Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1085 - Menutup Buku Sejarah


__ADS_3

Arata mencoba untuk bangkit dengan lubang di bagian perutnya yang terus mengeluarkan banyak sekali darah yang mengalir deras tetapi ia tidak memperlihatkan rasa peduli sedikit pun.


"Brimgard, kau akan bertarung denganku... sampai titik dimana salah satu dari kita benar-benar tidak bisa melanjutkan pertarungan itu!" Arata langsung mencoba untuk mengeluarkan banyak sekali kekuatan dari tubuhnya.


Tetapi hasil yang ia dapatkan bisa dibilang nol karena Arata sudah tidak bisa melepaskan kekuatan penuh lagi, salah satunya adalah menggunakan Tracer dan sisa dari kekuatan tujuh dosa besar sampai ia terpaksa harus bertarung.


"Ck...!"


"Tidak ada penambahan kekuatan yang dapat membuatku tertarik...? Memangnya apa yang kau bisa dengan batasan yang sudah menghalang dirimu agar tidak melawanku lagi..."


"Kekuatan kosong sudah cukup untuk membantu diriku tetap memenuhi harga diri sebagai bangsa Legenda...!!!" Seru Arata yang langsung melangkah maju menuju arah Brimgard dengan melancarkan banyak sekali serangan.


Serangan yang lambat itu berhasil Brimgard hindari tanpa usaha apapun sampai ia sendiri merasa malu sebagai Zerdian melihat musuhnya yang begitu lemah mencoba sekuat mungkin untuk terus melawan dirinya.


Arata langsung melancarkan banyak sekali pukulan yang berhasil Brimgard tahan hanya menggunakan jari-jarinya itu, "Kau hanya akan mempercepat proses kematian itu ketika darahmu sudah habis sepenuhnya..."


"Tidak ada... sedikit pun kekuatan di dalam serangan Arata..." Kata Shira yang mencoba sekuat mungkin untuk bangkit tetapi tubuhnya terasa begitu lemas sampai ia tidak bisa melakukan apapun.


Arata melancarkan banyak sekali tendangan dan pukulan yang terus ditahan oleh Brimgard menggunakan jarinya yang ia angkat, "Sudah cukup, rasanya kau hanya mempermalukan dirimu sendiri..."


"...lebih baik kau bunuh diri saja atau membiarkan semua darah yang mengalir deras dalam perutmu itu sepenuhnya habis, tidak akan ada keajaiban yang dapat membantu dirimu!"


"Berisik...!!!" Arata melancarkan satu pukulan yang mengenai dada Brimgard tetapi tidak memberikan efek apapun, ia langsung menangkap pukulan lainnya dengan cengkeraman tapaknya itu.


"Begitu ya... maka aku akan menjawab harga dirimu yang tidak pernah mati dengan ketangguhan, Shimatsu Arata!"


"Kalian bangsa Legenda hidup untuk berjuang lalu mencatat sejarah yang tak terhitung bukan...? Maka dari itu, aku akan membantu dirimu untuk menutup buku sejarah yang kau tulis."


Brimgard menghantam dagu Arata sampai ia terdorong ke belakang lalu tergeletak di atas tanah dengan tubuh yang melemas, tetapi dirinya bisa dibilang cukup memaksa untuk bangkit kembali agar bisa menghadapi Brimgard.


"Arata...!!!" Seru Haruki yang mencoba untuk mendekati dirinya tetapi Brimgard langsung melebarkan kedua matanya sampai memunculkan sebuah area yang mendorong kembali Haruki ke belakang.


"Aku akan menjalankan tradisi Gladiator of Death dengan Shimatsu Arata, kalian berdua lebih baik tidur saja atau menyiapkan diri untuk mengganti giliran dengannya dalam tradisi ini."


Brimgard melihat Arata yang berhasil bangkit walaupun kedua kakinya bergerak tanpa kendali dirinya sendiri, "Hah... Hah... aku berjanji..."


"...bahwa Touriverse akan meraih kemenangan agar bisa bebas dari semua perbudakan ini, dengan itu kita semua dapat mencari tahu kebenaran yang terpendam...!"


Shira dan Haruki dikejutkan dengan Arata yang masih bertahan dan bersikeras untuk melanjutkan pertarungannya sampai titik dimana ia masih bisa menghembuskan nafasnya itu.


"Ini masih belum selesai... jangan meremehkan bangsa Legenda! Pukulan tadi masih belum cukup untuk menjatuhkan diriku...!" Arata mengusap darah yang mengalir deras dari hidung dan mulutnya itu.

__ADS_1


"Arata..."


Arata melompat menuju arah Brimgard lalu melancarkan satu pukulan yang berhasil dihindari oleh dirinya, tetapi wajahnya langsung menerima satu pukulan dari Brimgard sampai menghancurkan tengkoraknya.


Arata juga langsung tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang cukup parah karena tubuhnya mengandung banyak sekali luka yang dihasilkan oleh Brimgard sampai tidak memiliki kemampuan untuk memulihkan semuanya secara instan.


Arata kembali bangkit dengan ekspresi kesal karena batasan yang mencoba untuk menghalangi dirinya masih bisa ia lewati tanpa sedikit pun masalah, "Hah... Hah... Hah..."


Wajah Arata dilumuri dengan banyak sekali darah yang terus mengalir deras sampai nafasnya juga terasa begitu berat, "Masih belum selesai, Brimgard..."


Arata melesat maju menuju arah Brimgard lalu melancarkan banyak sekali pukulan yang berhasil ia tahan tanpa menggunakan usaha sedikit pun karena pukulannya yang terasa sangat lemah sampai berada di tingkatan paling rendah.


Arata mencoba untuk menghantam perut Brimgard tetapi perutnya sendiri yang menerima satu tendangan sampai ia terdorong ke belakang lalu memaksa untuk maju lagi dengan melancarkan banyak sekali pukulan.


Brimgard hanya perlu menghindar dengan melewati tubuhnya itu sampai ia berhasil menahan satu tendangan dari Arata lalu memukul dadanya lagi sampai tulang rusuknya langsung patah.


Arata mencoba untuk melakukan serangan lain tetapi Brimgard menahannya sampai ia langsung melancarkan empat tinju beruntun yang menghajar wajahnya beberapa kali tanpa henti.


"Pukulannya... terasa begitu berat...!" Batin Arata.


Pandangan yang dilihat oleh Haruki dan Shira bisa dibilang cukup menyakitkan untuk melihat teman mereka terus dihajar habis-habisan akan kondisi lemah dimana batasannya terus menekan dirinya untuk diam.


"Arata...!" Shira mengepalkan kedua tinjunya lalu ia mencoba untuk bangkit tetapi kedua kakinya menyerah untuk membantu tubuh Shira agar bisa bangkit.


Brimgard menghantam bahu kanan Arata sampai lengan kanannya langsung mati rasa serta dicabut menggunakan lengannya tambahannya itu sampai ia mulai meringis kesakitan.


"Uggghhh...!!!" Arata berlutut di hadapan Brimgard dengan bekas luka putus itu yang mengeluarkan hanya sekali darah sampai ia hanya bisa menahan semua kesakitan itu.


"Kau tidak akan pernah bisa menang dengan batasan yang terus menghalangi jalanmu itu..."


"Bahkan jika aku tidak bisa menang, semua itu bukan urusanku selama Touriverse bisa memenangkan perang Ragnarok lalu meraih kebebasan..." Jawab Arata.


"Aku akan mencoba untuk... melawan dirimu...!!!" Arata mencoba untuk memutuskan lengan Brimgard menggunakan tangan kirinya tetapi ia langsung terjatuh ketika Brimgard melepaskan dorongan yang dihasilkan kekuatannya.


Arata tetap kembali bangkit hanya menggunakan satu tangan sampai mulai mengumpulkan nafasnya, "Masih belum cukup---"


Perut Arata menerima satu tendangan yang mengenai punggungnya sampai batasan area yang ia ciptakan, kesadarannya mulai hilang sampai jantungnya berdetak pelan sehingga berhenti untuk sekejap.


Arata mendengar suara Ophilia yang mencoba untuk membantu dirinya bangkit agar ia bisa terus memenuhi harga dirinya ketika mencoba untuk menahan Brimgard sampai kedua temannya bisa pulih kembali.


Arata kembali sadar sampai ia langsung bangkit sedikit demi sedikit dengan ekspresi serius karena pendengarannya sudah menangkap suara yang begitu aneh, "Ophilia..."

__ADS_1


"Hah... Hah... Hah..." Arata menatap Brimgard yang menunggu lawannya untuk bisa melakukan perlawanan lainnya karena ia masih penasaran dengan ketangguhan Arata yang akan membawa dirinya kemana.


"Tradisi ini sudah berakhir, mungkin jika kita berada di Kountraverse maka kau sudah pasti akan memuncak cukup tinggi sampai berada di dalam Domain yang sama denganku."


"Tetapi... aku sangat penasaran dengan bangsa Legenda yang selalu membantu mereka untuk tetap bangkit walaupun hasil yang didapatkan akan tetap sama..."


"Entahlah... Dewa dan ras yang terlalu melebihi ketangguhan seperti dirimu tidak akan pernah bisa mengerti sedikit pun, apa arti sebenarnya bertarung bersungguh-sungguh dengan semua usaha dan harga diri kita yang selalu diterapi...!!!"


Arata melesat menuju arah Brimgard lalu ia melancarkan satu pukulan menuju arah dirinya tetapi ia langsung terdorong ke belakang karena tekanan yang menyelimuti tubuhnya itu.


"Ck...!"


"Entah berapa lama kita menghabiskan semua waktu kita dalam berperang di Ragnarok..."


"...kita bangsa Legenda telah menghancurkan segala batasan yang mencoba untuk menghentikan kita yang ingin meraih kemenangan dalam Ragnarok!"


"Shira! Haruki! Carilah jalan...! Aku memercayai semuanya kepada kalian berdua untuk bisa meraih kebebasan dan jawaban yang selalu terpendam di dalam kekosongan!" Arata mengerahkan semuanya untuk terakhir kalinya dengan melepaskan Armaggeddon.


Tubuh Brimgard menerimanya tanpa menerima kerusakan apapun sampai ia dapat melihat Arata melancarkan satu pukulan yang berhasil ditahan oleh dirinya, "Setidaknya aku menghormati harga dirimu sebagai bangsa Legenda!"


Satu pukulan mengenai wajah Arata sampai ia terdorong ke belakang lalu berlutut di atas tanah dengan tatapan kosong sampai semua darahnya berhenti mengalir, "... ..."


Arata untuk terakhir kalinya menyerang Brimgard dengan bangkit dari atas tanah lalu melancarkan satu pukulan terakhir sampai mendorong Brimgard ke belakang, dan mengejutkan dirinya.


“Jadi ini akhirnya ya... Hana, maaf karena pergi lebih awal... kuharap kau tetap melanjutkan hidupmu sebagai bangsa legenda, teruskanlah tekad marga Shimatsu...”


“...lalu Koizumi, aku yakin kau akan menjadi mortal yang lebih kuat dariku..."


"...kau telah mewarisi kekuatan terkuat sampai menjadi ratu neraka, aku yakin kau bisa membunuh dewa berengsek yang telah membunuh ibumu...”


Pandangan Arata mulai memutih dan sekilas dia melihat Ophilia mengulurkan tangannya dan di saat yang bersamaan Arata telah menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyuman terpampang diwajahnya


Brimgard melesat maju menuju arah Arata tetapi pergerakannya berhenti ketika melihat musuhnya sudah sepenuhnya beristirahat tanpa melakukan perlawanan apapun, ia memilih untuk tetap bangkit dan tersenyum dalam detik terakhirnya.


Tubuh Arata langsung menghilang karena ia sendiri sudah gugur, melihatnya saja langsung mengejutkan Shira dan Haruki sampai tubuh mereka menerima tegangan yang begitu besar.


"Tidurlah..."


"...Legenda."


"Buku sejarah yang kau catat sudah tertutup rapat..."

__ADS_1


[Shimatsu Arata - Gugur]


__ADS_2