Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 898 - Batasan adalah Musuh Abadimu


__ADS_3

"Sudah jelas, kau sudah mencapai batasanmu itu... sejarah mengatakan bahwa batasan memanglah musuh abadi kita semua karena selalu mengganggu dalam keadaan genting." Kata Demetrio.


"Walau begitu, aku cukup terkejut kau bisa jadi sekuat ini melawan diriku yang sudah menerima banyak kepercayaan, sembahan, dan dewa dari seluruh pengikut tanah!" Demetrio tersenyum penuh rasa hormat.


"Tidak ada siapa pun yang menghentikan kapan ini akan berakhir...! Termasuk dirimu...!!! Aku masih belum selesai!!!" Seru Shinobu yang terlihat frustrasi.


"Hraaahhhhh...!!!" Shinobu melepaskan semua kekuatan dan Lenergy kehidupan yang masih disimpan, menyebabkan dirinya mengeluarkan aura yang berwarna merah darah.


Aura itu bisa di bilang berukuran kecil sampai membentuk partikel yang terus mengelilingi tubuhnya, Shinobu melesat maju ke depan lalu melancarkan banyak sekali serangan yang berhasil Demetrio tahan.


"Ini tidak bisa berhasil... hanya mengandalkan kekuatan saja seperti ini, dia tak akan bisa memanfaatkan sebagian besar dari kekuatan cahayanya itu." Kata Koizumi yang melihat Shinobu mengalami pengurangan akan cahaya dan Lenergy kehidupan.


Shinobu menghantam dagu Demetrio menggunakan sikutnya tetapi tubuhnya menerima balasan dari Demetrio yaitu tindihan dua meteor melalui arah barat dan timur.


"Aaagggghhhhh!!!" Shinobu menjerit kesakitan ketika menerima tindihan itu, tubuhnya mulai remuk sampai tulang di dalamnya hancur karena kedua meteor yang menabrak tubuhnya dengan kandungan God Lenergy.


"Harusnya tidak jadi seperti ini..." Kata Hinoka yang mulai panik ketika melihat Shinobu sekarang menerima banyak sekali luka.


Demetrio menghantam tubuh kecilnya menggunakan satu pukulan sampai ia terjatuh di atas tanah di atas tanah lalu menerima satu injakan yang cukup untuk menembus punggungnya sampai menghancurkan paru-paru dan jantungnya.


"URRRRKK...!!!" Nyawa Shinobu mulai hilang, hanya menyisakan lima sekarang tetapi ia masih hidup dalam posisi injakan kaki Demetrio sampai ia memasang tatapan puas.


"Untuk sekarang semua itu cukup... sudah saatnya aku menikmati waktu dimana aku menghabisi nyawamu satu per satu!" Kata Demetrio yang kembali menunjukkan senyuman serius.


Demetrio menunjuk Shinobu lalu menoleh ke belakang, melihat Hinoka mencoba untuk menyerang dirinya bersamaan dengan panah yang meluncur maju ke arahnya.


Demetrio melompat ke atas lalu melakukan putaran backflip ke belakang untuk menghindari semua serangan itu, sekarang mereka mulai turun tangan untuk menghentikan dirinya.


"Aku tidak akan membiarkanmu bertindak seenaknya...! Kau tidak boleh melukai sepupu bagaikan adikku!" Seru Hinoka dengan tatapan kesal sampai ia mengangkat kedua jarinya lalu memperagakan tembakan senapan.


Ia menghancurkan semua meteor yang dalam penerapan menuju arah dirinya bersama Ako yang fokus membidik Demetrio agar ia bisa membeku lalu menerima beberapa serangan dari Hinoka.


Koizumi dan Anastasia dari sisi lainnya mencoba untuk memikirkan sesuatu agar bisa memberikan Shinobu kembali pancaran cahaya dan sumber Lenergy kehidupan yang sudah tidak terasa karena ukuran dari planet itu.


Ukuran planetnya yang membesar lebih dari biasanya sampai lebih menonjolkan God Lenergy di dalamnya, menahan serta menghalang Shinobu agar tidak menerima Lenergy murni dari seluruh alam semesta.


Hinoka dan Ako terus menyerang Demetrio tanpa henti tetapi tidak memberikan efek apapun kepada dirinya yang sudah memperkuat tubuhnya.


Ledakan yang Hinoka lakukan sudah mengenai tubuhnya tetapi itu hanya lapisan tanah yang melindungi tubuhnya.


"Sihir ledakan itu... berpotensi sangat besar, jika aku sudah tidak menggabungkan planet Lemia dengan Realm of Earth maka aku sudah pasti akan musnah." Kata Demetrio.


"Apa-apaan...? Rasanya seperti memukul balok saja... tidak bisa aku terima jika ledakan yang aku lepaskan tidak mempengaruhi siapa pun...!" Kata Hinoka yang terlihat kesal.

__ADS_1


"Koizumi... apakah kau bisa melakukannya?" Tanya Anastasia yang baru saja memberikan sebuah penjelasan rencana kepada dirinya itu.


"Akan memakan waktu yang sangat lama, hanya saja aku khawatir dengan kalian tidak dapat menahan Demetrio terlalu lama."


"Tenang saja, mungkin sudah saatnya aku bertarung secara serius tanpa mengikuti jalan penyihir." Jawab Anastasia yang mulai melepas topinya yang berubah menjadi nota lagu mengelilingi tubuhnya.


"Ugh... sial... aku tidak menyangka semuanya akan menjadi seperti ini..." Kata Shinobu yang mulai mengeluarkan daun emas herbal, ia memakannya sedikit demi sedikit.


Anastasia muncul di hadapan Shinobu, "Koneko... sekarang... sekarang aku akan bertarung demi bisa membantu kalian, apa yang aku bisa bukan hanya mendukung kalian."


"Kau terlihat menyedihkan... aku yakin semua itu akan selesai ketika Koizumi melakukan sesuatu untukmu."


Anastasia menunjuk ke belakang sampai Shinobu mengalihkan pandangannya kepada Koizumi yang sedang memejamkan kedua matanya selagi duduk di atas tanah.


Hampir sama seperti melakukan meditasi, tetapi pikirannya sedang pindah ke suatu tempat agar bisa menjalankan rencana yang disarankan oleh Anastasia sendiri.


"Hinoka! Ako! Sudah cukup...!" Panggil Anastasia sampai mereka berhenti menyerang lalu melihat Anastasia yang mulai maju selagi melepaskan jas putihnya.


Menunjukkan Kisetsu di dalam jas itu yang memberikan dirinya keringanan untuk bertarung melawan Demetrio, musuh seperti itu bisa ia urus dengan resolusi yang saat ini miliki.


"Demetrio... kau tidak perlu cemas sekarang, mereka berdua masih dalam proses pemulihan kekuatan dan Lenergy..."


"...lawan yang pantas kau hadapi untuk sementara adalah diriku!" Anastasia menunjuk Demetrio sampai ia hanya bisa tersenyum, mengingat bahwa ia hanya penyihir biasa yang tidak bisa bertarung dengan seni bela diri.


Hinoka dan Ako mulai mundur, mendekati Koizumi lalu memperhatikan Konomi agar ia tidak terluka sama sekali, Anastasia mulai maju menuju arah Demetrio dengan tatapan serius.


Satu pukulan berhasil Anastasia lepaskan sampai mengenai perutnya itu, Demetrio terdorong ke belakang dengan tatapan kesal tetapi ia kembali tersenyum karena serangan itu tidak memberikan efek apapun.


"Sial... dia hampir tidak terpengaruh." Kata Ako.


"Tidak buruk juga... penyihir seperti dirimu memiliki pergerakan yang cukup tangguh sampai bisa mengenai beberapa serangan kepada---" Demetrio mengerutkan dahinya ketika Anastasia maju lalu menghantam perutnya beberapa kali.


Semua pukulan yang mengenai perut Demetrio tidak memberikan efek apapun, hanya saja lama-lama semakin bertambah menyebalkan untuk dirinya sehingga ia mulai menangkap kedua tinjunya itu.


"Entah apa yang Anastasia rencanakan saat ini... tetapi aku yakin dia menyembunyikan kemampuan penyihir atau suara yang hebat jika pukulan itu tidak memberikan kesakitan." Kata Hinoka.


"Menyerah lah, Anastasia!" Demetrio menendang perutnya sampai ia terpental ke belakang lalu menabrak sebuah meteor sampai ia bisa melihat meteor lainnya mencoba untuk menindihnya.


Anastasia langsung menepuk kedua tapaknya, menyebabkan suara yang keras sampai menghancurkan meteor itu menjadi batu-batu kecil yang tidak memberikan kesakitan untuknya.


"Aku memujimu karena mampu meningkatkan kekuatanmu hingga tahap ini... sungguh langka untuk melihat penyihir bisa bertarung secara fisik."


Anastasia melesat maju dengan kecepatan penuh lalu ia melancarkan banyak sekali pukulan selagi mengeluarkan suara merdu yang mulai memainkan musik begitu merdu.

__ADS_1


"A-Apa yang coba Anastasia rencanakan sekarang...? Sungguh aneh sekali, semoga saja dia bisa mengejutkan kita dengan kemampuan yang tersembunyi." Kata Ako.


"Hentikan omong kosong ini, Anastasia!" Demetrio merasa frustrasi melihat Anastasia terus menyerang dirinya sampai ia melancarkan satu pukulan kepadanya tetapi ia berhasil mundur dan menghindarinya.


Anastasia terus menyanyi dengan merdu, ia melancarkan satu pukulan yang mengenai wajah Demetrio sampai memberikan dirinya kesakitan untuk pertama kalinya karena menerima serangan fisik dari seorang penyihir.


"Kau...!!! Hraaahhhhh!!!" Demetrio menangkap tubuh Anastasia lalu ia menjatuhkan tubuhnya di atas tanah.


Tidak lama kemudian, Demetrio merasakan sesuatu yang aneh dari tubuhnya sehingga pendengarannya saat ini masih bisa mendengar suara merdu Anastasia yang terus menyanyikan sesuatu.


Ketika Demetrio mencoba untuk melancarkan serangan itu kepada dirinya, Anastasia dapat melihat pergerakannya yang mulai melambat sampai memberikan dirinya kesempatan untuk menghindar.


Anastasia menahan pukulan Demetrio lalu ia melancarkan satu tendangan yang mengenai pinggang Demetrio sampai ia kembali mengeluarkan suara merdu yang mengejutkan Ako dan Hinoka.


"I-Itu...!" Ako dapat melihat banyak sekali nota lagu keluar melalui punggung Demetrio yang saat ini masih belum menyadarinya.


Serangan Anastasia terus mengenai tubuh Demetrio, tidak memberikan efek kesakitan yang terlalu besar tetapi ia bisa merasakan bahwa dirinya mulai melemah karena banyak sekali nota lagu yang keluar dari tubuhnya.


Hinoka dan Ako bisa melihat semua itu berpisah lalu terbang entah kemana, melihat Demetrio yang terus melemah memberikan Anastasia keuntungan besar yang membantu dirinya untuk menyerang Demetrio sampai melukainya.


Anastasia mengeluarkan sebuah gitar dari tangan kirinya lalu ia menghantamnya kepada wajah Demetrio sampai ia terpental ke belakang dengan tubuh yang melemah karena mengeluarkan banyak nota lagu itu.


"Jika aku terus menyanyi dan mengenai beberapa serangan kepada dirinya maka suara yang ia dengar akan membentuk nota lagu di dalam tubuhnya..."


"...memisahkan semua kekuatan kepercayaan yang ia peroleh dari seluruh alam semesta, dengan ini dia tidak bisa menekan kami semua menggunakan kekuatan brengsek itu."


"Apa... Apa yang kau lakukan...!?" Tanya Demetrio yang bisa merasakan tubuhnya terus melemah tetapi Anastasia hanya bisa diam selagi mengeluarkan suara merdu lainnya yang dicampur musik.


Anastasia berhenti bernyanyi karena ia membutuhkan pernafasan dan tenggorokan yang lancar, "Semua kekuatan yang kau peroleh dari kepercayaanmu itu..."


"...sudah dipisahkan dengan nota lagu yang merasuki tubuhmu lalu keluar begitu saja!" Perkataannya itu membuat Demetrio panik seketika sampai ia mulai melihat ke atas langit dimana terdapat banyak sekali nota lagu.


Ia mencoba untuk meraihnya tetapi kedua tangannya tidak bisa menyentuhnya sama sekali, semua nota itu memiliki wujud yang halus dan gaib sampai tidak bisa disentuh dengan apapun itu.


Anastasia terus memisahkan kekuatan yang Demetrio miliki, dengan ini ia bisa memberikan kesempatan besar untuk Shinobu dan yang lainnya agar bisa menghentikan Demetrio.


"Apakah kamu baik-baik saja, Nobu?" Tanya Ako yang mulai membantu Shinobu untuk berlutut di atas tanah dengan tubuh yang kotor oleh darahnya sendiri.


"Ya... terima kasih, Ako..." Shinobu tersenyum.


"Kemampuan apa yang saat ini Anastasia gunakan?" Tanya Hinoka.


"Pemisahan kekuatan... suara yang Anastasia keluarkan masuk ke dalam pendengaran Demetrio, setiap pukulan yang mengenai tubuhnya itu akan mengubah suara itu menjadi nota lagu yang memisahkan semua kekuatannya itu dengan curian."

__ADS_1


"Hampir sama seperti Golden Spirit..."


"...tetapi yang satu ini mungkin tidak akan bisa bertahan terlalu lama sampai menjatuhkan Demetrio kembali menuju titik nol."


__ADS_2