Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 79 - Identitas


__ADS_3

Gadis misterius itu terbang menuju daratan dan segera menciptakan jutaan portal di atas langit dimana semua portal itu mengeluarkan rantai yang dapat mengikat seluruh pasukan itu termasuk Shinku. Sihir kuno [Void] bisa termasuk sihir kuno yang sangat menguntungkan jika seseorang dapat mengontrol-nya dengan mudah, gadis itu sudah bisa mengontrol penuh sihir kuno-nya sendiri yang mengartikan bahwa dia tidak akan pernah mendapatkan efek negatif yang terlalu berlebihan.


Seluruh rantai itu bernama [Chaining Voids], rantai yang dapat menyerap sihir, tenaga atau seluruh atribut yang dimiliki tubuh musuh. Shinku merasa kesal karena aura Crimson-nya terserap dengan rantai yang mengikat dirinya sendiri, seluruh atribut yang di serap oleh gadis itu dapat ia gunakan sebagai kekuatan atau tiruan sihir. Gadis itu sudah mendapatkan banyak persediaan sihir Crimson di dalam tubuh-nya berkat rantai-rantai itu.


"Dirimu ini apa...? Bagaimana bisa iblis mortal seperti-mu dapat menggunakan sihir kuno [Void] dengan penuh kontrol...?" Tanya Shinku.


"Bahkan mortal bisa mengalahkan dewa jika mereka bekerja cukup keras. Apa...? Apakah kau memandang bangsa iblis sepertiku rendah...? Ingat ya, tidak semua bangsa iblis mortal itu rendahan karena aku ini berbeda dari mereka." Gadis itu mulai mengangkat tubuh Alvin dengan menggunakan rantai yang muncul di belakang punggung-nya, rantai itu membelit tubuh Alvin dan mengangkat-nya.


Shinku bersama pasukan-nya melihat gadis itu yang mulai melepas jubah-nya, mereka sempat terkejut karena terdapat aura Crimson yang melindungi tubuhnya itu. Sekarang Shinku mengetahui alasan kenapa iblis seperti dirinya dapat menyusup di wilayah Crimson, gadis itu mengeluarkan kedua katana-nya dari sarungnya. Dengan kedua katana yang sudah di tarik, gadis itu menatap tajam seluruh pasukan.


"Aku adalah Oni Selvia... Aku datang hanya untuk berlatih dan mencari jalan keluar." Gadis misterius itu memperkenalkan dirinya dengan nama [Oni Selvia].


Tidak ada satupun pasukan yang berani untuk bergerak terlebih dahulu karena kedua katana yang di genggam oleh Selvia terlihat cukup menakutkan sampai salah satu dari mereka mengeluarkan keringat yang mengalir deras. Shinku sendiri sempat terkejut karena pasukan yang berkumpul dengan-nya saat ini masih berada di tingkat rendah sedangkan pasukan tingkat tinggi sedang menjalankan misi yang begitu penting.


Shinku segera memerintah seluruh pasukan-nya untuk maju dan dirinya segera melarikan diri dari tempat itu karena ia tidak ingin berurusan dengan seorang iblis dengan sihir kuno yang mematikan. Selvia hanya bisa tersenyum sinis melihat mereka yang lebih memilih untuk mati daripada memberi Selvia bersama Alvin jalan keluar.


Dengan hanya mengayunkan kedua katana-nya secara berlawanan mampu melepaskan dorongan besar yang menyebabkan seluruh pasukan itu terbelah menjadi daging-daging kecil, semua darah itu mulai turun seperti hujan membuat seluruh tubuh Selvia dikotori dengan darah. Pasukan lain mundur dan memanggil pasukan yang lebih kuat membuat Selvia segera terbang ke atas langit menghindari serangan sihir Crimson yang dapat membuat tubuh-nya meleleh.

__ADS_1


Di saat Selvia mencoba untuk menghindari semua laser itu, sebuah ekor panjang yang berwarna merah menyerang Selvia sampai melukai pipi-nya, ekor itu meninggalkan luka sayat yang cukup besar sampai luka itu mengeluarkan darah yang mengalir deras. Ini pertama kalinya Selvia bisa merasakan kesakitan yang cukup menyengat karena seluruh darah di dalam tubuh-nya terasa seperti terbakar.


Selvia mencari tempat yang lebih aman, dimana ia terbang menuju daratan dan mengeluarkan ratusan rantai yang mengikat seluruh pasukan itu. Shinku tersenyum jahat melihat beberapa rantai yang mencoba untuk mengikat-nya tetapi tidak bisa karena saat ini Shinku sedang memegang sebuah buku sihir yang mengeluarkan ekor itu, ekor tersebut langsung menghancurkan rantai Selvia dengan satu serangan saja.


"Baru kali ini aku bisa merasakan rasa sakit seperti ini... Apakah ini kekuatan asli dari sihir kuno Crimson...? Berbeda jauh dengan kemampuan Master..." Selvia mengusap darah yang terdapat di pipi-nya, tetapi darah itu terus mengalir keluar.


Selvia melotot ketika melihat Shinku yang menunjuk dirinya menggunakan buku yang terbuka lebar, buku itu mengeluarkan ekor merah yang lebih banyak juga lebih besar sampai membuat Selvia tidak bisa pergi kemana-mana karena semua ekor itu segera mengepungnya dalam waktu satu detik saja, Selvia menciptakan rantai Void di sekitarnya tetapi semua ekor itu segera menghancurkan-nya.


Selvia terbang ke atas dan kedua bilah katana-nya terlapisi dengan kegelapan, ia segera melakukan serangan kombinasi ke arah ekor-ekor itu, membuat semua ekor itu hancur dan terbelah menjadi beberapa bagian. Walaupun Selvia dapat menyerang kembali, perut-nya terkena sayat oleh ekor itu sampai meninggalkan luka sayat yang cukup besar.


"Ugghhh..." Selvia meringis kesakitan, darah mengalir deras dari mulut-nya dan luka yang terdapat di perutnya.


"Buku ini adalah inti dari segala sihir Crimson, [Grimoire of Crimson]. Kau tidak akan pernah bisa mengalahkan pencipta dengan sihir Void yang sudah kau kontrol sepenuhnya itu, setiap sihir kuno memiliki buku sihir mereka masing-masing dan sepertinya dirimu tidak memiliki [Grimoire of Void]." Shinku membuka halaman buku itu satu per satu.


Selvia tidak menyangka bahwa dia masih belum cukup kuat untuk bisa melawan buku sihir yang berjulukan [Grimoire] itu, luka-luka yang ia miliki mampu membuat dirinya melemah karena seluruh tenaga dan sumber energi sihir yang ada di dalam mulai perlahan-lahan keluar dari dalam tubuhnya. Selvia tidak bisa menyembuhkan-nya bahkan membalutnya dengan rantai saja tidak bisa.


"Halaman Satu - Tails of Crimson Curiosity" Dengan hanya membaca halaman dan mengatakan nama sihir itu sudah membuat buku tersebut memancarkan cahaya merah, buku itu terbuka lebar ke arah Selvia dan mengeluarkan ekor-ekor lainnya.

__ADS_1


"Monstruo Demonio: Assault Formation I" 


Selvia menghancurkan seluruh ekor itu dengan dua ayunan berlawanan, [Monstruo Demonio] adalah senjata yang hanya dimiliki oleh iblis takdir saja, nama dari Monstruo Demonio itu adalah nama senjata yang di pegang oleh Selvia yaitu katana sedangkan nama senjata iblis takdir itu [Moirai Arma]. Iblis takdir ditugaskan untuk menghentikan segala peperangan yang ada serta [Moirai Arma] memiliki kemampuan yang bernama {Formation].


[Formation] bisa disebut sebagai kemampuan yang dimiliki oleh [Moirai Arma] itu sendiri, contohnya seperti [Assault Formation] yang berarti formasi serangan dan setiap formasi memiliki tipe serangan yang berbeda. Selvia masih bisa melawan Shinku dengan menggunakan kedua katana-nya tetapi sihirnya tidak bisa karena sihir yang dimiliki Shinku itu jauh lebih kuat.


"Jika kau dapat melawan maka serangan yang lain-nya kau tidak akan bisa melawan-nya..." Shinku membuka halaman lain-nya dan ia membuka halaman kedua.


"Halaman Dua - Seal of Devastating Crimson" 


Daratan yang di injak oleh Selvia segera retak sampai seluruh tubuh-nya terikat dengan tentakel berwarna merah yang menyerap seluruh tenaga serta sihirnya sendiri. Tentakel itu tidak bisa Selvia hancurkan bahkan seluruh tubuh-nya tidak bisa bergerak karena aura Crimson yang melindungi-nya kali ini membuat dirinya tidak bisa bergerak.


"A-Ack... A-Apa ini...!"  Selvia memaksakan dirinya sendiri untuk bergerak sampai kedua katana-nya sudah tidak bisa ia genggam lagi, ia menjatuhkan kedua katana-nya ke atas tanah serta Alvin ikut terjatuh di atas daratan.


"Hmph... Kau memang tidak akan bisa mengalahkan Grimoire of Crimson, sekarang aku akan mengambil sihir-mu bersama dengan kedua senjata yang misterius itu!" Shinku melepaskan ekor-ekor itu lagi melalui buku-nya dan membuat Selvia melotot karena ia tidak bisa melakukan apapun.


Selvia tidak menyangka bahwa Shinku akan sekuat ini walaupun dia sudah berlatih bertahun-tahun di wilayah tersebut, ekor itu sempat memberinya luka sayat lagi di bagian perutnya tetapi sebuah portal merah besar muncul di belakang Selvia membuat dirinya terkejut karena ekor-ekor yang berada di depannya segera menghilang.

__ADS_1


Selvia melirik sedikit ke belakang dan melihat Alvin yang berhasil menghentikan semua ekor itu, portal yang berada di dalam dirinya segera menghisap masuk Selvia bersama Alvin lalu portal itu tertutup rapat, membuat Shinku semakin kesal dan mencoba untuk mengejar mereka tetapi tidak bisa karena rencana yang ia buat bersama Master bisa saja hancur.


"Cih... ********... Dia melarikan diri bersama Alvin...!"


__ADS_2