
Koina mengangguk selagi melihat tubuh Haruka, "Benar-benar gadis yang tubuh dewasa... aku tidak menyangka bahwa kau akan tumbuh sebesar ini dan sehebat ini, Haruka." Dengan hanya melihat Haruka, Koina bisa mengerti kenapa dia datang ke masa lalu seperti ini... kubus waktu yang dapat memberi diri-nya jawaban dan juga kebenaran.
"Hahh... Tidak ada guna-nya untuk merahasiakan apapun di masa seperti ini, semua orang peka dan mengetahui siapa diri-ku. Anak dari Mertiana, tetapi aku lahir kembali sebagai anak dari Korrina Comi yang mengartikan bahwa aku juga dari marga Comi, nenek." Haruka menundukkan kepala-nya.
Koina tertawa, "Tidak perlu formal seperti itu, aku sudah tahu bahwa kau adalah Haruka... anak dari Mertiana yang saat ini sedang mengandung diri-mu, Mertiana juga termasuk keturunan diri-ku jadi tidak ada salah-nya jika kau lahir kembali oleh Korrina Comi."
"Keturunan memang membingungkan ya... untung-nya aku tidak salah melakukan reinkarnasi kepada gadis yang sedang hamil, inti-nya aku senang bertemu dengan-mu, nenek. Ibu dari segala keturunan Comi." Haruka tersenyum lebar, ia tidak menyangka untuk bertemu dengan ibu dari segala Comi yang mengartikan Koina bisa memberitahu Haruka tentang kemampuan Sacred.
"Pikiran-mu terbaca terlalu awal, Haruka. Era saat ini, tidak ada pertarungan dan pertempuran... tidak ada guna-nya aku menjelaskan sihir Sacred yang sebenarnya kepada diri-mu karena era sekarang, kita semua masih belum meiliki sihir."
"Tapi nenek sendiri adalah istri dari dewa pencipta segala-nya!" Haruka melebarkan mata-nya.
"Istri dari seseorang yang spesial tidak bisa melakukan segala-nya, gadis muda. Kau harus bisa mendalami sihir Sacred itu sendiri, gali lebih dalam lagi misteri-misteri yang ada di dalam sihir tersebut tanpa meminta bantuan siapapun termasuk diri-mu, lebih hebat-nya jika kau mengetahui dimana tempat Grimoire of Sacred itu berada." Koina terkekeh hingga Haruka melebarkan mata-nya.
"Grimoire... itu artinya, semua sihir pasti memiliki Grimoire itu tersendiri? Bukan-nya itu sangat berbahaya, apa yang kalian pikirkan untuk menciptakan buku yang sangat bahaya seperti ini!?"
"Buku itu tidak bahaya hanya saja netral, takdir buku itu tergantung dari seseorang yang memegang dan membuka-nya, buku itu bisa membawa kita kepada kebaikan dan keburukan... kebaikan untuk mempelajari sihir itu dengan mudah dan keburukan untuk menciptakan kehancuran yang tercantum di dalam buku sihir tersebut." Mereka berdua berbicara sambil berjalan ke depan, waktu berjalan cepat dan Haruka bisa melihat perkembangan Koina, tinggi badan-nya tumbuh sedikit demi sedikit.
__ADS_1
Mereka berjalan di dalam ruang waktu yang mempercepat keadaan, kubus waktu itu Haruka ciptakan hanya untuk melihat jawaban dan kebenaran dari diri-nya yang pertama kali lahir, jika saja Komi tidak menyerang dan tidak dengan mudah-nya mempercayai suatu omongan dari dewa-dewi segala di dimensi palsu itu maka Haruka sudah pasti akan turun tangan untuk melawan mereka semua bersama Okaho dan Aiko.
Jawaban dan kebenaran yang ingin Haruka ketahui adalah Zangetsu, ia hanya ingin melihat diri-nya jadi Haruka bisa mencari informasi tentang diri-nya di lain hair... dewa seperti dirinya harus secepat-nya dihentikan sebelum menciptakan sesuatu yang lebih buruk lagi seperti mengadu domba-kan lagi, contohnya seperti Komi.
"Haruka, apakah kau datang ke tempat seperti ini hanya untuk melihat Zangetsu dan Mertiana?"
"Begitulah... Mama dari dimensi yang berbeda datang untuk menyerang True Touri, nenek... seperti-nya takdir yang aku lihat melalui kubus waktu ternyata benar, hampir sepenuhnya benar. Aku yakin dia menyerang karena suatu alasan dan itu adalah Zangetsu yang memiliki niat untuk menyingkirkan diriku." Haruka mengepalkan kedua tinju-nya.
"Beberapa minggu lagi kau akan lahir dan Zangetsu sudah memiliki niat jahat kepada orang tua-mu untuk menyingkirkan dirimu... Sayang sekali, pada saat kelahiran diri-mu... aku bersama Tuan Zangges sudah tidak ada karena keberadaan kita saat ini sudah tidak bisa dirasakan dan dilihat begitu saja." Koina menundukkan kepala-nya.
"Tidak apa, nenek. Setidaknya generasi selanjut-nya dapat melindungi ciptaan kalian berdua, aku yakin Mama bersama-ku... tidak, bersama seluruh penduduk Touri sudah pasti akan melindungi Touri dari segala ancaman yang ada." Haruka mengacungkan jempol-nya hingga Koina memeluk-nya erat.
Seseorang yang bermarga Comi hanya sedikit lantas pembantaian pada zaman dahulu sekali, dengan kelahiran dari Aiko dan Okaho... itu artinya Haruka sudah dekat dengan era dimana ia lahir di dunia Touri untuk pertama kali-nya.
"Kau lahir ke dunia ini diberkahi dengan segala-nya, Haruka. Aku mewariskan diri-mu kekuatan dan kemampuan waktu yang tidak terbatas, kau tidak bisa dikalahkan karena waktu... waktu adalah segala-nya untukmu hingga wujud asli yang kau miliki dapat menciptakan apapun yang kau mau hingga kau sendiri bisa mengendalikan ruang dan waktu tanpa harus takut dengan batasan dan resiko."
"Aku tahu itu, sayang sekali... karena aku mengorbankan semua kekuatan itu, aku melakukan reinkarnasi menuju dimensi Touri yang palsu agar Zangetsu tidak bisa mencari-ku karena ia tidak mengetahui bahwa aku-lah yang menciptakan dimensi palsu tersebut dengan tujuan untuk melarikan diri dari-nya sampai ajal bertemu dengan-nya." Haruka menatap ke depan dengan ekspresi yang terlihat serius.
__ADS_1
"Kemampuan reinkarnasi dapat mengorbankan apapun yang kau miliki termasuk kekuatan hebat, menciptakan dimensi yang sama dengan yang asli itu hampir saja membunuh-ku tetapi aku mengorbankan semua kemampuan dan kekuatan terakhir-ku hingga sekarang... aku menggunakan kekuatan waktu-ku terbatas dengan berbagai wujud yang aku miliki di mulai dari bayi sampai dewasa."
"Pilihan yang kau ciptakan adalah sesuatu yang seharus-nya kau rayakan, Haruka. Tidak ada resiko yang kau dapatkan dan tidak ada berubah ketika kau menciptakan dimensi tersebut, kau dapat melarikan diri dari Zangetsu dan kembali menuju Touri yang asli sebagai anak asli dari Korrina Comi...."
"...Pilihan yang menyakitkan tetapi kau dapat menciptakan masa yang depan baik karena pilihan tersebut, aku bangga dengan diri-mu, Haruka." Koina memeluk Haruka erat, "Terima kasih, nenek..."
Sesuatu yang Haruka cari terdapat di hadapan-nya, menunjukkan kedua orang tua-nya yaitu Mertiana dan juga Touma, sepertinya proses melahirkan telah selesai karena Mertiana saat ini sedang menggendong bayi Haruka yang sedang tertidur. Melihat hal itu membuat Haruka tersenyum lembut karena melihat kedua orang tua-nya yang dulu bahagia ketika diri-nya lahir.
Kedamaian itu berubah ketika Zangetsu muncul dan memberitahu Touma untuk menyingkirkan anak-nya secepatnya atau masa depan yang buruk akan muncul, semua yang Zangetsu katakan itu ada benar-nya untuk pandangan-nya tersendiri tetapi Touma dan Mertiana-pun bisa merasakan masa depan yang mengerikan karena kemunculan Haruka.
Konflik yang terus bermunculan di kedua belah dimensi yang berbeda, semakin lama semakin buruk... disebabkan oleh Haruka sendiri, jika saja dimensi palsu tidak ada maka Touri yang asli tidak akan pernah memiliki konflik yang sangat mengerikan atau mengancam alam semesta. Semua konflik yang terjadi ternyata benar-benar salah-nya.
"Semua orang lahir dengan keunikan masing-masing, tidak lupa juga dengan menambahkan beberapa bumbu kepada masakan seperti kebaikan dan keburukan bagi setiap orang. Tidak ada orang yang dipenuhi dengan kebaikan, Haruka... aku yakin semua orang memiliki keburukan-nya tersendiri. Keburukan itu terkadang membawa kebaikan bagi sekitar." Koina mulai mengusap pipi Haruka karena saat ini dia sedang merenung.
"Nenek benar... melihat kembali masa lalu sangat menyakitkan, biarkan yang lalu berlalu... seharus-nya aku fokus tentang masa depan yang bisa diubah, takdir masa depan masih bisa kita ubah jika kita terus bekerja keras!" Ruangan waktu itu mulai retak karena sebentar lagi Haruka akan bebas dari kubus waktu itu.
"Hebat, aku suka Haruka dengan semangat besar seperti itu! Inti-nya Haruka harus bisa berjuang! Teruslah berjuang, tidak ada jalan buntu jika seseorang sudah berjuang!" Koina mengangkat tubuh Haruka ke atas hingga diri-nya berubah menjadi bayi karena efek terlalu lama di dalam kubus waktu itu sambil berbicara dengan Koina dan Zangges.
__ADS_1
"Haruka... Grimoire of Sacred..."
"...itu"