Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 793 - Fisik tanpa Sihir


__ADS_3

Shinobu mengangkat Hinoka yang sedang dalam kondisi pingsan, ia mulai menempati dirinya di atas tanah yang diselimuti dengan dedaunan emas agar ia bisa beristirahat nyenyak.


"... ..." Shinobu menatap Ako lalu ia mengangguk, semuanya berjalan dengan aman sampai Ako mendekati Hinoka lalu menatap dirinya dengan ekspresi sedih.


"Malang sekali ya... pasti Hinoka merasa sangat bersalah ketika bangun." Ucap Ako.


"Tidak kok... Kak Hinoka selalu saja berpikir positif dan ceria setiap saat, walaupun dia lumayan aneh dan gila tetapi dia melakukan semua itu untuk menutup penderitaannya."


"Amukannya tadi sudah pasti akan diketahui oleh banyak sekali orang... termasuk Manusia... bangsa seperti mereka juga sudah pasti akan mengadu." Shinobu menyentuh kepala Hinoka.


"The Mind...!!!" Shinobu menggunakan kekuatan penuh dari The Mind sampai ia sempat terjatuh sehingga membuat Ako khawatir seketika.


Ia membantu dirinya sampai Shinobu tersenyum lembut lalu mengangguk pelan, "Aku baik-baik saja..."


Kemampuan yang baru saja tadi Shinobu gunakan menanggung risiko besar, hampir sama seperti yang ia lakukan ketika melawan Zodiac Crusaders, dalam waktu yang lumayan lama dia tidak bisa menggunakan The Mind.


Shinobu baru saja menggunakannya untuk membantu Hinoka, sekarang ia kembali bangkit dengan kepala yang terasa pusing tetapi ringan seketika sampai ia mulai meregangkan tubuhnya seperti kucing.


"Ayo, kita bantu yang lain---" Shinobu langsung melepaskan beberapa Golden Repulsor menuju arah peluru yang meluncur menuju arah dirinya dan Ako.


"Itu dia si pembawa sial...!!! Banyak sekali nyawa berjatuhan karena ledakan dan guncangan itu, kau berhak mendapatkan hukuman mati dan denda yang besar!!!" Seru seorang Jenderal.


Ako memunculkan sihir pertahanan yang begitu tebal sampai menahan semua serangan itu satu per satu, Shinobu mencoba untuk berbicara baik-baik dengan mereka.


"Tolong maafkan sepupuku ini... dia tidak bermaksud untuk menghancurkan semua itu, jika bisa... biarkan aku yang menanggung risiko---"


Sebuah rudal dilepaskan oleh seorang Manusia yang memegang senjata roket, rudal tersebut menyentuh pertahanan Ako sampai menyebabkan ledakan yang dahsyat di sekelilingnya.


"Permintaan maaf sendiri masih belum cukup untuk memperbaiki semua kesalahan dan kehancuran yang sudah kau perbuat...!"


"...ternyata selama ini benar, rumor tentang bangsa Legenda terutama lagi Neko Legenda!!! Kau tidak bisa dibiarkan begitu saja...!!!" Teriak sang Jenderal yang meneteskan banyak air mata.


Manusia sangatlah takut dengan akhir dari dunia sampai mereka sekarang menanggapi Legenda sebagai penyebab dari semua kekacauan yang terjadi, rupa mereka juga bahkan bisa di bilang mencuri.


"Kalian sudah mencuri rupa kami... meniru gaya hidup kami... dan sekarang mencoba untuk menyebabkan akhir dari dunia yang sedang terjadi!?"


"Jangan harap kalian bisa lepas!!! Terutama kau Neko Legenda yang mereka panggil dengan sebutan kucing manusia setengah robot, Shinobu Koneko!!!"


Ako terkejut ketika mendengarnya, entah itu salah dengar atau apa tetapi ia baru saja dikejutkan dengan fitnah jenderal itu yang menunjuk Shinobu sebagai ancaman dari semua itu, di mulai dari amarah Hinoka.


"Tunggu dulu---" Ako mencoba untuk berbicara tetapi Shinobu langsung menghentikan dirinya dengan menghalangnya menggunakan lengan kanannya.


"Anu... Ako... sebenarnya... aku menggunakan The Mind untuk mengubah pola pikiran semua Manusia agar menyangka bahwa masalah Hinoka itu di sebabkan oleh diriku."

__ADS_1


"A-Apa...?!" Ako memasang tatapan yang terlihat kaget, ternyata Shinobu mau melakukan semua itu sampai titik yang tidak bisa lagi di jelaskan.


"Sekarang aku sudah tidak bisa menggunakan The Mind... tetapi tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin Hinoka menampung semua kebencian itu kepadanya sendiri."


"Kakak sudah memiliki riwayat yang begitu menyedihkan karena melihat Mamanya meninggal di hadapannya, jika ia dibenci oleh seluruh Manusia dan ras lain maka mentalnya akan bertambah hancur."


"Lebih baik aku saja yang menanggungnya... aku sudah terbiasa dengan kebencian dan rasa percaya yang hilang..."


"...intinya adalah... aku sudah membantu Kak Hinoka untuk meneruskan kehidupannya." Shinobu tersenyum ikhlas kepada Ako sampai ia memasang tatapan sedih.


Tidak pernah sekalipun ia melihat seseorang yang sangat mulia dan berhati murni seperti dirinya, ia juga tidak begitu ingin imbalan karena semua perlakuannya mengandung keikhlasan yang sangat besar.


"Melihat mereka semua buta dengan kata maaf..."


"...lebih baik kita bantu Dewa kematian saja agar tidak merugikan apapun." Saran Shinobu yang mulai memancarkan cahaya emas melalui tubuhnya.


"Maksudmu...?"


"Menjatuhkan mereka ke dalam lubang yang tidak mengandung penderitaan, jika hidup mereka berakhir maka mereka tidak akan takut dengan akhir dunia."


Shinobu tersenyum lembut lalu melepaskan Golden Repulsor yang menyebabkan lubang besar di bagian dada mereka semua satu per satu sehingga Ako terkejut ketika melihatnya.


"Aku mengerti apa yang kamu coba maksud sekarang...!" Ako tersenyum lalu ia melepaskan pertahanan itu sampai menyebabkan dorongan yang menghempas mereka ke belakang sampai terjatuh.


Kata maaf yang di sia-siakan sama saja dengan penolakan untuk hidup di dalam pola pikiran Shinobu, jika mereka tidak mau menerimanya atau banyak mengeluh tentang dunia ini maka satu-satunya cara adalah membawa mereka langsung kepada Dewa kematian.


"HAAAAAAAARRRGGGGHHH!!!" Magnus melancarkan beberapa serangan menuju arah Koizumi dan Konomi sehingga mereka terpental ke belakang.


Ukuran Magnus yang sebesar planet tidak menghambat kecepatannya yang mampu menyulitkan kedua gadis itu, Koizumi hanya bisa memasang tatapan kesal karena fisik dan kekuatan murni Magnus terus meningkat.


Koizumi terbang ke belakang lalu ia melepaskan lebih banyak aura Crimson sampai tato Greed di lehernya menyerap semua sumber mana di dalam bumi dan pesawat luar angkasa.


Semua Mana itu ia ubah menjadi sumber Lenergy yang memperkuat fisiknya dan kecepatannya sampai ia melesat menuju arah wajah Magnus dengan kecepatan yang melampaui cahaya.


Konomi dari jarak yang sangat jauh melepaskan tembakan Railgun untuk mengalihkan perhatiannya sampai ia mulai memperkuat fisiknya lagi sampai serangan Konomi tidak memberikan efek apapun.


Koizumi dan Konomi perlu mengingat bahwa bertarung dengan Magnus tidak akan bisa menggunakan sihir atau kemampuan berjenis apapun, jadi mereka hanya perlu menjaga jarak untuk menggunakannya kembali.


Kemungkinan besar Magnus memang memiliki kemampuan yang dapat menghalang atau melarang mereka untuk tidak menggunakan apapun kecuali fisik mereka sendiri untuk bertarung.


Mereka terpaksa menggunakan cara apapun demi melawan Legenda pertama yang lahir dengan sebutan Barbaric Legenda, sudah jelas dengan fisiknya yang jauh lebih unggul ia dapat melawan apapun dengan tubuh kekarnya itu.


Magnus melihat Koizumi muncul di hadapannya, ia langsung menggerakkan kedua tapaknya untuk menindih tubuh kecil Koizumi tetapi ia dikejutkan dengan Koizumi yang menghilang seketika.

__ADS_1


Koizumi yang mencoba menyerangnya tadi adalah sebuah Replay yang bertahan selama lima detik sebelum menghilang karena Magnus yang memiliki kemampuan larangan untuk menggunakan sihir dan lainnya.


Namun, Replay tadi sudah cukup untuk membuat Magnus lengah seketika sampai perutnya menerima satu pukulan dari Koizumi yang mengandung dosa Greed besar di dalamnya sampai menyerap seluruh sumber Lenergy Magnus.


Koizumi merapatkan giginya lalu mencengkeram perut Magnus cukup kasar untuk mengeluarkan lebih banyak Lenergy yang langsung tersebar ke arah berbeda sampai Konomi dapat melihatnya dengan jelas.


Tubuh Magnus kembali menuju ukuran semula tetapi tubuhnya tetap keras dan bertambah semakin kekar sehingga Koizumi mulai menatap Konomi lalu mengulurkan lengan kanannya.


"Konomi! Urus Manusia kerajaan itu lebih cepat sebelum masalah bertambah buruk...!!! Aku juga membutuhkan Lenergy mu!"


Konomi mengangguk lalu ia melebarkan tapak kanannya sampai menciptakan bola Lenergy yang ia lempar kepada Koizumi sampai ia menyerapnya dan menggunakannya untuk memperkuat fisik lebih atas lagi.


Magnus mencoba untuk menyerang tetapi Koizumi berhasil menangisinya menggunakan kaki kirinya sehingga ia lanjutkan dengan satu putaran yang mengarahkan satu tendangan kepada wajahnya sampai ia terpental ke belakang.


Koizumi muncul di belakang dengan satu pukulan yang di lepaskan tetapi Magnus berhasil menghindarinya sehingga ia mulai menangkis serangan belati Koizumi yang terus ia gerakan demi menusuk dadanya.


"GWAAAHHHHH!!!" Magnus menggenggam erat tangan kanan Koizumi agar ia tidak menyerang menggunakan belati tersebut lalu ia menghantam wajahnya menggunakan keningnya sendiri.


Koizumi terpental ke belakang sampai ia melihat Magnus melesat penuh kecepatan menuju arah dirinya, setiap serangan yang mengenai tubuh Koizumi tidak memberi efek apapun karena bantuan dari Greed yang mengubah Mana menjadi Lenergy baginya.


Terdapat perbandingan besar sekarang, Koizumi sangat terbantu oleh dosa Greed itu sampai serangan Magnus tidak mampu untuk melukai dirinya cukup parah walaupun fisiknya sendiri cukup untuk memukul semesta sama hancur.


"Lenergy ku sekarang sudah cukup untuk menghajar dirimu!!!" Koizumi menendang Magnus ke depan.


Setelah itu, ia muncul tepat di belakangnya selagi melancarkan satu tebasan yang merobek kulit punggungnya sampai Magnus terpental ke atas dan menerima dua injakan dari Koizumi yang menjatuhkan dirinya menuju Mars.


Magnus mendarat di atas tanah lalu ia menatap ke atas dan melepaskan lebih banyak aura ungu kehitaman sampai Lenergy di dalam tubuhnya terus bertambah untuk memperkuat fisiknya.


Namun, dengan kecepatan Koizumi yang terus ia tingkatkan berkat bantuan dari sumber Lenergy rampasan Greed, ia mampu menempati satu pukulan di dada Magnus sampai ia melebarkan kedua matanya.


Koizumi langsung menghantam dagu Magnus sampai ia terpental ke atas langit, Magnus mencoba untuk menyerang balik tetapi perutnya menerima satu tendangan dari Koizumi.


Magnus melancarkan satu serangan sikut menuju wajah Koizumi tetapi ia melompat ke belakang sampai wajahnya tetap menerima satu pukulan keras dari Magnus yang mampu meretakkan daratan Mars.


BAAAAMMMMM!!!


"... ..." Koizumi menggerakkan tinju Magnus yang masih menempel di pipinya itu, Magnus terkejut ketika melihat Koizumi masih bertahan.


"... ..." Koizumi menyentuh dada Magnus menggunakan tinjunya lalu ia melepaskan satu kekuatan penuh dari tekanan dan dorongan melalui tinjunya.


BAAAMMM!!!


"UWAAGGGGHHH!!!" Magnus terpental menuju daratan Mars sampai menyebabkan kehancuran dahsyatnya sehingga berakhir kehancuran bagi planet Mars itu sendiri

__ADS_1


"Hah... Hah... Hah..." Tubuh Koizumi terasa berat seketika karena ia terlalu berlebih menyerap Mana semua Manusia yang ada di Yuutouri.


"...aku harap itu cukup untuk menghentikannya."


__ADS_2