Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 258 - Rencana untuk Bertahan Hidup


__ADS_3

Korrina bersama yang lain-nya mulai memikirkan sebuah rencana agar mereka bisa melarikan diri dan bertahan hidup walaupun Zangetsu saat ini sudah bangkit dan mengubah Touri menjadi dunia yang sangat mengerikan, sesuatu yang indah bagi Zangetsu seperti-nya terlihat cukup mengerikan bagi pandangan mereka. Semua pasukan Zangetsu saat ini tidak menghiraukan rumah itu karena mereka lebih memilih untuk membantu Zangetsu menciptakan dunia baru.


"Ini benar-benar akhir dari dunia ya..." Kata Shira.


"Jangan berbicara seperti itu, adik kecil... kita masih memiliki harapan lain, ya 'kan?" Shinra mulai menatap mereka semua yang saat ini diam dan tidak bisa mengatakan apapun, salah satu dari mereka kelaparan dan kehausan karena stok makanan dan minuman rumah itu sudah habis. Sepertinya mereka semua akan mati karena kelaparan.


Tidak ada rencana yang mereka pikirkan karena Haruka planet ini dipenuhi dengan pasukan Komi, sekali saja seseorang keluar untuk menyerang maka takdir kematian-nya mendekat. Korrina pergi kembali ke dalam laboratorium-nya untuk memikirkan sebuah rencana bersama Tech.


"Apakah Zangetsu akan menguasai semesta lain juga...?" Tanya Arata.


"Semoga saja tidak, jika dia menguasai kedua inti semesta ini maka dia sudah menguasai seluruh kekuatan dan kemampuan... dia bisa disebut sebagai sang pencipta yang kedua, dia dapat melakukan apapun tanpa harus takut dengan kemustahilan." Jawab Okaho yang saat ini sedang mengawasi setiap jendela untuk mencari celah.


"Haruka... apakah mustahil untuk kita membawa rumah ini menuju semesta Palouce...?" Tanya Okaho, satu-satunya rencana adalah mereka semua melarikan diri dan berlindung untuk sementara di inti semesta yang dekat dengan Touri yaitu [Palouce], jika mereka berlindung disana maka mereka memiliki banyak waktu untuk memikirkan sebuah rencana dan juga berlatih sampai mereka benar-benar siap.


"Aku tidak tahu... tetapi apa salah-nya jika kita tidak mencoba-nya? Komi dan yang lain-nya tidak akan bisa melacak kita, sekali kita masuk ke dalam inti semesta lain maka keberadaan kita sudah pasti tidak akan bisa dirasakan dengan mudah... bahkan dewa itu, si Zangetsu itu tidak akan pernah bisa menemui kita semua." Haruka mulai menghampiri Korrina karena ia ingin memberitahu-nya, apakah dia bisa mengubah rumah ini bergerak, menggunakan sihir teleportasi hanya akan menguras banyak tenaga.


Ketika Haruka masuk ke dalam laboratorium Korrina, Korrina sudah menyiapkan sebuah lembaran kertas, lembaran yang menunjukkan cara agar bisa membuat rumah itu menjadi sebuah robot yang besar, pendengaran Korrina cukup tinggi sehingga ia langsung setuju dengan rencana yang dimiliki oleh Haruka dan Okaho.


Tidak ada satupun orang yang bertentangan dengan rencana itu karena jika dipikirkan lagi robot itu pasti akan kebal dengan serangan apapun karena masih terdapat pelindung yang keras melindungi rumah tersebut walaupun rumah itu akan berubah menjadi robot. Mereka semua langsung bergegas tetapi Okaho menghentikan mereka semua.


"Simpan tenaga kalian untuk rencana darurat... biarkan aku mengerjakan semua ini sendirian." Okaho pergi menuju lantai paling atas lalu ia duduk di atas lantai dan melakukan meditasi sehingga tubuh-nya diselimuti dengan aura merah, aura tersebut mulai menyebar dan menyelimuti rumah tersebut tanpa basa-basi lagi Okaho menciptakan dua tangan dan dua kaki di rumah itu agar bisa bergerak.

__ADS_1


"Gunakan juga kemampuan dan kekuatan kalian untuk mengalahkan seseorang yang mencoba untuk menghalangi jalan kita!!!" Seru Okaho keras.


""Ya!!!""


Okaho langsung mengontrol rumah itu sama seperti diri-nya mengontrol tubuh-nya itu, "Baiklah...!!! Mari lakukan semua ini!!! Lakukan atau mati!!!" Seru Okaho sehingga ia langsung maju ke depan dan mencoba untuk melarikan dari tempat tersebut, Zangetsu sudah menyadari ketika rumah itu tiba-tiba memiliki kaki dan bisa bangkit.


"Hohhh... Kalian para parasit terakhir lebih memilih untuk mati dibandingkan diam dan melihat semua keindahan ini bukan? Menakjubkan sekali!!!" Zangetsu menyuruh seluruh pasukan-nya untuk mengejar rumah itu, ukuran mereka tiba-tiba berubah menjadi raksasa sehingga membuat semua orang yang berada di dalam rumah itu terkejut.


Korrina bersama yang lain-nya mulai menyerang semua pasukan itu menggunakan seluruh sihir yang mereka miliki, Okaho hanya fokus kepada satu hal yaitu melarikan diri, tetapi ketika ia mencoba untuk lari... pergerakan-nya sangat lambat seolah-olah waktu berjalan cukup lambat, Okaho baru saja sadar bahwa Zangetsu dapat melakukan apapun di dimensi-nya sendiri.


"Sial...!!! Dia benar-benar tidak terhenti---" Konari muncul di depan rumah itu lalu dengan satu pukulan itu menghantam pelindung itu sampai hancur hingga menyebabkan rumah tersebut terpental ke belakang lalu hancur menjadi kepingan kecil.


Baaammmm...!!!


"Sacred Barrier of Zone!!!" Korrina menghantam daratan sehingga menciptakan lambang Sacred yang sangat besar, semua teman-teman Korrina dilindungi dengan pelindung dan Zangetsu mencoba untuk menghapus-nya tetapi tidak bisa karena di dalam tubuh Korrina terdapat dua Grimoire yang mampu membuat sihir-nya sempurna.


Sihir yang sempurna hanya akan bisa hilang dengan sesuatu yang sempurna, saat ini Zangetsu masih belum mencapai wujud kesempurnaan karena inti semesta Palouce dan Reaoum belum dikuasai, "Wah, wah, aku terkejut... sangat terkejut bahwa kau dapat menyerap buku sihir Crimson dan Sacred, keturunan Comi yang bernama Korrina Comi."


Korrina mundur beberapa langkah untuk melindungi anak-anaknya, "Apa yang kau mau dan apa rencana-mu...? Kenapa kau melakukan semua ini?! Bagi pandangan-mu semua ini terlihat indah tetapi bagi pandangan kami semua ini terlihat seperti neraka..."


"Sudah-sudah, tidak ada guna-nya kau berkomentar, Korrina... semua ini sudah aku rencanakan bersama diri-mu yang palsu itu, terima kasih kepada Komi Comi... aku mendapat tubuh asli-ku ini jika saja aku dapat menguasai Palouce dan Reaoum itu artinya sang pencipta akan bangkit...!!! Ayah-ku sendiri akan menghapus-nya dan menciptakan sesuatu yang lebih pantas!!!" Zangetsu mulai mendarat di atas daratan, sepertinya ia hanya mengincar Korrina.

__ADS_1


"Kau mengincar-ku 'kah...?"


"Tentu saja... Sang pencipta mengatakan bahwa keturunan Comi adalah segel tubuh terbaik untuk diri-ku dan Ayah-ku sendiri... jika seluruh keturunan Comi terbunuh maka tubuh kita sudah bisa mencapai kesempurnaan! Lebih hebat lagi... satu tingkat ke atas dari kesempurnaan!!!" Zangetsu mulai tertawa terbahak-bahak, Korrina bersama teman-temannya mulai dikepung oleh seluruh pasukan Zangetsu.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang...?" Tanya Shira.


"Maaf... semua ini benar-benar salahku... aku tidak melihat jalan, mungkin penglihatan-ku baru saja menipu-ku." Kata Okaho dengan ekspresi yang kesal, ia benar-benar merasa bersalah karena sudah menabrak sesuatu dan membiarkan rumah itu hancur begitu saja.


"Ini bukan waktu-nya untuk menyalahkan satu sama lain... mari kita lakukan cara Legenda yaitu bertarung untuk bisa bertahan!!! Berteriaklah dan terus bertarung...!!!" Seru Shira keras sehingga mereka langsung mengangguk dan terbakar penuh dengan semangat, Haruka dan Okaho hanya bisa diam karena masa depan yang mereka lihat benar-benar terjadi lagi dan lagi sehingga Haruka mulai melirik ke atas, melihat seorang gadis yang perlahan-lahan mendarat.


"Mama... maaf..." Kata Haruka.


"Kenapa kamu meminta maaf?" Tanya Korrina yang saat ini masih menatap Zangetsu dengan tatapan yang sangat tajam, "Selama ini... tidak, semua ini bisa terjadi oleh seseorang yang pernah dekat dan membantu kita..." Haruka menunjuk ke depan dan ia menunjuk Konari yang mendarat di sebelah Zangetsu sambil menunjukkan ekspresi yang datar.


Korrina tercengang dan melebarkan mata, "T-Tidak mungkin... Konari...?" Aura kegelapan bisa terasa di dalam tubuh Konari, setengah dari tubuh-nya itu dipenuhi dengan keburukan dan setengah-nya lagi itu kebaikan tetapi keburukan terus menyebar sehingga Konari bisa dicuci otak oleh Komi.


"Tidak... Aku yakin dia bukan Konari... sial...!!! Sekarang aku mengerti kenapa dia bisa menjadi seperti ini, selama ini dia hilang entah kemana... apakah penyebab-nya Komi lagi...? Setengah dari Komi adalah diri-ku dan Komi itu... tentu saja dia akan terpengaruh dengan mudah oleh Komi sendiri." Korrina mengepalkan kedua tinju-nya sehingga mereka berdua mulai melepaskan tekanan yang sangat besar.


"Nah!!! Mari kita mulai pesta kedua, Korrina!!! Setelah aku mengalahkan diri-mu... aku akan hancurkan keturunan Comi yang lain-nya, awal-nya aku ingin mengincar Haruka tetapi sepertinya kau terlalu dekat dengan diri-nya!!!" Zangetsu mulai menunjukkan kuda-kuda bertarungnya.


"Majulah!!! Jika kau menginginkan Haruka maka kau harus melewati tubuh mayat-ku!!!" Kedua mata Korrina memancarkan cahaya merah.

__ADS_1


"Legends Never Dies...!!! Dan keturunan Comi akan terus hidup untuk selama-nya...!!!"


__ADS_2