Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 935 - Manipulasi Konseptual


__ADS_3

"Shiratori Shinji..." Shira memasang tatapan serius, mencoba untuk tetap tenang dan melindungi Megumi karena sihir mereka tidak bisa digunakan sama sekali.


Shinji mencoba untuk melakukan hal yang sama dengan mengeluarkan sihir cahaya tetapi ia tidak bisa sama sekali, patung emas yang dijadikan sebagai segel untuk dirinya telah musnah bersamaan dengan sihir.


"Ternyata memang benar... gejala besar akan terjadi selama ratusan ribu tahun ke depan, mengetahui diriku bebas dari segel itu karena konsep sihir yang sudah terhapus."


Shinji mengeluarkan sebuah batu hitam melalui saku jasnya, mencoba untuk melihat isi dari batu itu yang ternyata menjelaskan masa depannya secara akurat bahwa ia akan bebas karena sinar kristal yang memanipulasi konsep sampai menghapus konsep sihir.


"Jadi dia... adalah Shiratori Shinji...?" Tanya Megumi yang terus memperhatikan dirinya, ia tidak bisa merasakan tekanan dan atau keberadaan apapun dari Dewa agung cahaya sepertinya.


"Konsep sihir yang di hapus...? Apa maksudnya itu, jangan-jangan kau yang sudah menyebabkan semua kekacauan ini?"


"Jangan salah paham... awalnya aku memang sudah pasrah untuk berada di dalam patung emas itu, tetapi sekarang adalah waktunya... takdir yang aku pegang telah mempengaruhi semuanya."


Shinji melempar sebuah batu kepada Shira yang langsung ia ambil, ia mencoba untuk membaca semua tulisan kecil dengan aksara kuno sampai ia tidak bisa membacanya kecuali Megumi yang memiliki mata tajam untuk melihat semua aksara kecil itu.


"Masa depan dari dunia akan terus menerima banyak tantangan, anggap saja kita memang terjebak di dalam labirin yang terus meregenerasi konflik baru..."


"...sekarang adalah waktunya, konsep sihir telah terhapus dan musnah sampai tidak ada siapa pun di dunia yang dapat menggunakannya lagi..."


"...bukan hanya dunia ini saja tetapi semuanya, mereka yang masih memiliki sihir itu artinya kebal dari konsep yang dimanipulasi."


"Batu yang kau pegang adalah celah dari batu takdir, aku mengambilnya... ternyata semua yang terkandung di dalamnya terjadi secara akurat."


"Batu takdir yang memutuskan takdirku itu sempat aku ambil... bagian yang aku ambil hanya menunjukkan kebebasan diriku dari segel yang hancur karena konsep sihir yang hilang."


"Kenapa kau berbicara tenang seperti itu...? Dunia tanpa konsep sihir hanya akan mengguncangkan dunia dengan masalah dan konflik besar, salah satunya adalah dirimu!" Seru Shira.


"Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi saat ini... aku tidak dapat memanipulasi konsep yang dapat menghapus sihir, kita terjebak selamanya di Realm of Light."


Shira menatap Megumi untuk meminta mundur, ia melangkah ke depan untuk mendekati Shinji sampai mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang berbeda.


"Kau... kau tidak akan melakukan semua perbuatan busuk yang sudah kau sebabkan sejak itu...?"


"Hahaha... kau memang mirip dengan adikku Shukaku... aku adalah pamanmu, Shiratori Shira."


"Resolusi yang diberikan oleh kedua adikku yaitu Shukaku dan Shinma telah membuat diriku melupakan tujuan yang selama ini aku inginkan..."


"...ruangan di dalam patung emas itu cukup rumit sampai yang bisa aku lakukan hanya berlagak seolah-olah aku harus tetap tenang, lagi pula musuh kita saat ini adalah kemusnahannya konsep sihir."


"Aku sudah tobat..." Shinji menepuk bahu Shira tetapi ia mulai menghindarinya karena tidak ingin mempercayai siapa pun termasuk dengan anggota keluarganya sendiri yaitu pamannya.


"Memang agak sulit bagi dirimu untuk menerimaku, aku hanya akan tetap duduk di sebelah pilar emas ini tanpa meragukan yang namanya berkeliaran." Shinji duduk sila di sebelah pilar emas itu.


"... ..." Shira mengingat perkataan Ayahnya bahwa Shinji adalah Dewa cahaya yang begitu cerdik dan manipulatif dalam rencana yang ia lakukan.

__ADS_1


Jika dia juga salah satu keturunan Shiratori maka tekad dan harga dirinya tidak akan pernah mati, kata dari menyerah juga tidak akan pernah digunakan tetapi melihatnya tenang dan diam saja seperti itu membuat Shira waspada.


"Kau, apakah kau bisa menunjukkan kepadaku sebuah kepercayaan yang harus aku terima...? Sekali saja kau melakukan perbuatan busuk itu maka kau akan aku hapus." Shira mengulurkan lengannya ke depan.


"Aku juga memiliki Vanish, Shira... jika aku masih ingin melanjutkan ala yang aku ingin dulu maka kau bersama istrimu sudah aku hapus terlebih dahulu."


"Mengetahui perubahan besar dunia ini membuatku setidaknya sadar bahwa kita hanyalah sekedar budak dan percobaan yang terkenal dalam sebuah labirin tanpa batas..."


"...takdir yang kita miliki juga diperbudak, hanya aku yang berhasil mengambil satu bagian dari batu takdir tersebut yang hanya menunjukkan takdir sekarang."


Shira mengalihkan pandangannya kepada Megumi, meminta dirinya untuk pergi sejauh mungkin karena ia ingin berbicara dengan Shinji pelan-pelan tanpa perlu mengkhawatirkan soal keselamatan Megumi.


Megumi mengangguk lalu ia melangkah pergi meninggalkan pilar emas itu untuk mencari cara agar bisa keluar dari Realm of Light untuk melihat situasi di luar.


Shira duduk di sebelah Shinji yang sedang memperhatikan lautan dan awan-awan emas di depannya, "Apakah kau percaya akan perubahan, Shiratori Shira...?"


"Ya... jelaskan padaku..."


"...apa yang kau inginkan?"


***


Shinobu terus memperhatikan rekaman yang ia pasang di beberapa planet, semua kamera yang ia pasang hancur tetapi rekaman tersebut sudah tertangkap langsung ke dalam inti sistem.


Shinobu mencoba untuk memecahkan apa yang terjadi dengan menulis banyak sekali kata di papan tulis, ia memegang dagunya lalu melihat semua korban gugur tidak bisa melakukan apapun, mereka seolah-olah panik.


"Aku tidak bisa mempercayai apa yang baru saja aku lihat..."


"...situasi seperti ini." Shinobu mencoba untuk menggunakan sihir cahaya dan kekuatan dari cahaya emas tetapi ia tidak bisa melakukannya sekali.


"Kak Koizumi, apakah kamu bisa menghentikan waktu?" Tanya Shinobu kepada Koizumi dengan tatapan serius.


"Tidak bisa... aku sudah mencobanya beberapa kali." Koizumi mencoba untuk menggunakan semua sihir waktu tetapi tidak satu pun berfungsi termasuk dengan penglihatan masa depan dari sepuluh detik yang akan datang.


"Aku juga tidak bisa mengubah benda apapun menjadi ledakan, Koneko... walaupun aku sudah mengerahkan sumber Lenergy yang ada di dalam tubuhku, aku tidak bisa melakukannya sama sekali."


"Sama denganku... aku tidak bisa memunculkan senjata sihir." Kata Ako.


Konomi mencoba beberapa kali untuk membuka sebuah portal tetapi ia tidak bisa melakukannya sama sekali, mencoba sekuat masih tidak menunjukkan proses pembentukan sihir itu.


"Tidak bisa menggunakan sihir tetapi sumber energi sihir kita masih berada dalam tubuh kita masing-masing..." Kata Yuffie yang mulai memperhatikan papan tulis.


"Kak Yuffie, apakah Kakak masih bisa menggunakan Invent'o?"


"Bisa... itu bukan sihir lagi karena aku sudah mengikatnya dengan imajinasiku sendiri." Yuffie membayangkan sebuah benda melalui pikirannya sampai memunculkan tongkat.

__ADS_1


"Koneko juga masih bisa membaca pikiran kalian karena The Mind yang tidak memiliki kaitan apapun dengan sihir karena orang biasa juga bisa membaca pikiran seseorang tanpa mengandalkan sihir."


Shinobu menatap Anastasia yang sudah menyiapkan semua alat musik tetapi tidak satu pun alat musik mengeluarkan nota lagu yang berbentuk sihir, "Dengan tongkat sihir dan alat musik..."


"...aku tidak bisa menggunakan sihir sama sekali, Koneko." Kata Anastasia yang terlihat ketakutan, selama ini ia memang ahlinya dalam bersandiwara.


"Sudah ditentukan..." Shinobu menatap papan tulis di depannya lalu ia melingkari tulisan besar yang berisi 'Konsep sihir telah musnah'.


"Tidak mungkin... siapa yang sudah melakukan tindakan sejauh ini...? Kemampuan mengerikan apa yang mereka miliki sampai bisa memanipulasi konsep?" Tanya Konomi.


"Dunia ini sangatlah luas sampai tidak ada perbatasan sama sekali... aku yakin orang di balik kemusnahan konsep sihir dapat menggunakan [Conceptual Manipulation]." Shinobu mengetahuinya dari buku yang pernah ia baca.


"Memanipulasi Konsep... jika skalanya sebesar ini sampai memengaruhi ras lainnya, itu artinya orang brengsek yang menyebabkan semua ini terjadi adalah pembunuh Ibuku juga..." Ucap Koizumi yang mulai mengepalkan kedua tinjunya.


"Kemampuan tersebut merupakan manipulasi, membuat, atau bahkan menghapus suatu konsep. Cara pengaplikasian kemampuan ini sangat beragam dari hal yang tidak bisa dipakai untuk bertarung hingga menjadi sangat mendominasi pertarungan."


Yuffie memasang tatapan kaget, ia sendiri tidak pernah mengetahui kemampuan tersebut secara lengkap tetapi Legenda seperti Shinobu yang mewariskan The Mind mampu mengetahui.


"Koneko... hebat sekali, aku sendiri tidak begitu menangkapnya." Kata Yuffie dengan tatapan kagum.


"Manipulasi konseptual melibatkan konsep alam semesta, bukan alam semesta secara langsung. Namun, melalui kekuatan ini, seseorang dapat mengubah prinsip-prinsip dasar pada suatu alam semesta dengan tingkatan tertinggi..."


"...setiap konsep terkait dengan suatu 'objek'. Itu artinya mengubah suatu konsep akan turut mengubah cara kerja dari 'objek' yang bekerja pada konsep tersebut, dengan kata lain, realitas yang diubah ada pada skala alam semesta."


"Tetapi tidak ada yang bisa tahu skala yang dimiliki oleh penghapus konsep sihir ini... jika tidak memiliki batas maka semuanya akan kena dimana pun kau berada akan tetap terkena salah satunya ruangan kosong atau ketiadaan."


Anastasia hanya bisa menyimak di balik mereka semua dengan tatapan kaget, perkataan Shinobu dapat memecahkan semuanya secara akurat sampai ia harus berhati-hati ketika berdekatan dengan dirinya.


"Aku harus membantunya secara alami..."


Shinobu memegang dagunya, "Concept Destruction... penghancuran konsep, kemampuan untuk menghancurkan atau menghapus konsep... itu yang mereka gunakan."


"Merusak atau menghancurkan suatu konsep yang sudah ada, seperti sihir yang kita semua miliki dari berbagai macam tempat..."


"...ketika ada sesuatu hal yang dihancurkan dengan ini, maka hal tersebut tidak dapat dipulihkan lagi tanpa adanya kemampuan konseptual yang sama kuatnya."


"Tidak peduli sekuat apapun regenerasi atau kebangkitan konvensional, tetap tidak akan berdaya terhadap ini." Shinobu menarik nafas dalam-dalam lalu menghembusnya pelan.


"Kita terpaksa harus bertahan... labirin ini telah meningkatkan kesulitannya dimana kita harus bertahan dengan fisik dan sumber Lenergy kita yang dapat memperkuat fisik dan daya serang kita."


"Dan tentunya ini..." Shinobu menunjuk sebuah layar yang memperlihatkan rudal nuklir lainnya datang menuju alam semesta Yuusuatouri.


"...entah kapan kita harus bertahan." Kedua mata Shinobu berubah menjadi merah.


"Tetapi aku akan tetap memecahkan masalah ini..."

__ADS_1


"...Koneko akan berjuang!"


__ADS_2