
"Kakak, sepertinya aku berhasil menemukan Golden Spirit itu... mungkin sudah saatnya aku coba kah?" Tanya Shuan sambil melakukan beberapa pemanasan kecil.
"Heh...? Kamu sudah memilikinya? Bagus lah... kalau begitu tunjukkan kepadaku." Minami berhenti melatih Hana lalu ia ingin melihat hasil yang di dapatkan oleh Shuan.
Shuan menutup kedua lengannya, mencoba untuk mengendalikan Golden Spirit di dalam tubuhnya dan ia akan mencoba melakukan sebuah kemampuan cahaya yang mengandung Golden Spirit di dalamnya.
Minami mengerutkan dahinya ketika melihat sebagian tubuhnya berubah jadi cahaya, dengan cepat Minami menendangnya sampai jatuh agar proses dari pengendalian Golden Spirit itu berhenti.
"A-Apa yang kau lakukan, Kakak...!? Aku baru saja berhasil!"
"Tidak, kau telah gagal. Melihat sebagian dari tubuhmu yang tadinya hampir berubah cahaya dapat mempengaruhi keseluruhan, kau bisa berubah menjadi cahaya untuk selama-lamanya." Minami menyilangkan kedua lengannya.
"Kau belum siap... jika ingin mengubah bentuk menjadi cahaya maka aku sarankan jangan karena kemampuan itu khusus Golden Spirit yang sudah berada di tingkatan paling atas." Kata Minami.
"Sialan... sekali lagi!" Shuan melepaskan partikel emas melalui kedua tubuhnya dan Minami terus memperhatikan, ia masih belum melihat tanda penggunaan dari Golden Spirit itu.
"Shucchi, apakah kau merasakannya? Di suatu tempat... terdapat keberadaan besar dan kekuatan yang tidak bisa di lawan begitu saja..." Minami menyilangkan kedua lengannya.
"Aku tidak merasakannya..."
"Ya, karena Golden Spirit itu masih belum bangkit. Aku sendiri sudah merasakan jelas keberadaan Zoiru, jawaban lainnya adalah kau membutuhkan latihan lagi." Minami memegang kedua lengan Shuan.
"Kembali berlatih, jangan menunjukkan proses itu atau kau akan menghadapi risikonya." Kata Minami, Shuan dengan keras kepala terus berusaha keras untuk membangkitkan Golden Spirit.
Minami mengangkat kedua alisnya ketika merasakan kekuatan Shuan bertambah halus sekarang, semua tekanan dan amarah yang selalu ia gunakan sebagai kekuatan hilang seketika.
Tubuh Shuan melepaskan asap emas dan ia langsung berlutut di atas tanah, mencoba untuk mengumpulkan nafasnya sampai ia bisa melihat Minami tersenyum bangga.
"Kekuatan yang menakjubkan, kekuatanmu sekarang lebih halus dan kau terus mengaturnya tanpa jeda apapun." Minami mulai berbicara kembali.
"Kalau begitu terima ini!" Minami menendang wajah Shuan sehingga serangan itu menembus kepalanya dan memulihkan kembali seluruh tenaganya.
"Hebat sekali, Kakak... seranganmu terasa di balikkan oleh sihir realitas Honoka, seharusnya aku merasakan kesakitan dari tendangan tadi tetapi aku merasa bugar kembali." Shuan mengepalkan kedua tinjunya beberapa kali.
"Shucchi."
"Ya...?"
"Coba lepaskan satu sihir cahaya tingkatan lemah saja kepadaku." Minami menepuk dadanya sendiri dan Shuan mulai mengangguk lalu menunjuk Minami menggunakan jari telunjuknya.
"Golden Spirit yang kau miliki telah bangkit, hanya saja masih di tahapan kecil tetapi kau akan terkejut ketika melihatnya." Minami tersenyum lalu ia memintanya untuk menembak sihir cahaya yang paling lemah.
Jari telunjuk Shuan memancarkan sinar cahaya kecil dan ia langsung mendapatkan sebuah kekuatan besar ketika sinar itu memunculkan bola emas yang membesar tanpa batasan yang menghalanginya.
"Apa yang...!?" Shuan melihat sihirnya bertambah semakin besar padahal ia tidak menyerahkan apapun kecuali tingkatan sihir yang sangat rendah dan lemah.
__ADS_1
Shuan melepaskan sihir itu secepatnya sebelum ukuran itu melebihi kuil tersebut, cahaya itu melesat ke arah Minami dan menembus tubuhnya sampai menyebabkan ledakan besar di belakangnya.
Hana terkejut ketika melihatnya, ia bisa merasakan daya kekuatan dan ledakan yang besar untuk tingkatan sihir paling rendah.
"H-Hebat..." Hana mulai bertepuk tangan.
"Hohhh..." Kou mulai menulis beberapa informasi lagi soal Golden Spirit.
"A... apa itu tadi, Kakak...?" Shuan menatap telunjuknya dengan tubuh yang merinding seketika karena ia tidak melakukan apapun untuk melepaskan sihir mematikan tadi.
"Wow... ternyata benar-benar terjadi." Minami melihat bekas ledakan itu yang mulai kembali terbentuk menjadi sempurna.
Serangan Shuan sempat untuk menghancurkan sebuah wilayah tetapi wilayah itu kembali terbentuk.
"Serangan tadi bisa memiliki daya kekuatan dan ledakan besar tetapi kau dapat mengembalikan semua hasil dari kehancuran itu..."
"Jelaskan...?" Tanya Shuan yang terlihat kebingungan.
"Kau baru saja menyaksikan kemampuan Golden Spirit yang bangkit di dalam tubuhmu, dengan tingkatan rendah... lihat apa yang kemampuan itu dapat lakukan." Minami tersenyum serius.
"Apa...? Tingkatan rendah sekuat itu...?"
"Ya, serangan tadi dapat di jadikan sebagai kehancuran dan pemulihan sesuai dengan niatmu. Karena kau tidak kaget, kehancuran tadi kembali pulih."
"Aku ingin jujur padamu, Shuan. Papa belum membangkitkan kemampuan dari Golden Spirit tetapi tingkatan masih jauh lebih tinggi di bandingkan kita." Minami mengangkat jarinya.
"Sebelum kau berlatih di kuil ini, tubuhmu dan jiwamu masih belum stabil, kau tidak bisa membangunkan kekuatanmu dengan baik." Minami menjelaskan kembali.
"Berarti aku sudah bertambah kuat semenjak aku tiba..." Shuan menatap kedua tapaknya yang bergetar karena ia merasa tidak menyangka sesuatu yang lemah bisa berubah menjadi sesuatu mematikan.
"Tentu, dengan melompati batasan... aku lebih menyarankan dirimu untuk mengasah jiwamu agar kau dapat merasakan jiwa yang lain meskipun jauh, jauh sekali bahkan aku sekarang bisa merasakan jiwamu di semesta lain." Minami tersenyum serius.
"Ehh...!? Benar-benar gila potensi cahaya ini... ternyata semua orang benar-benar meremehkan sihir cahaya." Kata Shuan.
"Tidak ada yang lemah jika kau mau berusaha keras, apa lagi cahaya yang bisa di bilang sihir lemah... dapat menjadi sihir segalanya jika kau berusaha sangat keras." Minami mulai melompat-lompat.
Kou baru saja mendapatkan sebuah panggilan dari Tech bahwa alat yang ia inginkan akhirnya telah tercipta dengan sempurna berkat bantuan dari sistem dan teknologi Tech.
Kemungkinan besar God Slayer yang ia ingin perkuat telah selesai juga, Kou mulai menghampiri Shuan dan Minami untuk memberitahu mereka bahwa ia memiliki urusan penting lainnya di gedung Co. Corp.
"Minami, bisakah kamu mengantarku pulang?" Tanya Kou.
"Ehh? Kamu sudah mau pulang...?" Tanya Shuan yang sudah bersemangat tinggi untuk melakukan latihan tetapi semua semangat itu hilang seketika Kou ingin pulang.
"Cuman urusan singkat kok, hanya sebentar saja. Kamu bisa melanjutkan latihan itu untuk bisa bertambah kuat..." Kou tersenyum kepada Shuan lalu ia menarik lengannya dan memberikan sebuah kecupan di keningnya.
__ADS_1
"Kalau begitu, baiklah..." Shuan mengangguk lalu ia berjalan pergi untuk melaksanakan latihannya kembali.
Minami menyentuh puncak kepala Kou lalu ia melakukan sebuah kemampuan untuk memindahkan dirinya kembali menuju gedung Co. Corp.
Kou membuka kedua matanya dan ia bisa melihat Tech menghampiri dirinya selagi memegang sebuah sarung tangan yang sudah mendapatkan beberapa modifikasi teknologi.
"Nyonya, sarung tangan Tech telah sepenuhnya jadi... Anda dapat menggunakannya dengan kepuasan hati Anda." Tech memberikan sarung tangan itu kepada Kou dan ia langsung mengenakannya.
"Bagus... dengan sarung tangan ini setidaknya aku dapat bertarung dan membantu mereka semua." Kou mengepalkan kedua tinjunya lalu ia mengulurkan lengan kanannya untuk menarik Keris itu.
"Bagaimana dengan God Slayer itu?" Tanya Kou.
"Sudah jadi sesuai dengan apa yang Anda inginkan, nyonya." Tech mulai menyentuh beberapa tombol di lengan kirinya yang memunculkan sebuah tabung besar di belakangnya.
Di dalam tabung itu terdapat sebuah pedang God Slayer yang jauh lebih kuat karena mendapatkan banyak peningkatan dari beberapa bahan dan sihir yang Kou masukan.
"Setidaknya sesuatu meningkat sudah cukup baik... tetapi rasanya aku merasakan beberapa kekurangan yang perlu di perbaiki lagi." Kou menyentuh kacamatanya.
"Membutuhkan lebih banyak Multi sihir dan tentunya kekuatan dari berbagai macam makhluk hidup... tidak mungkin juga jika kita mencuri semua Grimoire yang berada di dalam kuil."
"Apakah membutuhkan peningkatan lebih banyak lagi...? Akan saya laksanakan, nyonya." Tech menyentuh beberapa tombol lagi untuk memasukkan tabung itu ke dalam lantai.
"Baiklah, sudah saatnya untuk membahas rencana agar bisa mencegah kebangkitan, Bamushigaru." Kou menghampiri mejanya lalu mengeluarkan sebuah catatan.
Catatan itu mulai Kou ubah menjadi peta menggunakan sarung tangannya itu yang mengandung kristal realitas dan waktu karena ia membutuhkan untuk memperbaiki kekurangannya juga.
"Aku sudah membaca pikiran Zoiru menggunakan The Mind sehingga aku sempat mengetahui setengah dari rencananya itu..."
"...mungkin sekarang dia sudah pergi ke neraka jika Minami sempat merasakan dirinya itu maka rencana Zoiru sudah menginjak pertengahan." Kou mulai berpikir kembali sambil memegang pensilnya.
"Apa yang harus Nyonya lakukan untuk mencegah kebangkitan Bamushigaru?" Tanya Tech.
"Cara untuk membangkitkan makhluk sihir itu tidak mudah karena kau memerlukan kuil dan Grimoire untuk melakukan ritual dari pembangkitan itu." Kou membulatkan gambar kuil Oath yang sudah ia temukan.
"Sekarang aku masih tidak yakin dimana letak Grimoire of Oath itu... sepertinya sangat langkah karena aku tidak melihat Grimoire of Light di kuil cahaya." Kou mulai berpikir lagi dan lagi.
Kou mengingat kembali apa yang ia baca melalui ingatan dan pikiran Zoiru, apa yang mengganggu dirinya adalah ritual pembangkitan itu bisa saja berjalan secara tidak akurat.
Setiap jalan pasti akan memiliki jalanan yang lebih dekat untuk mencapai kepada tujuan itu, jika ia menggunakan kekuatan dari pikirannya lagi maka ia terpaksa menerima konsekuensi itu.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan, nyonya?" Tanya Tech.
Kou memejamkan kedua matanya, "Aku berpikir..."
"Kau dengar dia bukan, apa yang harus kita lakukan?" Suara Tech tiba-tiba berubah sehingga Kou melebarkan kedua matanya lalu melihat Zoiru berdiri di belakangnya.
__ADS_1
"Ahh...!!!"
"Zoiru---"