Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 496 - Musuh Alami Legenda dan Iblis


__ADS_3

"Seharusnya musuh alami Iblis adalah bangsa Manusia tetapi lahir lah bangsa yang begitu baru dan mereka adalah bangsa Legenda yang dapat melakukan apapun bahkan menciptakan konflik apapun..."


"Lebih baiknya sejarah hanya perlu di ketahu sebagai hal yang dipenuhi dengan kebohongan dan sesuatu yang tidak akur, Legenda seperti kalian harus memiliki akhir terhadap era itu sendiri."


"Apakah kau pernah mengetahui keturunan bangsa Legenda yang menghasilkan berbagai macam sejarah juga konflik...? Contohnya Phoenix."


"Apa yang kau ingin ucapkan dari Phoenix!?" Rokuro merapatkan giginya.


"Keturunan itu adalah salah satunya Legenda yang nekat untuk menciptakan [Mystical Realm of Creature], jika saja kau mengetahui soal sejarah."


"Sejarah yang begitu kuno soal Legenda, mereka adalah bangsa yang sudah menyebabkan konflik paling besar dan banyak."


"Setiap makhluk hidup yang berjenis sihir mereka jadikan eksperimen dan terciptalah sesuatu yang mengerikan."


"Setiap sihir berbeda-beda, mereka gunakan sebagai eksperimen, menciptakan sesuatu yang seharusnya tidak ada..." Rokuro mencoba sekuat mungkin untuk menahan amarahnya.


Masih terdapat beberapa sejarah yang belum ia ketahu dan perkataan Redagon terdengar masuk akal karena jaman kuno memang cukup mengerikan dan jaman yang paling sulit sejak itu.


"Setiap makhluk yang keturunan itu ciptakan telah tersegel dan tinggal di setiap wilayah sihir tentu... Jumlah tidak bisa aku hitung tetapi kau pikirkan saja sebuah sihir dengan wilayahnya..." Redagon menyilangkan kedua lengannya.


Rokuro seketika mengingat sesuatu di dalam Realm of Time ketika Haruka mengajak dirinya hanya untuk mengambil beberapa kristal waktu demi menciptakan alat yang bisa di bilang hanya iseng.


Rokuro tidak sengaja melihat cacing yang sangat besar bahkan ukurannya tidak bisa ukur, kebetulan cacing itu berada di jarak yang sangat jauh tetapi masih bisa terlihat dekat.


"Haruka... Sebenarnya cacing itu apa? Di lihat dari jauh, aku yakin ukurannya melebihi semesta bahkan lebih..." Rokuro menunjuk sebuah cacing yang bergerak zig-zag, Haruka melihatnya dan ia tersenyum.


"Ahhh... Itu adalah Mystical Realm of Creature, sebuah makhluk yang terbentuk dari sihir itu sendiri. Kita berada di dalam waktu jadi dia adalah cacing waktu yang dapat menghapus apapun dari waktu itu sendiri..."


"Setiap makhluk seperti itu memiliki nama, kalau tidak salah namanya itu... Tokiagaru." Haruka melanjutkan tugasnya dengan memetik beberapa kristal waktu.


"Apakah aman...? Untuk mendekatinya?"


"Sangat tidak aman."


"Tidak ada yang dapat mendekatinya karena Tokiagaru memiliki kandangnya sendiri dan kandang itu di per batasi oleh dirinya, mereka yang mencoba untuk lewat atau mendekat akan di hapus dari waktu itu sendiri..."


"...tidak akan pernah kembali dan di ingat oleh seseorang yang dekat dengannya."


***


Rokuro mulai berpikir, keturunan Phoenix di zaman kuno bisa saja mengerikan atau penuh dengan pengetahuan sampai bisa menciptakan makhluk yang begitu kuat dan mengerikan.


"Kalau tidak salah bukan hanya Phoenix yang menciptakan sebuah konflik melainkan pacarmu juga pernah..." Rokuro bisa mengerti apa yang ia maksud karena Haruka pernah bercerita.


"Menciptakan dimensi yang mengandung semesta sama di dalamnya adalah hal yang begitu besar dan melawan hukum itu sendiri sehingga lihatlah..."


"...apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu? Peperangan antara yang asli dan palsu sehingga memberi hasil dari kedua hal yaitu asli dan palsu hidup bersama di dimensi utama itu sendiri." Redagon menatap tajam Rokuro, mencoba untuk menyadari sisi gelap bangsa Legenda.


"Tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan oleh sang pencipta tetapi ia merencanakan sesuatu tentang bangsa kalian sendiri sehingga iblis dan Legenda memiliki kesamaan..."

__ADS_1


"LEBIH BAIK KITA SELESAIKAN MASALAH INI DENGAN TINJU JIKA KAU MEMILIKI KEBENCIAN UTAMA TERHADAP BANGSAKU...!" Dua lambang Greed muncul di kedua iris mata Rokuro.


Saking kesalnya mendengar pembicaraan Iblis membuat dirinya muak karena memberitahu mereka saja pasti tidak akan pernah di dengar.


Rokuro lebih memilih untuk menyelesaikan masalah dengan sebuah pukulan melainkan mulut mereka masing-masing karena itu bukan cara Legenda, mereka yang tidak percaya kebenaran lebih baik percaya bahwa kematian itu ada.


Rokuro melesat ke arah Redagon dan berhasil menghantam wajahnya sampai ia terhempas jauh ke belakang, ketika Redagon mencoba untuk melepaskan sihir, ia dikalahkan dengan kecepatan Rokuro.


Rokuro melakukan serangan kombinasi menggunakan kedua sabitnya dengan kecepatan penuh karena ia muak berurusan dengan iblis sepertinya.


Rokuro melempar kedua sabit itu ke depan tetapi Redagon terbang ke bawah dan muncul tepat di belakang Rokuro dengan kedua sirkuit sihir hitam yang siap untuk di lepaskan.


Namun, Rokuro melakukan backflip ke belakang dan menghantam puncak kepala Redagon menggunakan kedua tinjunya sampai ia terlempar menuju daratan.


Rokuro masih belum selesai menyerang bahkan ia tidak memberikan Redagon kesempatan apapun, ia mulai menghantam punggungnya ke atas dan di lanjutkan dengan menghantam perutnya beberapa kali.


Rokuro sampai memunculkan Mammon untuk menjadi Redagon sebagai samsak tinju bersamaan, Hana bisa melihatnya dari jauh dan ia sendiri merasa bangga.


"Ya... Terus seperti itu, Rokuro!" Hana mengepalkan kedua tinjunya.


Rokuro menendang perut Redagon dan Mammon menghantam wajah Redagon, setelah itu Rokuro menusuk perut Redagon menggunakan sabitnya dengan sangat dalam untuk mencuri seluruh kekuatannya.


Mammon mengakhiri serangan dengan membelah wajah Redagon menjadi dua menggunakan kapaknya, walaupun menerima kerusakan sebanyak itu Redagon masih bisa bertahan dengan melepaskan dua gumpalan kegelapan.


Di lanjutkan dengan sirkuit sihir hitam yang mengeluarkan kepala naga iblis dan naga itu menyemburkan gelombang api hitam ke arah Rokuro.


Kapak itu menusuk perut Redagon sampai membawa dirinya menuju daratan.


Baammm!!!


Rokuro mulai bermunculan di sekitar Redagon dan ia sendiri mencoba untuk melancarkan beberapa serangan ke arahnya tetapi terus meleset.


Redagon memilih cara yang lebih mudah dengan menciptakan gumpalan kegelapan besar untuk menghancurkan kota itu tetapi Rokuro menendang tengkuknya sampai ia terjatuh.


Setelah itu, mereka mulai saling mengadukan serangan pedang dan sabit mereka sehingga Mammon mengganggu dengan menghantam kepala Redagon sampai ia terlempar ke belakang.


"Sialan... Sampai kapan aku harus menahannya..." Ungkap Rokuro karena ia tahu iblis yang ia lawan akan bertambah kuat sebentar lagi jika ia tidak menahannya seperti ini.


Rokuro melakukan salto yang mampu mengenai puncak kepala Redagon sampai mengeluarkan suara tulang yang hancur, Redagon mendarat di atas daratan dan Rokuro menyambutnya dengan sirkuit sihir yang besar.


Sirkuit sihir Rokuro langsung terambil alih dengan sihir infeksi milik Redagon sehingga Rokuro sendiri yang terhempas ke belakang karena terkena sihir itu sendiri.


"Aku dapat kau...!" Redagon memegang erat pedangnya lalu ia melompat ke arah Rokuro yang terlihat kesulitan karena merasakan suatu kendala.


Kendala itu terdapat di kedua lengannya yang menghitam sampai mengeluarkan darah hitam dan nanah, dengan cepat Rokuro menepuk saku celananya.


"Waktu berhenti atas ucapanku..." Ucap Rokuro pelan sehingga waktu berhenti seketika, membuat Redagon terkejut karena ia tidak menyangka Rokuro menyimpan kristal waktu di dalam sakunya.


"Terima kasih, Haruka... Untungnya aku tidak lupa meminjam sesuatu darimu..." Rokuro bisa merasakan tubuhnya melambat juga dan sebagian organnya tidak berfungsi karena penghentian waktu itu.

__ADS_1


"Ternyata menghentikan waktu... memiliki kesulitan yang besar seperti ini... Aku akan membalas pemberian kristal itu nanti, Haruka."


Rokuro melepaskan seluruh kekuatan penuhnya lalu ia melancarkan beberapa serangan sabit dengan kecepatan penuh, di akhiri dengan tangan kirinya yang menusuk dada Redagon lalu merebut jantungnya.


Rokuro melompat ke belakang, "Satu detik lagi..."


Rokuro mengangkat sabitnya lalu melepaskan gelombang tebas ke depan dengan penuh kekuatan dan energi yang ia serap melalui lambang Greed.


"Waktu kembali berjalan..."


BAMMMM!!!


Terjadi ledakan dahsyat karena Redagon menerima serangan tebasan itu dari jarak yang begitu dekat, Rokuro mulai mengambil nafas dan melihat jantung yang ia curi berdetak begitu cepat.


Rokuro langsung menghancurkannya dengan penuh tenaga sampai darah hitam mengenai wajahnya, ia mulai menghapus darah itu dari wajahnya karena tidak mau terinfeksi lagi.


"Hah... Hah... Hah... Abadi tetapi masih ada cara untuk mengalahkannya, aku harap begitu..." Rokuro berlutut di atas tanah, melihat tubuh Redagon berserakan dimana-mana.


"Pandangan seseorang itu berbeda soal bangsa Legenda dan kalian seharusnya bisa menghadapi kebenaran bahwa kami bertanggung jawab karena harga diri yang kami miliki..." Rokuro mengusap darah yang mengalir deras di mulutnya.


"Tanggung jawab apa jika yang kalian lakukan hanya terus mengulanginya beberapa kali... Mereka bilang ucapan maaf tidaklah cukup terutama pencegahannya." Rokuro dikejutkan dengan sisa mulut Redagon yang berbicara.


Rokuro mencoba untuk mengeluarkan sirkuit sihirnya lagi tetapi ia mendapatkan satu pukulan keras yang membuat kerangkanya retak, Rokuro terhempas ke belakang dengan setengah wajahnya yang menghitam.


"Nrrgghhh...!" Rokuro menutup mata kanannya yang terasa seperti di tusuk-tusuk.


"Kau membuat diriku saja, Redagon. Kebenaran tidak bisa di lawan dengan fakta yang tidak selalu benar... Iblis abadi yang akan terus bertambah kuat sepertiku, hanya akan menginjak tingkatkan atas." Tubuh Redagon kembali.


Kali ini ia mendapatkan penambahan kekuatan besar karena klon dan tubuh aslinya telah bertarung begitu lama sampai proses pertarungan ini terus berlanjut.


"Aku merasakannya..."


"Aku bisa melihatnya..."


"Aku, Oni Redagon, seorang Demon God akan melakukan apa yang seharusnya di lakukan Diablo sejak itu..."


"Brengsek!" Rokuro mencoba untuk menyerap kekuatannya menggunakan Greed tetapi proses infeksi itu mulai bertambah parah sampai menyebar, setengah dari tubuh Rokuro.


Membuat dirinya berlutut di atas tanah dengan darah hitam dengan nanah yang terus berjatuhan, Rokuro mencoba untuk mengontrol dirinya dan sadar bahwa dosa Greednya hanya memperburuk infeksi itu.


Redagon menunjuk Rokuro menggunakan pedangnya lalu ia melepaskan satu tusukan yang mengeluarkan tekanan besar, mampu untuk menghancurkan jantungnya.


Tekanan itu tiba-tiba terbawa pergi oleh Leviathan yang terbuat dari air, setengah tubuh Rokuro mulai mengalami proses pemulihan dengan bantuan Hana.


"Akhirnya..."


"...yang lebih tua turun tangan sekarang."


"Shimatsu Mizuhana."

__ADS_1


__ADS_2