Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 242 - Mengembalikan Mereka Semua


__ADS_3

Tech menunjukkan beberapa layar di depan Korrina yang menunjukkan beberapa orang yang berasal dari dimensi palsu terlihat seperti menyerang berbagai ras, sebagian dari mereka telah sepenuh-nya terkendali oleh Komi. Haruka baru saja berpikir bahwa masih terdapat banyak penghuni palsu yang masih bisa dipercayai dan akan mengikuti pihak kebeneran.


"Mama... serahkan semua masalah itu kepada kami berdua, dengan kemampuan yang dimiliki Okaho, aku yakin masalah seperti ini sangat mudah." Haruka turun dari atas kursi lalu mengambil dua lensa mata canggih dan segera menggunakan-nya.


"Jangan seenak-nya berpikir seperti itu...! Ada resiko-nya juga, bodoh... aku tidak mau merasakan resiko dari menggunakan sihir realita yang berlebihan---" Haruka melempar Keris yang memiliki bilah panjang ke arah Okaho, untung-nya ia meleset karena lemparan itu mampu membuat Okaho terkejut setengah mati.


"Jangan manja ya~ Kau tidak perlu menampung banyak resiko seperti diriku~ Aku juga dapat menggunakan sihir waktu untuk mengambilkan kondisi-mu~" Haruka tersenyum sambil membuka mulut-nya, senyuman itu terlihat sangat mengerikan bahwa Okaho merasakan hawa pembunuh yang sangat besar di dalam diri-nya.


"I-Iya..." Okaho mengambil kedua lensa canggih itu lalu ia segera memakai-nya, "Aku siap...! Ahahahaha!" Melihat Okaho ketakutan seperti itu membuat Korrina terkejut bahwa Haruka memiliki hawa pembunuh yang sangat besar sekali ketika masalah sedang serius dan kritis seperti ini.


Haruka dan Okaho tidak menghabiskan waktu lagi, mereka segera bergegas untuk mencari orang yang mereka dapat percayai di dimensi palsu, inti-nya Haruka mengenal beberapa orang yang kebal dengan sihir ilusi Komi bahkan hasutan-nya saja sudah tidak dapat mengubah mereka menjadi seseorang yang berbeda.


"Kita akan pergi kemana dulu, kakak?" Tanya Okaho yang melihat beberapa kehancuran di dekat wilayah desa milik Korrina, seperti-nya terdapat seorang Legenda yang menyerang sebelum-nya. Untungnya Okaho dapat memperbaiki-nya dengan mudah, hanya menggunakan satu jari telunjuk-nya yang ia angkat dan semua kehancuran itu hilang dan tergantikan oleh suasana yang sangat damai.


"Kita pergi mengumpulkan saudara kita yang lain-nya, masih ada harapan untuk Mortem... Mortem yang berada di dimensi palsu itu sangat berbeda dengan Mortem yang tinggal disini, dengan kekuatan dan kemampuan-nya... aku yakin dia dapat membuat rencana Mama menjadi rencana yang sangat sempurna." Haruka menambahkan kecepatan terbang-nya lalu Okaho segera mengikuti-nya dari belakang, ia juga harus memperbaiki semua kehancuran yang ia lihat.


"Orang yang membuat semua kehancuran ini sudah pasti memiliki kekuatan dan kemampuan yang setara dengan dewa-dewi... planet Legenia ini seharusnya memiliki daya ketahanan yang cukup baik karena aku menggunakan Counter-Reality kepada sihir Komi yang dapat menghancurkan planet ini, seperti-nya aku harus meningkatkan daya ketahanan-nya." Kedua mata Okaho berubah menjadi merah pekat hingga cahaya merah terlepas dari kedua mata-nya.


Haruka menunjuk Okaho hingga jarum jam di kedua mata-nya mulai bergerak mundur, ia mengundurkan waktu untuk Okaho sendiri agar ia bisa menggunakan sihir realita-nya tanpa harus takut dengan resiko mengantuk, kedua lengan Okaho diselimuti dengan aura merah lalu ia melepaskan semua aura merah itu untuk membuat daya ketahanan planet itu menjadi sangat kuat.


"Sepertinya sudah cukup... terima kasih, kakak. Sihir waktu-mu itu cukup berguna, apakah nama-nya [Time Rewind: Lenergy Source]?" Tanya Okaho dan Haruka hanya mengangguk.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka berdua mendarat di depan rumah Mortem, Haruka beruntung bisa merasakan beberapa keberadaan di dalam sana. Tetapi ia bisa merasakan kewaspadaan Mortem, Haruka memperingati Okaho untuk berhati-hati karena mereka seperti-nya merasakan keberadaan Haruka dan Okaho yang baru saja datang.


"... ..." Haruka mundur pelan-pelan untuk mendekati Okaho dan Okaho segera melirik ke belakang untuk mengawasi arah yang berbeda dengan Haruka. Secara bersamaan Mortem keluar bersama keluarga-nya untuk menyerang mereka berdua, semua serangan yang mereka layangkan berubah menjadi udara ketika Okaho menatap-nya.


"... ...!!!" Haruka menutup mata kanan-nya hingga mata kiri-nya yang melambangkan jarum jam bergerak tiba-tiba berhenti dan membuat mereka semua tidak bisa bergerak karena waktu mereka telah berhenti.


"Kami tidak berniat buruk... kami datang hanya untuk memberitahu kalian..." Kata Haruka hingga Mortem terkejut ketika melihat Haruka kembali, ternyata selama ini keberadaan yang terasa tidak asing ia rasakan berasal dari Haruka. Haruka melepaskan mereka semua dari sihir waktu-nya lalu mereka hanya diam.


"Maafkan kami karena sudah menyerang secara tiba-tiba, aku kira Mama sudah mengendalikan kalian semua untuk membunuh kami semua." Mortem terlihat kecewa, Haruka terkejut ketika mendengar itu... tidak membutuhkan penjelasan saja Mortem sudah mengerti bahwa Korrina benar-benar berubah menjadi seseorang yang berbeda.


Haruka menyuruh-nya untuk menjelaskan-nya dan Mortem langsung menjelaskan semua-nya langsung kepada intinya, ia mengatakan bahwa beberapa Legenda yang memiliki tekanan ilusi di dalam-nya datang dan mencoba untuk membunuh mereka semua. Haruka menatap Okaho dan Okaho mengangguk bahwa... Komi sudah mulai bergegas untuk membunuh keluarga-nya sendiri bahkan semua teman-temannya.


Okaho bisa melihat Haruki dan anak-nya yang pernah menyerang akademi sebelum-nya, dia bernama Kabuto. Okaho tidak menyangka bahwa Haruki akan menikah dengan seorang dewi, berbeda sekali dengan Haruki yang berada di dimensi asli.


Haruka menatap Haruki, "Aku sudah tidak perlu menjelaskan kalian lagi tentang Touri yang baru ini... apakah kalian--" Okaho menyentuh kepala mereka bertiga agar mereka dapat mengerti tentang inti Touri yang baru ini tetapi apa yang Okaho lakukan itu sia-sia karena mereka sudah mengetahui tentang dimensi asli dan palsu yang bergabung menjadi satu sejak awal.


"Ck... aku baru saja menghabiskan Lenergy-ku sia-sia." Okaho mundur ke belakang lalu ia menyilangkan kedua lengan-nya, "Sepertinya tebakan-ku benar... jika kalian sudah mengetahui-nya maka mau tidak mau, Haruki... mulai dari sekarang aku akan memanggil-mu dengan sebutan Haki agar kita semua tidak bingung."


"Haki... kalau begitu tidak apa-apa..." Haruki setuju untuk dipanggil Haki sementara, Haruka langsung berbicara kepada inti-nya bahwa ia ingin mengumpulkan banyak sekali orang yang mau berada di pihak Korrina, semua kegilaan yang dibuat oleh Komi harus bisa dihentikan, cara untuk menghentikan-nya itu dengan kebersamaan dan saling mempercayai satu sama lain.


"Awalnya aku ingin mencari kalian tetapi Komi sudah mengendalikan hampir semua orang... kita tidak bisa keluar sama sekali karena dia mengawasi kami semua..."

__ADS_1


"Tenang saja, tidak perlu takut dengan gadis sialan itu... semua-nya akan aku atasi dengan kemampuan-ku sendiri." Okaho sudah menghancurkan beberapa sihir pelacak di sekitar wilayah itu, dengan hanya satu tatapan saja Okaho dapat mengubah semua sihir itu menjadi udara biasa.


"Kau hebat juga... siapa nama-mu?" Tanya Mortem.


"Okaho... Okaho Comi, aku senang untuk tidak tinggal di dimensi kalian, dimensi kalian terdengar gila!" jawab Okaho.


"Tidak ada waktu untuk memperkenalkan diri... kita harus bergegas!" Seru Haruka, ia terlihat sangat tegas sekarang dan itu membuat mereka terkejut. Haruka memberitahu mereka untuk mengikuti jalur yang Okaho buat menggunakan aura-nya sendiri, jalur itu akan membawa mereka menuju wilayah Korrina... wilayah yang sangat aman dari ancaman apapun.


"Kalian akan kemana selanjutnya...?" Tanya Haki, "Kami akan mengumpulkan sebanyak-banyaknya rekan untuk mencari tahu cara menghentikan Komi, dia sudah melakukan sesuatu yang berlebihan dan ia harus secepat-nya dihentikan!" Jawab Haruka.


Mortem bersama yang lainnya mengangguk lalu terbang mengikuti jalur itu, "Cukup mengejutkan melihat Kak Mortem seperti itu, aku tidak bisa merasakan hawa jahat di dalam diri-nya..."


"Itulah Mortem yang aku banggakan, sesungguh-nya aku juga terkejut ketika melihat diri-nya yang sangat berbeda di dimensi ini, walaupun dia sudah mati dibunuh oleh Komi... dia itu masih bisa disebut sebagai kakak-ku sendiri, aku benar-benar tidak akan pernah memaafkan si Komi itu." Haruka terbang ke atas langit lalu ia melesat ke arah barat.


Okaho mengikuti diri-nya dari belakang, "Ngomong-ngomong, kakak... apakah kau baru saja sadar?"


"Sadar tentang apa...?"


"Mama... tidak... Mama Konari, kemana dia...? Aku tidak pernah melihat-nya lagi bahkan merasakan keberadaan-nya..." 


"Ehh...?"

__ADS_1


__ADS_2