Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 275 - Menuju Inti Semesta Lain-nya


__ADS_3

Haruka mulai masuk ke dalam tabung itu lalu ia bisa merasakan kekuatan dan energi sihir di sekitar-nya, ia bisa melihat kaca di depan-nya mulai menunjukkan sebuah layar yang menandakan tiga inti semesta serta semesta-semesta atau planet-planet yang ada di dalam tabung tersebut.


"Apakah kita akan bisa kembali jika sudah menggunakan alat ini?" Tanya Haruka.


"Tidak... alat ini hanya bisa digunakan sekali dalam satu tujuan, itu artinya kalian harus mencari cara untuk bisa meninggalkan tempat yang kalian datangi itu." Kata Arash sehingga mereka tidak terlalu memikirkan-nya karena mereka dapat melakukan telepati untuk meningkatkan kekuatan sehingga melakukan sihir teleportasi dari jarak yang jauh dapat dilakukan dengan mudah.


"Siapa yang akan pergi menuju Reaoum sekarang?" Tanya Haruka, "Tentu saja kau yang akan mengunjungi semesta itu, kau duluan yang sudah masuk." Kata Haruki sehingga Haruka tidak memiliki pilihan lain untuk pergi menuju semesta tersebut bersama Okaho, ia menyentuh semesta Reaoum karena itu adalah tujuan selanjut-nya... mengumpulkan seluruh ras yang ada di Reaoum untuk membantu melawan Zangetsu.


"Baiklah, aku duluan...!" Haruka mempersiapkan diri sehingga tabung itu mulai memancarkan cahaya pelangi yang mampu membuat Haruka melebarkan kedua mata-nya karena tubuh-nya terasa sangat ringan, ia melirik ke atas lalu meluncur dengan kecepatan suara menuju atas langit dan melewati luar angkasa sehingga sekarang ia sudah melewati perbatasan Palouce lalu tiba di perbatasan Reoum sehingga tiba di luar angkasa dari inti semesta [Reaoum].


"B-Begitu saja...? Sungguh menyeramkan jika dipikir-pikir." Haruka mulai menatap diri-nya sendiri untuk berjaga jika sesuatu terjadi, ia juga melihat gelombang pelangi yang meluncur menuju arah diri-nya sehingga Okaho sudah tiba lalu menabrak wajah-nya, "Awww...!"


"Okaho lain kali lihat-lihat jika ingin mendarat..." Haruka mendorong Okaho mundur sehingga ia terkekeh pelan, "Hahaha, maaf-maaf, semua itu bukan salah-ku kok... salahkan lah tabung itu yang sudah meluncurkan-ku dengan kecepatan yang sangat cepat, kecepatan mungkin tidak sebanding dengan kecepatan tadi."


Haruka melirik ke belakang lalu mulut-nya terbuka lebar ketika melihat semesta Reaoum, betapa indah-nya semesta tersebut sampai ia dikejutkan dengan banyak keindahan dari inti semesta tersebut. Okaho juga ikut terkejut karena bentuk dari semesta itu sangat unik... berbentuk seperti bintang dan mereka juga bisa melihat lima bintang yang berjajar serta lubang yang memiliki warna seperti luar angkasa di tengah-tengah bintang tersebut.


"Indah ya..." Kata Haruka.


"Ya... aku tidak menyangka bahwa setiap inti semesta memiliki keunikan--- Kakak!!!" Okaho maju menuju arah Haruka lalu memeluk-nya untuk menghindari serangan yang berasal dari seorang raksasa, mereka menoleh ke belakang dan melihat seorang raksasa yang terlihat seperti patung menyerang mereka menggunakan kedua lengan-nya itu. Raksasa yang memiliki warna luar angkasa sehingga mereka tidak menyadari keberadaan penjaga tersebut.


"Ternyata masih kedua inti semesta seperti Palouce dan Reaoum di jaga, aku cukup iri sih... kenapa semesta seindah Touri tidak memiliki penjaga!?" Tanya Haruka sehingga ia menunjuk raksasa itu menggunaka kedua lengan-nya sehingga muncul-lah lambang waktu yang menyelimuti kedua lengan-nya, jarum dari waktu itu tidak bergerak yang mengartikan kedua tangan raksasa itu tidak bisa di gerakan karena waktu berhenti bagi-nya.


"Hebat sekali... kalian bukan palsu seperti-nya, aku kira Komi atau Zangetsu merencanakan sesuatu sehingga ia menyamar menjadi kalian berdua. Tetapi, sungguh kejutan untuk kalian berdua datang... keturunan Comi yang sangat kuat." Raksasa itu mulai duduk di atas angkasa sehingga Haruka melepaskan diri-nya dari sihir waktu itu.


"Apakah sudah saatnya 'kah?" Tanya Haruka.

__ADS_1


"Sudah saat untuk apa?" Tanya Okaho dan raksasa itu, "Kiamat tiba untuk Reaoum."


"Oi... jangan berbicara seperti itu, aku selama ini sudah bersiap siaga untuk menyambut kedatangan Zangetsu, Reaoum adalah semesta yang indah karena kebanyakan ras yang tinggal disini itu campuran. Jika Zangetsu sudah menguasai Touri maka kekuatan yang akan dia dapatkan sudah pasti tidak terbayang." Kata raksasa itu sehingga ia menciptakan kursi yang terbuat dari luar angkasa agar mereka bisa duduk.


"Tadi aku sempat melihat semesta Touri... banyak sekali patung yang berbentuk seperti Zangetsu dan bahkan ia bisa merasakan keberadaan seluruh dewa-dewi dimensi. Ritual Komi sebentar lagi beres, itu artinya dia akan menyerang dalam waktu yang cukup dekat." Kata Okaho sambil menatap semesta Reaoum itu, ia penasaran ras apa yang akan membantu mereka meraih kemenangan.


"Kedatangan kalian... aku sudah tahu berkat Shelldon, oh iya, perkenalkan nama-ku adalah [Molen]. Seorang raksasa yang diciptakan oleh sang pencipta untuk menjaga Reaoum dari ancaman kehancuran semesta, aku mendengar informasi dari Shelldon bahwa kalian datang agar aku bisa memberitahu seluruh penghuni Reaoum untuk membantu kalian dalam bertarung, ya 'kan?" Tanya Molen sambil menepuk dahi-nya sendiri menggunakan jari telunjuk-nya itu.


"Benar sekali... seratus untuk-mu, jadi jelaskan kepadaku... apakah semesta Reaoum itu sangat keras kepala sehingga mereka susah untuk diajak berunding dan bekerja sama? Cukup gila sih, aku banyak mendengar berita buruk tentang Reaoum loh, kakak." Okaho menatap Haruka dengan ekspresi yang terlihat serius, Molen langsung berkeringat asteroid karena seperti-nya Okaho mengetahui rahasia Reaoum.


"Ehhhh? Berita apa itu?" Tanya Haruka dengan wajah yang penasaran.


"Hentikan! Hentikan!!! Tancap rem-nya dulu!!! Aku akan melakukan apapun, Okaho! Tolong berhenti menyebarkan nama Reaoum!!!" Molen sujud kepada Okaho dengan ekspresi yang terlihat panik karena ia tidak mau Okaho untuk menyebarkan berita buruk-nya itu kepada orang lain, "Untungnya aku lahir pada era dimana Reaoum tercipta ya? Aku mengetahui banyak rahasia-nya, muahahahahaha!"


"Mama akan." Haruka mulai mengkoreksi.


"menyumbangkan banyak kekayaan-ku---."


"kekayaan Mama."


"kepada kalian semua...! Jadi kalian harus berbalas budi kepada-ku---"


"kepada Mama."


"dan menciptakan patung besar yang berbentuk seperti-ku di semesta Reaoum---"

__ADS_1


"patung besar yang berbentuk seperti Mama cantik kami yang bernama Korrina Comi---" Haruka langsung melihat Okaho yang sedang mengembungkan kedua pipi-nya karena ia sekali-kali bisa terkenal di suatu tempat yang jauh dan tidak dikenali, "Uuuuu... Kakak! Jangan mengganggu ucapan keren-ku itu!!!" Okaho mulai mencubit kedua pipi Haruka lalu menggerakkan-nya ke segala arah.


"S-Sakit...! Sakit...!!!"


"Baiklah... a-aku akan membantu kalian berdua, beberapa ras yang tinggal di Reaoum memiliki semangat bertarung bahkan mereka dengan gila dan gegabah-nya ingin mati karena pertarungan hebat, sebagian dari mereka juga ingin merasakan perang habis-habisan..." Molen tersenyum dengan canggung, "Dasar para bocil aneh... apakah mereka benar-benar setara dengan dewa-dewi tingkat tinggi...!?" Ungkap Molen.


***


~Kubus Waktu~


Korrina dan Alvin saat ini beristirahat di atas kasur karena mereka baru saja melakukan sesuatu yang sibuk selama berjam-jam, Korrina tidak bisa mengendalikan tubuh-nya bahkan ia lupa apa yang dia lakukan sebelum-nya bersama suami-nya sendiri karena pengaruh dari dosa nafsu-nya itu. Kedua mata Korrina perlahan-lahan terbuka sehingga ia bisa melihat banyak sekali lambang jam.


"D-Dimana aku...?" Korrina langsung sadar bahwa diri-nya saat ini telanjang, "A-Apa yang terjadi...?" Korrina memegang selimut-nya erat lalu pelan-pelan melirik ke kiri sehingga ia melihat Alvin yang sedang tertidur pulas.


Korrina langsung ingat dengan ingatan sebelum-nya sehingga wajahnya langsung berubah menjadi merah, dengan cepat ia meraba perut-nya sendiri untuk mencoba merasakan sesuatu... ia melebarkan kedua mata-nya karena ia bisa merasakan sedikit kehidupan di dalam sana.


"T-Tidak mungkin..." Korrina tersenyum dan senyuman itu langsung berubah karena pikiran-nya saat ini sedang bertentangan, "A-Aku sudah tua sekali untuk hamil lagi... tidak..."


"Tetapi... memiliki satu anak lagi tidak apa..."


"Aku sudah berumur dua ratus tahun lebih---"


"Aku tidak sabar untuk menamakan anak-ku yang baru ini, tidurlah dengan nyenyak ya... lihatlah Mama-mu yang akan menyelamatkan Touri lagi." Korrina tersenyum.


"Hehehe... sungguh tidak dipercaya... aku hamil lagi, mengandung keturunan Comi yang baru~"

__ADS_1


__ADS_2