Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 590 - Ratu Iblis Vs Dewa Agung Oath


__ADS_3

"Hati-hati semuanya... dia adalah dewa agung yang sangat di takuti karena tidak kenal arti dari belas kasihan, dia bagaikan predator berdarah dingin yang menganggap apapun sebagai makanan..." Peringat Selvia.


"Dewa agung...!? Bagaimana bisa dia datang ke semesta ini dan berurusan dengan kami semua!?" Tanya Yusa yang sudah mempersiapkan pedangnya untuk bertarung melawan Zoiru.


"Zoiru hanya tertarik dengan esensi yang ia anggap lezat, kita salah satunya dan bisa di bilang bahwa Zoiru memandang kita sebagai pengganggu rencananya..."


"...pikirannya cukup rumit bagiku tetapi dia tetap seorang dewa agung dengan penuh hormat dan harga diri di dalam dirinya." Selvia menaikkan kaki kanannya ke atas kaki kiri.


"Melihat perkembangan iblis yang dulunya selalu ingin berperang... sekarang semuanya berubah ketika raja Rxeonal di gantikan oleh putri biadabnya ya." Zoiru menyilangkan kedua lengannya, merasa kecewa terhadap bangsa Iblis.


Bukan itu saja tetapi ia pasti akan menghajar Rxeonal setelah ia selesai mengurusi kuil Eternal itu, Zoiru melihat beberapa sihir terlepas ke arahnya tetapi ia melepaskan dorongan besar di sekelilingnya.


Semua sihir itu hilang seketika dan Zoiru mulai mengepalkan kedua tinjunya lalu menarik nafas dalam-dalam untuk menghembusnya pelan.


Ia sudah lama tidak berkeliaran seperti ini dan mencari mangsa untuk diberikan kepada Bamushi, Zoiru maju ke depan dan kedua lengannya mulai memunculkan taring tajam berwarna hijau.


"Ayo, kita mulai perang kecil ini. Kalian sudah menjadi hidangan pertengahan untuk kami..." Zoiru berjalan ke depan lalu ia menambahkan kecepatan tinggi sehingga ia menabrak barisan depan.


Tabrakannya sudah mampu menghancurkan tubuh mereka menjadi kepingan kecil, perisai yang mereka gunakan serasa tidak berguna.


Formasi mereka hancur seketika Zoiru menabrak barisan depan, ia mulai menciptakan gumpalan hijau di kedua lengannya lalu menghantamnya dengan perut mereka satu per satu.


Gumpalan itu melepaskan ledakan besar yang mampu menghancurkan tubuh iblis itu menjadi potongan kecil, ia bergerak cepat dan menghabisi semua pasukan itu satu per satu.


Selvia melebarkan kedua matanya melihat Zoiru benar-benar melakukannya semua ini tanpa memberi ampun, bagi Zoiru semua ini terasa seperti mengepel lantai yang kotor.


Zoiru mencekik leher Iblis di hadapannya dan ia menoleh ke sebelah kiri, melihat Yusa melepaskan sihir tulang duri yang bercabang ke arah dirinya.


Zoiru menginjak daratan untuk mengeluarkan Bamushi dari dalam daratan, Bamushi memakan semua tulang-tulang itu dan Zoiru mulai melompat ke atas tubuhnya.


Zoiru mulai di serbu dengan pasukan iblis kuat sekarang termasuk Yusa yang melepaskan semua sihirnya dengan formasi dari Luz Demonio yang ia pegang.


Zoiru menangani semua itu dengan mudah, apa yang ia lakukan hanya melepaskan dorongan melalui tubuhnya dan memukul langit-langit.


Semua sihir itu terhapus seketika dan membentuk sebuah gumpalan yang memasuki perut Zoiru, terlihat mulut Bamushi di perutnya mulai mengunyah lagi dan lagi.


"Itu saja yang kalian miliki, bangsa biadab? Aku mengharapkan banyak serangan mematikan dari kalian...!" Seru Zoiru dengan tatapan kecewa.


Selvia mulai turun tangan, ia melompat dari atas takhtanya lalu ia mengeluarkan rantai Void untuk menyerap semua sihir Oath Zoiru yang cukup menyebalkan.

__ADS_1


Kedua lengan Zoiru terikat dengan rantai dan ia mulai mengingat Arisu, ternyata ia akan menghadapi seseorang yang dapat menggunakan rantai sebagai serangan dan kemampuannya itu.


Tubuh Zoiru mengalami penurunan kekuatan deras karena sihir Void yang Selvia lepaskan, Zoiru mencoba untuk menghancurkan rantai itu tetapi ia di sambut oleh Yusa dengan satu serangan yang mampu menghempasnya ke belakang.


"Tidak buruk... Ini yang aku tunggu dari bangsa biadab bertanduk seperti kalian!" Zoiru tersenyum dan ia mulai menatap luka di seluruh tubuhnya.


"Aku mengerti sekarang, kau memiliki sihir kuno Void. Sudah lama sekali aku tidak melihat dan merasakannya, cukup menyebalkan penyerapannya itu." Zoiru memejamkan kedua matanya.


Zoiru menghantam daratan sehingga menyebabkan daratan mengeluarkan laser yang terlepas ke atas langit lalu berkumpul, Zoiru menyentil ke depan sehingga semua kumpulan laser itu mulai menghujani serangan deras.


Semua serangan itu mengenai kepala dan mata mereka, menyebabkan sebagian dari pasukan itu terjatuh dan menerima banyak luka, kecepatan dari sihir itu juga tidak dapat di ukur.


"Kalian jauh lebih mengecewakan di banding Shiratori Arisu, sediakan aku pertarungan yang hebat...!!!" Zoiru menunjuk ke depan lalu melebarkan kedua lengannya ke kiri dan kanan sampai mendorong mereka semua ke tempat yang berbeda.


Formasi mereka kembali hancur dan Zoiru mulai mencabut jantung mereka semua satu per satu lalu menghantam jantung itu tetap di hadapan wajah Iblis itu sampai hancur.


Zoiru membuka mulutnya lebar-lebar, Selvia terlihat panik sehingga ia menginjak daratan untuk mengeluarkan beberapa rantai Void yang langsung menyelimuti tubuhnya.


Bamushi langsung memakan semua rantai itu satu per satu, Selvia mencoba untuk maju ke depan tetapi ia terhempas ke belakang karena dorongan yang di lepaskan oleh nafas Zoiru.


Hanya dengan bernafas seperti biasa, mereka semua tidak dapat mendekati Zoiru yang sedang menciptakan gumpalan hijau besar melalui mulutnya itu.


Perut mereka mengeluarkan banyak organ tubuh karena pasukan Bam Bam yang masuk melewati perut dengan menggigitnya lalu menggerogoti isian perut mereka semua sampai keluar melalui otak.


"Pasukan ku...!" Selvia melebarkan kedua matanya, merasa tertekan bahkan ia melihat lengan kanan Yusa putus karena di gigit oleh Bam Bam.


Yusa muncul di hadapan Selvia lalu ia memunculkan tembok tulang besar yang berlapis-lapis, ia mengangkat pedangnya ke atas lalu melepaskan tebasan pedang yang menembus pertahanannya.


"Oath's Rage...!!!" Zoiru melepaskan gelombang hijau yang berukuran besar ke depan sehingga ukuran itu terus bertambah besar dan panjang.


Serangan tebasan Yusa mampu tertembus bahkan semua pertahanannya itu hancur seketika sampai gelombang itu mengenai tubuh Yusa dan menghempasnya keluar planet.


Yusa awalnya berpikir ia sudah mati tetapi dirinya hanya menerima beberapa luka fatal sehingga ia planet di dekatnya hancur karena menerima serangan dari gelombang itu.


"Terlalu..."


"...kuat." Yusa terjatuh pingsan.


***

__ADS_1


"Hah... Hah... Hah..." Selvia berlutut di atas tanah dengan ekspresi kesakitan karena gelombang yang Zoiru lepaskan tidak dapat di tahan atau di hentikan.


Menghindar juga bukan ide yang baik karena mereka hanya akan tetap bertemu dengan kematian tetapi jauh lebih buruk karena di makan hidup-hidup oleh pasukan Bam Bam yang mulai terbang menuju planet yang sudah hancur untuk memakan sisa sisanya.


Selvia melihat sekeliling, apa yang ia lihat hanyalah kehancuran besar dan semuanya dibantai habis oleh Zoiru yang belum mengeluarkan kekuatannya dengan serius.


Zoiru maju ke depan lalu ia menendang perutnya dan memasukkan tangannya ke dalam perutnya sampai Selvia mengeluarkan banyak darah dan Zoiru mencabut sesuatu yaitu janin yang berada di dalam perutnya.


"Cukup mengejutkan... ternyata kau sedang hamil ya." Zoiru menginjak janin itu sampai Selvia melebarkan kedua matanya lalu mengamuk.


"Sialan...!!! BRENGSEK KAU...!!!" Selvia mengeluarkan kedua katananya dan ia mencoba untuk menebas leher Zoiru tetapi kedua katananya berhasil ia hancurkan menggunakan kedua sikutnya.


"Apakah ini kekuatan dari Moirai Arma...? Lemah!" Zoiru menendang wajah Selvia lalu membanting di atas daratan dengan kondisi tubuh kritis karena menerima banyak kerusakan.


Selvia tidak dapat melanjutkan pertarungan dengan kondisi terluka parah, awalnya ia ingin beristirahat tetapi mendengar sebuah bahaya dia tidak bisa meninggalkan tugasnya sebagai seorang ratu.


Melihat situasi yang sudah kacau seperti ini, kedua tatapan Selvia mulai kabur tetapi tubuhnya kembali pulih berkat bantuan Zoiru yang memberinya kesempatan untuk bertarung.


Selvia menatap Zoiru dan ia melakukan reinkarnasi kepada Selvia untuk mengembalikan kondisinya seperti semula sehingga ia bisa merasakan anaknya tetap berada di dalam perutnya.


"Aku telah melakukan reinkarnasi kepada dirimu dan anakmu yang belum lahir itu..."


"Satu kesempatan... tunjukkan apa yang kau bisa, putri dari Rxeonal..." Zoiru melancarkan satu tendangan tetapi tendangannya di tahan oleh rantai yang muncul melalui daratan.


Selvia terbang ke belakang lalu ia melancarkan beberapa sihir Void yang berbentuk bulat, Zoiru dengan tatapan serius mulai menangkis semua sihir itu sampai tubuhnya mengalami penurunan lagi dan lagi.


"Masalah seperti ini tidak dapat aku urusi sendiri... aku harus memperingati bangsa Legenda, Korrina... Ya... aku yakin dia bisa membantu." Ungkap Selvia yang memunculkan beberapa rantai Void.


Semua rantai Void itu mengejar Zoiru dan mencoba untuk mengikatnya tetapi Zoiru terus menghancurkannya menggunakan sihirnya sampai sisa dari rantai itu mulai di makan oleh Bamushi.


Selvia melepaskan seluruh kekuatan di dalam tubuhnya lalu ia mengeluarkan semua rantai Void untuk mengepung Zoiru dan mengikatnya tetapi Zoiru berhasil menghancurkannya.


Selvia sekarang merasa tertekan oleh kekuatan Zoiru sampai ia tidak tahu harus apa, dia hanya bisa melihat Zoiru yang merasa kecewa karena ia awalnya mengharapkan pertarungan besar dari putri Rxeonal.


"Tidak ada harapan bagiku atau bangsa Iblis..."


"...semuanya..."


"...semuanya hanya bisa di andalkan kepada mereka."

__ADS_1


__ADS_2