
Zoiru melihat Lucifer melepaskan kobaran api ke arahnya tetapi Bamushi langsung memakan api itu tanpa masalah apapun, kecepatannya bahkan sampai mengejutkan Lucifer.
Ini pertama kalinya ia melawan seorang penyusup seperti Zoiru dan Bamushi yang cukup nekat untuk memakan semua penghuni neraka dan menggantikannya dengan gumpalan daging yang tidak memiliki nyawa apapun.
Zoiru tidak memiliki ketertarikan apapun untuk bertarung tetapi sumpahnya tentang mengalahkan siapa pun yang menghalangi dirinya akan terlaksanakan.
Tanpa berpikir dua kali, Zoiru mencoba untuk memerintah Bamushi agar memakan tubuh Lucifer secepatnya karena ia merasa tidak sabar untuk mengunjungi wilayah sihirnya agar bisa bertemu dengan Bamushigaru.
"Jangan berniat untuk memakan diriku, Zoiru...!!!" Lucifer melepaskan gelombang lahar melalui kedua tapak tangannya yang mengenai mulut Bamushi sampai menghempasnya ke belakang.
Lucifer melebarkan kedua matanya ketika Zoiru berada tepat di hadapannya dengan tinju kanannya yang diselimuti dengan aura Oath, ia tersenyum serius lalu menghantam wajah Lucifer sampai ia terhempas ke belakang.
Tubuh Lucifer mengenai beberapa bangunan neraka itu sampai hancur bahkan setengah dari wajahnya telah remuk, pukulan tadi mampu membuat mata kanannya buta sampai kerangkanya terasa retak dan hancur seketika.
Lucifer kembali bangkit dan ia bisa memulihkan dirinya sendiri tanpa masalah apapun, hanya saja ia tidak memiliki kesempatan apapun untuk bisa memenangkan pertarungan melawan Zoiru.
Zoiru mengangkat lengan kanannya, menciptakan gumpalan hijau yang terus membesar sampai mengejutkan Lucifer, ia bisa melihat ukuran sihir terus bertambah besar bahkan mulai menandingi ukuran galaksi.
"Biarkan aku pergi atau neraka hancur?" Zoiru seperti biasanya memberi tawaran karena harga diri dan sumpah Oath nya terus mempengaruhi dirinya dengan baik.
Harga diri sebagai dewa agung yang adil juga sumpah Oath untuk terus melakukan sumpah yang mencoba untuk bersikap adil dan netral kepada satu sama lain.
"Tidak... kau harus mengembalikan semua penghuni neraka itu maka aku akan membebaskan dirimu!" Lucifer mengisi penuh kekuatan dan energi sihirnya.
"Sayang sekali..." Zoiru mendapatkan jawabannya dan ia mencoba untuk melempar sihir itu tetapi sebuah portal besar muncul tepat di belakangnya.
Sihirnya menghilang dan ia bisa melihat portal itu membawa dirinya ke suatu tempat, ia mulai menatap Lucifer sampai tubuhnya tersedot oleh portal yang memindahkan dirinya kembali menuju semesta Touri.
"Sialan... kenapa kau menghentikan diriku..."
"...Kuro!?"
***
Zoiru melompat keluar dari dalam portal itu, ia bisa melihat wilayah terlarang dari Zuusuatouri yang dapat membawa dirinya kembali ke dalam neraka.
Portal yang muncul entah dari mana sempat menyelamatkan dirinya sampai ia merasa sedikit tertolong karena tidak ingin berurusan dengan perwakilan dosa atau pangeran neraka seperti Lucifer.
Zoiru menatap kedua tapak tangannya dan ia bisa merasakan kekuatan yang terus mengalir tiada batas bahkan Bamushi terlihat siap untuk melaksanakan perintah apapun.
"Sudah saatnya, Bamushi." Zoiru menoleh ke belakang, melihat Bamushi mulai memasang tatapan sedih bahkan ia langsung mendekati Zoiru.
Zoiru menarik nafasnya dalam-dalam lalu ia menghembusnya pelan, setelah itu ia mengelus kepala Bamushi beberapa kali untuk menunjukkan rasa bangga, Bamushi mendapatkan kehormatan paling besar dari Zoiru.
Dirinya yang sudah setia dan loyal menjadi seekor peliharaan juga bawahan yang ingin melakukan apapun, jiwa dan tubuh mereka terasa bersatu menciptakan kekuatan yang tidak akan bisa ditandingi oleh apapun.
Bukan hanya itu saja tetapi Zoiru menganggap Bamushi sebagai seseorang yang sangat dekat dengannya sampai ia masih memiliki perasaan untuk tidak ingin berpisah dengannya.
"Kau melakukan yang terbaik, Bamushi... mengetahui Ayahmu sakit karena kekurangan makanan, kau ingin bekerja keras dan menjadikan dirimu sebagai pengorbanan..."
__ADS_1
"...kau memang partner yang hebat, di mulai dari nol sampai titik sekarang dimana kau telah mengumpulkan semua esensi yang dapat menyembuhkan kembali Bamushigaru."
Zoiru melompat ke atas dan mendarat di kepala Bamushi sambil mengusap kepalanya, "Awalnya kau hanya sekedar makhluk sihir keras kepala yang tidak mau menurut..."
"...tetapi aku sendiri sadar bahwa makhluk sihir memang sama seperti ras yang dapat melakukan apapun karena sebuah tujuan, perkembangan yang besar juga akan terjadi."
"Kau melakukannya demi diriku dan tentunya Ayahmu yaitu Bamushigaru, aku bangga kepadamu, Bamushi... kau benar-benar makhluk sihir yang sangat bisa di andalkan." Zoiru menepuk kepalanya beberapa kali.
"Graaaggghhh..." Bamushi meneteskan beberapa air mata, mengetahui waktunya telah tiba ketika ia sudah mengumpulkan semua esensi yang lebih di dalam perutnya itu.
Sudah saatnya untuk pulang dan menemui Bamushigaru, Zoiru tersenyum bangga lalu ia memerintah dirinya untuk pulang dengan membuka celah dimensi wilayah Oath.
Bamushi melepaskan embusan nafasĀ yang dapat membelah dimensi di hadapannya, Bamushi bersama Zoiru dengan kecepatan penuh melesat masuk ke dalam celah itu sehingga mereka tiba di wilayah Oath.
Beberapa menit kemudian, Bamushi mendarat tepat di hadapan Bamushigaru yang sedang tertidur pulas, tubuhnya bertambah semakin lemah bahkan Zoiru bisa merasakan keberadaannya yang mulai hilang.
"Apakah kamu siap, Bamushi?" Zoiru melompat menuju daratan lalu mengusap kepala Bamushi.
Zoiru melebarkan kedua matanya ketika melihat Bamushi menangis bahkan sampai mengeluarkan suara tidak jelas yang bisa ia mengerti karena perasaannya yang sudah bersatu dengan Bamushi.
"Ya... kau sudah melakukan yang terbaik, aku bangga kepadamu. Kenangan kita selama beberapa hari ini cukup menyenangkan." Zoiru tersenyum dan air matanya mulai mengalir keluar.
"Grragghh... guuurrgghhh... Nrrrgghhhh..."
"Aku mengerti... cukup menyakitkan juga bukan? Kau sendiri sudah aku anggap sebagai anakku sendiri, kau melakukan yang terbaik, Bamushi." Zoiru memeluk Bamushi erat sehingga ia bisa mendengar jelas suaranya yang bertambah keras.
Pertemanan Zoiru dan Bamushi harus berakhir sekarang juga, Zoiru tidak dapat membangkitkan Bamushigaru kembali jika kondisinya di wilayah Oath sedang sakit.
"Selamat tinggal, partner." Zoiru mengacungkan jempolnya, Bamushi tersenyum untuk pertama kalinya lalu ia terbang ke atas dan melebarkan sayap naganya.
Bamushigaru langsung terbangun ketika merasakan gabungan esensi lezat yang bisa di bilang obat manjur untuk dirinya, Zoiru mulai mengangkat tubuh Bamushigaru untuk membantu dirinya bergerak.
Bamushigaru yang memiliki ukuran jauh lebih besar dari alam semesta sudah pasti akan memiliki banyak beban tetapi Zoiru hanya mengangkat dirinya menggunakan dua jari telunjuknya untuk melakukan sedikit latihan juga.
"Kau telah membuat semua ini menjadi kemungkinan besar, Bamushi... kau berhak tidur dengan damai di dalam perut Bamushi." Kata Zoiru sambil menunjukkan senyuman seriusnya.
Bamushi melakukan putaran di atas langit untuk menunggu Bamushigaru membuka mulutnya lebar-lebar, setelah itu melesat masuk ke dalam mulut Bamushigaru sampai ia melahapnya dan menelannya.
ZWOOOSSHHH!!!
Zoiru bisa melihat tubuh Bamushigaru memancarkan cahaya hijau bahkan ia bisa melihat aura Oath nya mulai bermunculan sampai keberadaannya terasa sangat jelas dan kuat sampai tidak bisa di ukur dengan apapun.
Bebannya bertambah bahkan ukurannya juga sampai Zoiru tersenyum serius karena ia dapat melakukan latihan lagi dengan Bamushigaru selagi memperketat hubungan seperti biasanya.
"Kalau begitu... kita lihat apa yang kau bisa lakukan, partner lama!" Zoiru melempar Bamushigaru ke depan sampai ia melebarkan sayapnya lalu berputar dan melayang di atas langit.
"GRAAAGGGGHHHH!!!" Bamushigaru melepaskan teriakan keras sehingga membuat Zoiru tersenyum penuh rasa semangat untuk berlatih selama beberapa bulan.
"Bamushigaru! Kita memulai semuanya kembali dari awal... dengan dirimu yang sudah bugar dan sehat, mari kita memperketat jiwa dan kekuatan kita!"
__ADS_1
"Agar kau bisa kembali menikmati dunia luar dan menyantap alam semesta juga masa alternatif yang tidak memiliki batasan!" Zoiru mengepalkan kedua tinjunya.
Mendengar perintah pertama dari majikannya, Bamushigaru langsung melesat maju ke arahnya lalu merasuki tubuhnya sehingga Zoiru melebarkan kedua matanya lalu melepaskan kekuatan besar di sekelilingnya.
"He... hebat..." Zoiru menatap kedua tapak tangannya, ternyata dirinya masih bisa terus maju dan bertambah kuat tanpa harus merasa khawatir dengan batasan.
Berbeda seperti Dewa Agung lainnya yang sudah merasa puas ketika memiliki kekuatan yang melebihi mortal, Zoiru lebih memilih untuk berlatih dan mengontrol semua kekuatannya itu.
"Delapan bulan saja... dengan melakukan latihan selama delapan bulan maka kita bisa memiliki hubungan yang jauh lebih ketat di bandingkan diriku dan Bamushi."
"Baiklah, mari kita mulai, Bamushigaru!!!"
***
"Hah... Hah... Hah... lelah sekali..." Hana terjatuh di atas tanah bersama Minami yang sudah merasa kelelahan berlatih secara berdekatan.
Kekuatan yang saling mereka bagikan bisa dijadikan sebagai beban untuk mereka agar terbiasa menerimanya, Kou mendapatkan hasil yang baik tetapi ia ingin sesuatu yang jauh lebih baik lagi.
"Mungkin sudah waktunya untuk beristirahat, terlalu berlebihan berlatih bisa saja menyebabkan tubuh kalian tidak stabil ketika saling menukarkan sihir juga kekuatan." Kou bangkit dari atas tanah.
Minami memotong tali yang mengikat dirinya bersama Hana menggunakan kukunya lalu ia bangkit dan membantu Hana untuk berdiri karena ia memiliki sebuah tempat istirahat yang cukup baik.
"Bagaimana jika kita beristirahat di kuil ini? Aku sempat menemukan sesuatu yang cukup hebat..." Minami berjalan pergi menuju arah barat dan mereka semua langsung mengikutinya.
Mereka langsung terkejut ketika melihat air terjun dengan warna air yang emas, "Sungai emas yang memberikan kita keberkahan juga pemulihan besar."
"Rasanya juga terasa lebih nikmat di bandingkan pemandian air panas, kalian perlu mencobanya." Kata Minami yang mulai memasukkan lengannya ke dalam sungai itu.
"Uwah! Enak sekali, setelah latihan mandi seperti ini benar-benar yang terbaik!" Minami tersenyum.
"Aku juga ingin mencobanya." Kou tersenyum.
"Kalau begitu, ayo, mandi bersama." Minami melepas pakaiannya sehingga Hana langsung menghentikan dirinya.
"Apa yang kamu lakukan, Minami!? Shuan bersama kita, seharusnya kau membiarkan dia pergi dulu." Kata Hana dengan wajah yang memerah.
"Tidak apa-apa, aku Kakaknya jadi tidak ada yang harus di permalukan jika telanjang di hadapannya... Shuan juga tidak begitu tertarik dengan dada besar kita." Minami langsung melepas pakaian Hana.
"Kyaaaaa!!!"
Shuan terus memperhatikan Minami dan Hana yang mulai telanjang, ia bisa melihat pemandangan surga sehingga pemandangan itu hilang seketika Kou menatap dirinya dengan tatapan kesal.
"Whoa... mantap juga badan mereka..." Ungkap Shuan.
"Shuan..."
"Y-Ya?" Shuan melabraknya kedua matanya ketika lengan kanannya mulai bergerak sesuai pikirannya, ia tidak bisa mengendalikannya.
"Tunggu, Kou---" Shuan langsung menghantam wajahnya sendiri dengan penuh kekuatan sampai ia terhempas ke belakang.
__ADS_1
"Shuan bodoh! Mesum! Laknat! Pedofil!"