Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 659 - Kesenangan dan Hiburan yang Terus Berlanjut


__ADS_3

"Astaga..." Rokuro menghela nafasnya karena ia sekarang harus mengurus Koizumi mulai dari sekarang dan ia sudah di tekan dengan suara yang Koizumi keluarkan seperti menginginkan sesuatu.


Koizumi terus menarik pipi Rokuro dan menggigit wajahnya sampai Rokuro tidak memiliki pilihan lain selain menahannya karena mengasuh seorang anak termasuk latihan dalam kehidupan.


"Uwu... Papaaaaa..." Koizumi memeluk Rokuro erat sampai ia merasa tercekik seketika dengan kekuatan murninya yang meningkatkan cukup drastis.


"Ko... Ko... Koizu... mi...! H-Hentikan...!" Rokuro menepuk pelan punggung Koizumi sampai ia tertawa dan mulai naik ke atas kepalanya lalu memegang erat rambutnya itu.


"Ternyata sulit... sangat sulit..." Rokuro sudah tidak bisa menahannya, ia juga merasa aneh karena tidak melepaskan amarah dan kedinginannya di hadapan Koizumi yang terlihat bahagia.


"Rokuro, jagalah cucuku dengan baik." Arata terus memperhatikan Rokuro yang sedang bermain dengan Koizumi.


"Ya... (Kamu hanya bisa berbicara saja, Ayah, merawat anak keturunan Comi sangat menyulitkan...)" Kata Rokuro dengan tatapan datar karena ia tidak menyangka mengurus satu anak saja seperti mencoba untuk mencegah kehancuran.


Adu panco selanjutnya kembali di mulai dengan Haruki dan Arata yang duduk saling berhadapan, Arata sudah tidak sabar untuk menantikan ada panco dengan seluruh saingannya sampai ia juga tidak sabar untuk menghancurkan besi itu.


"Tidak ada yang namanya sihir atau kemampuan terlihat, Arata... aku tahu kekuatanmu murnimu jauh lebih tinggi dibanding diriku tetapi mari melakukan yang terbaik." Haruki mulai memegang erat tangan Arata.


"Aku sudah menantikannya, Haruki... aku harapkan kau siap untuk menerima tantangan ini." Arata mengeratkan genggamannya sampai Haruki bisa menyadari peningkatan kekuatan murni yang drastis.


"Bersiap..." Kou sampai mundur beberapa langkah dan tidak ingin menyentuh tangan mereka karena ia bisa merasakan shockwave besar menanti.


Haruki mengerahkan semua tenaganya tetapi kalah telak oleh bantingan Arata sampai lengan Haruki mengenai besi itu sampai hancur karena kekuatan murni yang Arata lepaskan.


"Memang tidak ada ampun..." Kata Haruki dengan tatapan terkejut, lengannya sampai merah karena menghantam besi yang sangat keras itu cukup keras.


"Soal keberuntungan memang kau yang lebih baik tetapi kalau kekuatan murni... jangan harap aku bisa kalah!" Arata mengepalkan tinju kanannya sampai urat-urat lengannya menonjol.


"Seram sekali... Hahaha!" Shira mulai tertawa, di balik tawa itu terdapat rasa pasrah bahwa ia mungkin akan mendapatkan perlakuan yang jauh lebih mengerikan di bandingkan Haruki.


Pertandingan panco masih terus berlanjut sampai menginjak babak menuju pengakhiran, Honoka yang sempat memenangkan adu panco melawan Shizen dan Yuuna akan berhadapan dengan kakaknya sendiri.


"Kekuatan murni seorang gadis ternyata jauh lebih mengerikan yang aku kira... aku merasa dipermalukan oleh menantuku." Shizen terus menggerakkan tangannya yang keram itu.


"Aku hampir saja menang, tidak ada peningkatan apapun dengan kekuatan murni ku." Yuuna menghela nafasnya.


"Kakak! Aku menantang dirimu di dalam pertandingan penentuan ini..." Honoka tersenyum serius dan Haruka langsung merasa tertarik ketika mendengar tantangan itu.


"Yang kalah harus mengikuti perintah apapun..." Kata Haruka.


"Terdengar cukup menantang! Jika aku menang maka biarkan aku mencium dan meraba dirimu!" Honoka tersenyum jahat selagi menggerakkan jari-jarinya.


Haruka merinding seketika, "Sudah menjadi seorang ibu... ternyata kau masih mesum seperti itu ya, me-mengerikan."


"Baiklah, Kou, ayo cepat mulai." Kata Honoka.


"Bersiaplah... mulai!"


Honoka dan Haruka memasang tatapan tajam sehingga terjadi dua kekuatan murni yang beradu sampai terlepas kemana-mana, menyebabkan dorongan dan shockwave yang mampu mengguncangkan planet selama tiga detik.


"O-Oi...!!! Ini terlalu berlebihan...!" Kata Ophilia karena ia bisa merasakan dorongan besar yang terus keluar karena pertandingan adu panco itu.


""Grrrggghhh!!!"" Honoka dan Haruka merapatkan gigi mereka masing-masing.


Haruka menambah kekuatan itu sampai perlahan-lahan menjatuhkan lengan Honoka ke besi itu, ia mulai tersenyum sampai mengejutkan Honoka yang merasa kesulitan mencoba untuk mendorong kembali tenaganya itu.

__ADS_1


"A-Apa ini...? Aku tidak menyangka kekuatan Kakak akan sebesar ini, apakah ini benar-benar latihan kehidupan yang ia maksud?" Ungkap Honoka sampai Haruka membanting lengannya di atas besi itu.


Besi itu langsung hancur menjadi kepingan kecil dan Haruka mengangkat lengan kanannya selagi menunjukkan tatapan serius bahwa ia telah menang melawan adik terkuatnya.


"Kali ini, kemenangan berada di tanganku...! Hasil di turnamen itu tidak akan pernah terulang lagi...!" Haruka tersenyum serius karena ia kembali mendapatkan kemenangan yang dia inginkan.


"Waaaaa~ Mamaaaa... hwebwat..." Koizumi bertepuk tangan melihat Haruka berhasil memenangkan pertandingan adu panco dengan Honoka.


Haruka sekarang hanya perlu menunggu peserta terakhir yang akan menantang dirinya di final, hanya tersisa dua peserta lagi dan di antaranya adalah Shira melawan Arata.


Besi yang di jadikan alas itu sudah hancur, Kou mencoba untuk mengambilnya lagi tetapi Shira menghentikan dirinya karena ia ingin sesuatu yang lebih menantang.


"Golden Creation..." Shira mengeluarkan sirkuit sihir yang menciptakannya besi berwarna emas, besi itu mulai membentuk kubus besar sampai memancarkan sinar yang mampu membuat mereka semua kepanasan.


"A-Apa itu?" Tanya Megumi.


"Inti yang berada di dalam matahari, aku mengubahnya menjadi besi dan tentunya mengontrol sihir itu agar tidak hilang kendali." Shira mulai menempati sikutnya di atas besi itu sampai mengeluarkan suara terbakar.


"Bagaimana, Arata? Bukannya Legenda menerima tantangan apapun, apalagi bermain adu panco di atas inti matahari yang membentuk besi." Tanya Shira yang sudah tidak sabar.


Kou segera meminta Tech untuk mengeluarkan pelindung yang dapat menetralkan semua kekuatan dan sihir yang tidak sengaja terlepas, panggung sekarang mulai diselimuti dengan perisai merah yang dapat menahan semua kekuatan dan dorongan mereka.


"Bersiap!"


Arata dan Shira menggenggam erat tapak tangan mereka lalu memasang tatapan yang terlihat serius karena tidak ingin kalah dalam tantangan berjenis apapun.


"Mulai!!!"


BAMMMM!!!


Pelindung itu menahan kekuatan murni yang mereka lepaskan, Shira bisa melihat lengannya hampir menyentuh alas karena kekuatan murni Arata yang terus menekan lengannya.


"Shiratori Shira... kau tidak pantas mendapatkan julukan kekuatan besar, kau hanya Legenda paling cepat di seluruh alam semesta!" Arata mengerahkan semua tenaga dan kekuatan murni terakhir.


"Ahh...!!!" Shira melihat lengannya terangkat seketika dan Arata langsung menghantam lengannya di atas besi itu sampai terjadi kehancuran besar di dalam paling itu.


BAAMMMMMM!!!


Pelindung itu tidak bisa menahan pertahanan apapun sehingga Tech terpaksa harus menghilangkannya, Kou tidak bisa melihat hasilnya karena asap yang mulai menghalang dan menipis beberapa detik kemudian.


Asap itu menipis dan Kou bisa melihat hasil dari pemenangan, Arata berhasil menjatuhkan lengan Shira.


"Shiratori Shira telah kalah." Umum Kou sampai para penonton mulai bertepuk tangan sedangkan Shira memasang tatapan datar karena rasnya ternyata cukup menyakitkan.


"Kau memang tidak memberi diriku sedikit ampunan ternyata." Shira menghela nafasnya karena bisa melihat pembatas antar kekuatan murni mereka.


Arata mengulurkan lengan kanannya untuk membantu Shira, ia langsung menggenggam erat tangan Arata dan mulai membanting tubuhnya di atas daratan lalu melarikan diri.


"Hahahahaha!"


"Brengsek...!!!" Arata mulai mengejar Shira yang melarikan diri.


"Sudah waktunya untuk melakukan babak terakhir, Haruka melawan Arata. Pemenangan akan mendapatkan Legend's Diamond sebanyak 10 juta."


Panggung yang sudah hancur itu kembali terbentuk oleh Tech yang sudah menyiapkan semua cadangan karena pesta bangsa Legenda selalu saja berkaitan dengan kehancuran besar.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, babak terakhir akan di mulai, kedua peserta sudah menatap satu sama lain bahkan Haruka tidak sabar untuk menunjukkan kekuatannya di hadapan Koizumi.


"Latihan kehidupan itu cukup menyenangkan, Ayah. Kamu dapat mengasuh dua anak sedangkan aku satu anak yang mengendalikan waktu seenaknya saja cukup menyulitkan..."


"Hohhhh... kalau begitu tunjukkan hasil itu kepada mertuamu, apakah kau bisa menjadi ibu yang kuat sama seperti Ophilia dan Korrina?"


Rokuro mulai tersenyum serius melihat istrinya akan melawan Ayahnya sendiri, melihat Haruka berhasil mengalahkannya membuat dirinya yakin bahwa Haruka memiliki kesempatan untuk menang.


"Bersiaplah..."


"...mulai!"


Haruka bisa merasakan tekanan dari kekuatan Arata yang mencoba untuk menjatuhkan lengannya itu tetapi ia masih bisa mendorongnya secara perlahan.


"... ...!?" Arata terkejut ketika lengannya terus di tekan oleh Haruka sampai lengannya merasa berat seketika sampai Haruka membanting lengan Arata di atas besi panas itu.


BAAGGGG!!!


"Aku menang...!!!" Haruka tersenyum serius dan ia mulai naik di atas besi itu selagi mengacungkan kedua lengannya bahwa ia satu-satunya Legenda dengan kekuatan murni besar.


"Sial, ternyata kekuatan murni menantuku cukup mengerikan juga." Arata menatap tapaknya sendiri terasa keram seketika karena harus mengeluarkan semua tenaga dan kekuatannya.


Setelah pertandingan adu panco selesai, masih banyak sekali tantangan yang Kou umumkan seperti lomba memasak dan tentunya juri dari lomba itu adalah Shira dan Megumi yang dapat mengenal rasa begitu kuat.


Hasilnya tidak jauh lagi, pemenangnya adalah dua orang pemilik restoran yaitu Arata dan Ophilia, masih banyak lagi tantangan yang akan berlanjut.


Tantangan untuk memakan hidangan paling cepat, di menangkan oleh Shira yang selera makannya sangat kuat dan pergerakannya cepat juga membantu dirinya untuk menjadi pemenangan dari tantangan itu.


Tantangan balap terbang mengelilingi  planet sepuluh putaran bahkan dimenangkan oleh Shira juga karena kecepatannya jauh sedangkan balap lari seratus putaran mengelilingi planet di menangkan oleh Megumi.


Pesta permainan terus berlanjut sampai malam hari tiba, semua orang telah mendapatkan hadiah yang mereka incar dan rata-rata semuanya Legend's Diamond yang dapat digunakan untuk membeli apapun.


"Pesta permainan... telah berakhir!!! Jadi~? Apakah kalian bersenang-senang?" Tanya Kou kepada mereka semua.


""Ya!!!""


Kou bisa melihat semua orang yang ia undang terlihat begitu menikmati pesta kecil tetapi menyenangkan karena dipenuhi hiburan dan hadiah yang dapat mereka gunakan nanti.


Sebelum mengakhiri acara, Kou baru saja ingat sesuatu bahwa ia telah membeli tempat wisata yang dapat di gunakan sebagai kunjungan hiburan yang dapat menenangkan mereka semua.


"Semuanya, pesta masih belum berakhir! Bagaimana jika kita besok melakukan hiburan menuju wisata yang sangat menyenangkan?" Tanya Kou.


"Terdengar menyenangkan..."


"Boleh saja!"


"Sudah lama sekali kita tidak berlibur bersama seperti keluarga!"


"Asalkan di traktir ya!"


Kou hanya bisa tertawa, "Semuanya gratis karena aku sudah menyiapkan apapun dan tujuan kita hanya perlu bersenang-senang selagi menikmati semua fasilitas yang ada."


"Wisata yang akan kita kunjungi berada di semesta Xuutouri, Xuusuatouri, dan Yuusuatouri."


"Hanya kita saja yang akan menikmati wisata itu karena aku sudah membelinya jadi tidak ada satu pun pengunjung yang akan mengganggu waktu kita bersama!"

__ADS_1


"Mari bersenang-senang untuk esok hari...!!!"


""Ya!!!""


__ADS_2