
Hari ke hari telah terlewati dan Korrina saat ini sedang melawan seorang manusia yang memiliki seni bela diri yang cukup hebat serta ia memakai zirah yang sama dengan samurai, ia juga bertarung menggunakan katana yang berukuran panjang, tetapi serangannya sangat tidak berguna bahkan tidak mengenai Korrina sedikitpun, "Hah... Hah... Hah..." Manusia itu bernama Hazuki dan dia sepertinya sudah kelelahan bertarung dengan Korrina walaupun sudah dua menit serta tubuhnya dipenuhi dengan luka tebas.
Shira bersama peserta kelas tiga lainnya merasa senang bisa melihat Korrina yang berpartisipasi dengan kondisi yang baik, itu artinya dia baik-baik saja walaupun tidak pernah menampakkan diri, "Lebih baik kau melompat dari arena ini sebelum sesuatu yang buruk terjadi." Ucap Korrina sehingga Hazuki bergerak ke depan lalu ia mengayunkan katana-nya ke arah puncak kepala Korrina, tetapi Korrina langsung menghancurkan katana itu dengan menggenggamnya menggunakan telapak tangan kirinya yang terdapat sihir Crimson.
CRACK!!!
"Aku akan mengakhirinya." Korrina muncul di belakang Hazuki selagi memasang kembali katana-nya, "Ack..." Hazuki terjatuh di atas arena dengan zirah-nya yang hancur menjadi beberapa bagian. Pertandingan yang kelima telah dimenangkan oleh Korrina, Lang, dan Blood-Man dimana mereka akan langsung dipindahkan ke ronde ketiga.
"AHHH YEAAAAA!!! KITA BERI TEPUKAN TANGAN YANG MERAIH KEPADA SEMUA PESERTA YANG TELAH MENANG!!!" Teriak Jorgez keras dengan nada-nya yang terdengar seperti penyanyi metal. Semua penonton bertepuk tangan semeriah mungkin bahkan terdapat banyak sekali penonton yang bersorak kepada Korrina, "KORRINA!!! AKU MENCINTAIMU!!!!"
"KYAAAAHHHHH!!! KENAPA PUTRI DARI KELUARGA COMI SEMUANYA CANTIK DAN KUAT!?"
"COBA SAJA AKU BISA MENJADI SEORANG PRIA YANG BERUNTUNG SEPERTI DEWA ALVIN!!!"
"WALAUPUN DIA SEORANG GADIS... DAN AKU SEORANG GADIS... AKU INGIN BERCINTA DENGANYAAAA~~~" Semua perkataan memuji kepada Korrina mulai bisa terdengar, Korrina tidak bisa merespon semua sorakan itu melainkan dia hanya diam lalu berjalan pergi menghampiri lorong untuk pergi keluar dari turnamen sehingga ia melihat seorang pelayan gadis bernama Mishu yang berdiri di lorong itu selagi menggendong Haruka.
Korrina sudah meminta ijin kepada Morgan bahwa ia membutuh seorang pelayan untuk menjaga Haruka yang mulai bersikap cengeng kepada Korrina, untungnya di pertarungan tadi Haruka hanya bisa membuka mulutnya lebar selagi membulatkan kedua matanya yang terbinar-binar, "Mama!" Haruka mengulurkan kedua lengannya lalu Korrina mengangkat dan memeluknya.
"Korrina!" Akina mulai berhadapan dengan Korrina selagi bernafas cepat karena ia tidak mau kehilangan jejak terhadap Korrina, "... ..." Korrina mulai menunjukkan rautan wajah yang terlihat kesal dan serius, "Mishu, ayo." Suruh Korrina, mereka berdua mulai bergerak maju melewati Akina yang terlihat seolah-olah terkejut terhadap sikap Korrina.
"Korrina, jangan mengabaikan diriku!!!" Teriak Akina yang mulai melirik ke arah Korrina, ia bergerak maju dan dihentikan oleh Mishu yang dipenuhi dengan senjata api di kedua lengannya, bahkan semua senjata api itu membidik kepala Akina, "Jangan mendekati nona Korrina, dia tidak mengijinkan siapapun untuk mendekati dirinya." Ucap Mishu dengan tatapan yang mengancam.
"Biarkan aku menghadapi Korrina!" Ucap Akina, "Dia membutuhkan waktunya sendiri, bahkan nona Rexa dan nona Agfi-pun memaklumi atas sikap nyonya seperti ini. Kau juga harus terbiasa bahwa nyonya Korrina tidak terlalu nyaman selalu bersama seseorang yang ia baru temui, sekali ia mempercayai seseorang... Ia kehilangan semua termasuk sikapnya yang mencoba untuk mempercayai seseorang, hanya tuan Alvin saja yang mampu mengubahnya."
"Hentikan, Mishu." Suruh Korrina agar ia tidak menjelaskan lebih lanjut tentang dirinya sendiri, Mishu mengangguk, "Maafkan diriku yang tidak sopan ini, nyonya." Korrina bersama dengan pelayan-nya mulai berjalan pergi meninggalkan Akina sendiri sehingga ia dicegat oleh Haruki yang sedang menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Apa yang kau mau?" Tanya Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat lebih kesal dari sebelumnya karena banyak sekali orang yang mencoba untuk menghalangi-nya, "Aku tidak mencoba untuk menghalangi apapun, nyonya. Hanya saja aku ingin memberitahu atau mengingatkanmu saja." Haruki mulai memasukkan kedua tangannya ke dalam kedua saku celananya.
"Kau membutuhkan seseorang atau teman yang harus mendampingi dirimu di saat-saat seperti ini, ingatlah... Kemarahan atau rasa benci tidak akan pernah bisa mengembalikan sesuatu yang penting bagi dirimu. Jika kau memiliki sebuah masalah maka kamu dengan bebas bisa membicarakannya dengan kami semua yang sekelas denganmu di kelas tiga, Korrina. Kau tidak akan bisa mengatasi satu masalah tanpa seseorang yang mendampingi-mu." Ucap Haruki sehingga membuat Korrina membulatkan kedua matanya serta ia menutup mulutnya dan mencoba untuk menahan rasa sakitnya, kedua matanya mulai berkaca-kaca, "Belajar dari kemarin, hidup untuk sekarang, berharap untuk besok. Hal yang paling penting adalah jangan berhenti bertanya."
"Hiks..." Korrina mulai menangis sehingga membuat Haruka menatap wajah Korrina dengan tatapan yang terlihat khawatir, "Ma...Ma..." Haruka mulai menyentuh pipi Korrina dan Korrina langsung bergerak maju melewati Haruki sendirian, Mishu mulai mengikuti Korrina dari belakang dan ruangan lorong sekarang menjadi canggung ketika Shira memasuki-nya karena ia baru saja melihat Korrina yang lari melewati dirinya sendiri bahkan ia juga melihat Haruki dan Akina yang terlihat seperti bersalah atau merasa bersedih.
"Ada apa? Apa yang terjadi kepada Korrina?" Tanya Shira yang mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius karena ia tidak mau melihat guru-nya sedih seperti tadi, "Sepertinya Korrina memiliki masalah yang selalu ia selesaikan sendiri, ia tidak pernah meminta bantu kepada siapapun kecuali seseorang yang benar-benar dekat dengannya." Jawab Haruki yang mulai pergi dan meninggalkan lorong itu, "Pokoknya semoga beruntung, Shira. Kau akan bertarung sekarang bukan?" Haruki mulai melambaikan tangan kanannya selagi berjalan pergi.
Shira mengangguk lalu ia melihat Akina yang berjalan pergi melewati Shira tanpa mengatakan apapun, "... ..." Shira mulai mencoba untuk bertingkah seperti semuanya normal, ia pergi menuju arena karena sebentar lagi pertarungan-nya akan dimulai melawan seorang Super Elite Legend. Beberapa menit kemudian, Shira memasuki arena selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut karena arena-nya melayang tepat di atas langit dan sepertinya ia harus bertarung di atas arena itu dan mencoba untuk tidak terjatuh atau menyentuh barrier yang berada disekitarnya.
Musuh Shira telah menampakkan diri-nya tepat di atas arena itu selagi bergaya karena tubuhnya itu sangat berotot seperti seorang macho, "Kau!!! Kau sepertinya adalah...!!!" Margoro mulai melakukan sebuah gaya selagi menyombongkan otot-ototnya yang besar serta mengkilat, "MUSUHKU!!!" Teriak Margoro keras yang mulai menunjukkan pantat-nya yang memiliki tato hati dan itu membuat Shira jijik dan takut terhadap sikapnya yang bisa saja seorang laki-laki yang menyukai laki-laki lainnya, ia bahkan melihat Margoro yang bertarung hanya menggunakan celana dalam-nya saja yang berwarna hitam.
__ADS_1
Shira melompat ke atas arena lalu ia mulai menatap Margoro dengan ekspresi yang terlihat serius, "AYO SHIRA!!! KALAHKAN DIA!!!" Teriak Megumi keras yang mencoba untuk menyemangati Shira, semua peserta dari kelas tiga juga bahkan mulai menyemangati Shira karena sudah saatnya ia bertarung, "Sepertinya pertarungan antara Margoro dan Shira---" Morgan mulai berbicara sehingga perkataan-nya mulai terpotong oleh Jorgez yang teriak sekeras mungkin sehingga membuat beberapa penonton menutup kedua telinga mereka, "AWWWW!!! YEAAAAAAHHHHH!!! LETSU GOWWWW!!! PERTANDINGAN DI MULAI!!!" Teriak Jorgez keras yang mulai menembak senjata api-nya ke atas.
BAMMM!!!
"Aku suka mendengar suaranya." Shira tersenyum lebar sehingga seluruh tubuhnya mulai terhalangi dengan cahaya serta partikel-partikel emas mulai muncul dan mengelilingi tubuhnya, "HYAAGGGHHHHHH!!!" Teriak Shira keras sehingga ia berubah menjadi wujud Saint Observation yang mampu membuat daratan retak serta membuat semua penonton kagum melihat salah satu perubahan dari seorang Saint Legenda.
"Hmph!" Margoro mulai menyombongkan otot-nya lebih sehingga Shira mulai menarik pedang-nya dari belakang lalu ia mulai menunjukkan kuda-kuda berpedangnya, semua penonton mulai penasaran kenapa Shira bertarung dengan pedang menggunakan tangan kiri, bukannya itu akan terasa berat atau aneh. Ini pertama kalinya mereka melihat seorang petarung yang bertarung dengan sebuah pedang yang ia pegang di tangan kirinya, "Baiklah, orang besar. Ayo!" Shira mulai berbicara dan mencoba untuk membuat Margoro menyerang duluan.
"Aku merasa senang bisa bertarung dengan seorang Saint Legenda yang berjenis cahaya! Mulai sekarang aku akan membayarnya dengan otot dan tinju-ku yang keras dan besar! Bersiaplah untuk bertarung dan terkalahkan, wahai Saint Light!" Margoro menunjuk Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
"Aku tidak tahu bahwa akan terdapat banyak sekali omongan yang terdengar bodoh di pertarungan. Kau hanya menghabiskan waktu-ku dengan berbicara omong kosong." Jawab Shira yang mencoba untuk membuatnya lebih kesal lagi. Margoro mulai diam sehingga membuat Shira tersenyum selagi menunjukkan gigi-nya, "Aku tahu kau ini kuat karena aku pernah melihat dirimu di televisi bahwa kau mengalahkan banyak sekali pasukan iblis, aku sangat menghormati dirimu karena usahamu yang hebat itu!" Puji Shira sehingga membuat Margoro mengangguk lalu memunculkan aura-nya yang berwarna merah muda.
Mata kiri Shira mulai bersinar karena dia mulai berada di mode pertarungan-nya, matanya yang bersinar itu perlahan-lahan bisa mendeteksi pergerakan yang akan musuhnya lakukan, "Sepertinya kau memiliki aura yang cukup besar serta... Intimidasi-mu besar sekali. Terima kasih karena sudah mau menjadi saingan-ku di ronde ini!" Ucap Shira sehingga kedua tinju Margoro yang besar mulai terlindungi dengan batu-batu keras dan tebal.
"Aku tidak ingin menerima pujian dari seorang Legenda laknat yang sudah membunuh raja Rionald!" Jawab Margoro sehingga membuat Shira dan penonton terkejut karena Shira-lah seorang Saint Legenda yang berhasil membunuh raja Rionald, "Jadi kau berada di pihak Rionald ya...? Itu terserah dirimu karena aku tidak peduli." Ucap Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal sekarang.
"Aku mencintai semua Legenda, rajaku! Planetku! Dan bahkan harga diriku!" Margoro mulai menunjukkan gaya lagi sehingga pantat-nya yang mengkilat terus membuat Shira semakin kesal, "Aku adalah Aragiri Margoro! Seorang pelindung bagi Legenda yang tidak bisa melindungi mereka sendiri...!!! Aku adalah seorang Super Elite Legendaaa!!!" Margoro mengangkat kedua lengannya ke atas lalu ia berputar dan mulai menunjukkan pantat-nya lalu wajahnya mulai terlihat di bawah pantat Margoro.
"Dia ngapain sih...? Ini bukan stand-up comedy melainkan pertarungan..." Shira menghela nafasnya. Margoro bergerak menuju arah Shira dengan kedua lengannya yang terletak di belakang punggung-nya. Margoro mulai mengangkat kedua tinju-nya lalu ia mencoba untuk menghancurkan kepala Shira dan Shira hanya bisa tersenyum karena ia bisa menyerang terlebih dahulu dengan mudah, *SWOOSH!* Shira membulatkan kedua matanya ketika Margoro menghilang dari pandangan-nya, "Hah!?" Shira mulai merasakan keberadaan Margoro yang berada di atasnya selagi berputar.
Shira mulai melepaskan putaran itu dengan merentangkan kedua tangan-nya ke atas selagi memisahkan kedua telapak kaki Margoro yang menginjak-nya, Shira berputar lalu ia mendarat di atas lantai dengan ekspresi yang terlihat seperti ingih muntah. Margoro mendarat di belakang Shira selagi bergerak maju menuju arahnya, Shira berputar ke belakang lalu ia mengayunkan pedang-nya ke depan sehingga Margoro menghindari serangan itu dengan melompat ke atas lalu menggenggam lengan kiri Shira.
"MACHO CRUSHER!!!" Margoro mendarat di belakang Shira lalu ia membuat tulang di bagian lengan kiri Shira mulai mengeluarkan suara tulang yang terdenganr patah, saat ini Margoro sedang menggenggam lengan kiri Shira dengan sangat erat dan posisi lengan kiri Shira berada di tempat yang sangat salah karena lengan kirinya di putar ke atas lalu ke belakang dan ditarik ke bawah, ia mencoba untuk memutuskan lengan kirinya, "GYAGGGHHHHH!!!" Shira mulai meludah melalui mulutnya dan ia melepaskan pedang-nya.
"Margoro ini sepertinya sangat akrobatik terhadap tubuhnya yang besar dan berotot itu." Ucap Arata yang sedang menunjukkan ekspresi yang terlihat serius karena musuh yang sedang Shira lawan cukup menarik perhatiannya. Shira mulai menemukan cara untuk melepaskan dirinya dari Margoro yaitu melompat ke atas lalu melakukan backflip dan menginjak wajah Margoro sehingga membuatnya melepas lengan Shira lalu Shira melompat ke depan selagi bernafas berat karena lengan kirinya terasa pegal sekali, "... ..." Margoro mulai menatap telapak tangan kanannya dimana batu-batunya terlihat seperti terbakar karena sudah memegang lengan kirinya yang disinari oleh cahaya emas.
Shira mulai membenarkan posisi lengan kirinya agar tidak merasa pegal lagi dengan memutarnya 360 derajat sehingga menciptakan suara yang terdengar seperti tulang patah, *CRACK!* "Ahhh... hah... hah..." Shira mulai menarik kembali pedangnya lalu ia memegangnya erat dan setelah itu ia menunjukkan senyuman-nya, "Hehe..."
"Berani-beraninya kau menunjukkan tawaan dan senyuman itu, dasar Legenda laknat! Aku akan memberikanmu keadilan yang setimpal dengan membunuh Rionald!" Ucap Margoro yang mulai mengangkat kaki kanannya dan lengan kanannya ke atas, dia bergaya dengan sangat aneh lagi, "Sekarang giliranku!!!" Teriak Shira yang mulai melesat menuju arah Margoro lalu mengayunkan pedang-nya beberapa kali, Margoro menghindari semua serangan itu lalu ia melihat Shira yang berputar dan mencoba untuk menendang wajahnya.
BAMMM!!!
Margoro menahan serangan itu dengan tinju kanannya, "Cih!" Firasat Shira tiba-tiba memperingati Shira untuk secepatnya mundur, Margoro hampir saja menggenggam kaki Shira, tetapi Shira menghilang lalu muncul di depan Margoro selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Aku tidak akan membiarkanmu merusak tulang-tulangku lagi." Ucap Shira selagi menunjukkan sebuah senyuman.
"Kau tidak akan bisa menghindari serangan ini!!! MACHO STONEBREAKER!!!" Teriak Margoro sehingga kedua tinju-nya mulai meluncurkan tinju batu yang berukuran besar ke arah Shira dan Shira secepatnya mulai menghindari semua serangan sihir itu dari Margoro. Shira melompat ke atas lalu ia melayang di atasnya selagi mengangkat pedang-nya ke atas, "LIGHT OF CALIBURN!!!" Shira menunjuk Margoro menggunakan pedang itu sehingga pedang tersebut mulai meluncurkan cahaya emas melalui puncak dari logam pedang tersebut.
__ADS_1
"HARRGGGHHH!!!" Morgan menyerang sihir milik Shira menggunakan batu yang berbentuk tangan besar sehingga kedua sihir mereka mulai meledak dan memberikan hasil yang seri. *BAM!* "... ..." Shira mulai bernafas berat lalu ia melihat Margoro yang tiba-tiba menghilang dari pandangannya, itu membuat Shira terkejut sehingga Margoro muncul tepat di belakang lalu ia memeluknya dari belakang dengan sangat erat.
CRACKKKK!!!
"ARRRRRRRRGGGGHHHHHH!!!" Teriak Shira kesakitan karena ia merasa bahwa seluruh tulang yang berada di dalam tubuhnya mulai remuk dan patah karena pelukan dari Margoro yang sangat kasar serta erat, "Aku tidak akan melepaskanmu sebelum semua tulangmu telah hancur dan remuk, aku menyarankan-mu untuk menyerah sebelum semuanya berjalan dengan sangat fatal." Suruh Margoro.
"AAAAAAAHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Shira kesakitan sehingga Margoro mulai mengeratkan pelukannya dan membuat Shira merasakan kesakitan yang lebih menyakitkan dari sebelumnya, "MENYERAHLAH!!!" Margoro mulai mengerat-kan pelukannya lagi sehingga membuat Shira teriak lebih keras dari sebelumnya sehingga ia melepaskan pedang yang ia pegang di tangan kirinya dan kedua lengannya mulai terasa lemas.
"Kau tidak akan bisa menang dan bebas!!!" Ucap Margoro sehingga membuat kedua mata Shira bersinar, "LIGHT OF HOPE!!!" Shira mulai melepaskan dorongan yang besar sehingga membuat Margoro melepaskan Shira, Shira hanya bisa menggunakan sihir penguat itu selama beberapa menit dan ia harus mengakhirinya dengan cepat.
Margoro membulatkan kedua matanya ketika ia melihat seluruh atribut Shira yang meningkat cukup drastis, "Ha!? Jyagghhh!!!" Margoro melesatkan pukulannya ke depan, tetapi Shira muncul tepat di belakangnya lalu Margoro menendang Shira sehingga ia kembali menghilang lalu mengambil pedangnya kembali.
Shira mulai menebas wajahnya beberapa kali dan itu membuat Margoro lengah serta ia tidak bisa melihat pergerakan Shira, ia menebas perut Margoro sehingga membuatnya terpental ke belakang lalu Shira muncul di belakang Margoro selagi menebas punggungnya beberapa kali. Shira mulai melakukan serangan kombo yang cukup lama kepada Margoro.
Shira muncul di depan Margoro lalu ia menebas wajahnya sehingga meninggalkan luka bekas, "Grrggghhh!!! Sial!!!" Mereka berdua mulai bergerak menuju arah satu sama lain selagi mencoba untuk saling menyerang satu sama lain. Serangan mereka tidak mengenai sasaran mereka.
Mereka muncul tepat di atas tanah, "HRAGGGHHH!!!" Teriak mereka bersama sehingga pergerakkan mereka mulai sama cepatnya serta serangan mereka mengenai satu sama lain dan membuat arena terbelah menjadi dua lalu hancur, "KEPARAT!!!" Margoro muncul di atas lalu ia mencoba untuk menginjak kedua bahu Shira, tetapi Shira menghilang lalu ia menendang-nendang wajah Margoro beberapa kali.
"GRRRRAAAAHHHHHH!!!" Shira menarik kedua kakinya dan mencoba untuk mengumpulkan tenaga yang besar lalu ia menendang wajah Margoro menggunakan kedua telapak kakinya sehingga membuatnya terpental di atas arena. Shira mulai mengangkat pedangnya ke atas sehingga pedang itu bersinar lalu lengan kirinya mulai menghisap sinar-sinar itu dan mengubahnya menjadi sumber kekuatan.
Shira menepatkan pedangnya di belakang punggungnya, Margoro menghalang pemandangnya ketika melihat Shira yang dipenuhi dengan sinar termasuk lengan kirinya yang tidak bisa dilihat lagi, "Enchantment Boosted....!" Shira menggunakan sihir yang mampu menyerap kekuatan dari Luz Legendaria.
"Enchantment...!!!" Shira menepatkan telapak tangan kirinya di keningnya sehingga di atas telapak tangannya terdapat sikuit sihir yang bersinar cerah, "MEGURA....!!!!" Sirkuit sihir itu mulai menciptakan bola cahaya yang besar dan bergerak.
"MACHO STONEFIST!!!" Margoro meluncurkan batu yang berbentuk tinju ke arah Shira, tetapi Shira menghilang lalu ia muncul tepat di atas daratan selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Apa!?" Shira melompat ke depan lalu ia bergerak seperti laser yang ditembak, Margoro melihat partikel-partikel emas di belakang punggung Shira dan saat ini Shira berada tepat di depannya.
"LIGHT...!!!" Shira menyentuh otot perut Margoro sehingga sirkuit sihir yang berada di telapak tangan kirinya mulai meluncurkan gelombang cahaya emas yang kolosal dan tebal sehingga membuat seluruh tubuh Margoro terhalangi oleh gelombang itu, "UGGGHHH.... UAAAGGGHHHHH!!!" Teriak Margoro yang terbawa dengan gelombang cahaya itu, gelombang tersebut melesat menuju arah barrier dan membuat semua penonton ketakutan bahwa gelombang itu bisa saja menghancurkan barrier.
"Hahhh!!!" Shira mengontrol gelombang itu dengan menunjuk ke bawah sehingga gelombang itu mulai mengenai daratan lalu meledak.
BAMMMMM!!!
Margoro telah resmi menyentuh daratan berwarna merah yang mengartikan bahwa dia menang, "DAAAAANNNNN!!! PEMENANGNYA ADALAH... SHIRATORI SHIRAAAAAAAAAAAAA!!! YAHOOOOOO!!!" Teriak Jorgez yang sedang menggila karena melihat pertarungan mereka yang hebat sekali. Untungnya Margoro masih tetap hidup dan berada di kondisi yang terluka sih.
Shira bernafas berat lalu ia tersenyum, "Berhasil!!!" Shira mengangkat kedua lengannya ke atas sehingga ia mulai menunjukkan gaya dua jari-nya, "Hahaha!"
__ADS_1
"Uwahhhh!!! Hebat!!! Saint Light Shiratori Shira memang hebat!!!" Teriak semua penonton yang mulai bertepuk tangan sehingga membuat Megumi tersenyum karena merasa bangga melihat Shira menang, "Hebat..."