Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 764 - Pemberontak Vs Kesatria Zodiak


__ADS_3

Ako melepaskan beberapa panah es ke arah Viz yang mulai menggambar beberapa mantra menggunakan tongkat sihirnya, setiap gambaran itu selalu berkaitan dengan simbol dari zodiaknya sendiri yaitu Virgo.


Lambang Virgo yang ia gambar berwarna merah, sebuah sihir api merah darah mulai menghapus semua panah itu sampai Ako melompat ke arah Viz selagi mengubah busur itu.


Kali ini Ako menggunakan sebuah pedang panjang yang lalu ia ayunkan ke arah Viz, sayangnya serangan itu berhasil tertahan oleh tongkat sihir Viz yang mengeluarkan aura rasi bintang indah.


Viz mendorong Ako mundur lalu ia menggambar lambang Virgo besar yang berwarna putih, lambang tersebut langsung mengeluarkan angin topan yang menekan tubuhnya seketika.


"Uck..." Ako memegang erat pedangnya lalu ia mengubahnya menjadi tombak dan memutarnya sampai mengeluarkan angin yang asli beradu dengan angin topan tersebut.


Ako perlu mengingat sesuatu tentang kemampuan kesatria Virgo yang dapat menambahkan durasi pengguna sihir dan memperlambat rapalan sihir, intinya ia perlu bertarung dengan fisik dan kemampuannya.


Senjata sihir yang ia gunakan untungnya masih belum terkena pengaruh dari sihir itu sampai dirinya mulai memutarkan tombak tersebut lalu melepaskan angin yang sangat dingin.


Angin itu mampu membekukan tongkat sihir Viz seketika sampai zirahnya juga ikut membeku, Ako melompat ke arah Viz lalu ia mengarahkan satu serangan.


"... ...!!!" Secara refleks, Ako berhasil menghindari serangan kristal es yang Viz runcingkan menggunakan sihir, walaupun ujung dari kristal tersebut menusuk pinggang dan lengannya.


Setidaknya Ako tidak menanggung risiko kesakitan ketika menerima tusukan yang cukup dalam di bagian perutnya sendiri, ia mulai mendarat di atas tanah dan menutup luka yang mengeluarkan darah.


"Untungnya aku... tidak selalu fokus dengan sihir." Ako mengubah senjata sihirnya menjadi tinju yang menyelimuti kedua tangannya sampai ia mengepalkannya cukup keras.


"Magic Fist: Divine Trance!"


"Itu dia..." Ungkap Viz yang mulai menggambar lambang Virgo besar berwarna hitam, mantra itu mampu menciptakan lambang Virgo yaitu wanita besar di hadapannya.


Sihir yang mampu untuk menahan serangan apapun, ia tidak ingin menanggung risiko untuk menerima pukulan dari Ako yang sedang mengisi semua Lenergynya lalu di satukan ke dalam sarung tinju itu.


"Cordelia... aku tahu informasimu tidak pernah salah... jika saja kau memberikan diriku prediksi menang maka aku tidak akan merasa gugup seperti ini." Viz merapatkan giginya kesal.


"Kau memang terlalu loyal kepada Leon sampai menghabiskan semua prediksi masa depan kemenangan untuk dirinya..."


"...jadi kami bisa di sebut pion untuk memperkuat Leon dengan konstelasi itu, hah!?" Viz memasang tatapan kesal sampai langit-langit berubah menjadi hitam.


Ako mulai terbang tinggi ke atas langit, menghindari semua angin topas yang di lepaskan oleh awan hitam itu sehingga ia berhasil menyatukan semua Lenergy itu ke titik yang sama.


"Umbral Charge...!"


Seluruh atribut serangan fisik dan magis dilipat gandakan sebanyak 4 kali, kecepatan Ako bertambah drastis sebanyak 200%, memperkuat seluruh pertahanan fisik dan magis, dan mampu bertahan dari kematian hanya sekali.


Ako melesat maju ke depan lalu ia melancarkan satu pukulan yang berhasil menggetarkan pertahanan itu, Viz terus mendorongnya dan menggunakan keuntungan dari kekuatan Ako.


Semua serangan dan tekanan yang menekan pertahanan itu langsung di balikkan kepada Ako sampai ia menerima beberapa kesakitan terapi dirinya terus maju sampai menghancurkan pertahanan tersebut.


"... ...!" Viz memasang tatapan kaget sehingga tidak memiliki kesempatan untuk bereaksi, tinju yang Ako lancarkan mengenai wajah Viz.


BAAAAMMM!!!


Pukulan yang langsung menghancurkan zirah bagian kepala Viz, setiap zirah milik kesatria zodiak sangat berbeda dan mengandung durabilitas yang begitu tinggi karena tercipta dari bintang itu sendiri, rasi bintang.


Viz terpental menuju daratan tetapi tongkat sihir itu berubah menjadi sapu sihir yang menyeimbangkannya tubuhnya sampai ia mendarat dengan selamat.


Luka yang ia terima cukup besar sampai zirah bagian atas telah setengahnya hancur, ia langsung melepaskan semua sisa zirah kepala itu dengan cepat selagi memasang tatapan mematikan.


"Dasar bocah tengik...! Jangan berpikir bahwa serangan seperti itu cukup untuk menghentikan diriku!" Seru Viz sehingga ia memunculkan tongkat sihir lainnya yang ia angkat ke atas.

__ADS_1


Ako mulai kehabisan nafas karena melepaskan kekuatan yang besar tadi, ia mencoba untuk mengendalikan kembali Lenergy itu dan menyebarnya di seluruh tubuhnya agar ia bisa bertahan.


Ako melihat wajah Viz yang dipenuhi darah karena pukulan tadi mampu menembus sampai wajahnya, mata kanannya juga terlihat memar karena pukulan tadi.


"Biarkan angin membawa dirimu langsung ke dalam neraka...!!!" Viz memutarkan tongkat sihir itu sampai memancing seluruh angin topan yang ia kumpulkan sampai berukuran melebihi gunung.


"Hah... Hah... aku tidak akan mengecewakan mereka...!" Kata Ako yang mulai mengubah senjata sihirnya menjadi tombak yang siap untuk mendorong topan besar itu.


***


Koizumi menghentikan waktu lalu ia mulai mendekati Scorch untuk mencari celah, tidak ada satu pun yang dapat ia lakukan untuk melukai dirinya.


Waktu kembali berjalan dan Scorch langsung mengarahkan ekor itu ke arah Koizumi tetapi ia langsung melakukan backflip ke belakang beberapa kali.


Ujung ekor kalajengking Scorch terbuka sampai melepaskan beberapa racun yang meleleh dan masuk ke dalam inti dari planet itu, Koizumi melompat ke atas dan terbang tinggi untuk mencari keuntungan.


"... ..." Koizumi menatap Scorch yang cukup berbahaya, tubuh dan serangannya dipenuhi racun sampai ia perlu mencari cara untuk melepaskan zirah tersebut.


Koizumi memegang erat belatinya lalu ia menatapnya sampai ia mulai menyentuh lehernya yang terdapat tato berlambang Greed, Scorch memperpanjang ekornya dan mencoba untuk menusuk Koizumi.


Koizumi mendarat di atas langit sehingga ia menginjak sesuatu yang begitu lembut, ia menatap ke daratan dan melihat seekor kalajengking yang meledakkan sampai mengeluarkan silet yang melesat ke arahnya.


Koizumi mundur ke belakang tetapi silet itu bergerak sangat cepat sampai mengenai jari kelingking Koizumi lalu melelehkannya, rasa sakit dari racun itu bisa terasa sehingga ia langsung memutuskan jari kelingkingnya sebelum racun itu menyebar.


"Ternyata kau tidak sendirian ya..." Koizumi menginjak jari kelingking yang ia putuskan sebelum racun itu menyebar.


"Aku tidak bisa mengharapkan hal amatir dari pemberontakan berumur lima tahun seperti dirimu..."


"...sungguh mengejutkan, ternyata keturunan Shimatsu memang cukup ketat tentang pemberontakan ya." Scorch mulai mendekati mulut zirahnya yang mengeluarkan gumpalan racun berbentuk kalajengking yang hidup.


Koizumi menutup mata kirinya, mencoba untuk menggunakan kemampuan yang dapat membaca masa depan selama sepuluh detik ke depan, walaupun durasinya sedikit tetapi ia bisa melihat serangan tersembunyi tadi.


Kemungkinan besar kesatria yang tak kasat mata itu atau kesatria Libra bisa saja bersembunyi hanya untuk bekerja sama dengan Scorch agar ia bisa terkecoh dan menjatuhkan pertahanannya.


Koizumi membuka mata kiri lebar sampai pupilnya berubah menjadi lambang jam dengan jarum jam yang berputar maju selama sepuluh detik sampai sebelah pandangannya melihat pipi Koizumi meleleh seketika.


"... ...!!!" Koizumi terkejut ketika melihatnya, ia segera menatap ke arah Scorch yang melempar beberapa silet ke arahnya tetapi ia berhasil menghancurkan semua itu menggunakan belatinya.


Semua silet yang hancur itu berubah menjadi potongan besi kecil yang berubah bentuk menjadi kalajengking, serangga tersebut langsung melompat ke arah Koizumi dan menusuk pipinya menggunakan ekornya.


"Ugh...!!!" Koizumi tidak melihat kalajengking itu karena Liberon yang menggunakan kemampuannya untuk mengubahnya menjadi tak kasat mata.


"Aaaagggghhh...!!!" Koizumi menjerit keras, merasa kesakitan sampai pipi yang tertusuk oleh ekor itu mulai meleleh, ia segera menutupnya menggunakan tapaknya.


Scorch menaikkan kedua alisnya ketika melihat Koizumi dengan nekat menutup luka yang meleleh itu, jika ia melakukannya seperti itu maka tangannya akan ikut meleleh.


"Ada apa ini, Scorch? Kenapa rasa sakit itu hanya bertahan sangat singkat?" Tanya Liberon melalui telepati.


"Entahlah... aku tidak pernah mendengar Cordelia mengatakan sesuatu seperti ini." Jawab Scorch yang memperpanjang ekornya lalu mencoba untuk menusuk dirinya.


Koizumi menghentikan waktu lalu ia mengangkat belatinya dan memutuskan ekor Scorch lalu mendorongnya ke depan menggunakan dorongan besar.


Ketika waktu kembali berjalan Scorch terpental ke belakang dengan ekornya yang potong, ia memasang tatapan kesal karena penghentian waktu selama lima detik itu cukup menyebalkan.


Mata kiri Koizumi yang berlambang jam menunjukkan jarum jam yang berjalan selama sepuluh detik ke depan sampai sebelah pandangannya melihat salah satu dari kaki Koizumi putus.

__ADS_1


"...apa?!"


***


Shinobu masuk ke dalam ruangan sandera lalu ia melihat beberapa penjaga yang mencoba untuk menghalang jalannya agar tidak menyelamatkan semua Legenda yang di rendahkan.


Semua Legenda itu mencoba untuk menggunakan sihir ke arahnya tetapi pergerakan Shinobu cukup cepat untuk mementalkan mereka semua keluar menggunakan kedua tapaknya yang melepaskan sinar matahari.


Shinobu mendengar pergerakan yang mendekati dirinya dari belakang, ia menoleh ke belakang lalu menghantam penjaga tersebut sampai terlempar ke atas.


Setelah itu, ia melanjutkan serangan dengan melepaskan sinar matahari yang mengandung [Repulsor] tinggi di dalamnya yaitu [Golden Repulsor] untuk mementalkan mereka semua keluar sampai membuat mereka tidak bisa bergerak.


Shinobu menembakkan Golden Repulsor itu ke arah penjaga di sebelah kiri lalu melanjutkannya di sebelah kanan sampai ia perlu berhati-hati dengan semua sandera itu.


Shinobu melihat penjaga yang berkumpul di hadapannya dengan perisai, ia melepaskan Golden Repulsor menggunakan kedua tapaknya sampai mementalkan mereka ke belakang sampai menghancurkan tembok.


Beberapa penjaga langsung menahan semua sandera itu dengan mengancam Shinobu agar tidak bergerak, mereka semua mengarahkan sebuah pisau kepada leher sandera itu.


Kacamata Shinobu langsung menandakan semua musuh yang dapat di serang, ia menurunkan kedua lengannya tetapi jari-jarinya menciptakan sebuah daun emas yang bergerak maju ke depan sampai menusuk kening sampai otak.


Mereka semua terjatuh dan tentunya tidak terjamin akan selamat, Shinobu berhasil menyapu semua penjaga yang mencoba untuk menyiksa mereka semua sehingga ia mulai tersenyum kepada semua sandera itu.


"Kalian semua sela---" Shinobu terkejut dan menghindari sebuah lemparan batu dari salah satu sandera itu.


"Neko Legenda...!!! Itu Neko Legenda yang semua Legenda incar...!!!"


"Neko Legenda dengan tangan dan kaki robot...! Sa-Sangat mengerikan...!"


"Kenapa kau datang ke sini...!? Kau pasti ingin memakan dan membunuh kita, kan!?"


Shinobu mendapatkan pengucapan terima kasih yang cukup menyediakan, walaupun mereka berhasil di selamatkan dari hukuman dan penyiksaan kerajaan Leonial.


Mereka tetap memandang Neko Legenda sebagai kerugian dan masalah besar, mereka juga mengenal kebenaran Shinobu bahwa dirinya adalah sebuah masalah dan bahaya besar sama seperti Kou.


Shinobu terus memasang tatapan kaget sampai ia mencoba untuk mendapatkan kepercayaan mereka, "T-Tunggu dulu..."


"...aku tidak akan memakan kalian---" Shinobu menahan lemparan batu lainnya sehingga semua sandera itu langsung melempar Shinobu ratusan batu agar ia mau pergi.


Para anak-anak juga mulai menangis keras karena ketakutan ketika melihat Shinobu, percuma saja ia menutup ekor dan telinganya, semua orang mengetahui riwayat buruk Shinobu dan Kou berkat berbagai macam hal.


"Anuu... Maafkan aku... maafkan aku jika berbuat salah, aku tidak bermaksud atau di sengaja..." Shinobu yang diperlakukan buruk seperti itu tetap bersikap positif sampai senyuman terus ia pasang.


Walaupun perasaan dan hatinya terus tersakiti, ia tetap menunjukkan perasaan positif selagi menundukkan kepalanya kepada mereka untuk meminta maaf karena sudah menakut-nakuti.


"CEPATLAH PERGI, DASAR MONSTER!!!"


"Jangan sembarangan menyelamatkan orang lain...!!!"


"Dasar Neko Legenda rendahan...!"


"Anuuu... maaf... sekali lagi maaf---" Tengkuk Shinobu menerima satu hantaman yang keras oleh Leon yang baru saja tiba, Shinobu langsung terjatuh dan pingsan.


"Dunia memang kejam ya, Shinobu Koneko..." Leon menunjuk semua sandera itu menggunakan tapak tangannya.


Semua sandera itu memasang tatapan yang terlihat ketakutan, "Pe-Pemimpin Leon...!"

__ADS_1


"...bukannya begitu?"


__ADS_2