Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 202 - Terbelah


__ADS_3

"...Vanish!" Korrina melepaskan semua sumber kekuatan yang ia kumpulkan di tangan kanan-nya hingga semua sumber kekuatan itu langsung lepas hingga mencoba untuk masuk ke dalam tubuh Komi, kemampuan Vanish adalah kemampuan yang dimiliki oleh dewa-dewi segala-nya tetapi Korrina dapat mempelajari kemampuan itu karena bantuan dari sihir Crimson yang sudah ia sempurnakan.


Komi tersenyum sinis, melihat Korrina melakukan Vanish dengan tubuh mortal-nya seperti itu, kemungkinan besar tubuh-nya akan hancur tetapi Komi dikejutkan dengan Korrina yang masih terus bertahan menggunakan kemampuan tersebut tanpa menerima kerusakan untuk tubuh-nya sendiri, tetapi Komi masih memiliki rencana lain untuk melawan Korrina ketika menggunakan kemampuan hebat seperti itu.


"Jika kau ingin menggunakan kemampuan seperti itu untuk menghapus diri-ku maka... mari kita lakukan eksperimen!!!" Tatapan Komi kali ini terlihat sadis karena ia menyambut serangan itu dengan menyentuh telapak tangan kanan Korrina menggunakan telapak tangan-nya juga yang diselimuti dengan cahaya perak.


"Vanish!!!"


"Apa yang kau---!!!" Korrina melebarkan mata-nya karena Komi melawan kemampuan Vanish dengan kemampuan yang sama hingga kedua sihir itu bergabung menjadi satu dan menciptakan gelombang besar hingga menyebabkan Korrina dan Komi tidak bisa bergerak.


"Apa yang kau lakukan, bodoh!?" Korrina mulai berkeringat dingin karena ia tidak tahu konsekuensi yang akan terjadi jika kedua Vanish digabungkan menjadi satu atau teradu.


Kedua sihir itu bergabung menjadi satu, tidak terlihat ada perlawanan atau apapun... hanya saja terlihat beberapa gelombang partikel yang saat ini sedang bersatu dan beradu hingga membuat Korrina dan Komi tidak bisa menggerakkan tubuh-nya, Korrina bisa merasakan sesuatu yang mengerikan di dalam gelombang itu dan itu bukan pertanda yang bagus.


Dengan bodohnya Komi melawan sihir Vanish dengan sihir Vanish lagi, tidak ada yang pernah melakukan itu sebelum-nya tetapi sejarah pernah mengatakan bahwa kedua sihir berbahaya itu jika saling bergabung dan beradu maka akan menciptakan sebuah ruang waktu yang baru hingga memiliki kesempatan besar untuk menciptakan dimensi-dimensi lainnya yang berantakan.


Terbelah menjadi beberapa bagian, Korrina dan Komi bisa melihat luar angkasa dipenuhi dengan belahan portal yang mengeluarkan banyak sekali dorongan hingga planet yang Korrina lihat mulai diselimuti dengan aura berwarna biru tua, untung-nya dia memasang sistem keamanan di semua planet yang ada berkat bantuan dari Tech.


Kedua Vanish yang bersatu itu menciptakan angin topan yang sangat besar hingga menciptakan portal berwarna merah pekat, Komi dan Korrina mencoba untuk melarikan diri dari tempat itu agar mereka tidak tersedot ke dalam portal tersebut tetapi mereka tidak bisa bergerak sama sekali, menggunakan sihir juga tidak bisa.


Pada akhir-nya mereka berdua tersedot masuk ke dalam portal itu hingga portal tersebut tertutup rapat, Korrina dan Komi tersesat di suatu wilayah yang dipenuhi dengan kehitaman... ditambah lagi terdapat banyak sekali lingkaran merah yang mengepung mereka semua sebagian dari lingkaran itu menunjukkan beberapa masa lalu tentang mereka.


"Pertarungan kita masih belum selesai ternyata..." Komi tersenyum jahat dan ia meluncurkan Final Shine Attack ke arah Korrina tetapi dengan refleks cepat Korrina berhasil memantulkan gelombang merah it uke atas udara dengan menggunakan satu tangan.

__ADS_1


Melihat Komi yang ingin bertarung lagi membuat Korrina muak hingga rambut-nya mulai melayang dan memancarkan listrik merah dimana-mana, ia menaikkan seluruh kekuatan Crimson-nya sampai titik dimana semua batasan yang menghalang-nya ia hancurkan, Korrina mengangkat kedua lengan-nya.


"Aaaaahhhh!!! Hahhhh!!!" Korrina menurunkan kedua lengan-nya kembali sambil mengepalkan kedua tinju-nya hingga tubuh-nya mulai diselimuti dengan petir berwarna merah pekat dan biru tua, Komi tersenyum jahat karena ia sangat terhibur melihat kekuatan baru dari diri-nya yang asli.


Komi mengikuti alur yang Korrina buat dengan menaikkan kekuatan-nya juga hingga mereka berdua mengguncangkan ruangan itu sampai membuat semua lingkaran itu retak, ruangan itu terus berganti-ganti hingga mereka berdua tidak menghiraukan-nya, awalnya Korrina sempat khawatir dengan dua Vanish yang bersatu itu tetapi tujuan utama-nya adalah menghapus Komi dari kenyataan.


Untung-nya resiko dalam menggunakan Vanish masih bisa ia kontrol dengan mudah sehingga ia masih bisa bertarung seperti biasa-nya, Komi maju terlebih dahulu dan melayangkan beberapa pukulan... Korrina menghindari semua serangan itu dengan mudah karena insting-nya yang peka.


Walaupun dia terus menghindar dan menahan, Komi berhasil menendang perut-nya lalu melanjutkan serangan dengan menghantam leher bagian belakang-nya menggunakan sikut-nya sampai Korrina terlempar menuju daratan. Komi mencoba untuk menendang punggung Korrina tetapi Korrina berhasil menghindari-nya dengan muncul di atas udara.


Kali ini mereka menyerang secara bersamaan hingga kedua lutut mereka mulai beradu dan menciptakan petir berwarna perak yang besar, bukan hanya warna perak saja tetapi warna lain-nya muncul hingga membuat Korrina dan Komi saling menatap satu sama lain mencoba untuk menyerang tetapi serangan mereka mulai saling beradu.


"Hehh... Aku tidak menyangka bahwa mortal seperti-mu akan menandingi diri-ku dari jarak yang dekat, seperti-nya ini kekuatan dari sementara ya... sebentar lagi juga kau tidak akan bertahan." Komi tersenyum.


"Jangan meremehkan-ku, diriku yang bodoh. Kekuatan sementara itu masih bisa aku gunakan semau-ku asalkan aku niat dan mampu untuk menyelamatkan sesuatu yang pantas aku selamatkan, tujuan utama-ku adalah untuk menghabisi diri-mu tentunya." Korrina ikut tersenyum.


Setelah itu mereka melepaskan tinju yang mereka pegang lalu melayangkan satu pukulan yang mengenai wajah mereka masing-masing, menyebabkan mereka berdua terlempar ribuan meter ke belakang... mereka melakukan cara lain yaitu meluncurkan sihir yang sama yaitu Final Shine Attack sehingga kedua gelombang itu mulai saling beradu.


Mereka muncul tepat di atas udara dan saling memegang satu sama lain, kali ini mereka menyerang menggunakan dahi mereka hingga dahi mereka meninggalkan luka gores yang besar sampai darah mengalir keluar, Komi mundur lalu ia melayangkan satu pukulan dan Korrina berhasil menghindari-nya, ia menyerang balik dengan menendang perut-nya tetapi Komi melompat ke atas.


"Kau bersama dimensi ini berhak untuk hancur menjadi kepingan kecil...!!! Sacred Exorcism!!!" Komi melepaskan gelombang tebal yang meluncur menuju arah Korrina, tetapi Korrina melayang menuju Komi hingga gelombang itu mengenai diri-nya tetapi tidak melukai diri-nya sedikitpun.


Mereka menyerang secara bersamaan dengan melayangkan satu pukulan yang mengenai wajah mereka masing-masing, setelah itu mereka saling menatap satu sama lain lalu melepaskan semua aura dan kekuatan yang ada di dalam diri mereka hingga semua kekuatan dan aura itu bergabung menjadi satu, menyebabkan dimensi itu menjadi retak sampai pecah.

__ADS_1


"Apa!?" Komi melebarkan mata-nya karena ia bisa merasakan dorongan besar di sekitar-nya, "Dasar bodoh! Apa yang kau rencanakan!?" Tubuh Korrina terkena ikat oleh lingkaran merah itu hingga ia di sambar dengan petir merah yang sangat besar.


"Aaaaahhhhhhh!!!" Korrina menjerit keras dan Komi hanya tertawa terbahak-bahak ketika menyaksikan Korrina yang tersiksa sampai ia berubah kembali ke wujud asal-nya, sepertinya kedua Vanish yang bersatu mampu menciptakan sebuah ruangan yang dapat dengan mudah di kontrol oleh seseorang.


Komi dapat mengendalikan ruangan itu sepenuh-nya, tetapi tidak lama kemudian mereka sama-sama diikat oleh lingkaran merah, berbeda dengan Korrina yang masih tersiksa oleh sambaran petir itu... Komi hanya tersenyum kesal karena diri-nya tersedot ke dalam portal yang membawa diri-nya menuju dimensi asal-nya.


"Grrgghhhh... Arrrrrggggghhhhhhhh!!!" Korrina menjerit keras hingga tubuh-nya terbelah menjadi beberapa bagian hingga portal hitam besar muncul di belakang-nya dan menyedot semua belahan yang Korrina lepaskan.


Swooooossshhh...!!!


***


Korrina perlahan-lahan mendarat menuju planet Legenia seperti meteor, untung-nya Tech kembali bangkit dan menyelamatkan Korrina dengan melepaskan sebuah pesawat yang membawa-nya pulang dengan aman menuju rumah-nya, Tech mengharapkan pencipta-nya pulang dengan selamat tetapi ia terkejut ketika melihat isi kapal tersebut.


Tidak ada pilihan lain selain menjalani tujuan utama-nya terlebih dahulu yaitu memulihkan Korrina kembali, Tech membawa Korrina ke ruangan pemulihan dan ia bisa melihat banyak sekali garis Crimson yang tersebar di kedua lengan dan kaki-nya tetapi wajahnya masih terlihat biasa.


Setelah menghabiskan tiga jam dalam pemulihan, Korrina kembali siuman dengan tubuh yang terasa lebih ringan dari sebelum-nya... seperti-nya pertarungan tadi berjalan seri ketika beberapa lingkaran merah mulai menghentikan pertarungan ditambah lagi dengan portal yang bermunculan dimana-mana.


Kemungkinan besar dimensi saat ini sedang terancam karena kedua Vanish yang bergabung itu. Korrina menatap kedua lengan-nya yang masih terdapat garis merah lalu ia segera bangkit dan disediakan teh hangat oleh seorang gadis berambut kepang di kiri dan kanan [Twintail], Korrina awal-nya mengira bahwa gadis itu adalah Tech jadi ia segera menerima teh tersebut.


"Terima kasih, Tech... teh hangat ini mungkin dapat memulihkan diri-ku kembali---"


"Nama-ku bukan Tech---" Korrina menyemburkan semua teh yang ia minum di wajah gadis itu karena saking kaget-nya ketika melihat wajah seorang gadis yang mirip seperti diri-nya, ia hampir mengira gadis itu adalah Komi tetapi keberadaan dan penampilan-nya sangat berbeda dengan Komi melainkan gadis itu lebih mirip dengan diri-nya.

__ADS_1


"Eww... Nama-ku adalah Konari."


"S-Siapa kau!?"


__ADS_2