
Korrina menebas wajah Koizumi sampai ia terpental ke belakang, mereka sudah saling melukai satu sama lain dengan berbagai macam serangan yang cukup fatal tetapi sihir pemulihan mereka tetap membantunya untuk bertahan.
"Aku ingin kau menganggap latih tanding ini dengan serius, Nenek!" Seru Koizumi yang ingin melihat kekuatan hebatnya.
"Apa...?" Korrina melebarkan matanya ketika Koizumi muncul di hadapannya lalu ia menendang wajahnya sampai dirinya terpental ke atas langit.
"Aku tahu kamu masih menyembunyikan beberapa kekuatan yang tersembunyi, perlihatkan semua itu sekarang juga dan lawan aku tanpa harus menahan diri!!!" Koizumi melesat menuju arah Korrina.
"Hahhhhhh...!!!" Korrina melepaskan cahaya surga yang begitu cerah sehingga menyebabkan tubuh Koizumi mulai merinding dan merasa lemas seketika.
Aura Crimson yang tadinya menyelimuti tubuhnya menghilang seketika sampai tergantikan oleh aura biru muda dengan esensial surga yang membentuk sebuah jubah putih dengan mahkota putih juga.
Sehelai rambutnya berubah menjadi warna silver lalu ia membuka kedua matanya sampai melepaskan cahaya yang menusuk perut Koizumi beberapa kali karena tekanan yang dahsyat.
Mereka semua memasang tatapan kaget ketika melihat Koizumi memang tidak mengetahui rasa takut apapun ketika mencoba untuk menghadapi Korrina yang berada di level berbeda dengan dirinya.
"A-Apa yang coba dia lakukan...?!"
"Ayo...!!! Ayo...!!! Kau pasti bisa, Koizumi!!!"
Korrina dan Koizumi melesat menuju arah satu sama lain lalu melancarkan satu tebasan yang saling berbenturan sampai mengeluarkan suara bising yang mampu meretakkan pintu surga itu lebih besar.
Korrina menghantam wajah Koizumi menggunakan tinju kirinya lalu ia menendang perutnya beberapa kali sampai Koizumi tidak menunjukkan rasa untuk menyerah sama sekali.
"Ayolah, Nenek...!" Koizumi berhasil menyerap semua serangan yang mengenai tubuhnya dengan Greed lalu ia memindahkannya ke dalam belatinya sampai berhasil menebas wajah Korrina.
"Itu saja...!?"
Korrina mulai melayang ke belakang lalu ia melepaskan lebih banyak kekuatan sampai menyebabkan Koizumi untuk tidak bisa bergerak sampai sekali karena tekanan yang terus ia lepaskan.
Sebuah tanduk runcing muncul di kening Korrina dengan warna silver sampai mengeluarkan lebih banyak aura biru surga yang terlepas ke atas langit seperti gelombang laser.
Koizumi melebarkan matanya ketika melihat dua sayap putih muncul di belakang punggungnya sampai menjatuhkan banyak sekali partikel biru serta bulu-bulu putih yang terlihat hampir seperti surga.
"Ternyata dia memang mengetahui wujud itu bisa ia gunakan..." Ucap Ophilia yang dapat merasakan esensi makhluk sihir dalam tubuh Korrina.
"Apa maksudmu...?" Tanya Shira.
"Korrina adalah percobaan pertama yang dijadikan sebagai wadah makhluk sihir, tetapi eksperimen itu gagal karena jiwa Pegasus masuk ke dalam tubuhnya itu."
"Itulah kenapa dia dapat menggunakan kekuatan Pegasus dengan hanya memperlihatkan sayap dan tanduknya itu..."
"...dan sesuai informasi yang perlu kalian ketahui, Pegasus adalah makhluk sihir pertama yang paling kuat karena tanduknya itu dapat memberikan sebuah hukuman kepada makhluk sihir lain."
"Semacam pemimpin yang bertugas untuk mendisiplinkan budaknya yang tidak menurut."
Korrina mengangkat Keris itu ke atas sampai bilahnya memanjang dengan warna biru mudah karena menerima kekuatan dari esensi surga dan pegasus, kekuatan yang sangat murni terus mengalir ke dalam tubuh dan Kerisnya.
"Koizumi..."
"...maju!" Seru Korrina.
__ADS_1
Koizumi mulai menggunakan semua kekuatan yang ia serap menggunakan Greed lalu meningkatkannya seluruh atribut yang ia miliki sampai titik akhir agar bisa tetap mengimbanginya Korrina.
Koizumi melesat secepat cahaya menuju arah Korrina lalu mereka mulai saling bertabrakan lagi dengan kedua senjata yang berbenturan sampai melepaskan tekanan serta dorongan yang menghancurkan pintu surga.
Mereka tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya karena kecepatan itu menyebabkan tubuh mereka untuk menipis sampai hasilnya langsung terlihat jelas dimana mereka saling membelakangi dengan posisi yang terlihat seperti menebas sesuatu.
Tubuh Koizumi melemas sampai ia perlahan-lahan terjatuh menuju daratan karena perutnya menerima satu tebasan yang memancarkan sinar surga.
"Ahh...!"
"Sayang sekali, Koizumi kalah." Ucap Ophilia yang melihat banyak sekali luka tebas cahaya di tubuh Koizumi yang bermunculan tetapi semua luka itu tertutup kembali berkat bantuan Korrina.
"Setidaknya bukti ini sudah cukup bahwa ia memang sanggup menghadapi seseorang yang berada di tingkatan atas..."
"...aku harap dia bisa belajar dari pertarungan ini bahwa masih banyak sekali petarung yang perlu ia lewati dan hadapi untuk bisa menjadi yang terkuat."
Korrina langsung menangkap Koizumi menggunakan sayapnya lalu ia muncul di atas daratan hanya untuk menerapi dirinya di atas tanah.
Sayap itu mengubah kondisi Koizumi kembali seperti semula sampai ia mulai membuka kedua matanya lalu melihat Korrina yang berdiri dengan kekuatan Pegasus serta surga di dalam tubuhnya.
"Apakah kamu sudah mengerti sekarang, Koizumi?"
"Dunia itu luas... bahkan aku tidak bisa menyebutnya dengan dunia ketika mengetahui layer, singularitas, dan sesuatu yang berada di atasnya karena mengalami transenden."
"Tetapi aku memang perlu jujur bahwa dirimu memang memiliki banyak sekali potensi yang dapat digunakan, kau pasti bisa bertahan dalam Ragnarok."
Korrina menghilang semua kekuatan itu lalu ia mengulurkan lengannya kepada Koizumi untuk membantu dirinya berdiri, "Maafkan aku... seharusnya aku memang tidak perlu pergi jauh-jauh seperti itu."
"...hanya karena kau berhasil melakukan latih tanding dan mengalahkan diriku itu bukan artinya aku bisa memaafkan dirimu dengan mudah."
Koizumi mengatakannya selagi menyilangkan kedua lengannya, "Baiklah, kamu memang sesosok orang hebat yang selalu dibicarakan oleh Ibu..."
"...semoga kau masih bisa menerima permintaanku nanti ya."
Korrina memasang tatapan kaget ketika mengetahui jelas sikapnya memang mirip seperti Haruka dimana ia tidak bisa mengungkapkannya secara terang-terang.
Shinobu juga bahkan tahu Koizumi memang tidak bisa mengatakannya secara langsung kepada Korrina, jadi ia membalasnya dengan sesuatu yang dingin dengan tersirat penerimaan maaf dari Korrina.
"B-Bolehkan aku memeluk dirimu?" Tanya Korrina yang mulai mengulurkan kedua lengannya.
"Kenapa?"
"Aku hanya ingin memeluk semua cucuku, kalian sangat mengingatkan diriku dengan putriku..." Korrina tersenyum.
"...setidaknya dengan menghabiskan waktu atau memulai semuanya dari awal seperti membagi kasih sayang dengan cucuku sendiri, semua kekosongan di dalam diriku akan terisi."
"Baiklah, hanya untuk hari ini saja..." Koizumi mendekati Korrina lalu ia memberikan dirinya sebuah pelukan selagi menatap arah lain.
Korrina langsung memeluknya dengan erat, "Terima kasih karena sudah mau memaafkan diriku..."
"...tetapi aku tidak ingin memaksa dirimu untuk menerima diriku atau tidak, setidaknya biarkan aku mengisi kembali kekosongan itu tanpa ketiga putriku."
__ADS_1
"Oh! Aku juga ingin pelukan~" Hinoka melangkah menuju mereka lalu Koizumi segera melepaskan pelukan itu karena ia sekarang sudah memiliki seseorang yang ingin dipeluk juga.
"Ahh, Hinoka... kamu memang mengingatkan diriku kepada Honoka karena poni yang menghalangi mata kananmu itu." Korrina terkekeh lalu ia menerima sebuah pelukan dari Hinoka.
"Jangan macam-macam, Hinoka." Peringat Koizumi.
"Tidak kok~ lagi pula tubuh Nenek terasa begitu hangat."
Beberapa menit kemudian, semua masalah tentang Korrina bersama cucunya telah diselesaikan dengan bak, sisanya mereka perlu membahas sesuatu tentang Ragnarok.
Itulah kenapa semuanya mulai berkumpul dalam satu tempat yaitu di dalam ruangan istana untuk membahas kembali tentang Ragnarok serta menjelaskannya lagi.
Setelah mendiskusikan semua itu kembali, mereka akan mencoba sebisa mungkin untuk memberitahu seluruh bangsa Legenda bahwa Ragnarok telah kembali, kali ini mereka semua terpaksa untuk ikut.
"Melihat dari suasananya saja sudah cukup mengerikan, berbeda dengan perang yang pernah aku alami dalam Touriverse..."
"...jumlahnya masih bisa dibilang sedikit dan tentunya kekuatan mereka tidak begitu hebat dibandingkan sekarang."
Mereka semua saat ini sedang memperhatikan jam pasir Koizumi yang terus berputar ke belakang selagi menunjukkan rekaman masa lalu dari Ragnarok agar mereka dapat menerima sebuah motivasi besar.
"Tidak seperti perang alam semesta yang pernah terjadi dalam Touriverse, jumlah dari kedua pihak sangat banyak bahkan sulit sekali untuk dihitung." Kata Korrina.
"Ditambah lagi semua orang terkuat tentunya akan datang, seseorang yang memegang layer itu juga sudah pasti sedang merancang sebuah rencana dan strategi agar bisa menang."
"Aku tidak bisa membayangkan jumlah orang yang mengikutinya... sungguh mengerikan, hampir seperti berada di dalam ruangan sempit tetapi dengan jumlah orang yang saling mendorong satu sama lain."
"Yah, kita bertarung di dalam ruangan ketiadaan sih, jadi tidak ada perbatasan apapun sampai muat untuk jumlah yang tak terhitung..."
"...kita tidak bisa melarikan diri di dalam ruangan itu melainkan bertarung hanya untuk bertahan, intinya kau harus melawan dan bertahan sekuat mungkin sampai waktu habis."
"Perbatasan waktu ya... kenapa Dewi sialan itu perlu membawa waktu?" Tanya Arata.
"Zephyra sepertinya tidak ingin menyia-nyiakannya mereka yang bertahan sampai akhir untuk mati..."
"...waktu di dalam ruangan itu hanya bisa dilihat oleh Zephyra yang melihat dunia luar, intinya dia yang akan menjadi wasit dan menjaga medan perang dengan adil."
"Aku sudah bilang beberapa kali bahwa kita semua hanya sekedar catur di pandangannya yang dapat dikendalikan dengan mudah."
"Apakah kau memiliki gambaran yang jelas tentang itu?" Tanya mereka dengan ekspresi serius.
Korrina melangkah menuju Koizumi hanya untuk menyentuh jam pasir itu agar bisa menunjukkan beberapa orang yang sempat memohon kepada Zephyra untuk menghentikan semua pertarungan ini.
Tetapi penolakan sudah pasti akan terlihat sehingga takdir mereka sudah tidak bisa diamankan lagi karena Zephyra langsung menghapus mereka dengan hanya mengeluarkan sebuah perkataan.
"Dia sangatlah kuat..."
"...tidak seperti sesosok Dewa yang pernah kau lawan, Shira." Ucap Korrina kepada Shira.
"Aku tidak menyangka dia adalah Kakak dari Zangetsu..."
"...dialah yang menghakimi segalanya termasuk layer ini sampai ia menanggapi kita sebagai fisik yang tertulis dalam sebuah dongeng dan cerita."
__ADS_1