
"Kalau begitu aku bisa menyerahkan Mecha Neko kepada dirimu bukan?" Tanya Shinobu.
"Ya, apakah itu artinya Koko akan pergi?"
"Benar, kita tidak bisa menghabiskan banyak waktu... entah kapan Ragnarok akan dimulai, tetapi yang perlu kita siapkan adalah rencana dan strategi---"
Perhatian Shinobu tertarik dengan banyak sekali malaikat yang berada di atas langit mencoba untuk berkumpul dalam satu tempat, alat komunikasi Yuri juga sampai memunculkan wajah Akina.
"Apakah Kakak Akina akan mengumumkan Ragnarok sekarang juga kepada seluruh Malaikat?" Tanya Shinobu.
"Aku dengar ras seperti mereka jarang sekali merasakan hal yang negatif, tetapi sekali saja mendengar sesuatu yang dapat menakuti mereka maka kemungkinan besar wujud mereka akan berubah menjadi Fallen Angel." Ucap Konomi.
"Itu adalah kesempatan emas kita untuk menggunakan Fallen Angel di barisan tengah terutama lagi langit-langit agar mereka dapat menjatuhkan hukuman untuk pasukan musuh."
Shinobu memegang dagunya untuk memikirkan sebuah rencana antara Malaikat dan Fallen Angel, bisa dibilang kedua jenis Malaikat itu sangat membantu dalam peperangan.
"Malaikat lebih cocok melepaskan sihir pendukung untuk membantu pasukan Touriverse seperti peningkatan kekuatan dan kemampuan..."
"...sedangkan untuk Fallen Angel yang lebih mendominasi dalam pertarungannya segi sihir dan persenjataan."
"Yuri, bukannya kamu sangat cocok menggunakan sihir pendukung dari Flower of Virtues? Kelopak bungamu memberikan tenaga tambahan untuk mereka yang menyentuhnya."
"Itu benar, Yuri akan berjuang sebisa mungkin untuk mendukung pasukan barisan depan yang mencoba untuk menjatuhkan pasukan musuh." Yuri mengangguk lalu ia menerima sebuah pelukan dari Shinobu.
"Kalau begitu aku sudah mengetahui jelas formasi yang dapat digunakan oleh kedua jenis Malaikat, setidaknya kita sekarang sudah menerima banyak dukungan dari Malaikat."
"Kalau begitu kami akan pamit dulu untuk menyusul Nenek dan yang lainnya." Shinobu melayang ke atas langit lalu ia melambaikan tangannya kepada Yuri.
"Koko, berjanjilah kepadaku bahwa setelah Ragnarok selesai..."
"...kamu harus menandatangani kontrak itu agar kita bisa selalu bersama untuk selamanya." Yuri memasang sebuah senyuman kepada Shinobu.
"Bagi juga dengan aku ya... aku yang akan memasukkan cincin kepada Nobu duluan!" Seru Ako.
"Tidak, Koko hanya milikku untuk selamanya!"
"Fufufu~ bagaimana perasaannya, Koneko? Semua gadis dan pria berlomba-lomba untuk memiliki dirimu sebagai istri atau kemungkinan suami mereka." Ucap Hinoka selagi menepuk punggung Shinobu.
"Koneko tidak mengerti..." Jawab Shinobu.
"Lebih baik kita fokus dengan tujuan utama kita di Ragnarok..." Koizumi menghela nafasnya.
"Bukannya lebih baik jika kita bisa merasakan sedikit ketenangan dan kesenangan sebelum menghadapi sesuatu yang mengerikan?" Tanya Konomi.
"Kau benar, tetapi kita tidak bisa melakukannya secara berlebihan atau kita hanya akan menanggapi Ragnarok sebagai hal biasa..."
Shinobu sempat mengambil alat komunikasi yang dimiliki oleh Malaikat, Akina berhasil menjelaskan tentang Ragnarok secara rinci kepada seluruh ras Malaikat sampai sebagian dari mereka bersedia untuk bertarung.
Tidak ada satu pun perasaan negatif yang dirasakan oleh Malaikat karena mereka tidak begitu mengetahui jelas tentang Ragnarok, tetapi untuk Fallen Angel sepertinya mereka terlihat bersemangat untuk menurunkan hukuman.
"Mereka lebih disiplin dan mudah untuk di atur... sayang sekali sebagian dari bangsa Legenda sudah tidak waras sampai tergila-gila dengan raja mereka sendiri." Batin Shinobu.
"Apakah aku memerlukan pemaksaan...? Justru yang mendominasi Ragnarok adalah pasukan barisan depan, salah satunya adalah bangsa Legenda."
"Sayang sekali, Legenda masa sekarang dan dulu sangat berbeda sampai aku perlu melakukan sesuatu untuk mengubahnya..."
"...setidaknya menyingkirkan raja dan ratu yang tidak berguna agar mereka bisa menanggapi diriku sebagai ratu Touriverse yang akan mengatur mereka untuk bisa memenangkan Ragnarok."
"Koneko, ada apa?" Tanya Hinoka yang melihat Shinobu sempat memasang ekspresi khawatir karena terlalu memikirkan bangsa Legenda.
__ADS_1
"Bangsa Legenda mengganggu pikiran Koneko..." Jawab Shinobu.
"Ada apa? Apakah kamu masih belum menemukan sebuah solusi untuk mengakhiri era kerajaan agar seluruh bangsa Legenda bisa bersatu kembali?" Tanya Koizumi.
"Begitulah... tetapi aku yakin prosesnya akan bertambah lama, percuma saja membunuh raja karena mereka pasti akan menumbuhkan rasa dendam tinggi."
"Untuk sekarang urusan Legenda bisa aku serahkan nanti, Nenek Korrina bilang bahwa tugas mereka terdapat pada tanganku sendiri karena ia akan mengurusi para Dewa dan Dewi."
***
Korrina dan yang lainnya tiba di Zuusuatouri untuk membicarakan Ragnarok bersama raja Iblis, perang Ragnarok bisa dibilang cukup menyenangkan bagi ras penyuka perang seperti mereka.
Ragnarok yang sebelumnya, bangsa Iblis melakukan performa dengan sangat baik karena dulunya raja Iblis hanya ada satu yaitu Diablo yang bersedia untuk membantu Touriverse untuk meraih kemenangan.
Tetapi sekarang Korrina tidak mengetahui begitu jelas perubahan yang dimiliki oleh bangsa Iblis, ketika ia muncul di hadapan kerajaan yang sangat besar dirinya mengharapkan seseorang dapat menyambut mereka dengan baik.
"Zoiru telah membunuh seorang ratu Iblis yang memimpin bangsanya sendiri sejak itu." Arata mulai berbicara.
"Selvia...?"
"Ya, entah siapa yang menggantikan dirinya sekarang."
Mereka semua bisa melihat beberapa pasukan Iblis mulai mengepung mereka semua, "Kami datang dengan damai, aku hanya memiliki urusan dengan pemimpin kalian semua!"
"Bangsa Legenda... kita memang sudah menjalani banyak hubungan perselisihan tetapi kalian sudah cukup membantu untuk menghentikan Manusia."
"Tunggu apa?"
"Bangsa Iblis sekarang menghormati bangsa Legenda semenjak penghapusan konsep sihir itu..."
"...Shinobu dan teman-temannya berhasil membantu mereka secara tidak langsung." Ucap Shira.
"Anak itu... sampai sekarang aku tidak bisa mengerti isi pikirannya..." Batin Korrina.
"Aku adalah ratu Touriverse yang sudah kembali dari perjalanan panjangnya, jika kalian menghormati bangsa Legenda maka kalian sudah mengetahui aku memiliki kebutuhan apa bukan."
Semua pasukan Iblis itu langsung berlutut di hadapan Korrina sampai memberikan jalan untuk raja iblis baru yang mengejutkan Shira seketika, "Yusa...!?"
"Kedatangan bangsa Legenda di dunia iblis pasti saja berkaitan dengan suatu masalah yang sudah mendekat, apakah kalian ingin memberitahu kami sesuatu?" Tanya Yusa.
"Kau adalah raja iblis...?"
"Ya, aku terpaksa untuk melakukannya agar bisa menjaga kekuasaan dari bangsa Iblis untuk dikendalikan tanpa jumlah raja yang melebihi satu..."
"...tidak seperti era kerajaan Yuusuatouri, kami bisa dibilang aman terkendali dengan hanya satu raja."
"Kalau begitu bagus, selama ini aku memang mencari seorang iblis yang aku kenal." Korrina mulai meminta Yusa berdiskusi hanya lima orang saja.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di dalam kerajaan Iblis dimana Yusa sudah siap untuk mendengarkan informasi apapun dari Korrina, "Dengar..."
Korrina menjelaskan tentang perang akbar bernama Ragnarok kepada Yusa secara rinci, pembahasan itu berakhir sepuluh menit kemudian sampai menumbuhkan rasa semangat untuk Yusa.
"Itu artinya kita seluruh penghuni Touriverse akan bersatu hanya untuk melawan penghuni Kountraverse ya..." Yusa mulai menegang dagunya sendiri selagi memikirkan tentang perang akbar.
"Yusa, kenapa kau terlihat tenang seperti ini? Ragnarok bukanlah perang biasa yang perlu kau biarkan begitu saja." Pedang Luz muncul di sebelahnya untuk memperingati tentang Ragnarok.
"Aku tahu, justru sejarah Ragnarok adalah sejarah yang sering diketahui oleh seluruh bangsa Iblis sejak mereka kecil..."
"...peperangan yang sangat dinantikan oleh kita semua untuk membantai habis mereka yang mencoba untuk macam-macam dengan kita semua." Yusa mengeluarkan sebuah buku sejarah Ragnarok lalu memberikannya kepada Korrina.
__ADS_1
"Apakah kalian tidak merasa takut...?"
"Jelas kami takut, tetapi rasa ketakutan sudah pasti akan memberikan kita semua hambatan..."
"... setidaknya berikan kami waktu untuk bisa tenang dari masalah ini, Ragnarok yang ketiga dengan generasi baru dan masa saat ini."
Mereka dapat melihat keringat mengalir deras dari tubuh Yusa bahwa ia sendiri memang merasakan ketakutan dari perang Akbar, bangsa Iblis yang sangat terobsesi dengan perang bisa merasa ketakutan seperti itu.
"Bangsa Iblis memang sangat membantu di barisan paling depan bersama bangsa Legenda..."
"...dan aku mengingat jelas dulu sekali dimana kita perlu melawan makhluk sialan yang dapat beradaptasi itu." Shira mulai membawa jenis iblis lain yang dapat beradaptasi cepat dalam peperangan.
""Giblis.""
"Bangsa Giblis saat ini terkunci di dalam ruangan terdalam di setiap planet, keberadaan mereka terlalu bahaya bahkan jika satu saja lepas maka mereka akan berkembang biak cepat..."
"...kita tidak bisa melakukan apapun untuk menjinakkan bangsa iblis yang buta dan hanya memedulikan peperangan serta pembunuhan."
"Apakah dulu bangsa Giblis mengikuti perang Ragnarok?" Tanya Arata.
"Tidak... tetapi kita bisa menggunakan kekuatan Giblis untuk memimpin barisan paling depan karena kemampuan adaptasi mereka yang mengerikan." Korrina mendapatkan ide sekarang tentang Giblis.
"Apakah kau yakin ingin melepaskan Giblis dalam medan perang Ragnarok? Kelahiran mereka bisa dibilang dalam era modern seperti ini, itulah kenapa bangsa Giblis tidak mengikuti perang Ragnarok yang sebelumnya."
"Ya, kita membutuhkan kekuatan makhluk adaptasi itu."
"Siapa yang akan menjinakkan dia? Kami mencoba bertahun-tahun, dan hasilnya bangsa Iblis yang kekurangan jumlah karena dibunuh dan dimakan oleh bangsa Giblis."
"Shinobu Koneko." Sebut Korrina.
"Ahh, Legenda yang mengeratkan hubungan bangsa kita... apa yang dapat ia lakukan untuk menjinakkan bangsa Giblis?" Tanya Yusa.
"The Mind... jika dia bisa menjadikan Eo'syl sebagai peliharaan maka Giblis adalah pekerjaan yang mudah baginya."
"Pikiran ya... sayang sekali, Giblis tidak memiliki pikiran apapun karena mereka disebut sebagai Mindless Creature."
"Kalau begitu kita perlu mencobanya saja sebelum membantah kesempatan baik ini..." Korrina mencoba untuk menghubungi Shinobu agar bisa datang secepatnya.
Beberapa menit kemudian, Shinobu dan teman-temannya tiba di Zuusuatouri dimana mereka langsung bertemu dengan Korrina yang menjelaskan tentang jenis Iblis baru yang bernama Giblis.
Shinobu diberikan tugas untuk menjadikan Giblis sebagai pasukan dengan kemampuannya, ia bersedia untuk melaksanakannya dengan pergi menuju ruang penjara para Giblis.
"Ini adalah istilah dengan yang dinamakan sebagai musuh dari musuhku adalah seorang teman." Ucap Korrina selagi memperhatikan seluruh Giblis itu menggila di dalam sel penjara dengan segel kuat.
"Apakah kau bisa melakukannya?" Tanya Shira kepada Shinobu.
"Koneko..."
"...akan berjuang!" Shinobu melangkah maju sampai ia melewati sebuah garis penyegelan agar bangsa Giblis tidak terlepas keluar karena pemberontakan mereka.
Shinobu memejamkan kedua matanya lalu ia menarik nafas dalam-dalam untuk menggunakan The Mind yang ia naikkan persentasenya menjadi dua.
"The Mind!" Shinobu melebarkan matanya sehingga semua Giblis itu langsung berhenti menggila sampai mereka jatuh tertidur.
"Kemampuan seperti ini... adalah perwujudan dari kerusakan yang sebenarnya." Ucap Haruki.
Shinobu masuk ke dalam sel penjara itu hanya untuk menyentuh kepala Giblis tersebut lalu ia memaksa masuk ke dalam tubuhnya menggunakan The Mind.
Ia menyimpan sebuah informasi dan perintah di dalam Giblis itu yang langsung menyebar menuju Giblis lainnya sampai mereka sekarang resmi telah jinak oleh Shinobu dan akan menanggapi dirinya sebagai pemimpinnya.
__ADS_1
"Giblis sekarang adalah pasukanku..." Ucap Shinobu dengan senyum polos yang ia pasang.
""Apa...!?""