Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 468 - Latihan dengan Tekanan Baru di Lain Hari


__ADS_3

Minami terlihat kesal ketika Shuan terpengaruh lagi dengan amarahnya, untungnya Rokuro menghilang lalu menyambut Shuan dari depan dengan menabraknya sampai ia terlempar ke belakang.


Amarah Shuan menghilang begitu saja dan harga dirinya menurun drastis karena ia masih menjadi seekor budak yang terus dipengaruhi dengan marah dari Neko Legenda.


Shuan melihat Rokuro melompat ke atas lalu melancarkan beberapa serangan dari sabit, semua serangan itu berhasil di tahan menggunakan cakar emas yang dimiliki oleh Shuan sehingga terdengar suara bising yang cukup keras di sekitar mereka.


Mampu menyebabkan dorongan besar dimana-mana, walaupun Shuan sudah menahan beberapa kali, ia masih belum bisa fokus karena aura dari sabit itu mampu meninggalkan beberapa luka tebasan di tubuh dan wajahnya.


Untungnya Shuan berhasil membalas semua serangan yang terkena itu dengan menaikkan gravitasi sampai Rokuro tidak bisa bergerak untuk sesaat karena tubuhnya diselimuti dengan warna emas.


Shuan melepaskan satu pukulan yang mengenai dada Rokuro, serangan itu mampu membuat dirinya memuntahkan darah segar yang berjumlah banyak, setelah itu Shuan berputar lalu menebas dada Rokuro menggunakan cincin Saturnus.


Hasilnya Rokuro terlempar ke belakang dengan luka tebas di dadanya yang mengubah seluruh darahnya menjadi serbuk emas yang membentuk kembali cincin Saturnus yang berputar dan meleset menuju arahnya.


Rokuro menghancurkan semua cincin Saturnus itu sampai melepaskan serbuk emas yang membentuk Shuan, Rokuro langsung lengah karena ia tidak sempat untuk melakukan sesuatu.


Pada akhirnya Rokuro menerima satu tendangan yang mampu melemparnya ke atas langit, setelah itu Shuan terbang cepat ke atas lalu menginjak kepalanya beberapa kali sampai ia terhempas menuju daratan.


Baammm!!!


Shuan mulai melepaskan cahaya yang memiliki skala besar di sekitarnya sehingga seluruh planet emas itu mulai berpencar dimana-mana, kecepatan Shuan meningkat pesat bahkan ia sampai melakukan serangan kombinasi kepada Rokuro.


Shuan dapat melakukan perpindahan dengan planet emas yang ia lempar kemana-mana, setiap serangan yang mengenai tubuh Rokuro memiliki efek dan kekuatan berbeda sampai ia terpaksa menerima semua efek negatif itu.


Rokuro menggunakan kemampuan Greednya untuk menyerap seluruh efek itu tetapi membutuhkan waktu yang lumayan lambat jika ia terus menerima banyak serangan, satu serangan mulai Rokuro terima.


Kali ini di bagian punggungnya dengan satu tendangan, Rokuro langsung membalasnya dengan menghantam wajahnya dan Shuan membalasnya lagi dengan satu tendangan.


Satu tendangan itu di lanjutkan dengan ekor Shuan yang bergerak cepat lalu mencekik leher Rokuro, Shuan terbang menuju daratan dengan kecepatan penuh lalu ia melemparnya menuju lantai dengan sepenuh tenaga.


Rokuro berhasil menyerang balik dengan memegang erat ekor Shuan, setelah itu ia melepaskan ekor itu dari lehernya lalu memutarkan Shuan beberapa kali dan mencoba untuk melemparnya.


Rokuro memakan waktu yang sangat lama sehingga ia menerima satu tendangan yang mengenai dadanya, Rokuro menyerang balik dengan satu pukulan yang mengenai perut Shuan.


Tulang-tulang di dalam tubuh mereka mula hancur dan retak, untungnya mereka memiliki sihir untuk memulihkan semua kerusakan yang mereka terima.


Serangan mereka terus saling beradu bahkan sampai membuat kubus waktu itu bergetar dahsyat, Haruka meminta seluruh teman-temannya untuk menjaga jarak dan ia langsung membawa Kou jauh-jauh karena berbahaya untuk dirinya merasakan kekuatan itu dari jarak dekat.


Shuan dan Rokuro mulai saling menggenggam kedua tangan satu sama lain selagi saling menatap, mereka mulai mengadu serangan dahi beberapa kali sampai berdarah.


"Kau tidak perlu menahannya lebih jauh lagi, Rokuro... Mari kita sama-sama menginjak tingkat kekuatan penuh yang sebenarnya..."


"...100 persen!!!" Shuan mulai mengangkat tubuh Rokuro lalu memutarnya beberapa kali dan melemparnya ke atas, ia melesat ke atas dengan tubuh yang diselimuti aura emas.

__ADS_1


"Jika itu maumu maka aku tidak akan menahan diri lagi!!! Shiratori Shuan...!!!" Seru Rokuro keras sehingga ia melepaskan tekanan kekuatan dan dorongan yang besar di sekitarnya.


""HAAAARRRGGGGHHH!!!"" Kedua Legenda itu mulai mengerahkan semua yang mereka miliki untuk mengakhiri latih tanding ini dengan cara yang sengit.


Retakan kubus waktu itu bertambah besar bahkan sampai melayang ke atas langit, Honoka mulai turun tangan.


Ia langsung menyelimuti kubus itu menggunakan sihir pelindung yang dapat menahan semua tekanan yang mereka lepaskan.


Tato Greed milik Rokuro mulai menyebar di sekujur tubuhnya sampai ia menyerap seluruh kekuatan, tenaga, dan Lenergy yang dimiliki oleh Shuan lalu mengubahnya menjadi sumber kekuatan murni.


Kedua Legenda itu melepaskan teriakan penuh kekuatan, semua kekuatan yang mereka miliki mulai di salurkan ke dalam kedua lengan dan kaki mereka agar serangan yang mengenai sasaran akan menerima kerusakan yang sangat besar.


Minami mulai menatap kubus itu tajam, mengharapkan bahwa Shuan mampu menahan semua tekanan dari wujud Golden Solar System karena ia bisa merasakannya bahwa cahaya di dalamnya menghilang begitu saja.


Shuan berhasil menghantam perut Rokuro tetapi Rokuro mengenai sasaran yang lebih pas yaitu wajah Shuan sampai ia terlempar ke belakang, Shuan mencoba untuk kembali dan ia melihat Rokuro melancarkan satu serangan.


Serangan itu berhasil di tahan dan Shuan sempat memberikan serangan balik yang mengenai dagu Rokuro sampai ia terlempar ke atas.


Rokuro mulai mengamuk bahkan auranya mulai membesar sehingga ia mencuri seluruh kekuatan dan tenaga di luar kubus waktu itu, semua dosa kerakusan terhadap kekuatan mulai terkumpul menjadi kekuatan yang jauh lebih dahsyat.


"Maju!!! Shiratori Shuan...!!!" Rokuro melesat menuju arah Shuan.


"Harrrggghhhh!!! KERAHKAN SEMUANYA...!!!"


Dengan bersamaan, mereka melepaskan satu pukulan yang dipenuhi dengan kekuatan penuh terakhir, kedua tinju itu saling mengenai satu sama lain sehingga terjadilah ledakan dahsyat yang melepaskan tekanan dan dorongan dimana-mana.


Minami melebarkan matanya ketika melihat kubus itu mulai meledak dan mengeluarkan banyak sekali petir emas dimana-mana, semua tekanan dan dorongan yang berada di dalam kubus itu langsung terlepas kemana-mana.


Untungnya Honoka dapat mengendalikannya secara keseluruhan dimana lapangan itu masih terlihat utuh berkat sihir realitasnya.


Haruka tercengang karena kubus waktunya mampu mereka hancur karena kekuatan murni yang begitu besar.


Mereka membuka mata mereka dan melihat ke atas langit, terlihat Shuan dan Rokuro yang saling membelakangi dengan lengan kanan yang masih lurus seperti memperagakan sebuah serangan pukulan.


Kedahsyatan yang terlepas tadi berakhir begitu saja karena Honoka, hasilnya masih belum terlihat karena Shuan dan Rokuro perlahan-lahan terjatuh menuju lapangan dengan pelan.


Semua tata Surya emas Shuan hancur begitu saja sampai warna rambutnya kembali emas, ia perlahan-lahan terjatuh menuju arah Rokuro yang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan serius.


"Ahh...!?" Minami tidak menyangka bahwa Shuan akan kalah walaupun sudah mengerahkan seluruh kekuatan penuhnya di wujud Golden Solar System.


Latih tanding ini dimenangkan oleh Rokuro, Rokuro melihat Shuan terlihat sangat kelelahan seperti tidak bisa melanjutkan pertarungan.


Apa yang ia pikirkan salah karena Rokuro baru saja dikejutkan dengan teriakan monster Shuan, ia melepaskan satu pukulan ke arah Rokuro tetapi berhenti sebelum mengenai wajahnya karena ia tidak memiliki tenaga yang tersisa.

__ADS_1


Rokuro sudah mengetahuinya sejak awal dan ia sendiri bahkan tidak perlu bergerak atau kaget melihat amarah Shuan sekejap tadi, Shuan terjatuh lebih cepat sekarang tetapi Rokuro menangkap dirinya.


Setelah itu, Rokuro mulai menempati dirinya di atas daratan lalu memberikan kembali semua kekuatan dan tenaga yang ia serap dari Shuan.


Shuan membuka kedua matanya, menyadari bahwa latih tanding itu bukanlah hasil yang baik bagi dirinya karena ia masih kalah, kekuatan dari Golden Solar System masih belum cukup.


"Sial... Masih belum cukup ya... Wujud dari Golden Solar System memakan terlalu banyak tenaga dan kekuatan..." Ucap Shuan pelan, ia melihat seluruh teman-temannya mulai mendekat.


Minami mulai memulihkan luka-luka yang diterima oleh kedua Legenda itu menggunakan Golden Nature, mereka kembali seperti semula sekarang dan Rokuro mulai membantu Shuan untuk berdiri.


"Pertarungan yang cukup baik, Shiratori Shuan. Jika saja aku tidak memiliki kekuatan dari Greed maka kau bisa mendapatkan kemenangan itu."


"Kekuatan dari Golden Solar System itu cukup mematikan bagi mereka yang tidak memiliki sihir pemulihan atau penyerapan terhadap efek negatif."


Rokuro mulai memeluk bahu Shuan pelan, menandakan teman satunya ini layak bahkan ia memilih penuh harapan dan kehormatan baginya.


"Kau juga sama, Shimatsu Rokuro. Kau sudah bisa mengontrol penuh seluruh kekuatan dan kemampuan itu tanpa harus menahan tekanan yang di rasakan, benar-benar pertarungan yang menyenangkan."


Haruka tersenyum ketika melihat Rokuro dan Shuan sekarang terlihat seperti teman yang sangat dekat, Minami sendiri merasa bersyukur karena ia melihat pengembangan sedikit demi sedikit dari Shuan.


Satu-satunya yang perlu ia kuasai adalah amarah dan monster yang bernama Beast Neko Legend di dalam tubuhnya, sekali ia menyempurnakannya maka tidak ada lagi yang harus ia khawatirkan.


Latih tanding mereka benar-benar menakjubkan dan spektakuler sampai seluruh teman-teman Shuan dan Rokuro mulai bertepuk tangan dengan hasil mendekatkan hadiah dari pacar mereka.


"Kerja yang bagus, Rokuro... Lebih dari lima menit, siap untuk di hukum?" Bisik Haruka, setelah itu ia langsung mencium pipi Rokuro dan membuat dirinya tersipu sedikit.


"Terserah, asalkan jangan menyusahkan diriku."


Shuan melihat Kou mencoba untuk memberi dirinya kecupan tetapi tidak bisa karena tinggi tubuhnya yang begitu kecil, Shuan jongkok lalu memberi dirinya kecupan di kening.


"Maaf, Kou, aku gagal... Jika aku gagal lagi maka itu belum cukup dijadikan bukti bahwa aku bisa melindungi dirimu."


"Kamu pasti bisa... Hanya perlu berusaha lebih keras lagi... Aku mempercayaimu." Ucap Kou pelan dengan sebuah senyuman.


"Terima kasih, Kou."


"Ahhhhhh... Pandangannya kok malah terganggu dengan sinar dari cinta sih, bubar-bubar!" Kata Honoka.


"Ya... Bubaaaarrr..." Kata Hana, Minami hanya bisa menatap Honoka dan Hana dengan tatapan datar.


Minami tersenyum canggung, "Mereka iri ya... Padahal iri bilang aja..."


"...atau mencari juga mudah."

__ADS_1


__ADS_2