Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 400 - Beranikan Diri


__ADS_3

"Maaf ya..." Asriel memulai pembicaraan.


"Tidak... justru aku bersenang-senang mengikuti kontes itu walaupun memenangkan juara ke tiga. Setidaknya kebersamaan ini bisa dijadikan sebagai kenangan kita." Mitsuki tersenyum, keadaan terasa begitu hangat bagi mereka mungkin kebersamaan ini terasa begitu romantis sehingga mereka tidak bisa mengatakan apapun selanjutnya, Asriel sendiri memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya tetapi tidak bisa.


"Mungkin kita kalah karena aku tidak begitu imut... aku tidak setingkat dengan Hana dan Haruka." Mitsuki terkekeh.


"Tidak juga, justru kamu sangat imut dan cantik bagiku."


"Benarkah?"


"Iya, tidak ada yang harus dikhawatirkan sekarang." Mereka akhirnya merasakan kebahagian yang sama dan sangat menantikan hari esok untuk menonton film romantis di ruangan yang begitu sepi karena mereka mendapatkan ruangan privasi untuk menonton.


Kemudian hari, pagi yang cerah dimana daratan sekarang sudah dipenuhi dengan salju karena musim semi bagi Yuusuatouri itu hampir sama seperti musim dingin dimana salju akan turun untuk menyelimuti sebuah planet, suhu dingin itu tidak bertambah melainkan tetap seimbang dan sangat cocok untuk mendinginkan tubuh Legenda yang selalu saja terasa hangat. Asriel memiliki janji dengan Mitsuki bahwa mereka akan bertemu di depan gedung yang menyediakan beberapa tontonan seperti bioskop.


"Maaf, aku lumayan telat... tadi aku membantu Ibuku dulu." Kata Asriel.


"Tidak apa-apa kok, aku sendiri baru saja datang..." Mitsuki tersenyum.


"Lain kali aku akan datang lebih awal darimu."


"Jangan... aku tidak ingin kamu menunggu, Asriel."


Mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan masuk ke dalam ruangan untuk menonton, ternyata mereka tidak sengaja bertemu dengan Haruka yang baru saja masuk ke dalam ruangan privasi-nya untuk menonton film, ternyata benar-benar terbagi menjadi dua bahkan Honoka sempat menyambut mereka berdua dan memberi semangat untuk tidak melakukan apapun ketika menonton film, Asriel dan Mitsuki masuk ke dalam ruangan privasi itu.


Mereka dikejutkan dengan fasilitas yang begitu nyaman bahkan suhu ruangan terasa begitu hangat, pas untuk tubuh mereka yang sudah terbiasa diselimuti dengan suhu dingin. Mereka juga mendapatkan pemandangan menonton yang sangat pas, Mitsuki duduk di atas sofa yang terasa begitu empuk dan Asriel juga melakukan hal yang sama sehingga terjadi keheningan, mereka tidak tahu harus apa selanjutnya, mungkin menikmati film romantis itu.


Mereka duduk sangat berdekatan bahkan wajah Asriel mulai memerah sedangkan Mitsuki terasa begitu malu karena ia ingin sekali mengatakan sesuatu kepada Asriel tetapi ia tidak bisa membuka mulutnya, Mitsuki menatap Asriel dan ia melihat wajah Asriel yang sudah memerah, mungkin ia tidak tahu harus apa jadi ia merasa begitu canggung dan malu ketika berduaan bersama Mitsuki di dalam sebuah ruangan yang terasa sepi, hanya bisa mendengar suara iklan dari layar besar di hadapan mereka.


Mereka bangkit dari atas sofa untuk mendekati jendela besar di hadapannya, mereka bisa melihat banyak penonton yang sedang menunggu iklan itu sampai selesai. Asriel mulai duduk kembali di sofanya lalu ia menatap ke depan dan melihat Mitsuki secara keseluruhan, hal itu membuat dirinya tersenyum lalu tersipu lebih merah karena ia ingin mengungkapkan perasaannya sekarang juga karena sedang sepi dan film romantis yang akan ditayangkan masih belum dimulai.


 Mitsuki melihat lampu-lampu yang mulai padam karena film akan dimulai sebentar lagi, mereka mulai menikmati film itu bersama-sama dan film itu berdurasi 2 jam, mereka menikmati film romantis itu selama dua jam tanpa melakukan apapun kecuali melihat film itu yang memiliki kesan romantis dan sedih. Akhir dari film itu ternyata memberikan makna yang cukup baik bahkan sampai membuat Mitsuki meneteskan air matanya karena ia menyukai film satu ini yang begitu sedih dan romantis.


"Pada akhirnya pria itu berhasil menyatakan perasaannya yang kuat kepada gadisnya ya... pengungkapan-nya bahkan terisi dengan rasa cinta yang berjumlah sangat besar, cukup untuk membuat semua penonton merasakannya." Kata Mitsuki.

__ADS_1


"Perasaanku sama kuatnya..." Asriel mulai berbicara dan Mitsuki langsung menatap dirinya, mereka mulai menatap satu sama lain bahkan wajah mereka berada di posisi yang sangat dekat, waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan yang selalu mereka pendam bahkan Asriel sampai menggenggam tangan Mitsuki dan kedua mata mereka saling bertemu.


"Aku..."


"Asriel...?"


Asriel masih mengumpulkan seluruh keberaniannya karena ia sudah dalam proses untuk mengungkapkan perasaannya itu, pikirannya memiliki harapan tinggi bahwa ia harus menerima jawaban yang sangat positif dari Mitsuki karena ia sudah memberanikan dirinya untuk mengatakan perasaannya kepada Mituki, jika ia memiliki keberanian tinggi maka semuanya akan berjalan dengan lancar.


"Asriel... sungguh... terima kasih... terima kasih... semua perbuatan yang kamu lakukan kepadaku sungguh membuat diriku senang, petualangan yang kita alami bersama yang lainnya ketika mencoba untuk mengembalikan Haruka membuatku sadar bahwa kamu begitu peduli kepadaku sampai terus menyelamatkan diriku beberapa kali... lima tahun ini... kamu selalu saja membantu dan mengajari diriku tentang berbagai macam hal..." Mitsuki tersenyum, perkataan itu keluar secara natural melalui mulutnya bahkan air mata mengalir keluar melalui kedua matanya itu.


"Mitsuki...?"


"Maaf... jangan salah sangka... aku tidak sedang bersedih kok..."


"Hm...?"


"Menghabiskan waktu bersama dirimu setiap harinya... sangat membuat diriku merasakan kebahagian yang begitu besar!" Mitsuki tersenyum, melihat senyuman itu sudah cukup untuk menenangkan hati Asriel sampai memberi dirinya keberanian tinggi, ia membalas senyuman itu dengan senyuman lainnya.


"Asriel... katakan sesuatu..."


"Y-Ya..."


"Maaf... aku tidak bisa memilih kata-kata dengan baik."


"Tidak perlu meminta maaf kok. Kamu tidak berbuat kesalahan apapun..."


"Iya..." Asriel menarik nafas dalam-dalam lalu ia menunjukkan ekspresi yang terlihat serius karena sekarang harinya untuk mengungkapkannya kepada Mitsuki, ia berhenti memeluknya lalu pandangan mereka mulai saling bertemu.


"Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu..."


"Ehh...? Asriel...?"


"Aku menyukaimu, Mitsuki! Benar-benar suka..."

__ADS_1


Mitsuki terkejut ketika mendengarnya, ia tidak menyangka bahwa sekarang adalah hari dimana ia dapat mendengar pengungkapan perasaan itu, hubungan mereka yang sekedar teman akan berubah menjadi hubungan kekasih mulai dari sekarang karena Asriel mampu menyatakannya dengan ekspresi serius, terlihat begitu serius bahkan Mitsuki tidak mempercayai apa yang baru saja ia dengar.


"Asriel..."


"Walaupun aku lebih tua... tidak bisa diandalkan... bahkan tidak peka..."


"Tidak kok, sejak pertama kali kamu menyelamatkan diriku dan memperlakukan diriku dengan kebaikan... aku mulai berubah dan hari-hariku dipenuhi dengan kesenangan karena dirimu yang sudah mau menemaniku." Asriel langsung menggenggam kedua tangan Mitsuki dan memasang ekspresi serius.


"Perasaan cintaku untuk dirimu tidak akan pernah hilang dan tidak akan pernah aku berikan kepada siapapun kecuali dirimu... Mitsuki..."


"Asriel..." Wajah mereka perlahan-lahan mendekat sampai bibir mereka saling bertemu dan menyentuh, terjadilah ciuman pertama mereka dari seseorang yang mereka cintai. Hubungan mereka sekarang bukan sekedar teman saja melainkan kedua kekasih yang saling mencintai satu sama lain, ketika ciuman itu berakhir Mitsuki merasa senang bahkan ia menatap Asriel dengan senyuman lebarnya.


"Asriel... Aku merasakan kesenangan yang sangat besar..." Tatapan Mitsuki baru saja menusuk hati Asriel bahkan meninggalkan lubang besar karena keimutan yang Mitsuki tunjukkan kepada dirinya itu, dada Asriel terasa sesak seketika karena ia tidak bisa menahannya lagi, kekasihnya begitu imut sehingga ia langsung memberi dirinya sebuah pelukan yang sangat erat karena ia merasa begitu senang karena mendapatkan jawaban yang sangat positif, ciuman di bibir saja adalah jawaban yang terasa sangat positif.


Kebetulan malam hari adalah malam dimana mereka dapat melihat kembang api yang akan bermunculan dimana-mana, ketika malam hari tiba Asriel dan Mitsuki mengunjungi sebuah gunung yang dipenuhi dengan kekash yang sedang menantikan kedatangan kembang api itu. Asriel sempat melihat Rokuro dan Haruka yang sedang duduk di atas kursi selagi melihat bintang-bintang yang bersinar cerah di langit yang hitam.


"Apakah menurutmu kita terlihat seperti sepasang kekasih yang serasi...?" Tanya Mitsuki.


"Tentu saja. Kita kan baru saja memulai kehidupan baru menjadi sepasang kekasih." Jawab Asriel, ia menggenggam erat tangan Mitsuki.


Kembang api mulai bermunculan dimana-mana, menarik seluruh perhatian Legenda yang sedang menikmati musim semi mereka yang masih dipenuhi dengan rasa kedamaian tinggi. kali ini ledakan kembang api yang mereka lihat memiliki bentuk hati, terlihat sangat romantis bahkan sebagian dari sepasang kekasih itu mulai berciuman di malam hari yang begitu indah ini, perayaan selanjutnya masih bisa menunggu karena musim sejuk di tahun ini akan berjalan cukup panjang dan romantis.


***


"Tuan Morgan... Apakah sudah saatnya untuk memulai Tournament of Solicitation seperti biasanya? Kita sekarang sudah memiliki dunia buatan sendiri yaitu kota yang melayang dan mengelilingi setiap semesta..." Seorang pria menghampiri Morgan yang sedang duduk di atas kursi selagi memeriksa seluruh catatan informasi yang ia dapatkan, terisi semua orang yang menarik perhatiannya dan Haruka terdapat di dalam catatan itu karena dia adalah putri Korrina.


"Apakah Solicitation's Order... sudah siap untuk digunakan?"


"Tentu saja, kali ini kita seperti biasanya akan memiliki tiga pemenang yang dapat membuat permintaan mereka dikabulkan dengan kubus emas itu..."


"Baiklah... semua informasi peserta yang kau kumpulkan sudah membuatku cukup tertarik untuk mendirikan kembali..."


"...Academy of Solicitation IV."

__ADS_1


__ADS_2