terlihat semula dan mengalami Legend's Boost, entah kenapa perkataan Koneko terasa seperti dongeng."
Magnus melancarkan sikutnya tetapi Hinoka menahannya menggunakan telapak kakinya lalu ia menangkis pergelangan tangan kiri Magnus yang mencoba untuk mengenai wajahnya sendiri.
Mereka berdua langsung saling melancarkan beberapa serangan sampai tubuh mereka melayang ke atas langit dengan dorongan yang dilepaskan dari segala arah.
Tubuh Hinoka akan terus terasa rapuh sampai ia mencoba untuk tidak menanggung risiko dengan menahan langsung menggunakan tubuhnya sendiri, ia hanya perlu menghindar dan menangkis serangan sampai meleset.
BAAMMMMMM!!!
Pukulan Hinoka dan Magnus saling menghantam sampai tinju Hinoka mulai berdarah dan lecet, ia segera menutup kedua matanya mencoba untuk tidak terpengaruh dengan darah yang ia lihat.
"Kak Hinoka seharusnya bisa menahan perasaan itu..."
__ADS_1
"...ingatlah Kakak, perasaan Kakak kepada Tante Honoka, semakin mengingatnya dengan penuh rasa sedih dan kesal karena menyalahkan dirimu sendiri."
"Akan membuatnya merasa lebih sedih dan khawatir kepadamu, ia juga pasti menyesal karena tidak memberitahumu lebih awal."
"Kamu harus bisa membiarkannya... melanjutkan kehidupan, menjadi sesosok Legenda yang selalu diinginkan oleh Tante Hinoka."
"Menjadi anak yang baik dan Legenda yang layak..." Peringat Shinobu yang sempat memberi dirinya sugesti sedikit demi sedikit.
Hinoka mencoba untuk memukul wajah Magnus tetapi serangan tersebut berhasil di tahan menggunakan lengan kirinya sampai ia mulai memasang tatapan serius sekarang.
Hinoka melebarkan matanya ketika ia melihat satu serangan tak kasat mata, secara refleks ia langsung menahan perutnya sehingga serangan tersebut mengenai pertahanan Hinoka sendiri.
Namun, dorongan yang dilepaskan oleh serangan Magnus mampu menembus pertahanan Hinoka sampai dorongan tersebut mengenai perutnya sampai mendorong dirinya ke belakang dengan posisi dipenuhi celah.
Untungnya posisi itu Hinoka gunakan sebagai keuntungan dengan mengangkat kedua tinjunya yang saling disatukan, awalnya Magnus mencoba untuk memukul perutnya lagi tetapi Hinoka mendapatkan posisi untung yaitu lebih atas atau (high ground).
Pada akhirnya, kedua tinju yang Hinoka satukan mengenai puncak kepala Magnus sampai ia terpental menuju lautan lalu kembali melesat ke arah dirinya untuk menyerang kembali.
Hinoka melihat Magnus melesat maju ke arahnya lalu melewati tubuhnya sehingga ia melirik ke belakang dan disambut oleh satu serangan sikut yang mengenai pipinya sampai setengah tengkoraknya retak seketika.
Hinoka langsung terpental menuju pulau lain dan menghancurkan sampai pulau tersebut telah bersatu menjadi lautan karena ombak yang mengenainya.
"Kau memang menyebalkan...!" Hinoka mencium bau darah dari wajahnya sendiri sehingga kedua matanya berubah menjadi merah.
Kutukan Crimson mempengaruhi tubuhnya, memberi dirinya kekuatan melalui amarah yang akan bertambah semakin kuat dan tidak terkendali jika Hinoka tidak menguasainya.
Hinoka muncul di hadapan Magnus dengan kecepatan penuh lalu ia menghantam wajah Magnus sampai pukulan yang mengenai sasaran itu langsung melepaskan ledakan kecil yang mengupas kulit Magnus.
"Sungguh mengejutkan... bahkan Magnus sendiri, seorang Barbaric Legend yang kebal dengan serangan kemampuan atau sihir sempat terpengaruh."
"Pasti berkaitan dengan kutukan itu... hyann~ hebatnya~ suatu saat nanti aku akan menjadi Hinoka sebagai idola~"
"Jika dia masih bisa bertahan sampai sekarang..." Kata Anastasia selagi mengedipkan matanya sehingga ia sempat menoleh ke belakang karena merasakan keberadaan yang terasa tidak asing.
Magnus mendarat di atas air lalu melihat Hinoka muncul di atas langit dengan aura Crimson yang muncul di sekelilingnya sehingga bubuk mesiu mulai tersebar dimana-mana, berubah menjadi objek yang menyamar seperti kamuflase.
"Counter-Reality: Explosive..." Hinoka menguasai realitas di sekelilingnya sehingga Magnus tidak merasakan apapun tetapi setiap tetap mengandung ledakan yang akan aktif jika seseorang menginjak atau melewatinya.
"Realitas... masih kebal dengan kristal tersebut, itulah kenapa Magnus cocok untuk memperlihatkan kemampuan realitas milik Hinoka."
"Kau bertambah kuat lagi... sekarang...!!!"
"BERTARUNG LAGI!!!" Magnus melesat maju melewati tubuh Hinoka lalu ia mencoba untuk menyerang dari belakang dimana Hinoka masih menatap lautan.
Ketika pukulan Magnus mengenai wajah Hinoka, dirinya malah terpental dengan ledakan dari tubuh Hinoka sampai ia mulai menyerang balik tetapi ia sengaja menyentuh sebuah awan yang meledak cukup dahsyat juga.
Ledakan tersebut mementalkan Magnus menuju lautan sampai ia menyentuh bom lainnya yang Hinoka ubah menjadi air menggunakan realitas, wilayah itu sudah menjadi Medan penuh dengan perangkap bom ledakan besar.
Magnus mencoba untuk maju tetapi ia menabrak sebuah ombak yang langsung meledak juga sampai ia terdorong ke belakang dan melihat Hinoka dengan sebuah kapak besar di kedua tangannya.
__ADS_1
Magnus mencoba untuk menyerang tetapi tubuhnya menerima satu hantaman dari kapak tersebut sehingga kulit dan dagingnya langsung robek, memperlihatkan beberapa senar yang terus berkeliaran.
"Senar..." Hinoka mulai maju ke depan dan merasa lega bahwa Magnus tidak mengeluarkan apapun yang berkaitan dengan rasa traumanya sendiri.
Magnus menginjak pulau tetapi pulau tersebut langsung meledak dengan daya kekuatan besar yang mampu menciptakan tsunami sehingga Anastasia dan yang lainnya terkena ombak yang tidak mengandung realitas ledakan itu.
"Hebat sekali...!!!" Anastasia terlihat begitu senang dan bersemangat sampai mengakui Hinoka sebagai Legenda hebat yang bermimpi untuk menjadi idola alam semesta.
Magnus mencoba untuk menyerang lagi tetapi Hinoka langsung menghantam wajahnya sampai dirinya terpental ke belakang dan menerima ledakan lainnya.
BAM!!! BAM!!! BAM!!!
Magnus terus maju tanpa rasa menyerah di dalam dirinya karena ia tetap seorang Legenda yang akan terus maju sampai memuaskan hasrat dirinya untuk mengalami pertarungan yang sangat ia nantikan.
Hinoka menghantam wajah Magnus sampai wajahnya mengeluarkan beberapa senar yang bergerak, Hinoka menjatuhkan kapalnya lalu ia mengeluarkan sebuah granat di sakunya yang ia hantam dengan wajah Magnus.
Granat itu meledak di genggaman tangan Hinoka tetapi tidak melukainya karena ia sendiri sudah kebal dengan serangan yang berkaitan ledakan tetapi wajah Magnus sudah hancur tanpa sisa.
Senar yang terlepas keluar melalui leher Magnus langsung menciptakan kepala yang baru sampai membuat Hinoka mengerutkan dahinya karena ia terlihat seperti Legenda yang terbuat dari senar.
"Sebenarnya kau ini apa...?!"
Magnus menghantam perut Hinoka sampai ia terdorong ke belakang dan terjatuh di dalam air dimana Magnus terus mendorongnya ke belakang sehingga terjadi ledakan yang menjalar luas di dalam lautan itu.
Membunuh semua makhluk hidup yang ada di dalamnya bahkan sampai perlahan-lahan menghancurkan pulau terpencil yang ditinggali oleh bangsa Neko Legenda, mereka sekarang terasa seperti merasakan bahaya yang lebih besar.
Insting hewan mereka mulai mempengaruhi pikiran mereka kembali, entah itu harus diam atau bertarung demi bisa melindungi diri dan tentunya melawan hukum alam karena yang terkuat akan terus bertahan.
Hinoka terus menerima beberapa pukulan dari Magnus sampai ia tidak sempat menyerang lagi, tubuhnya mulai terasa semakin rapuh sehingga ia tidak begitu yakin bisa bertahan lama tanpa sihir pemulihan.
Hinoka menangkis pukulan Magnus tetapi telapak tangan kirinya langsung mencekik lehernya, dengan cepat Hinoka menendang tangan Magnus lalu memasang bom tempel di perutnya yang mengeluarkan ledakan kecil.
Ledakan kecil itu langsung Hinoka jadikan sebagai kunci itu melarikan diri, ia terbang tinggi ke atas langit selagi melirik ke belakang untuk melihat Magnus yang mengejar dirinya dengan tatapan kesal.
Kebetulan, bom tempel yang dipasang oleh Hinoka di bagian perut Magnus sempat meretakkan kristal di dalamnya sampai ia bisa merasakan tubuhnya dipenuhi dengan energi Crimson yang dapat diubah menjadi bubuk mesiu.
Hinoka meledakkan tubuhnya sendiri sehingga Magnus langsung menyerang secara membabi buta di dalam asap hitam yang ditimbulkan dari ledakan itu karena ia sendiri dapat merasakan keberadaan Hinoka di dalam sana.
Setiap serangan terus ia lepaskan sehingga satu pukulan langsung tertahan oleh asap yang membentuk kembali tangan, Magnus melebarkan matanya ketika melihat semua asap itu membentuk tubuh Hinoka kembali.
Hinoka langsung menghantam wajah Magnus sampai ia terdorong ke belakang, kemudian ia melempar beberapa granat ke depan sampai menempel dengan tubuhnya sendiri.
Semua granat itu meledak sampai mendorong tubuh Magnus sampai lautan sehingga sebagian dari tubuhnya sudah hancur dan robek sampai mengeluarkan banyak sekali senar sihir yang terus bergerak.
"Menyebalkan sekali." Hinoka menjentikkan jarinya sampai tubuh Magnus berubah menjadi ledakan besar yang menyebabkan lautan mengeluarkan gelombang air.
BAAAAMMMMM!!!
Ledakan terakhir berakhir beberapa detik kemudian sehingga Hinoka melihat banyak sekali senar yang mengambang di atas lautan, semua senar itu mulai bergerak sampai bersatu kembali dengan satu ikat.
__ADS_1
"Senar...?"