Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 887 - Dewa agung angin


__ADS_3

Erion melompat ke belakang, melihat Koizumi mulai menggerakkan lehernya yang terasa pegal karena susah bertarung selama tiga hari tanpa jeda sedikit pun, tetapi sekarang ia bisa merasakan kepanasan dalam tubuhnya.


"Menjadikan semua pengikutmu termasuk dirimu yang merasuki mereka entah kenapa tidak memicu adrenalin di dalam diriku..."


"...mungkin mereka memang pantas menjadi samsak tinju untuk persiapan melawan dirimu." Koizumi menatap tajam leher Erion karena ia akan mengutuhkan kepalanya saja untuk dijadikan sebagai kunci menuju latihan Arata.


Sihir Greed milik Koizumi mulai menyesuaikan tubuhnya dengan tekanan God Lenergy yang dilepas oleh Erion, tidak seperti Dewa Barak mungkin dia bisa saja menjadi lawan yang sangat tangguh.


"Hmph... di sini aku pikir kau akan bergetar ketakutan ketika melawan seorang Dewa secara langsung!" Erion mulai menunjuk Beval di belakangnya lalu mengubahnya menjadi gumpalan angin yang merasuki tubuhnya.


"Mungkin kau tidak akan banyak berbicara jika aku melakukan asimilasi dengan salah satu kandidatku yang terbaik bukan...?"


"Apa yang kau lakukan mulai dari sekarang sampai seterusnya bukanlah urusanku, maupun kau bergabung atau tidak... yang aku pedulikan hanyalah kepalamu itu, Erion!"


Koizumi mulai mengaktifkan sihir waktu pembaca masa depan selama sepuluh detik untuk mendeteksi serangan angin Erion yang bisa saja melukai dirinya secara fatal seperti sebelumnya yang hampir menebas lehernya.


Koizumi melancarkan satu tendangan yang berhasil Erion tahan, ia melepaskan banyak angin tipis menuju arah dirinya tetapi sihirnya itu langsung beradu dengan aura Crimson milik Koizumi yang terus dilapisi.


Sihir Greed juga memanfaatkan sihir itu secara proses agar ia dapat menyerang Erion tanpa harus ketakutan dengan yang namanya serangan angin, Koizumi menarik keluar belatinya lalu ia mengayunnya kepada Erion.


Sebelah dari tubuh Erion langsung berubah menjadi angin sampai Koizumi bisa melihat pergerakan apa yang akan dirinya lakukan, ia menggagalkan serangan yang akan Erion buat dengan melompat ke atas lalu menendang wajahnya.


Dengan waktu yang pas, tendangan itu sempat tertahan dengan pusaran angin sampai memberikan Erion kesempatan untuk menunduk dari tendangannya.


Erion melepaskan lebih banyak sihir angin kepada dirinya tetapi Koizumi menangkis semua sihir itu menggunakan belatinya yang mengandung Greed agar bisa menyentuh objek seperti angin dengan penyerapan yang ia lakukan.


Mereka berdua melancarkan banyak sekali serangan yang menyebar di sekitar area itu sampai menghancurkannya, sihir angin yang begitu kecil dan tipis tidak bisa Koizumi lawan balik jadi ia terpaksa untuk menerimanya.


Ketika Erion melancarkan sebuah tendangan ke atas lalu mengumpulkan banyak pusaran angin melalui tinju kanannya untuk menciptakan sebuah senjata yang terlihat seperti bor yang berputar cepat.


Koizumi langsung menghindari tendangan itu dengan melompat beberapa kali ke belakang lalu menginjak daratan cukup keras sampai memunculkan tembok yang menahan serangan bor angin itu.


Tembok itu hancur tetapi Koizumi dapat melihat bentuknya sekarang, "Sebagian dari sihirnya tidak memiliki wujud yang dapat aku lihat dengan jelas..."


"...untungnya The Greed membuatku merasa sangat sensitif dengan sihir apapun sampai yang tak kasat mata juga dapat aku deteksi seberapa besar bahayanya." Koizumi menyentuh luka tebasan di pipinya.


"Ini yang selama ini aku tunggu... melawan seorang Dewa seperti dirimu!" Koizumi tersenyum serius karena merasa sangat bersemangat untuk menunggu hari dimana ia akan membunuh Dewa.


"Pengalaman pertamaku..."


"Jadi kau merasa terhormat dan bersemangat untuk melawan Dewa sepertiku, kalau begitu nikmatilah kebahagiaan itu karena aku akan menjadikan ini sebagai yang terakhir..."


"...kau melawan Dewa untuk pertama kalinya dan mati oleh Dewa untuk pertama kalinya." Kata Erion yang mulai mengubah tubuhnya menjadi angin sampai tidak bisa Koizumi lihat tetapi tubuhnya langsung merasakan peringatan dari Greed.

__ADS_1


Koizumi mendeteksi banyak sekali serangan angin yang melesat menuju arah dirinya dari arah yang berbeda sampai ia mulai menghindarinya sesuai dengan insting yang ia miliki.


Koizumi menghindari semua itu satu per satu sampai ia tidak bisa begitu bertahan terlalu lama ketika baju di perutnya tertebas sampai robek dan meninggalkan luka tebas di dalamnya.


"Ck..." Koizumi langsung menggunakan kesempatannya untuk maju ke depan sampai luka yang ia terima di perutnya dengan angin tadi.


Tiba-tiba mulai dioleh kembali oleh Greed sampai ia dapat mendengar suara arus dan gemuruh angin yang mendekati dirinya tetapi ia berhasil menghindar sampai bisa melihat satu titik cahaya karena menerima luka tadi.


Jika ia menerima satu luka saja oleh serangan sihir apapun yang tak terlihat maka The Greed akan menyebabkan tubuh dan Indra Koizumi semakin sensitif sampai ia dapat melihatnya sekarang.


Koizumi yang maju ke depan berhasil menghindari semua serangan angin yang tak kasat mata, semua itu karena bantuan dari Greed yang membuat Koizumi semakin sensitif dengan serangan berbahaya yang dapat membunuhnya.


Erion memasang tatapan kaget melihat Koizumi berhasil menghindari semua sihir angin itu begitu tipis dan beruntung karena semua angin yang ia lepas awalnya berniat untuk memotong tubuhnya menjadi bagian kecil yang tidak tersisa.


Semua celah masih bisa terdeteksi oleh Koizumi bahkan sihir Greed masih mengolah sihir yang dimiliki Erion agar ia dapat menyesuaikan tubuhnya dengan angin itu lalu menerima resistensi yang kuat.


Erion melihat Koizumi melompat tinggi ke atas selagi memegang erat belatinya itu yang mulai mengeluarkan aura Crimson melalui belatinya.


"... ...!!!" Erion merapatkan giginya lalu mengumpulkan banyak sekali pusaran angin dari atas langit yang langsung menyerang bersamaan dengan Koizumi yang sudah melancarkan satu tebasan.


Serangan yang mereka lakukan sama-sama mengenai target, pusaran angin itu berhasil menebas pipi Koizumi sampai terbuka lalu mengeluarkan banyak darah sedangkan Erion menerima tebasan di bagian mata kirinya sampai hancur.


"Kena kau...!"


"Aku tidak menyangka Mortal seperti dirimu dapat menghindari hukuman dewa angin seperti serangan angin yang tak kasat mata itu..."


Erion melihat sebuah tato di leher Koizumi yang melambangkan gambar kuno, melihatnya saja sudah memberikan dirinya perasaan tidak enak karena mengandung banyak dosa keserakahan di dalamnya.


"Ternyata kau memang keturunan Shimatsu jika memiliki salah satu dosa yang sangat besar... semua Dewa merasa sangat sensitif dengan yang namanya dosa...!"


"Itulah kenapa kami memiliki banyak kepercayaan yang akan mengampuni dosa mereka sendiri, tetapi dosa yang aku rasakan saat ini... tidak bisa dijelaskan dengan perkataan apapun, kau memang pendosa."


"Itu benar... aku adalah pendosa!" Koizumi muncul di hadapan Erion lalu melancarkan banyak sekali serangan yang mulai menekan Erion sampai mundur ke belakang dengan pertahanan yang ia pasang.


Erion tersenyum jahat lalu ia menghantam dada Koizumi cukup keras sampai punggungnya melepaskan pusaran angin besar yang merobek Kisetsu bagian belakangnya.


"Gahhhh..!!!" Koizumi langsung menatap tajam Erion lalu memberikan dirinya satu hantaman melalui sikutnya itu sampai ia terpental ke belakang.


Erion langsung berputar dan melesat kembali menuju arah Koizumi dengan tatapan serius, "Walaupun kau adalah seorang gadis... aku tidak bisa mengampuni mereka yang sudah tak tertolong lagi!"


Koizumi dan Erion langsung melancarkan satu serangan senjata kandungan sihir yang saling beradu sampai mereka mulai mendorong senjata itu dengan tekanan tinggi untuk bisa mengenai serangannya.


"Nggghhhh...!!!" Koizumi memasang tatapan kesal selagi memfokuskan semua Lenergy itu ke dalam belatinya demi bisa menghancurkan bor angin yang Erion gunakan.

__ADS_1


"Mrrrrkkkkk...!!!" Pusaran angin yang membentuk bor di tinju kanannya itu mulai berputar semakin cepat sampai melepaskan angin tipis lainnya yang mencoba untuk menebas lehernya.


Namun, semua angin itu malah tersedot oleh tato milik Koizumi yang sudah memancarkan cahaya yang membuat Erion merasa sensitif atas dosa keserakahannya itu yang sudah tak tertolong.


Erion menghantam wajah Koizumi menggunakan keningnya sendiri sampai Koizumi mundur beberapa langkah ke belakang dengan kening yang berdarah, "... ..."


Koizumi menggunakan semua kapasitas angin yang ia serap dari dalam tatonya itu lalu ia melakukan satu tendangan penuh tenaga yang mengenai wajah Erion sampai menghancurkan gigi di dalamnya.


Erion tercengang ketika melihat Koizumi menebus semua pusaran angin yang melindungi tubuhnya, tendangan itu juga sangat menyakitkan sampai ia tergusur di belakang daratan sampai memberikan jarak yang jauh dengannya.


"Kaahhhh...!" Erion mulai berlutut di atas tanah lalu memuntahkan banyak darah dari mulutnya bersamaan dengan gigi yang sudah hancur.


Koizumi melesat maju menuju arah dirinya, Erion langsung memancarkan cahaya hijau muda melalui kedua matanya sampai lambang berbentuk cincin sihir angin muncul di belakang punggungnya.


Grimoire of Wind mulai terbuka lebar sampai Erion mengangkat kedua lengannya sampai mengumpulkan banyak sekali angin dari planet yang berbeda lalu Koizumi berhenti seketika melihat angin yang membentuk meteor putih di Erion.


Gumpalan angin yang dapat menghancurkan apapun ketika menghalanginya, Erion melempar gumpalan angin itu ke depan dengan tambahan dorongan yang ia lepaskan yaitu angin topan.


Angin topan itu berputar cukup cepat ke depan sampai mendorong gumpalan angin menuju arah Koizumi yang tertarik menuju sihir angin itu.


"Grrrggghhh...!!!" Koizumi mulai menggunakan sihir Greed dimana auranya menyebar sampai menyelimuti kedua tapak tangan dan kakinya itu, ia menginjak daratan sekuat tenaga untuk tidak tertarik ke dalam angin itu.


Koizumi melihat sihir angin yang sangat besar di hadapannya, ia mulai memegang erat belatinya lalu melancarkan satu serangan kepada sihir angin itu sampai terjadi aduan antar belati dan pusaran angin yang di dorong oleh topan di belakangnya.


"Hhnnnngggghhh...!!!" Koizumi memasang tatapan yang terlihat tertekan karena kedua lengannya terasa seperti putus karena tertarik ke dalam tetapi yang sebenarnya terjadi adalah ia menahan sihir itu.


"Haaahhhhhhhhh!!!" Erion melompat ke atas lalu melakukan putaran yang melepaskan angin ****** beliung ke depan sampai Koizumi bisa merasakan tarikan yang begitu kuat di hadapannya.


Tubuh Koizumi terdorong ke belakang dengan dorongan serta tekanan angin itu tetapi bagian depannya terasa seperti tarik ke dalam pusaran angin yang bisa mencabik-cabik tubuhnya.


"Hhhhnngggghhh...!!!" Erion terus melepaskan banyak God Lenergy ke depan.


"Ngghhhkkk...!!!" Kedua lengan Koizumi terus bergetar sampai menonjol beberapa urat karena ia sudah menghabiskan semua tenaga dan Lenergy itu untuk menahan serangan anginnya.


"Hnggghhh...!!!" Koizumi memancarkan cahaya merah melalui kedua matanya sampai lambang waktu di pupilnya berubah menjadi lambang Greed.


Kedua lengan Koizumi berhenti bergetar ketika menerima aura yang berwarna oranye kegelapan karena sihir Greed itu, ia dapat menyesuaikannya sekarang dengan tarikan angin itu.


"DAAHHHHHHH!!!" Koizumi melempar semua angin itu ke atas langit sedangkan angin ****** beliung yang menabrak tubuhnya langsung merasuki tubuhnya dan meninggalkan beberapa luka tebasan kecil.


"... ...!?" Erion memasang tatapan plong, melihat Koizumi bertahan dari hukuman terbesarnya itu tanpa menerima luka fatal membuat dirinya kesal sekali.


"Kami, bangsa Legenda memiliki ketahanan sekuat ratusan alam semesta, dan kekuatan yang tak terbayangkan setiap mereka bertarung dalam kesulitan..." Koizumi tersenyum serius.

__ADS_1


"Aku yakin kau sudah mengetahuinya dengan baik, bukan?"


__ADS_2