Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 115 - Firasat yang Buruk


__ADS_3

Legendarius bisa disebut sebagai planetĀ  yang memiliki populasi Legenda terbanyak kedua. Saat ini Rxeonal sudah memerintah seluruh pasukan-nya untuk mengerahkan iblis yang lebih banyak lagi agar tujuan mereka untuk menaklukkan beberapa planet bisa tercapai, sejujurnya Rxeonal tidak terlalu ingin memulai perang antar semesta.


Ia lebih memilih untuk menghabisi seluruh populasi ras yang ada di semesta Touri ini, hanya bangsa iblis yang perlu hidup dan meraih apa yang mereka sebenarnya inginkan yaitu kedamaian. Semua ras juga pasti menginginkan kedamaian tetapi karena kedamaian itu bagi Rxeonal terbatas jadi ia hanya perlu semua kedamaian itu dan memberikan kepada iblis-iblis yang pantas untuk mendapatkan-nya.


Tetapi ia tidak memberikan-nya sembarangan karena masih terdapat beberapa iblis yang bertentangan dengan tujuan Rxeonal, hampir lima planet dari berbagai semesta yang sudah Rxeonal takluk sampai populasi kehidupan yang terdapat di planet itu sudah tidak ada kecuali iblis yang mulai berkembang biak dan bercinta.


Seluruh pasukan Legenda yang memiliki julukan [Super Elite] bergegas untuk melindungi seluruh semesta dan planet-planet yang sanggup mereka lindungi. Selvia mulai bergegas ke planet lain karena dia sudah tidak ingin lagi kekurangan banyak populasi di semesta Touri yang disebabkan oleh Ayah-nya sendiri.


Hanya Korrina sendiri yang saat ini sedang berada di dalam rumah-nya, kota Ghisaru saat ini sudah Korrina pasang berbagai macam teknologi yang mampu melindungi kota tersebut dengan sangat aman karena semua teknologi itu akan menciptakan sebuah robot yang memiliki sihir Sacred dan pembasmi iblis lemah secara langsung.


Beberapa ras sudah melakukan pengungsian menuju kota Ghisaru, seluruh ras yang selamat dari planet mereka segera mengungsi ke kota Ghisaru karena Korrina berhasil menghubungi seluruh ras yang masih bertahan hidup berkat bantuan dari sistem, teknologi, dan Tech. Kota Ghisaru sekarang sudah Korrina ubah menjadi kota paling besar dan aman untuk berlindung dari serangan bangsa Iblis.


Berkat semangat Korrina untuk bekerja keras dan menyelamatkan semua orang, ia mampu mengerahkan seluruh ilmu pengetahuan-nya untuk menciptakan teknologi baru dan juga kota yang jauh lebih besar, kota itu sekarang sudah mengalami upgrade yang besar selama dua hari karena beberapa Legenda yang ingin sekali membantu Korrina untuk membangun kota besar dan tempat persembunyian bawah tanah yang dipenuhi dengan keamanan.


"Apakah masih ada penyintas di luar sana...?" Tanya Korrina yang sedang mengerjakan alat baru, ia melakukan itu selagi menatap layar virtual yang mengelilingi diri-nya.


Seluruh layar virtual itu menunjukkan gambaran di seluruh semesta yang ada di semesta Touri, terdapat banyak sekali titik merah yang menandakan serangan bangsa iblis dan juga kehancuran. Korrina hanya perlu mencari titik hijau yang akan Tech tandai, titik hijau menandakan seseorang yang masih hidup dan bertahan.


"Jika Rxeonal mencoba untuk membasmi seluruh populasi Touri maka dia harus mencoba lebih keras lagi... Kau takut, aku tahu itu... Kau takut bahwa perang antar semesta ini akan memberikan akibat yang sangat merugikan di kedua pihak." Korrina tersenyum tipis, tubuhnya dipenuhi dengan keringat karena dia belum sempat istirahat, makan, dan mandi karena dia terus berdiri dan mengerjakan tugas-nya untuk bisa menyelamatkan semua orang.


"Korrina, akan lebih baik untuk dirimu istirahat segera... Kau sudah berdiri dan mengerjakan semua sistem serta menyelamatkan populasi Touri selama satu minggu penuh tanpa istirahatĀ  bahkan tidur...!" Tech mulai berbicara karena ia merasa khawatir dengan kondisi Korrina, tetapi ketika Tech mengamati tubuh Korrina, tubuh dan kondisi sangat baik dan bahkan sempurna.

__ADS_1


"Aku tidak membutuhkan istirahat, Tech... Hanya menggunakan metode tarian tradisional yang ada di semesta Yuutouri, terutama Indonesia... Tubuhku kebal terhadap apapun termasuk lelah, tenaga yang terkuras karena bekerja terlalu keras, lapar, mengantuk, dan semua aktivitas penting yang ada di kehidupan ini." Korrina tersenyum lebar, ini semua berkat tarian tradisional Indonesia.


"Terima kasih, Indonesia... Karena sihir-ku Sacred dan kesucian hatiku ini ditambah lagi dengan tarian sakral negara-mu... Aku dapat bekerja keras tanpa henti...! Aku tidak perlu lagi mengkhawatirkan tentang diriku sendiri!" Ungkap Korrina yang mulai bekerja lebih keras.


"Sepertinya kau tidak berubah walaupun sudah bekerja keras, tetapi hanya keringat-mu saja yang terus mengalir dan berjatuhan tetapi tubuh-mu tidak kotor atau mengeluarkan aroma yang tidak sedap."


"Ini semua karena bantuan dari tarian tradisional, Tech!" Jawab Korrina kesal.


Tech segera mendapatkan beberapa informasi tentang tarian Tradisional Indonesia dan ternyata efek-nya sangat efektif untuk orang yang memiliki jiwa sakral dan suci di dalam dirinya, Korrina termasuk salah satu-nya sampai kekebalan itu bertahan dengan sangat lama karena dia sudah mencoba melakukan semua tarian sakral Indonesia itu.


Beberapa titik hijau muncul di seluruh layar virtual itu, sepertinya Tech sudah mendeteksi beberapa korban yang selamat, tapi Korrina melihat beberapa tanda kuning yang mengartikan bahwa korban sedang terluka atau sekarat.


"Masih belum cukup..." Korrina memejamkan kedua matanya untuk menggunakan sihir ilusi untuk menciptakan kembaran-nya sendiri agar semua korban yang selamat dan terluka itu bisa diselamatkan dengan cepat.


Seluruh ilusi kembaran-nya segera pergi meninggalkan ruangan itu untuk menyelamatkan seluruh korban dan membawa mereka menuju kota Ghisaru. Korrina duduk di atas kursi dan mulai mengusap keringat-nya sampai kering, sepertinya dia ingin beristirahat dulu sebentar untuk mengerjakan ciptaan yang lain.


"Tech: Mode Auto." Korrina membalikkan kursi-nya dan mulai memanggil beberapa layar virtual yang menunjukkan sebuah model lingkaran yang mulai mengecil, menciptakan sebuah ukuran dan bentuk yang hampir sama seperti mata.


"Aku akan segera melaksanakan perintah-mu, Korrina." Tech mulai mengurus seluruh korban penyerangan bangsa iblis itu, ia juga melihat-lihat seluruh semesta dan planet. Seluruh ras mencoba untuk melindungi tempat tinggal mereka serta pertarungan berjalan cukup lama karena seluruh kekuatan mereka setara.


"Aku harap kalian baik-baik saja, bantuan-ku ini memiliki batas..." Ucap Korrina pelan, ia mulai mengambil bola mata virtual lalu menganalisis-nya.

__ADS_1


~Planet Legendarius~


Planet itu saat ini sedang diserang oleh jutaan pasukan iblis yang berada dimana-mana, tidak ada satupun cara untuk keluar karena seluruh iblis itu mengepung planet tersebut sampai menjaga ketat jalan keluar seluruh bangsa Legenda itu, para Legenda mau tidak mau harus bertarung sampai bantuan tiba.


Tetapi Legenda yang tidak bisa bertarung dan lebih mementingkan kehidupan damai-nya mati begitu saja, tidak ada satupun penduduk dari setiap desa yang selamat. Sebagian bangsa Legenda yang berjenis kelamin perempuan mulai dibawa untuk dijadikan alat memuaskan nafsu. Beberapa Legenda perempuan yang sudah dijadikan alat itu mengandung anak iblis di dalam diri mereka sendiri.


Semua ide itu berasal dari Rxeonal karena jika seorang gadis Legenda dan seorang Iblis pria saling bercinta maka berkesempatan besar gadis itu akan mengandung bayi Legenda setengah iblis yang memiliki hasil kekuatan jauh di luar pikiran. Tetapi sebagian gadis yang hamil itu segera melakukan tindakan bunuh diri karena tidak ada artinya mereka harus hidup.


Haruki mendarat di sebuah desa yang lumayan terpencil dari ibu kota yang ada di planet Legendarius, ibu kota yang berada di planet itu saat ini memiliki perlindungan yang tidak terkalahkan berkat Korrina yang memerintah Tech untuk memasang beberapa teknologi dan sistem pertahanan ketat.


Tidak ada lagi Legenda yang selamat di desa tersebut, Haruki sempat merasakan firasat buruk karena adik-adiknya tinggal di desa terpencil itu. Haruki masih bisa melihat beberapa iblis yang sedang bertarung melawan Legenda yang memiliki kekuatan jauh di atas pasukan elit, ia segera membantu mereka melawan bangsa Iblis itu.


Haruki berhasil mengalahkan seluruh pasukan Iblis itu, tetapi pasukan iblis lainnya datang dan memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dari pasukan sebelum-nya. Haruki melihat sekeliling, ia tidak melihat apapun kecuali bangsa iblis yang terus berdatangan.


Setelah menghabiskan beberapa menit untuk mencari, Haruki akhirnya menemukan kedua adik-nya. Dia mulai merasa sangat bersyukur sehingga ia mencoba untuk mendekati mereka dua karena tubuh mereka terlihat dipenuhi dengan luka-luka karena sudah bertarung dalam waktu yang cukup lama melawan bangsa Iblis itu.


"Suzuka...! Hazuki...!" Panggil Haruki yang mencoba untuk mendekati mereka berdua.


Pergerakan Haruki berhenti seketika ia melihat adik-adiknya dari jarak yang sangat dekat, matanya terbuka lebar ketika melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat. Terdapat sebuah bilah pedang tajam yang menusuk masuk dada adik-adik Haruki, ia tidak sempat untuk berbicara lagi dengan mereka karena takdir kematian sudah menyelimuti mereka.


"... ...!"

__ADS_1


__ADS_2