Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 565 - Merencanakannya Sebelum Memulainya


__ADS_3

"Hmm... Aku tidak menyangka kamu akan menikahi Kakak begitu cepat." Kata Kou sambil memegang kacamatanya, ia mulai memanggil Tech untuk melaksanakan permintaan yang Rokuro inginkan.


"Apakah kamu tidak keberatan jika Kakakmu aku ambil...?"


"Tidak apa-apa, Kakak membutuhkan  kebahagiaannya sendiri, Mama bilang bahwa suatu saat nanti kita akan terpisah karena urusan masa depan yaitu keluarga dan menikah." Kou tersenyum.


"Kakak juga mungkin merasa kesepian karena tidak pernah merasakan arti dari cinta dan menikah karena ia sudah hidup sejak dulu bukan...?"


"Iya, itu benar. Mungkin aku cukup beruntung untuk mendapatkan hatinya..." Rokuro merasa lega ketika mendengar Kou setuju, ia bahkan terlihat biasa saja.


"Kamu tidak akan merasa sedih?" Rokuro menatap Kou.


"Hehehe, tidak-tidak. Aku sendiri sudah dewasa, urusanku bahkan terlalu sibuk sampai tidak memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan Kak Haruka dan Kak Honoka..."


Tech berjalan masuk ke dalam restoran lalu menghampiri Kou dengan cepat karena ia baru saja mendapatkan sebuah panggilan darurat.


"Saya akan melayani Anda, nyonya Kou. Apa yang kamu butuhkan dari saya?" Tanya Tech, mereka semua terkejut ketika melihat Tech yang terlihat sangat persis seperti Legenda.


"Aku tidak menyangka kau dapat menciptakan tubuh Android untuk Tech, Kou... hebat sekali..." Kata Asriel sambil menyentuh tubuh Tech.


"Halo, Shichiro Asriel, selamat sore."


"So-Sore." Asriel tersenyum canggung.


"Baiklah, mari kita memulainya, Rokuro. Kamu pasti membutuhkan Legend's Diamond yang berjumlah banyak untuk mengadakan sebuah pernikahan bukan...?"


"Bukan hanya pernikahan saja tetapi kamu juga membutuhkan banyak persiapkan untuk melakukannya, tenang saja, semuanya akan aku urus." Kou mengangguk lalu memunculkan layar virtual melalui kacamatanya.


Mereka semua dikejutkan dengan layar virtual yang menunjukkan beberapa tulisan, tulisan pertama ada biaya karena biaya sangat lah penting untuk melaksanakan sesuatu yang begitu besar seperti pernikahan.


"Tunggu, Kou, kamu tidak perlu membantu diriku secara berlebihan seperti itu." Rokuro terkejut melihat Kou mulai menghitung Legend's Diamond.


"Tidak apa kok, lamaran ini sangat penting dan aku ingin kamu bersama Kakakku mengalami pernikahan besar yang sangat mewah dan menyenangkan..."


"...sisanya bisa serahkan saja kepadaku!" Kou tersenyum lembut, mereka semua terkejut seketika karena Kou bertingkah seperti orang dewasa sekarang.


"Terima saja, Rokuro, tabunganmu itu bisa saja di gunakan untuk memenuhi kebutuhan dirimu bersama Haruka." Kata Asriel, Rokuro tidak memiliki pilihan lain selain menerimanya.


"Apakah kau yakin, Kou? Berlian sebanyak itu hanya sekedar pernikahan?"


"Aku ingin menciptakan suasana yang begitu menyenangkan dan romantis untuk kalian, tidak peduli seberapa banyak harganya... aku akan bertanggung jawab dan membayarnya."


Mereka semua terus dikejutkan dengan Kou yang bersikap serius, ia terus melakukan beberapa perhitungan dengan semua acara dan keperluan yang di butuhkan dalam pernikahan.


"Acara pernikahan pasti membutuhkan banyak hiburan, makanan, dan hal menyenangkan lainnya agar bisa menarik banyak tamu yang datang untuk memberi kalian berkah dalam kehidupan selanjutnya..."


"... dan tentunya kartu undangan! Kita membutuhkan banyak kartu undangan juga gambar serta desain yang imut dan menarik perhatian semua orang." Kou terus melakukan pekerjaannya sampai mereka hanya bisa diam dan melihat.


"Kou, kamu hebat... sangat hebat!" Seru Shuan dengan tatapan yang terlihat senang tetapi Kou tidak menjawabnya sama sekali.


"Sepertinya kita bisa menyerahkan semua hidangan kepada Arata dan Ophilia." Kou tersenyum lalu memasang nama Arata dan Ophilia karena mereka adalah kedua koki yang cukup hebat dalam memasak.


"Jika mereka yang menyiapkan hidangan dan kue maka aku yakin tidak membutuhkan biaya apapun." Kata Rokuro karena ia mencoba untuk meringankan biaya yang Kou keluarkan.


"Tidak boleh begitu, Rokuro." Kou menatap Rokuro dengan tatapan serius.


"Maksudmu?"


"Arata dan Ophilia sudah pasti akan merasa lelah ketika menyelesaikan hidangan yang berjumlah banyak terutama lagi kue besar..."


"...mereka juga membutuhkan banyak bahan untuk memasak, mereka pasti akan merasa kelelahan sesudahnya dan kamu harus ingat bahwa usaha besar membutuhkan hasil yang baik."


"Mereka keluargamu maka aku tentunya akan membayar mereka sebanyak 1 miliar Legend's Diamond atas kerja keras mereka nanti..." Kata Kou sambil menatap Tech, Tech mengangguk lalu mulai menghitung semua biaya rencana pernikahan itu.

__ADS_1


""Satu miliar!?""


"Kamu tidak perlu berlebihan seperti itu, Kou." Rokuro entah kenapa merasa bersalah dan tidak enak tetapi ia melihat Kou tersenyum bahagia.


"Tidak apa, intinya kamu harus bisa berbahagia bersama Kakak, hidup bersama dan menjalankan keluarga baru..."


"...aku sendiri membantunya untuk kewajiban semua orang, sebagai ratu Touriverse dan tentunya sebagai seorang adik!" Kou menepuk dadanya  sambil tersenyum penuh rasa bangga.


"Kamu benar-benar hebat, Kou... aku tidak bisa mengatakan seberapa besar salutku kepadamu." Kata Asriel.


"Hehehe... Aku jadi malu dengarnya..." Kou terkekeh dan Tech mulai memberitahunya bahwa hasilnya telah selesai, sekarang hanya perlu menunggu tahapan Rokuro dalam melamar Haruka.


"Nyonya Kou, semuanya sudah saya pertimbangkan dan tentunya akan saya kerjakan dengan cepat, sisanya hanya memberitahu Arata dan Ophilia." Kata Tech yang mulai melakukan transfer datang ke dalam kacamata Kou.


"Hasilnya...? Sudah selesai?"


"Ya." Kata Kou sambil menyentuh lensa kacamatanya beberapa kali untuk melihat jumlah Legend’s Diamond yang ia habiskan.


"Sip, selesai sudah. Pernikahan kalian menghabiskan biaya sebanyak 1 triliun Legend's Diamond." Kou tersenyum begitu polos di hadapan teman-temannya, ia bahkan tidak merasa rugi sama sekali.


"SA-SATU... SATU TRILIYUN?!"


"Hm~ Semuanya sudah lunas kok."


"L-Lunas?!"


"Apakah kamu tidak merasa rugi sama sekali?!" Tanya Rokuro dengan tatapan kaget.


"Tabunganku tidak berkurang sama sekali kok..." Kata Kou dengan tatapan polosnya, mereka semua tidak bisa mengeluarkan perkataan apapun melainkan membiarkan semuanya terjadi.


"Rokuro, antar aku menuju orang tuamu. Kamu juga harus memberitahu kedua orang tuamu itu bukan? Kamu sebentar lagi menikah..." Kou terkekeh, Rokuro mengangguk lalu ia bangkit dari atas kursi.


"Kalau begitu, Shuan, Asriel, aku pergi sebentar untuk mendatangi kedua orang tuaku." Kata Rokuro, ia berjalan pergi bersama Kou.


"Hahhh... Kou ku di rebut..." Shuan menghela nafasnya panjang.


"...bukan itu saja tetapi kau juga ingin melamar dirinya kan? Menikah dalam hari yang sama dengan Haruka dan Rokuro."


"Itu benar... untuk sekarang aku akan membiarkan Rokuro menyelesaikan lamaran itu maka selanjutnya adalah aku, aku juga harus mencoba untuk meminta maaf padanya." Shuan menghilang dengan cepat.


"Ehh... Aku malah di tinggal..."


***


Rokuro baru saja meminta Arata dan Ophilia untuk menemui dirinya di sebuah toko kecil yang menyediakan kopi, Arata dan Ophilia sempat melihat Rokuro bersama Kou menghampiri dirinya.


"Ehh? Rokuro, jarang sekali kamu pergi bersama dengan Kou." Ophilia melihat Kou mendekati dirinya lalu ia tersenyum dan memberikan Kou sebuah usapan di kepala ya.


"Rokuro, apa yang kamu butuhkan dari kami, nak?" Tanya Arata yang baru saja sedang menikmati balapan elang lagi bersama teman-temannya tetapi ia mendapatkan panggilan dari putranya.


"Aku ingin membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan masa depanku, Ayah, Ibu..." Rokuro memasang ekspresi yang terlihat serius.


Arata dan Ophilia sudah bersiap diri untuk menjawab apa yang akan Rokuro katakan, "...aku sudah memutuskannya sejak awal, setelah aku menyelesaikan turnamen permohonan ini."


Rokuro mengeluarkan sebuah kotak merah dari dalam sakunya lalu ia membukanya, membuat Arata dan Ophilia terkejut ketika melihatnya karena mereka tidak menyangka masa depan yang Rokuro maksud adalah menikah.


"Cincin itu...!?"


"...cincin tunangan?! Kamu ingin menikah, Rokuro?!" Tanya Ophilia dengan nada yang terdengar bersemangat bahwa putranya ternyata berniat untuk di nikah demi masa depannya.


"Itu benar... aku sudah memutuskannya bahwa aku akan melamar Haruka hari ini dan menikah dengannya untuk melanjutkan masa depan sebagai keluarga yang baru."


"Uwahh! Rokuro! Aku sangat bangga melihat dirimu menikah begitu cepat...!" Kata Ophilia, ia sempat memberi Rokuro sebuah pelukan hangat.

__ADS_1


"Ibu... aku bukan anak kecil lagi."


"Tidak, tidak, biarkan aku memeluk putraku untuk terakhir kalinya sebelum kau melanjutkan hidup baru dengan keluarga yang baru..."


"... bersama Haruka dan tentunya cucuku nanti." Ophilia terkekeh, membuat Rokuro tersipu merah sehingga ia melihat Arata tersenyum serius.


"Masa depan yang begitu cerah menantikan dirimu ketika kau merasakan arti dari pernikahan, setelah itu kamu akan memiliki keluargamu sendiri..."


"...aku setuju dan tentunya sebagai ayahmu, aku akan mendukung dirimu agar kamu bisa menjalankan hidupmu penuh dengan rasa bahagia bersama pasanganmu." Arata menepuk punggung Rokuro.


"Ayah... Ibu..." Rokuro terkejut ketika melihat kedua orang tuanya menyetujui dirinya untuk menikah dengan Haruka.


"Lagi pula, lihatlah sisi positifnya, kau menikah dengan seorang gadis Legenda dari keturunan Comi! Dia sudah bersama dengan kami sejak lama..." Kata Arata.


"Dan kau sendiri lah yang menjadi pasangannya, menikah dengan Haruka Comi adalah pencapaian yang sangat besar." Arata mengacungkan jempolnya.


"Hm, terima kasih, Ibu, Ayah... aku merasa bersyukur kalian mau mengizinkan diriku untuk melanjutkan masa depanku bersama dengan Haruka..." Rokuro memeluk kedua orang tuanya.


"Kalau begitu, serahkan hidangan dan kue pernikahan itu kepada kami." Kata Ophilia.


"Ahh, soal itu, kalian perlu membahasnya dengan Kou, itulah kenapa dia bersamaku sekarang." Rokuro berhenti memeluk mereka lalu ia menatap Kou.


"Boleh aku memulainya sekarang?" Tanya Kou sambil membenarkan posisi kacamatanya.


"Hm! Apa yang kamu pikirkan sekarang, Kou?" Tanya Ophilia.


"Kalian berdua sangat cocok untuk menyediakan hidangan dan kue pernikahan itu jadi aku ingin kalian bekerja sangat keras membuatnya..."


"Tentu saja, sebagai pemilik restoran Shimatsu, semua hidangan yang kami buat tidak pernah mengecewakan siapa pun." Arata mengangguk sambil menunjukkan ekspresi terlihat bangga.


"Jawaban yang baik, kalau begitu aku akan memberikan kalian Legend's Diamond atas kerja keras dan usaha kalian dalam mengurus hidangan juga kue."


"Ehh... kita tidak memerlukan bayaran kok, kami kan melakukannya demi pernikahan putra kami juga." Kata Arata, ia ingin melakukannya dengan ikhlas demi pernikahan putranya.


"Tidak bisa begitu! Kerja keras dan usaha membutuhkan sebuah hasil, hasil itu adalah uang dan biaya yang akan kalian dapatkan dariku..."


Ophilia melebarkan matanya, merasakan nostalgia seketika mendengar Kou mengatakan sesuatu seperti itu.


"Arata... bukannya ini...?" Bisik Ophilia.


"Sebelum pernikahan kita, bukannya Korrina yang menanggung semua biaya dalam pernikahan itu...?"


Arata merinding seketika, "K-Kau benar juga... ternyata Korrina benar, Kou memang penerus dirinya."


Tidak memiliki pilihan lain, Arata dan Ophilia terpaksa menerima imbalan dan bayaran itu dengan anggukan, Kou langsung tersenyum lebar dan memunculkan layar virtual di hadapannya.


"Kalau begitu, aku serahkan urusan hidangan dan kue kepada kalian. Soal pernikahan semuanya sudah aku urus..."


Ophilia tersenyum seketika, "Kamu mengingatkan diriku kepada Korrina, Kou."


"E-Ehh? Benarkah...?" Kou tersipu merah ketika mendapatkan pujian seperti itu.


"Ya, Korrina bahkan sempat membantu pernikahan kami untuk berjalan dengan meriah, kamu juga sama dengannya... kali ini membantu Kakak dan Rokuro."


"Hehehe, aku harus melakukannya karena semua itu adalah tugas Ratu Touriverse." Kata Kou sambil membenarkan posisi kacamatanya.


"Kalian akan mendapatkan bayaran sebanyak 1 miliar atas hasil kerja keras kalian nanti."


""SATU MILLIAR?!"


"Ehh, tidak jadi deh, terdengar kurang..."


"...aku tambah jadi 10 miliar."

__ADS_1


""SE-SE-SEPULUH MILIAR!?"" Arata, Ophilia dan Rokuro tercengang ketika mendengarnya.


"Hm! Mari kita laksanakan pernikahan Kakak dan Rokuro menjadi pernikahan yang paling menyenangkan dan meriah...!!!"


__ADS_2