
"Kalau begitu akan aku panggil Shinobu sekarang juga---"
"Tu-Tunggu...!" Korrina menghentikan mereka semua untuk menghubungi cucunya karena ia masih belum memiliki persiapan yang pas untuk mendengarnya.
"Sayang sekali, mungkin Koizumi menantikan pertemuan dengan neneknya yang legendaris."
"Ugh... rasanya sulit sekali. Bagaimana kesan pertama kalian ketika bertemu dengan cucu kalian sendiri!?" Tanya Korrina dengan ekspresi panik.
"Kesan pertama... mereka tertidur, dan tidak tertarik membicarakan apapun dengan kami."
"Itu jelas karena mereka masih kecil... hahhhh... lupakan saja, lebih baik aku melakukan sedikit pemanasan dengan kalian bertiga yang sudah pasti berkembang sejauh ini."
Korrina mengatakannya selagi memegang tinjunya sendiri sehingga perhatian mereka tertarik dengan ajakan dari latih tanding seorang ratu Touriverse yang sudah membantu mereka cukup lama.
"Hohhh... apakah kau yakin, Korrina? Rasanya melawan kita bertiga sekaligus bukan pilihan yang baik, terutama lagi kita sudah menguasai berbagai macam hal yang menakutkan." Ucap Shira.
"Itu benar, kami bertiga bahkan sudah memiliki banyak pengalaman dalam bertarung melawan Ancient Legenda sampai memberikan hasil kemenangan." Kata Arata.
"Mungkin satu lawan satu bisa memberikan keadilan yang baik untukmu, Korrina."
"Hoh~ jadi mau meremehkan ya? Mulai dari sekarang tidak ada yang namanya menahan diri atau berbelas kasihan karena di Ragnarok kedua hal tersebut terasa tidak nyata sama sekali."
"Jika kalian bertiga sekuat dengan apa yang dibicarakan maka aku siap untuk menerima latih tanding ini agar bisa menilai kalian berdasarkan persiapan dan kekuatan terhadap Ragnarok!"
"Korrina, kenapa kamu tidak menantang kami saja agar lebih adil? Mereka itu pria loh." Kata Megumi yang ingin bertarung juga.
"Ini bukan soal jenis kelamin atau apapun itu... aku bisa mengurusi kalian setelah ini, tetapi yang lebih penting adalah melihat perkembangan sejauh apa yang dimiliki oleh ketiga Legenda ini."
"Kalau begitu, nanti kita latih tanding ya!" Ophilia sendiri terlihat bersemangat untuk bertarung dengan Korrina yang sudah melompat keluar dari jendela untuk bertarung melawan mereka.
Mereka bertiga langsung mengikuti dirinya keluar, Korrina melayang di atas langit lalu melihat ketiga Legenda itu langsung mengepung dirinya selagi melakukan kuda-kuda bertarung.
"Hmm, begitu ya... kalian memang sudah berkembang cukup jauh." Korrina membakar kedua tinjunya lalu ia memunculkan dua keling untuk menambahkan daya serangan.
"Kalau tidak salah kau adalah ibu dari segala surga... melihat ketiga anakmu yang katanya disebut sebagai anak surga."
"Ehh? Aku tidak tahu itu, justru aku sendiri bisa dibilang sebagai anak surga juga karena berhasil menggapai surga dalam perjalanan di luar layer itu."
""Uh... apa...?"" Mereka seketika memasang ekspresi bingung ketika Korrina tidak menanggapi dirinya sebagai seorang ibu surga.
"Hahaha, aku hanya bercanda kok..." Korrina mulai menunjuk ke depan lalu memunculkan sebuah pintu emas yang sangat besar.
"Heaven's Gate!" Korrina mengepalkan tinjunya sampai pintu surga itu terbuka lebar lalu memancarkan cahaya yang begitu biru sampai mereka dapat merasakan keringanan.
"Tidak perlu menahan diri lagi sekarang, maju!" Korrina memunculkan aura surga yang sangat besar sampai mengejutkan mereka bertiga karena tekanan dan esensinya yang begitu kuat.
"Kekuatan ini berbeda sekali... dia sepertinya bukan satu-satunya Legenda yang bertambah kuat." Ucap Shira selagi memperhatikan aura surga itu.
"Tidak mau menyerang dulu? Kalau begitu biarkan aku menunjukkan betapa mengerikannya medan tempur Ragnarok!!!" Korrina langsung menghilang lalu berpindah di sekitar mereka.
"Sial, aku sudah sepenuhnya melupakan cara bertarung Korrina... tetapi melihat dirinya yang bermunculan dimana-mana mengingatkan diriku pada sesuatu..." Kata Arata.
"Tidak jauh berbeda dengan yang dinamakan sebagai ilusi ya, klasik---" Korrina menghantam wajah Haruki sampai ia terpental menuju daratan.
Shira melebarkan matanya lalu ia mencoba untuk menggunakan Golden Spirit tetapi perhatian dirinya tertarik menuju semburan api surga yang mencoba untuk membakar tubuhnya.
Shira melompat ke atas, tetapi wajahnya menerima sambutan dari pukulan Korrina sampai ia terpental ke belakang.
Arata mengayunkan kedua pedang dosa Wrath dan Gluttony menuju arah Korrina yang langsung menahannya menggunakan keling itu lalu ia menendang perutnya sampai ia terdorong ke belakang.
"Kalian memang sudah meningkat cukup jauh ya..." Korrina tersenyum bangga melihat ketiga Legenda yang ia percayai memang sudah berkembang cukup jauh.
__ADS_1
"Kau bilang hal tersebut sebagai pengembangan...? Kita tidak bisa menyentuh dirimu sama sekali!!!" Arata langsung mengerahkan seluruh kekuatannya.
"Light of Hope!!!" Shira melepaskan cahaya yang sangat cerah untuk mengerahkan seluruh kekuatannya agar bisa mengimbangi kekuatannya dengan Korrina.
Haruki memunculkan kedua pedangnya lalu ia mengerahkan seluruh kekuatannya sampai aura dari ketiga Legenda itu menyatu sehingga melepaskan dorongan besar menuju arah Korrina.
"Begitu ya..." Korrina mulai menjaga jarak dengan melayang ke belakang sedikit demi sedikit selagi memperhatikan mereka mengerahkan kekuatan aslinya.
Dengan kekuatan yang terlepas banyak sekali dari mereka, tidak ada guncangan atau getaran apapun di dalam planet Legenia sampai Megumi mulai bertanya-tanya kemana semua tekanan itu pergi.
"Mereka seharusnya menahan diri jika ingin melakukan latih tanding, kekuatan sebesar itu sudah pasti akan mengacaukan seisi alam semesta." Kata Megumi.
"Tenang saja, tenang saja, Heaven's Gate menyedot semua kekuatan apapun yang mencoba untuk menghancurkan apapun..."
"...maka dari itu kita dapat bertarung sepuas mungkin tanpa mengkhawatirkan kehancuran di sekitar kita, sekarang maju!!!" Seru Korrina keras yang melihat mereka bertiga menyerang dirinya secara bersamaan.
Kecepatan mereka mulai tidak terlihat seketika, Megumi bersama yang lainnya tidak melihat apapun kecuali pintu surga besar di atas langit, pergerakan mereka benar-benar melampaui kecepatan tak terbatas sampai tidak kasat mata.
Korrina terus menahan semua serangan mereka yang berjalan secara beruntun sampai ia tidak bisa menjelaskan kebanggaannya kepada mereka bertiga yang sudah berkembang cukup jauh.
"Dilarang untuk menggunakan kemampuan yang berada di luar konsep mematikan ya..."
"...aku ingin melihat segi kekuatan dan sihir kalian seperti biasanya!" Kata Korrina yang mulai menyerang balik dengan menendang perut Haruki lalu ia melancarkan kedua tinjunya ke depan sampa mengenai wajah mereka berdua.
Shira menyerang balik lalu ia berhasil menipu Korrina dengan bermunculan di sekitarnya sampai satu pukulan terlepas lalu mengenai wajahnya, kemudian Arata berhasil menebas perutnya dan punggung Korrina menerima tusukan dari pedang Haruki.
"Baiklah!" Korrina langsung membakar tubuhnya dengan api surga lalu ia melancarkan beberapa pukulan beruntun menuju arah mereka semua.
Korrina melancarkan satu pukulan menuju arah Shira tetapi ia berhasil menghindarinya sampai dirinya menerima sebuah tebasan dari Arata dan Haruki di belakang.
Fokus Korrina mulai pecah ketika ia sekarang menerima banyak luka dari mereka, ia melepaskan beberapa pukulan yang sempat mengeluarkan beberapa ilusi sampai membuat mereka bingung seketika.
Semua ilusi itu berhasil melukai mereka hanya dengan sebuah pukulan, "Ini bukan ilusi biasa melainkan seperti klon yang hanya akan menghilang ketika kita menyerangnya...!"
Hanya saja latihan kecil sebagai pemanasan dapat membawa mereka menuju suasana Ragnarok dengan jumlah penghuni yang sangat banyak serta petarung yang bisa dibilang mengerikan dan kuat sekali.
Heaven's Gate terus menyedot seluruh kekuatan dan tekanan mereka yang mencoba untuk mengacaukan seluruh alam semesta sampai mereka terus bersenang-senang dengan melakukan latihan.
"... ..." Shinobu diam-diam keluar dari Realm of Light hanya untuk memperhatikan pertarungan tersebut secara diam-diam tanpa sepengetahuan mereka.
"Nenek benar-benar sudah pulang ya..." Shinobu melihat Korrina dengan ekspresi polosnya sampai ia berpikir bahwa dirinya mungkin memiliki banyak informasi yang ia butuhkan.
"Jadi semua yang Koneko lihat di dalam perpustakaan itu adalah kebenaran, sungguh mengerikan..."
"...aku hanya perlu melihat proses itu berjalan tanpa memberitahu siapapun, tetapi Ragnarok... apakah kita semua bisa bertarung sebagai satu penghuni Touriverse tanpa perselisihan apapun?"
"Sekali saja aku mengubah apa yang ada di dalam buku itu hanya akan menarik perhatian dia yang memperhatikan segalanya..."
"... ..."
Shinobu terus memperhatikan pertarungan itu sampai selesai, tidak lama kemudian mereka mulai melakukan pembicaraan lainnya yang mengaitkan tentang ketiga cucu Korrina untuk bertemu sekarang juga.
"Aku masih belum siap..."
"Apa maksudmu dengan belum siap... sudah saatnya kau bertemu dengan ketiga cucumu yang belum pernah melihat dirimu sama sekali."
"Ga-Gawat...!" Shinobu berpindah secepat mungkin menuju Realm of Light lalu ia berpura-pura melanjutkan latihannya itu.
Mereka semua mulai memanggil Shinobu, Hinoka, dan Koizumi untuk datang menemui Korrina yang masih belum siap untuk berhadapan secara langsung dengan ketiga cucunya itu.
"Apa yang harus kulakukan... menyambut mereka seperti biasanya...?" Tanya Korrina dengan ekspresi gugup.
__ADS_1
"Sudahlah, kamu tidak perlu mengkhawatirkan tentang hal itu... anggap saja mereka seperti anakmu sendiri karena mereka memang mengingatkan diriku kepada Kou, Honoka, dan Haruka." Kata Chloe.
"Ugh... entah kenapa aku terus merasa bersalah karena tidak pernah sekalipun hadir untuk mereka..."
"...ditambah lagi aku belum bertemu dengan ketiga Ibunya itu, terakhir kali ratusan tahun lamanya sampai aku sangat merindukan mereka semua."
"Kamu terlalu memikirkannya, sudahlah... jangan memikirkan hal-hal yang tidak baik untuk pikiran sehatmu, kau baru saja kembali seperti dirimu sendiri." Ophilia mengusap kepala Korrina.
"Ya... itu bisa dibilang sengaja demi bisa melupakan semua ketakutan dan riwayat tentang Ragnarok."
...
...
"Shinobu." Panggil Shira.
"Mm?" Shinobu menoleh kepada Shira dengan ekspresi polosnya.
"Kenapa, Kakek?"
"Aku ingin kamu datang sebentar denganku untuk menemui seseorang yang penting."
"Baik~" Shinobu melangkah menuju Shira lalu ia memegang tangannya erat seperti anak kecil untuk bersikap seolah-olah tidak mengetahui apa yang terjadi selanjutnya.
"Baiklah... aku perlu bertemu dengan Nenek Korrina..."
...
...
"Ehh? Apa?" Hinoka memasang ekspresi bingung.
"Aku baru saja dapat panggilan dari yang lain di Legenia, kita sepertinya perlu mendatangi istana di kerajaan Ghisaru untuk membahas sesuatu..." Jawab Shizen.
"Hehhh... membosankan, padahal aku sudah berpikir untuk mengubah satu alam semesta menjadi ledakan." Hinoka melangkah maju menuju Shizen.
...
...
"Tidak, Koizumi, kau masih melakukan kesalahan---" Ketika Hana mencoba untuk menjelaskan sebuah kemampuan, mereka dikejutkan dengan kehadiran Arata di belakangnya.
"Koizumi."
"Kenapa? Apa latihan yang sebenarnya di mulai sekarang?" Tanya Koizumi.
"Kita simpan hal tersebut untuk nanti, kau perlu menemui seseorang yang ingin sekali bertemu dengan dirimu."
"Dan itu...?"
***
Korrina dapat merasakan keberadaan mereka mulai mendekat, ia menoleh ke belakang lalu melihat beberapa orang mulai muncul sampai pandangannya langsung tertuju kepada ketiga gadis yang bisa disebut sebagai cucunya.
Korrina seketika memasang tatapan canggung ketika melihat Koizumi dan Hinoka memiliki rambut merah seperti dirinya sedangkan untuk Shinobu mungkin karena ukuran tubuhnya yang paling kecil.
"Perkenalkan, anak-anak..."
"...dia adalah ratu Touriverse pertama juga nenek kalian yang sudah pulang dari perjalanan panjangnya."
"Se-Selamat siang..."
__ADS_1
"... ..."