
"Maaf, Korrina... sepertinya kamu berjuang sendirian untuk mengembalikan Haruka."
"Itu adalah kewajiban seorang ibu, aku sendiri tidak mau merepotkan kalian semua karena masalah keluarga adalah masalah yang harus aku tanggung sendiri, sebagai kepala keluarga Comi... aku harus mengembalikan Haruka dengan semua cara yang aku bisa..." Korrina duduk di atas kasur-nya lalu ia mendekati Haruka untuk memberi dirinya beberapa kecupan dan elusan agar ia bisa merasa tenang di alam sadar yang entah itu dimana.
"Pekerjaan yang aku miliki ternyata tidak buruk juga, walaupun semua orang mengenal diriku setidaknya aku mendapatkan beberapa proses untuk memulihkan Haruka dan melindungi Touriverse, aku mengenal banyak orang yang cukup terkenal dan dapat diandalkan tetapi aku tidak tahu kapan Haruka bisa kembali."
"Intinya memikirkan sesuatu yang dapat mengganggu pikiranmu hanya akan membuatnya buruk... lebih baik kita hadapi semuanya dengan senyuman." Korrina tersenyum lalu ia duduk kembali di atas kasur-nya, Akina terkekeh ketika melihat sahabatnya yang benar-benar berbeda dan berubah perlahan-lahan menjadi seorang gadis yang menyukai pekerjaan dan keluarganya sekarang.
"Kamu tidak pernah berubah sejak dulu tapi sekarang, proses memang muncul di dalam dirimu."
"Berubah ya... entah lah, aku bahkan tidak pernah menghitung kembali tahun bahkan aku sendiri tidak terlalu peduli dengan hari yang terus berpindah."
"Benar-benar berubah loh, sekarang aku bisa melihat Korrina dengan rambut pendek merah dan kacamata... terlihat seperti seorang atasan atau bos yang mengontrol segalanya. Kamu sekarang memiliki aura keibuan yang tinggi dan bos yang memiliki karisma tinggi."
"Ayolah, jangan memuji-ku terlalu banyak seperti itu... kamu sendiri terlihat berbeda, sudah lima... enam... atau tujuh... ahh lupakan, intinya aku melihat Akina yang berbeda sekarang. Kamu terlihat seperti sudah menikaaaaahhh..." Korrina sontak kaget ketika melihat cincin yang berbentuk seperti bunga mawar di jari manisnya, entah kenapa Korrina tidak mempercayai apa yang baru saja ia lihat karena Akina benar-benar menikah dengan seseorang pasti orang itu cukup beruntung untuk memiliki istri seperti dirinya.
"Wah, wah, siapa ya pria yang beruntung untuk menikahi Akina ini, apakah kakakmu tahu...?" Korrina mulai menggoda Akina sambil meremas kedua pipinya, "Ternyata Akina yang dulunya polos sudah menikah sekarang, aku tidak sabar untuk menunggu anak-mu... kalau laki-laki maka bisa kita jodoh-kan untuk menikah dengan anakku."
"Ahahaha, ceritanya panjang sih bahkan Kakak-ku sendiri tidak tahu bahwa aku sudah menikah, mungkin aku juga tidak akan bisa bertemu dengan Kakak lagi dalam waktu yang cukup lama karena kita semua sudah sibuk dengan pekerjaan kita masing-masing. Intinya nanti akan aku ceritakan---"
"Aku tidak mau kamu bercerita panjang dan lebar! Bawa saja dia ke sini!"
"Kalau begitu... bagaimana jika kamu mempersiapkan sebuah pesta? Tentunya di hari dimana kita tidak sibuk, kapan kau memiliki waktu luang yang panjang?"
__ADS_1
"Dua hari ini aku bersantai karena aku hanya perlu menunggu laporan lainnya, kalau begitu besok mungkin waktu yang cukup tepat... aku juga akan mencoba untuk mengundang teman-teman, siapa tahu mereka bisa ikut berpesta lagi dan lagi---" Seorang gadis berusia lima tahun masuk ke dalam kamar Korrina sambil memegang dua gelas yang berisi jus dingin, mereka berdua menoleh kepada gadis kecil itu.
Akina terkejut ketika melihat gadis itu terlihat seperti versi Korrina yang sangat kecil karena gaya rambut pendek merah yang sama dan wajah yang terlihat sangat persis juga, kemungkinan besar anak itu adalah cucu dari Korrina karena ia sudah memiliki banyak anak jadi tidak heran lagi jika dia memiliki seorang cucu. Gadis itu memberikan gelas yang ia bawa kepada Korrina dan Akina lalu ia duduk di sebelah Korrina sambil menatap Akina dengan ekspresi yang terlihat ragu.
"Uwahhh... imut-nya, siapa gadis kecil ini, Korrina? Apakah dia cucu-mu? Terlihat semi versi kecil dirimu." Korrina melebarkan matanya ketika Akina baru saja memanggil anak barunya sebagai cucunya, mungkin sudah saatnya ia berhenti menghasilkan anak dan fokus untuk menantikan cucu suatu saat nanti karena ia sudah sangat tua sehingga Akina memanggil anak barunya sebagai cucunya.
"Ahahaha... mungkin karena kamu sudah lama tidak bersamaku jadi kamu terlihat bingung bahkan seluruh jawaban yang kau berikan kepadaku hampir salah semuanya..."
"Maaf... aku benar-benar merindukan kalian semua bahkan kakak-ku sendiri sehingga aku terlalu sibuk untuk melindungi Xuusuatouri. Jadi... apakah dia bukan cucu-nya?"
"Dia bukan cucu-ku, dia anak terkecil-ku yang bernama Kou Comi... ia baru saja menempuh usia lima tahun." Kata Korrina sambil mengusap kepalanya, Kou menundukkan kepalanya kepada Akina sehingga ia terkejut ketika mendengar Kou adalah anak terkecil-nya, itu artinya dia membuat anak lagi sehingga Akina mengingat sesuatu, ia segera mengeluarkan layar virtual untuk mencari sebuah gambar.
"Maaf-maaf, sepertinya aku baru saja mengatakan sesuatu yang tidak sopan. Aku kira dia itu cucu-mu."
"Tidak mungkin lah, mana mungkin dia cucu-ku jika penampilannya sampai persis seperti ibu yang cantik ini." Korrina terkekeh, "Ya 'kan, Kou?"
"Kalau Kou masih berusia lima tahun maka kebetulan yang sangat beruntung." Akina terkekeh sehingga ia menunjukkan sebuah gambar seorang gadis di dalam layar virtual yang ia tunjukkan kepada Korrina, Korrina tercengang ketika melihat gadis malaikat kecil yang memiliki rambut perak dengan sedikit warna merah muda di sekitarnya, ia tidak perlu menanyakan gadis itu kepada Akina karena gadis itu pasti putri Akina.
"Jangan-jangan!? Kamu sudah punya anak!?"
"Benar sekali, namanya Ha--- Yuri."
"Wahhh, imut-nya~~~ Bagaimana kalau kamu bawa dia besok agar Kou bisa berteman dengannya?" Korrina mulai menepuk bahu Kou pelan-pelan lalu ia menunjuk layar virtual yang menunjukkan gadis bernama Yuri itu, Kou tersenyum lalu ia mengangguk dan melanjutkan senyuman-nya dengan memejamkan kedua matanya. Akina baru saja melihat sesuatu yang terlihat menyedihkan karena Kou terlihat seperti tidak berbicara sama sekali.
__ADS_1
"T-Tentu~"
"Lima tahun ini dipenuhi dengan kejutan ya, aku tidak sabar masa depan apa yang akan menunggu kita nanti... semoga saja semuanya berjalan dengan lancar." Korrina berbaring kembali di atas kasur lalu Kou hanya diam sambil memainkan kukunya sehingga layar virtual muncul di hadapan Korrina yang memberitahu bahwa seseorang menekan tombol bel rumahnya, ia mulai menyuruh Tech untuk menampakkan wajah orang itu.
Layar virtual itu sekarang menunjukkan wajah Minami yang sangat dekat, Korrina terkekeh pelan lalu ia mencoba untuk menghubungi Okaho dan Honoka untuk membuka pintu karena teman-temannya telah datang. Korrina bangkit dari atas kasur lalu ia mengajak Akina ke teras-nya agar ia bisa bersantai dan membiarkan teman-teman Haruka menjenguk dirinya. Kou sendiri mulai mengikuti Korrina karena ia tidak mengenal siapapun kecuali keluarganya sendiri.
"Kou...? Kamu harus bisa berteman dengan mereka juga ya? Sekarang kesempatan yang pas untuk memperkenalkan diri kepada mereka, ikut Kakak sana." Korrina berlutut kepada Kou lalu ia mengusap kepalanya sehingga Kou tersenyum lalu mengangguk, ia pergi menghampiri lift untuk turun menuju pintu keluar karena sekarang rumah Korrina mengalami peningkatan besar sehingga itu sudah tidak bisa disebut sebagai rumah melainkan gedung besar dengan tulisan [Comi's Corperation].
***
Honoka menghampiri pintu lalu ia membuka pintu di hadapannya sehingga Minami menyambut Honoka dengan sebuah serangan pelukan sehingga mereka berdua terjatuh di atas lantai. Minami tidak datang sendirian karena ia bersama Hana, Rokuro, Asriel, Mitsuki, dan Marie. Mereka datang untuk menjenguk Haruka dan bermain karena sudah lama sekali mereka berpisah dan tidak pernah menghabiskan waktu bersama lagi.
"Honoka, aku merindukan gadis pemalu-ku!" Minami mulai menjilat wajah Honoka sehingga Honoka mulai terkejut dan Okaho mengambil alih tubuh Honoka lalu ia mendorongnya mundur dan kembali bangkit dengan ekspresi yang kesal, "Dasar kucing garong, jangan gunakan cara itu lagi kepadaku atau Honoka... jijik tahu."
"Ohhhh... Ternyata Okaho masih belum berubah juga, nyaaa~" Minami tersenyum sinis lalu ia menggerakkan jari-jarinya sehingga Rokuro menepuk kepala Minami, "Jangan banyak bercanda, kau semakin liar saja karena tidak kita ajak main."
"Sakit, nya!" Minami mengusap kepalanya.
"Sudah-sudah, kita datang ke sini bukan untuk bercanda... kita harus bertemu dengan teman lama kita." Kata Hana.
"Kalian ingin bertemu dengan Kakak ya...? Sayang sekali, lima tahun ini ia masih belum bangun... entah kapan ia akan bangun tetapi aku sendiri sebagai saudara kuno-nya tidak mengetahui lebih lanjut lagi soal resiko Limiter yang hancur. Jika kalian ingin menjenguk Kakak maka ikut aku..." Okaho pergi menghampiri lift sehingga pintu lift di hadapannya terbuka lalu menunjukkan Kou yang terkejut karena ia melihat banyak sekali orang datang.
"... ...!" Kou menatap sekeliling lalu ia melambaikan tangannya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Uwahhh~, siapa gadis kecil ini?! Imut sekali..." Mitsuki, Marie, dan Hana menghampiri Kou lalu mereka ikut melambaikan tangan mereka.
"Dia adalah adikku... Kou Comi, sepertinya kalian belum pernah bertemu dengannya ya."