
Marie melompat keluar dari dalam laut dengan ekspresi yang terlihat kesal, luka yang berada di perutnya masih belum cukup untuk menghentikan dirinya. Kuharu melihat Asriel dan Mitsuki berada di tahap pemulihan yang cukup lambat karena Kuharu sendiri sengaja melakukannya menggunakan waktu yang berjalan lambat, ia akan mengurus mereka satu-satu dan tentunya menikmati waktu yang ia miliki dalam menghadapi mereka semua sekaligus. Kuharu menatap Marie yang meningkatkan kekuatannya dan ia sendiri yakin bahwa ia tidak akan menyerang seperti Minami.
"Entah kenapa... aku terlalu terbiasa dengan Minami sehingga melupakan sesuatu tentang mempelajari musuhku sendiri, Marie... aku tidak sabar untuk menikmati pertarungan ini melawan dirimu!" Kata Kuharu selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Kuharu melebarkan matanya ketika Marie mengangkat kedua lengannya sehingga ia menciptakan beberapa pedang yang kemudian diluncurkan ke arah dirinya.
Kuharu dengan cepat melompat waktu sehingga satu pedang menusuk perutnya, ia menunjukkan ekspresi yang terlihat kaget karena ia awalnya tidak melihat serangan pedang itu. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Marie yang sedang menunjukkan dengan tatapan penuh waspada, seseorang yang memiliki kendali penuh terhadap waktu bukanlah musuh yang harus diremehkan dan dibiarkan begitu saja. Kuharu tiba-tiba memuntahkan darah yang sangat banyak ketika serangan tersebut ditujukan untuk melukai dirinya sebanyak mungkin dengan rentang serangan sesingkat mungkin.
"A-Apakah seperti tanda...?! Jika aku terkena serangan itu maka ia akan terus menandakan diriku, kerja yang bagus tetapi semua itu tidak akan berguna dengan TIME STOP!" Kuharu menghentikan waktu sehingga ia menarik keluar pedang yang menusuk perutnya lalu melemparnya ke arah Marie yang dalam pengaruh penghentian waktu, waktu kembali berjalan dan pedang itu langsung melesat ke arah yang lain agar tidak melukai dirinya, "Kau sepertinya melatih pedang itu sama halnya kau melihat seekor hewan ya---"
Kuharu tiba-tiba lengah dengan semua pedang yang menusuk daratan itu tiba-tiba menembakkan beberapa bola energi ke arah Kuharu yang sudah diperkuat dan bergerak dalam kecepatan yang cukup cepat sehingga ia tidak merasakan tanda-tanda sihir lain yang Marie keluarkan, bola-bola tersebut terus mengikuti Kuharu sehingga memotong kedua kakinya begitu cepat tetapi ia memperbaiki semua itu dengan mengundurkan waktu sehingga ia menghancurkan semua pedang itu dengan sihir Crimson-nya, "Tidak ada yang harus diremehkan sepertinya, aku akan menggunakan pembaca masa depan lagi..." Ungkap Kuharu.
"A-Apa... Kau mengundurkan---" Kuharu melompati waktu lalu ia melancarkan serangan bertubi-tubi dan mengakhiri serangan itu dengan menciptakan pedang aura di kedua lengannya yang memotong kaki Marie, setelah itu ia menabrak tubuhnya menggunakan sikut sehingga waktu kembali berjalan dengan singkat dan Marie langsung terlempar ke belakang dengan beberapa luka yang ia terima. Asriel bisa melihat semua itu berjalan sangat lambat termasuk pemulihan-nya, ia ingin sekali membantu Marie tetapi pergerakannya sangat lambat karena pengaruh waktu yang berjalan lambat.
__ADS_1
Kuharu mencoba untuk mendekati Marie tetapi tubuhnya langsung membeku dan ia dikejutkan dengan sihir lainnya yang digunakan oleh Marie, Kuharu benar-benar melupakan sesuatu dalam membaca masa depan. Ia melihat Marie kembali melayang dengan luka yang sudah pulih, kali ini menodong sebuah senjata railgun ke arah dirinya, Kuharu mencoba untuk menghentikan waktu tetapi serangan dari railgun itu begitu cepat bahkan sampai mengenai dirinya lalu waktu berjalan dengan lambat dan berhenti seketika.
Kuharu masih menerima semua serangan yang menyakitkan itu, ia memuntahkan beberapa darah dari mulutnya dan tubuhnya dipenuhi lubang yang mengeluarkan darah segar. Dengan cepat Kuharu mengundurkan waktu sehingga beberapa pedang mulai menyambut dirinya dari segala arah, Marie berhasil merancang semua serangan itu dalam waktu yang tepat dan ia berhasil melakukan kalkulasi terhadap pengunduran waktunya itu yang benar-benar menyebalkan.
Kuharu terluka dengan mengalami beberapa tusuk pedang di setiap tubuhnya tetapi ia melompat waktu untuk memulihkan dirinya kembali lalu menyerang Marie sehingga ia terlempar ke belakang dengan luka yang bermunculan di tubuhnya, Kuharu menghentikan waktu untuk Marie lalu ia muncul tepat di hadapannya untuk melakukan serangan yang bertubi-tubi sehingga waktu kembali berjalan dengan hasil Marie terluka cukup kritis sampai ia terlempar ke belakang tetapi Mitsuki menyelamatkan dirinya dalam waktu yang sangat tepat.
"Tidak buruk juga.... kau akhirnya memutuskan untuk bertarung dan mengerahkan seluruh kekuatanmu itu ya, Marie memiliki batasan waktu terhadap kematiannya sendiri dan aku yakin kau tidak akan bisa melakukan apapun." Kuharu tersenyum serius, ia bisa melihat Mitsuki merasa sangat kesal karena Marie kalah begitu saja dan sekarang tersisa dua orang lagi sebelum ia berhadapan secara langsung dengan keturunan Comi.
Kuharu melihat Mitsuki melepaskan berbagai sihir dan kemampuan untuk mencoba melukai dirinya, ia juga sempat melihat Asriel bebas dari sihir waktu yang lambat, setelah waktu prediksi selesai Kuharu langsung mengurus keadaannya dengan menghentikan waktu untuk Asriel lalu menghindari semua serangan Mitsuki dengan mudah ditambah dengan kemampuan lompatan waktu yang dilanjutkan dengan serangan bertubi-tubi, serangan itu mengenai Mitsuki dan ia terlempar ke belakang ketika waktu berjalan seperti semula.
"A-Apakah tidak ada harapan untuk menang...?" Ungkap Mitsuki dengan raut wajah yang kesal, Mitsuki mengeluarkan tombaknya tetapi tomak itu langsung terlempar ke atas karena ia bisa merasakan lompatan waktu itu tetapi tidak sempat untuk bereaksi, "Ini benar-benar buruk... kekuatan dan kemampuan waktu yang ia miliki benar-benar jauh dari kata logika lagi sekarang, Asriel berada dalam pengaruh penghentian dan waktu yang berjalan lambat... Marie kalah begitu saja karena lompatan waktu, semua waktu... yang berkaitan dengan waktu..."
__ADS_1
"...aku perlu menjaga jarak dengan dirinya karena ia hanya bisa menyerang dari jarak yang sangat jauh, Kuharu pasti akan mencoba untuk mendekati diriku tetapi aku memiliki beberapa serangan yang dapat dilakukan dari jarak yang cukup jauh." Mitsuki menarik kembali tombaknya lalu ia berubah menjadi wujud [Starlight Mode], "Setidaknya wujud ini dapat menahan dirinya untuk mendekati diriku... refleks yang aku miliki sekarang meningkat tajam dan aku bisa menambahkan kecepatan lebih tinggi lagi..."
Kuharu membaca masa depan dan ia bisa melihat Mitsuki melancarkan beberapa serangan menggunakan tombaknya itu lalu ia menggunakan sihir area-nya yang bernama [Inferno Hailstorm], Kuharu mempelajari semua kemampuan dan sihir itu sehingga ia terbang ke atas langit untuk menjaga jarak ketika bertarung melawan Mitsuki yang memiliki sihir area dan serangan yang berasal dari jarak yang sangat jauh. Kemampuan untuk membaca masa depan berakhir dan tubuh Kuharu langsung dipenuhi luka yang mengeluarkan banyak darah.
"A-Apa...!?" Kuharu melihat serangan yang memiliki jenis sama dengan Minami, serangan yang tidak bisa terlihat karena itu terbuat dari semacam aura, cahaya, dan gelombang yang tidak bisa di lihat atau rasakan. Mitsuki merapatkan giginya lalu ia melepaskan sebuah tebasan ke arah target dimana bagian ujung terbentuk mata pedang berlapis aura putih kebiruan karena dialirkan oleh Lenergy, serangan itu menciptakan tebasan yang sangat kuat ke salah satu bagian tubuh Kuharu dan mengenainya.
Kuharu merasa kesal lagi karena ia merasa trauma ketika bertarung melawan Minami yang memiliki serangan dan kemampuan cahaya yang tidak bisa dilihat dengan mudah, tubuh Kuharu terbelah menjadi beberapa bagian tetapi ia berhasil mengundurkan waktu sehingga ia langsung menghentikan waktu dan melompat ke belakang dan menjalankan kembali waktu, ia bisa melihat semua serangan yang dilakukan oleh Mitsuki meleset, "A-Apa...? Ck... pengunduran waktu lagi ya... sialan... benar-benar menyebalkan!!!" Mitsuki mengepalkan kedua tinjunya.
Tubuh Kuharu langsung membeku karena menerima sihir lainnya yang bernama [Frozen Blizzard] kemampuan sihir besar yang menciptakan badai es sehingga tubuhnya tidak bisa ia gerakan, ketika Kuharu mencoba untuk mengundurkan waktu, Mitsuki lagi-lagi melakukan kalkulasi dengan benar karena ia langsung menyambut Kuharu yang baru saja kembali dari pengunduran waktu itu dengan meluncurkan satu tombak yang mengenai pipinya, "A-Agh...?!"
"Jangan meremehkan diriku..."
__ADS_1
"...Kuharu Aku akan mencoba untuk mengulur waktu sampai mereka datang untuk menghentikan dirimu!"