Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 480 - Seberapa Besar Usaha, Hasilnya akan tetap sama


__ADS_3

Minami baru saja berbicara sebentar dengan dokter di akademi permohonan soal kondisi Kou yang saat ini baik-baik saja berkat kemampuan yang miliki dalam memulihkan seseorang dengan tumbuhan berwarna emas.


Honoka saat ini menjaga Kou di dalam ruangan sendirian, ia sudah mengetahui situasi yang Minami dan para Shiratori lainnya hadapi, cukup menyulitkan bahkan ia sendiri sudah muak masalah yang datang melalui iblis.


"Iblis lagi kah...? Cukup menyebalkan." Kata Honoka.


"Kali ini, iblis itu menggunakan cara yang cukup cerdik untuk mencoba menyingkirkan kita semua. Semua bermula dari pembalasan dendam terhadap ayahnya yang sudah mati..."


Minami mencoba untuk menghubungi Shira tetapi tidak ada jawaban sama sekali terutama lagi dari ibunya, firasatnya mulai terasa tidak enak dan ia melihat Methode bersama Shou masuk ke dalam ruangan itu.


"Di kota seperti ini sangat sulit untuk mencari Redagon dan Oskadon, keberadaan mereka yang begitu menekan seharusnya bisa di rasakan dengan mudah..." Kata Methode.


Methode terkejut ketika melihat Honoka yang sedang duduk dan mengusap-usap kepala Kou, Honoka menoleh kepada Methode dan ia berpikir bahwa dia adalah anak pertama dari seorang Legenda yang bernama Shinra.


"Kalau tidak salah... Namamu adalah Shiratori Methode ya, Haruka pernah membicarakan dirimu sejak dulu tetapi sekarang jarang sekali."


"Hahaha, tentu saja. Aku berasal dari dimensi palsu, tidak perlu memikirkan orang lain. Mungkin Haruka sendiri pasti mengalami banyak kesibukan di dunia ini..." Methode memasukkan kedua tangannya ke dalam aku.


"Apakah dia akan baik-baik saja?" Tanya Shou.


"Ya, hanya demam yang biasa muncul, dia sepertinya harus berhenti bertarung dan menghabiskan tenaganya di akademi seperti ini." Honoka bangkit dari atas kursi.


"Ngomong-ngomong, soal Oskadon... Anak dari seorang raja iblis Rxeonal di dimensi kalian ya, Minami juga bilang bahwa kekuatannya itu mewarisi seorang Demon God yang berkeliaran sejak masa kuno?"


"Benar sekali... Kami tidak tahu bagaimana cara ia mendapatkan kekuatan sebesar itu, bawahannya yang ia buat juga sudah sekuat dengan Iblis Demon Lord." Jawab Methode.


Honoka berpikir bahwa masalah satu ini terdengar sangat serius, konflik dengan iblis yang selalu memberikan akhir yang begitu mengerikan karena mereka berdarah dingin dan sangat ganas terhadap peperangan juga pembalasan dendam.


"Aku harus membahas ini dengan Kakak sepertinya."


"Kamu tidak perlu repot-repot mengurus masalah seperti ini, Honoka. Masalah ini sudah seharusnya di selesaikan oleh seseorang yang sangat di benci...." Methode mulai berbicara.


Methode ingin sekali mengurus masalah ini dengan bersama keluarga Shiratori lainnya, jika bangsa Iblis memiliki dendam yang begitu besar kepada Shiratori maka mereka sendiri yang harus menyelesaikannya..


"Itu benar, Honoka, jangan sampai mereka mengetahui soal Heaven itu. Mereka bisa saja tertarik untuk menggapai surga juga..." Ucap Minami, ia mengetahuinya dari Honoka yang pernah berbicara.


"Heaven...? Honoka juga memilikinya?" Tanya Methode.


Honoka hanya bisa mengangguk lalu menunjukkan ekspresi yang serius, "Kalian tidak bisa menghadapi iblis sendirian... Legenda itu memang kuat karena rasa perjuangan mereka tetapi kita juga membutuhkan satu sama lain."


Haruka membuka pintu ruangan itu lalu masuk ke dalamnya dengan ekspresi yang terlihat tenang dan ia langsung dikejutkan dengan kedatangan Methode dan Shou.


"Heh...? Methode...? Shou...?" Melihat kedua Legenda yang berasal dari Yuusuatouri palsu membuat dirinya terkejut dan tidak bisa berkata-kata karena mereka pasti datang karena masalah.


"Haruka... Sudah lama sekali." Methode mendekati Haruka lalu ia memberi dirinya sebuah pelukan.


"Kau terlihat seperti dulu ya, umurmu mungkin sekarang sudah dewasa."


"Aku tidak memiliki umur... Umur bisa ku ubah kapan pun. Intinya, kenapa kamu di sini? Sesuatu yang buruk terjadi atau semacamnya...?" Tanya Haruka dengan ekspresi serius.


Mereka mulai berdiskusi sebentar tentang iblis yang bernama Redagon dan Oskadon, Haruka sempat terkejut karena konflik kali ini disebabkan oleh Iblis yang memiliki tujuan utama untuk membalas dendam kepada keturunan Shiratori.


Haruka hanya bisa diam karena Oskadon sendiri adalah anak dari Rxeonal palsu yang selama ini bersembunyi, hanya untuk melakukan beberapa latihan agar pada waktunya ia siap untuk membalas dendam kepada keturunan Shiratori.

__ADS_1


"Ahh... Iblis lagi ya... Cukup menyebalkan, iblis di semesta kalian... Apakah stabil?" Tanya Haruka.


"Sepertinya tidak, iblis berada dimana-mana dengan tekanan mereka yang begitu kuat bahkan Yuusuatouri sekarang seperti di kunci dengan aura yang begitu hitam..."


"...seorang yang menyentuhnya hanya akan berubah menjadi iblis yang di kendalikan, berdarah dingin dan tak memandang bulu." Haruka langsung tercengang ketika mendengarnya, ia pernah mendengar kemampuan seperti itu sejak dulu.


"Ka-Kalau tidak salah... Kemampuan dan kekuatan seperti ini mustahil untuk di dapatkan sekarang, kekuatan yang dulunya sudah beberapa kali di segel karena terlalu mengerikan bagi iblis."


"Kau mengetahuinya, Haruka?" Tanya Minami.


"Ya... Abyssal, sesuatu yang berkaitan seperti itu. Khusus iblis saja yang dapat menggunakannya."


"Aku sendiri tidak begitu yakin tentang potensi di dalamnya tetapi sihir suci juga akan menjadi kebalikan ketika saling berpapasan dengan Abyssal."


"Abyssal itu dapat menginfeksi kan apapun."


"Seperti sihir atau semacamnya, contohnya sihir yang kalian gunakan akan terambil alih dan mencoba untuk membunuh penggunanya sendiri. Anggap saja seperti Zombie..."


"Jika Abyssal dapat mengubah sihir menjadi sesuatu yang sama seperti itu maka ras lain juga bisa, mereka yang menyentuh aura hitam atau kunci yang berada di Yuusuatouri palsu akan berubah menjadi Iblis..."


Mereka semua tercengang ketika mendengarnya, sihir yang sangat berbahaya bahkan Haruka sendiri terlihat ketakutan karena sihir sucinya tidak sekuat dengan mereka semua terutama Korrina.


"Apakah memiliki kelemahan...?" Tanya Shou.


"Semuanya memiliki kelemahan tetapi menghancurkan Abyssal dengan kelemahannya sendiri hanya akan memakan waktu yang lama..."


"Apa yang Haruka katakan benar, ketika melawan Oskadon... Aku mencoba untuk menetralkan sihir Corruption Abyssal itu tetapi sebagian dari sihir itu seperti berpisah dan melarikan diri." Minami mulai berbicara.


Haruka terkejut ketika melihatnya, "O-Oi! Kau terinfeksi Minami...! Biar aku sembuhkan."


"Tidak, jangan repot-repot. Aku sengaja melakukannya hanya untuk menunjukkannya kepada kalian semua..." Minami memutuskan lengan kanannya lalu ia mengubahnya menjadi bunga matahari.


Setelah itu, ia menumbuhkan lengan kanannya yang baru melalui kemampuan tumbuhan emasnya yang menciptakan lengan baru untuknya.


"Kemampuan apa itu, Minami... Sejak dulu kamu hanya mengutamakan cahaya tetapi sihirmu ini sangat berkaitan dengan tumbuhan dan hewan." Methode merasa begitu terkesan ketika melihat kemampuan barunya.


"Ahh... Aku baru saja menemukan potensi penuh dari instingku sebagai Neko Legenda dan cahayaku yang berdasarkan makhluk hidup juga alam..."


"...tidak begitu spesial dan kita bahas lain hari saja, sekarang kita hanya perlu fokus dengan kedua iblis itu." Kata Minami.


"Identitas Oskadon sudah kita dapatkan tetapi masih terdapat seorang Iblis yang memiliki kekuatan jauh lebih kuat darinya..."


"...memiliki tujuan yang sama juga jadi mereka saling bekerja sama." Methode mulai memegang dagunya selagi memikirkan tentang Redagon.


"Aku sempat bertarung dengannya, kekuatannya begitu hebat karena tekanannya itu dan aku sendiri jarang sekali melihat dirinya menggunakan sebuah sihir, hanya murni melalui kekuatan."


"Memang seperti itu... Tekanan juga dorongan yang menghasilkan kekuatan besar dengan kerusakan yang dahsyat, kita hanya harus waspada karena mereka berkeliaran di tempat ini."


"Apakah kita perlu lapor kepada Morgan?" Tanya Honoka.


"Tidak, jangan, jika kau menjatuhkan seseorang ke dalam masalah seperti ini maka korban akan bertambah banyak... Lebih baik kita cegah sebisa mungkin." Kata Shou, ia mulai menatap Shuan yang saat ini sedang duduk di pojok dengan tatapan kosong.


"Minami, jika bisa kami ingin melakukan latihan bersama dirimu." Shou tersenyum.

__ADS_1


"Heh...? Aku?" Minami menunjuk dirinya sendiri.


"Ya, kau, kekuatan dan kemampuan yang kau miliki dalam menggunakan cahaya memanglah hebat, kami ingin mempelajari hal yang begitu banyak darimu." Shou dan Methode mulai menunduk kepada Minami karena ingin mempelajari kemampuan cahaya yang baru.


"Ba-Baiklah, akan aku usahakan. Sebelum itu..." Minami menoleh kepada Shuan yang terus diam tanpa mengeluarkan perkataan apapun.


"Shuan... Sekarang waktunya kita mengalami latihan terbesar kita dengan tekanan yang sangat sulit, aku ingin kamu---"


Shuan bangkit dari atas kursi dengan ekspresi yang terlihat kesal.


"Kenapa...!? Kenapa kau memedulikan diriku jika kau sendiri sudah memiliki kekuatan yang sebesar ini, hah!?"


Shuan mulai mengamuk sampai melepaskan tekanan yang mereka rasakan, Kou yang sedang tertidur bahkan sampai bangun ketika mendengar suara Shuan yang putus asa.


"Apa maumu dariku...!? Kenapa Kakak selalu saja ingin membuat diriku kuat dan melatih diriku beberapa kali...!?"


"Aku sudah muak...!!! Sudah muak dengan kekuatan, iblis, konflik, dan semacamnya karena aku sudah melakukan sebisaku untuk mencegahnya...!!!" Kedua mata Shuan berubah menjadi merah karena terpengaruh dengan amarah Neko Legenda.


"Shuan, sadarkan dirimu... Amarah itu---"


"BERISIK!!!"


"Sebesar-besarnya aku melakukan sesuatu dengan penuh semangat dan rasa untuk tidak menyerah... Hasil hanya akan tetap memberi diriku hal yang sama yaitu kegagalan!!!"


"Aku sudah melakukannya sebisa mungkin, dengan seluruh kemampuan yang aku miliki sampai aku berlatih setengah mati...!!!"


"Seberapa banyak dan besarnya kau berusaha dan berlatih... Masih terdapat seseorang yang jauh lebih besar dan kuat darinya...!!!"


"Apa yang aku harus lakukan sekarang!? Berjuang dan berlatih sampai mati begitu!? Nyawaku hanya tersisa satu sekarang karena aku terlalu lemah...!!!"


Ketika melihat Shuan kehilangan kendali karena pengaruh dari amarah membuat Minami mengingat dirinya yang dulu ketika memarahi Kou, cukup ironis karena hal yang menyebabkannya adalah amarah Neko Legenda.


"Kamu hanya perlu berusaha lebih keras dan mencobanya lebih lanjut lagi, Shuan. Lakukan sebisa mungkin tetapi dengan benar dan kesabaran penuh..."


Shuan mengerutkan dahinya lalu merapatkan taringnya, "Kau hanya bisa mengatakan hal itu dan tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan, Kakak sialan...!"


Hati Minami seketika terkena serangan ketika mendengar adiknya berbicara seperti itu.


"Oi, Shuan, jaga mulutmu!" Shou mencoba untuk menghentikan dirinya.


"Jangan ikut campur...!!!"


"Urusan ini hanya untukku dan Kakakku yang selalu memberitahu diriku dengan hal yang sama...! Seberapa banyak aku berjuang dan berusaha keras..."


"Aku terus di kalahkan beberapa kali, sialan...!!! Ini benar-benar frustrasi---" Minami tiba-tiba mengangkat kedua lengan Shuan lalu menampar pipinya dengan ekornya.


Baggg...!


"... ...!" Shuan terkejut, ia menyentuh bekas tamparan itu dengan wajah yang kesal, semua orang yang berada di dalam ruangan itu terkejut ketika melihat kedua saudara yang bertengkar ini.


Minami menatap Shuan dengan tatapan tenang, "Kendalikan dirimu, Shuan... Kau terus menjadikan dirimu sebagai budak dari amarah itu."


"... ..."

__ADS_1


__ADS_2