
"Pertarungan latih tanding kali ini... aku tidak menyarankan untuk menggunakan serangan dari jarak jauh." Peringat Koizumi.
"Apakah tombak termasuk senjata jarak jauh, Koizumi? Hanya memastikan saja..." Tanya Konomi.
"Untuk tombak masih bisa di bilang senjata jarak dekat..." Koizumi mulai menatap Hinoka yang sedang mempersiapkan sebuah granat dan molotov untuk di lempar.
"Sihir dan senjata yang berkaitan dengan ledakan itu sama saja dengan senjata jarak jauh, kau bisa saja memasang jebakan..." Koizumi langsung melarang sihir Hinoka yang sangat berbahaya.
"Hehhhh... tapi sihirku hanya bisa digunakan dari jarak yang tidak begitu jauh kok, lima meter adalah batasannya!"
"Tidak... aku sudah mengatakannya sejak awal bukan? Kita akan melakukan latih tanding dengan fisik dari jarak dekat."
Perkataan Koizumi dapat di mengerti oleh mereka semua, Ako mengeluarkan sebuah katana sedangkan Konomi memunculkan sebuah tombak untuk bertarung melawan Koizumi.
"A-Aku tidak begitu siap..." Shinobu menundukkan kepalanya karena ia tidak bisa bertarung dari jarak dekat begitu baik.
"Shinobu... Latihan untuk menembak dan menyerang dari jarak jauh tidak akan menambahkan pengalaman baru untukmu ya." Koizumi mendekati Shinobu lalu mengelus kepalanya.
"Kau boleh memakai senjata jarak jauh asalkan tidak menembaknya secara terus menerus, kalau bisa... kau maju dan coba untuk memukul diriku." Koizumi mencabut belati di dalam sarungnya.
"Koneko, kamu pasti bisa~ aku yakin hasil kerja kerasmu dengan alat yang selalu kamu ciptakan tidak akan mengkhianati hasil apapun!" Hinoka mendekati Shinobu lalu berbisik dengannya.
"Bagaimana kalau..."
"E-Ehh...!?"
"Oke~?"
"Apakah Kak Koizumi akan baik-baik saja...?"
"Tentu saja~ dia kan Legenda yang sudah terlatih!"
"B-Baik..."
Koizumi menunjukkan kuda-kuda bertarungnya, kedua matanya memancarkan cahaya merah sampai lambang Greed di bagian lehernya ikut menyala.
"Apakah kita berempat akan melawanmu? Kau yakin, Koizumi?" Hinoka menunjukkan senyuman lebarnya karena tidak sabar untuk mencoba sesuatu dengan Shinobu.
"Apakah kita bisa melakukannya?" Tanya Ako.
"Tentu saja~ Dengan kekuatan dari keimutan! Te-he~" Hinoka melakukan pose damai.
"Selama kita mau berusaha maka kesempatan untuk menang bisa terlihat..." Konomi menunjukkan kuda-kuda bertarungnya sampai mata kirinya mulai memancarkan sinar.
"Aku bisa mengatasi ribuan pasukan Legenda kesatria, lagi pula ini hanya latihan sementara agar kalian mau melanjutkannya nanti, pertempuran sebenarnya akan lebih mengerikan dari yang kalian bayangkan!"
"Koneko... akan berjuang!" Shinobu mengangguk lalu ia mempersiapkan diri untuk membuka mode pertarungan.
Konomi melesat maju ke depan lalu melancarkan satu serangan, Koizumi berhasil menahannya lalu melanjutkannya dengan satu tendangan yang mengenai perutnya sampai ia terdorong ke belakang.
Shinobu melompat ke atas untuk menyerap cahaya matahari yang mengenai tubuhnya, Ako dan Konomi mulai menyerang Koizumi secara bersamaan.
"Serangan beruntun ya..." Koizumi menghindari semua serangan yang mereka lancarkan lalu menunduk sampai berhasil menghindari serangan Ako.
Ia menyerang balik dengan menendang kakinya hingga terjatuh, setelah itu melakukan backflip ke belakang sampai ujung tapak kakinya mengenai wajah Konomi sampai mereka berdua terdorong ke belakang.
Shinobu mendarat menuju arah Koizumi selagi mengepalkan tinju kanannya sampai memancarkan cahaya yang sudah ia serap melalui tubuhnya.
Koizumi melihat Ako dan Konomi mencoba untuk menyerangnya lagi, ia melakukan putaran 360 derajat lalu menangkis serangan Ako dan Konomi lalu melesat ke arah Shinobu untuk menyerap cahaya yang ada di tangannya.
Setelah itu, Koizumi mendekati Hinoka yang entah kenapa tidak melakukan serangan apapun sejak awal, "Cahaya tadi kau serap ya...!"
Koizumi mengangkat alisnya ketika Hinoka berbicara seperti itu, kemungkinan besar cahaya yang ia serap tadi mengandung efek ledakan besar yang menghitung mundur.
"A-Apa yang kau coba lakukan, Hinoka...?" Tanya Ako.
"Tentu saja~ Ledakan~ 2 detik---" Koizumi langsung menghentikan waktu selama lima detik lalu melesat dan mengunci gerakan Hinoka sampai waktu kembali berjalan.
"Apa yang kau coba lakukan...?" Tanya Koizumi.
__ADS_1
"Awwww!!! Sakit...!!! Sakit...!"
Shinobu mengangkat kedua lengannya untuk menyerap lebih banyak cahaya, Konomi mengangkat tombaknya lalu mengarahkannya kepada Koizumi untuk menyerang dirinya.
Ako mengubah kapak sihirnya menjadi tombak sihir, "Aku akan membantu dirimu! Hinoka!"
Kedua saudara itu melesat maju ke depan lalu melancarkan serangan kombinasi sampai Koizumi menerima luka itu karena lengah oleh Hinoka yang melanggar peraturan.
"Bisa-bisanya perhatianku teralihkan karena Hinoka yang melanggar peraturan..."
"Apa?! Aku tidak akan melesakkan dirimu..."
"Bagaimana pun kau menggunakan sihir jarak jauh, bukannya aku sudah bilang untuk tidak boleh menggunakan sihir jarak jauh!" Koizumi menggenggam tangan Hinoka lalu melemparnya ke arah Shinobu.
Shinobu menghindarinya dengan terbang ke atas langit lalu ia mengulurkan kedua lengannya ke depan sampai mengeluarkan cahaya yang begitu cerah.
"Golden Repulsor...!" Shinobu melepaskan dua gelombang emas melalui kedua tapak tangannya.
"Time Eater..." Koizumi menghilangkan waktu yang di pakai Shinobu untuk mengumpulkan cahaya matahari dan membuat sihirnya menghilang seketika.
"E-Ehh...?" Ekspresi Shinobu terlihat kebingungan seketika sampai ia mendarat kembali di atas daratan selagi menatap kedua lengannya yang ia pikir sudah rusak.
"Ternyata Shinobu sudah bisa menciptakan alat yang cukup hebat seperti itu... penyerapan Lenergy dan bahkan intinya tubuhnya bisa menyerap cahaya juga."
Koizumi melihat Ako melakukan serangan beruntun, ia juga bahkan melihat Konomi melakukan serangan dari udara, ia mencoba untuk menghentikan waktu tetapi terlihat Hinoka yang melesat maju ke depan.
Hinoka melancarkan satu tendangan yang mendapatkan dorongan begitu cepat berkat ledakan yang ia jadikan sebagai pembakaran untuk menambahkan kecepatan dan kekuatan.
Shinobu memunculkan senapan api melalui kedua bahunya lalu ia menunjuk Koizumi untuk menyerangnya sampai ia tertekan oleh semua serangan yang berbeda.
Koizumi menahan serangan Ako dengan tangan kosong lalu membantingnya ke arah Konomi, setelah itu ia menahan tendangan Hinoka lalu melempar belatinya ke arah semua senapan yang menembakkan roket.
BAAAAMMMM!!!
Hinoka melakukan putaran ke belakang lalu ia mengambil sebuah batu kecil untuk mengubahnya menjadi granat yang ia lempar ke arah Koizumi.
"Tidak, terima kasih!" Koizumi mengambilnya lalu melemparnya kembali kepada Hinoka sampai ledakan granat itu mengenai tubuhnya.
"Untungnya aku kebal dengan ledakan, te-he~"
"Kalau begitu, apakah kau kebal dengan ini?" Koizumi muncul di hadapan Hinoka lalu memberi dirinya sebuah sentilan yang mengenai wajahnya sampai ia terpental ke belakang.
Ako dan Konomi mulai menatap satu sama lain, "Mari kita menyerangnya bersama-sama lagi, Ako!"
"Ayo, Kakak!" Ako mengubah tombak sihirnya kembali menjadi katana.
Mereka berdua melesat menuju arah Koizumi lalu mempersiapkan serangan kombinasi agar bisa mengenai tubuhnya itu, Shinobu terbang tinggi ke atas lalu meluncurkan beberapa cahaya ke arah Koizumi.
Koizumi menyerap semua cahaya itu lalu menghindari serangan kombinasi dari kedua saudara itu, "Melawan kalian cukup memusingkan... tidak seperti melawan pasukan Legenda!"
Koizumi mengembalikan serangan Shinobu kepada Ako tetapi ia berhasil menciptakan pertahanan yang mampu menahan serangan yang dibalikkan itu dengan cepat.
Koizumi berhasil menahan serangan Konomi tetapi tubuhnya menerima satu serangan balik Ako yang begitu lemah sampai ia terdorong ke belakang lalu menerima sambutan pukulan Shinobu yang begitu lemah.
"Kurasa kalian sudah terbiasa melawan diriku... kali ini, aku yang akan menyerang!" Koizumi memegang erat belatinya lalu ia mendorong Shinobu mundur.
Koizumi melesat penuh kecepatan ke arah Ako lalu menyerangnya secara beruntun sehingga satu serangan ia terima tetapi dirinya mulai menghindari semua serangan itu.
Konomi muncul di belakang Koizumi lalu ia melancarkan tombaknya itu tetapi Koizumi muncul di belakangnya lalu menendang punggungnya sampai ia terdorong ke depan dan menabrak Ako.
Koizumi terus di tekan oleh Ako dan Konomi yang terus maju sampai dirinya tidak melihat Shinobu atau Hinoka menyerang, Shinobu terlihat seperti ingin menyerang tetapi ia tidak begitu baik dalam melakukan bela diri.
Namun, ia melihat Hinoka mencoba untuk melakukan serangan jarak jauh lagi menggunakan sihir ledakannya, "Sudah aku bilang bahwa latihan ini bela diri bukan sihir...!"
Koizumi muncul di hadapan Hinoka lalu melancarkan satu pukulan yang begitu keras sampai mengenai perutnya, ia langsung memuntahkan beberapa darah segar melalui mulutnya.
"Gawat...! Aku kelepasan...!" Koizumi baru saja sadar bahwa ia melukai Hinoka secara tidak sengaja sehingga ekspresinya yang tadi terlihat begitu bahagia langsung berubah menjadi suram.
Ekspresi yang dipenuhi keputusasaan bahkan depresi sehingga matanya terlihat begitu mati sampai memancarkan cahaya merah, "... ...!"
__ADS_1
Darah yang membangkitkan kembali rasa trauma dan ketakutan yang ia lihat di hadapan ibunya, ia langsung melancarkan satu tendangan yang begitu keras mengenai Koizumi menghempas dirinya ke belakang.
"H-Hinoka...?!" Ako terkejut ketika merasakan tendangan tadi melepaskan dorongan yang begitu besar.
Shinobu dari jarak jauh bisa merasakan perubahan perasaan yang begitu drastis, ia menggunakan The Mind untuk menghapusnya sampai dirinya kembali seperti semula dengan ekspresi yang bingung.
"A-Apa itu tadi...? Kekuatan dan tekanan yang ia miliki di dalam tubuhnya meningkat drastis..." Ungkap Koizumi yang mulai bangkit.
Kedua lengannya yang berhasil menahan tendangan Hinoka mulai bergetar seketika karena menerima satu tendangan yang begitu menyakitkan.
"Melihat darah... ekspresinya bisa berubah seperti itu sampai ia menjadi Hinoka dengan kekuatan yang mengerikan, aneh sekali..." Koizumi mulai menatap mereka semua dengan tatapan serius.
Shinobu mulai menggali tanah lalu menutup bekas darah itu agar Hinoka tidak melihatnya, ia tidak ingin dirinya hilang kendali karena melihat darah yang berjumlah cukup banyak.
"Baiklah, latihan selesai... kalian sepertinya sudah mendapatkan cukup pengalaman untuk bertarung sendirian." Koizumi terpaksa untuk menghentikannya sebelum ia melihat Hinoka bersikap aneh seperti tadi.
Mereka semua langsung duduk di atas tanah dengan keringat yang terus berjatuhan, latih tanding ini sempat memberi mereka banyak pengalaman, Shinobu telah merasakan pertarungan dari jarak yang dekat sampai ia tidak sabar untuk mempelajarinya kembali.
Hinoka merasa sedikit kecewa karena latihan berakhir begitu cepat sebelum ia menunjukkan kehebatan dari sihir ledakannya, Konomi dan Ako menantikan latihan lainya ketika mereka sudah pulang.
Latihan akan terus di lakukan demi bisa mengikuti ujian untuk menjadi Legenda layak atau pemberontak, mereka berencana untuk menjadi pemberontak sedangkan Shinobu hanya ingin menjadi Legenda yang dapat bersikap mandiri dan dapat melindungi siapa pun yang ia inginkan.
Koizumi hanya bisa diam selagi memperhatikan Hinoka yang sedang memeluk Shinobu, "Ada apa ini...? Kenapa aku tidak menyadarinya sejak awal...? Apakah Hinoka memiliki perbedaan yang belum ku ketahui...?"
"Aku harus menanyakannya kepada Ibu..."
***
"Tolong... jangan hancurkan lebih banyak bangunan...! Aku membangun kerajaan ini dengan penuh usaha dan berlian yang aku kumpulkan..." Seru seorang raja yang mulai berlutut di hadapan kesatria rasi bintang singa.
"Apakah kau tidak memiliki pasukan kuat lainnya...? Kami bahkan tidak perlu serius untuk mengalahkan pasukanmu yang lemah." Leon mulai menginjak kepala raja itu sampai wajahnya menyentuh lantai.
"Siapa... Siapa sebenarnya kalian...?!" Tanya raja itu yang bisa merasakan kerangkanya mengeluarkan suara yang terdengar seperti patah tulang.
"Kami...?"
""Kami adalah Legenda yang bisa di sebut sebagai Kesatria... Zodiac Crusaders!""
12 kesatria itu mulai berjajar di hadapan raja yang sedang mengalami proses kematian sedikit demi sedikit karena injakan dari seorang pemimpin dari Zodiac Crusaders yaitu Leon.
"Mories...! ZodiakAries...!"
"Tauros... Zodiak Taurus..."
"Gemu dan Gumi~ Zodiak Gemini~"
"Kanzer! Zodiak Cancer!"
"Viz! Zodiak Virgo!"
"Liberon... Zodiak Libra..."
"Scorch... Zodiak Scorpio..."
"Senzu! Zodiak Sagitarius!"
"Kalya... Zodiak Capricorn..."
"Ariana! Zodiak Aquarius!"
"Cordelia! Zodiak Pisces!"
"Dan aku... kesatria zodiak yang memimpin mereka semua, Leon." Leon mulai mencengkeram kepala raja itu lalu mencabutnya.
"Kerajaan ini menjadi properti kami sekarang..."
"...kita jadikan sebagai umpan untuk memancing pemberontak lemah lalu mengambil organ mereka untuk di jual sampai menghabiskan banyak berlian Legenda."
""Baiklah, pemimpin!""
__ADS_1