
Shira melebarkan matanya ketika ia melihat seorang Legenda yang datang dan menyelamatkan dirinya dari kutukan iblis itu, sihir tersebut mengenai Legenda itu sampai ia terjatuh dan mulai diselimuti dengan aura kegelapan hitam. Pemimpin iblis itu merasa kesal dan ia segera menembakkan kutukan lainnya tetapi kedua mata Shira memancarkan cahaya besar sampai buku itu berubah menjadi partikel emas.
"... ...!!!" Shira mengepalkan kedua tinjunya sampai urat-nya menonjol keluar dari tinju-nya.
"I-Ibu...!!!" Teriak Shira keras sampai ia melepaskan dorongan besar di sekitarnya yang mampu mendorong seluruh pasukan Giblis itu mundur, mereka mencoba untuk menyerang Shira tetapi tidak bisa karena tubuh mereka semua telah diselimuti dengan cahaya putih.
Ternyata sesosok Legenda berani yang menyelamatkan Shira adalah Ibu-nya yaitu Shuri, ketika ia berharap untuk bisa berbicara dengannya dan menceritakan beberapa hal yang perlu ia tahu, Shuri datang dalam waktu yang tepat. Perlahan-lahan kulitnya mulai berubah menjadi warna hitam.
Shira mendarat di sebelah-nya lalu ia mengangkat tubuhnya dan mencoba untuk menghapus kutukan itu dengan tapak kanan-nya yang sudah diselimuti dengan cahaya, "H-Hentikan... Shhh..." Shuri segera menahan tapak Shira karena mencoba untuk menghapus kutukan itu menggunakan cahaya sama saja dengan membunuh Shuri secara langsung.
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat ketika penyerangan datang, Shira mencoba untuk mencari dirinya tetapi dia bertemu dengan Shuri dalam waktu yang kurang tepat. Air mata mulai mengalir keluar dari kedua matanya sampai membuat Shuri tersenyum tipis karena ia akhirnya bisa mengingat dirinya.
"Sepertinya sihir Haruka mampu... mengingatkan-mu kembali tentang diriku ya..."
"Tentu saja... Aku mengingat semua-nya dari awal... Ayah juga...!"
"Hehehe... Aku senang kau bisa mengingat semua-nya..."
"Lebih baik Ibu diam dulu dan biarkan aku menyembuhkan-mu dengan sihir cahaya pemurnian-ku..." Shira mencoba untuk menyelimuti tubuh Shuri menggunakan cahaya-nya tetapi Shuri tetap menahan kedua telapak tangan-nya agar tidak menyentuh dirinya.
"Percuma saja... Keberadaan-ku sudah berbeda... Aku sudah menjadi seorang iblis sekarang, jika kau menggunakan sihir cahaya itu kepada diriku maka aku akan menghilang..." Shuri meneteskan air matanya.
"Tidak...! Tidak...!!! Kenapa...!? Kenapa aku selalu telat untuk berbicara denganmu dan menceritakan beberapa hal yang ingin aku katakan kepadamu...!?" Shira menggenggam erat tangan Shuri dan mulai menangis tersedu-sedu, kenapa dia harus bertemu dengan Shuri pada waktu yang kurang tepat dan kenapa Shuri harus menghalang dirinya.
"Ibu seharusnya tidak menghalang-ku...! Diriku pasti akan kebal dengan kutukan itu...!" Seru Shira.
__ADS_1
"Setiap sihir dan kemampuan memiliki kelemahan, nak... Lihatlah diriku yang sudah menyempurnakan kekuatan sihir dari gerhana matahari dan bulan... Kutukan itu tetap mempengaruhi diriku dan perlahan-lahan merubah diriku menjadi seorang Iblis yang bisa saja menyerang-mu sebentar lagi..." Ucap Shuri, wajahnya terlihat tenang karena ia tidak terlalu mencemaskan dirinya yang sebentar lagi akan berubah menjadi Iblis.
"Maafkan aku... Aku selalu saja terlambat..."
"Tidak ada yang harus disalahkan disini... Batu takdir sudah mencatat-nya..." Shuri mulai menghapus air mata Shira yang terus berjatuhan.
Pemimpin pasukan Giblis itu sudah memerintah seluruh pasukan-nya untuk menyerangnya tetapi tidak bisa karena cahaya yang saat ini menyelimuti mereka membuat mereka semua tidak bisa bergerak, sepertinya Shira tidak ingin mereka semua mengganggu dirinya. Bahkan pasukan baru yang datang mulai diselimuti dengan cahaya Shira juga sampai mereka tidak bisa bergerak juga.
"Setidaknya tujuan-ku sudah terselesaikan... melatih dirimu menjadi Legenda yang layak dan juga... mencoba untuk mengingat-mu tentang keluarga kandung-mu..." Shuri menghela nafas lega.
Shira menggeleng kecil, masih menangis dengan tersedu-sedu karena ia tidak mau Ibu-nya untuk pergi sebelum ia berbicara dengan dirinya sampai dirinya puas, perlahan-lahan keberadaan Shuri mulai terasa jahat oleh Shira tetapi Shuri masih bisa mengontrol dirinya sendiri berkat sihir cahaya gerhana matahari-nya.
"Aku tidak ingin kau pergi dulu, ibu... Aku ingin berbicara denganmu... Aku ingin bersama dengan-mu lebih lama lagi...! Aku masih lemah...! Aku belum cukup kuat untuk bisa melindungi dirimu dan melaksanakan tujuan Ayah untuk menyelamatkan Touriverse...!!!" Shira menggenggam erat tangan Shuri.
Shuri menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis, "Apa yang kau katakan itu sebenarnya berkebalikan, nak... Kita saat ini sedang berbicara 'kan...? Setidaknya aku... Aku dapat berbicara dengan-mu sebagai seorang ibu yang melahirkan dirimu, aku merasa seperti seorang ibu yang gagal karena tidak sempat untuk memberi kasih sayang yang besar...."
Rxeonal menyadari cahaya itu dari jauh, kemampuan Shira sepertinya telah meningkat dan menginjak level yang berbeda, Mortem juga sempat terkejut ketika melihat cahaya itu yang mengandung sihir Sacred, cahaya emas yang dilapisi dengan warna biru tua dan muda dapat mengubah beberapa pasukan-nya menjadi partikel emas yang Shira serap.
"T-Tidak mungkin...!? Bagaimana bisa dia memiliki sihir Sacred...!?" Kata Mortem dimana ia melebarkan matanya.
Shuri memejamkan kedua matanya untuk beberapa menit lalu ia membuka-nya kembali dimana Shira bisa melihat sebuah senyuman ikhlas yang ia berikan kepada Shira bahwa semua-nya akan baik-baik saja.
"Jika aku hidup di tempat ini dalam waktu yang cukup lama maka dirinya-ku juga akan mati dan terjebak di sebuah dunia dimana semua yang mati tinggal... Syarat untuk diriku untuk pindah ke Touriverse ini adalah dengan cara yang salah yaitu membunuh diriku sendiri, itu sama saja seperti melawan takdir dimana seharusnya aku tidak boleh untuk masuk ke dalam semesta ini..." Shuri tersenyum tipis.
"Hanya Shukaku dan kalian-lah yang pantas untuk tinggal di dunia ini karena kalian memiliki darah Shukaku yang mengartikan bahwa keberadaan kalian lebih pantas disini... Aku sudah bertemu dengan mereka semua dan mengucapkan beberapa kata perpisahan, yang terakhir adalah dirimu..."
__ADS_1
"Apa...? Ibu bertemu Ayah... Kak Shinra dan Kak Shiro...?"
"Hmm...! Aku hanya bertemu dengan Ayah sebentar, dia hanya memberikan diriku sebuah pelukan hangat... Aku tidak bisa melihat dirinya karena cahaya putih telah menyelimuti dirinya sampai aku tidak bisa melihat-mu, Shiro adalah sisi kepribadian-mu yang saat ini tinggal di dimensi Touriverse yang asli..."
"Kak Shiro ya....?"
"Lebih baik kau lakukan apapun yang kau anggap benar, Shira... Sebelum aku dipindahkan ke tempat ini, seorang dewa sempat memberitahu diriku bahwa makhluk hidup yang berasal dari dunia nyata ketika dipindahkan ke Touriverse... Mereka semua akan hilang ingatan tentang jati dirinya sendiri serta ingatan yang ada di dunia nyata..." Shira sekarang mengerti kenapa ia tidak bisa mengingat keluarga-nya dan juga ingatan yang ada di dunia nyata.
Waktu itu dia dipindahkan oleh Alvin, ketika ia masuk ke dalam dunia ini ingatan tentang dirinya di dunia nyata tiba-tiba hilang. Sebelum dia bertemu dengan Alvin juga, kemurungan dan juga depresi mampu membuat dirinya tidak mengingat apapun di sekitarnya sampai ia menjalankan hidup apa ada-nya dan membenci orang yang tidak suka bekerja keras.
"Aku juga awalnya tidak mengingat diriku, aku tiba-tiba tereinkarnasi menjadi seorang bayi... Sebenarnya ibu awal-nya dipindahkan ke Touriverse yang palsu dimana keberadaan Shinra sekarang saat ini sedang berada di Touriverse yang palsu dan memanggil dirinya sendiri dengan sebutan nama-mu... Dia benar-benar telah kehilangan seluruh ingatan-nya..." Shuri tersenyum pahit.
"Begitu ya... Bagaimana dengan Kak Shiro...?"
"Kakak-mu itu... Shiratori Shiro, dia memiliki sikap yang busuk dan sampah di dunia ini juga, sama seperti di dunia nyata dimana ia selalu saja mabuk dan melakukan tindakan negatif sampai menyusahkan diriku... Shiro telah menjadi salah satu pasukan terkuat Rxeonal dan dia adalah sisi Eternal-mu."
"A-Apa...? Jadi itu sebabnya kenapa Kakak tidak pernah kembali...?"
"Begitulah... Ibu tadi sempat untuk bertemu dengan dirinya tetapi dia tidak mengingat apapun sampai mencoba untuk membunuh diriku, intinya anak itu adalah anak yang sangat tidak menurut kepada-ku... Dia pantas mendapatkan bayaran yang setimpal atas perbuatan-nya..." Shuri benar-benar membenci Shiro tetapi di rasa benci-nya itu masih memiliki rasa kasih sayang untuk dirinya.
"Walaupun Ibu membenci dirinya... Di dalam diriku masih ada rasa kasih sayang untuk dirinya... Kau dapat merubah-nya dan menghancurkan jati busuk-nya itu dan merubah-nya menjadi seseorang yang baru... Kau diijinkan untuk membunuhnya dan membawakan dirinya ke dunia kematian dimana ibu bisa bertemu dengan-nya dan menegurnya..." Shuri mulai meraba pipi Shira.
"Eternal itu apa...?"
"Eternal adalah sebuah kutukan, sama persis seperti kepribadian ganda tetapi dia memiliki kekuatan dan sikap yang berkebalikan dengan dirimu. Kau bisa mendapatkan kutukan itu karena sudah memakan rambut Korrina dalam jumlah yang banyak sehingga kutukan-nya sempat masuk ke dalam dirimu..."
__ADS_1
"Begitu ya...? Shiratori..."
"...Shiro ya...? Sepertinya aku harus mengatasi dirinya nanti."