Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 781 - Sesuatu yang Direbut


__ADS_3

"Selamat ulang tahun yang ke empat ya, Koneko." Kou memperlihatkan kue itu kepada Shinobu.


"Wahhhh... terima kasih, Mama..." Shinobu tersenyum lebar.


"Aku harap kamu bisa tumbuh besar dan kuat ya..."


...


...


""Selamat ulang tahun yang ke enam, Shinobu Koneko!!!""


Shinobu mendapatkan sambutan itu dari enam orang sampai rasanya cukup berbeda di dalam hatinya karena ia sering merayakan hal itu sendirian bersama Kou serta Tech bertiga.


Tetapi hari ini, Shinobu tidak menyangka akan di kejutkan dengan pesta kejutan ulang tahun yang terasa begitu berbeda di dalam hatinya sampai ia bisa melihat banyak hidangan dan kue besar yang mencoba untuk menariknya.


Shinobu memasang tatapan yang terlihat kaget sampai ia tidak bergerak dari posisi seperti membeku karena ini pertama kalinya ia merasakan pesta kejutan selama seumur hidupnya sampai ia menatap mereka semua.


"Anuu..." Shinobu tersipu seketika sampai ia mulai salah tingkah, sikap malunya kembali muncul sampai ia tidak tahu harus apa sekarang


"Anu... Uh... Anu..."


"T-Terima kasih...!"


Shinobu menundukkan kepalanya kepada mereka semua sampai ia terus mengucapkan kata terima kasih tanpa henti sampai Koizumi mulai mengelus kepalanya.


"Kamu sudah melakukannya dengan terbaik, Shinobu. Sekarang beristirahat lah dan menikmati semua waktu istimewa ini bersama." Kata Koizumi sampai Shinobu langsung memeluk dirinya erat.


"Terima kasih..."


"Semuanya, terima kasih."


Beberapa menit kemudian, Shinobu duduk di atas kursi lalu melihat semua temannya menyuguhkan dirinya dengan beberapa hidangan yang sudah di buat termasuk dengan kue besar yang Ophilia tepati di hadapannya.


Hinoka menyalakan semua lilin itu sampai Shinobu tersenyum dengan penuh rasa bersyukur sampai ia mulai menatap kue itu, "Terima kasih..."


"Sekarang, tiup lilinnya untuk meresmikan bahwa kamu telah menginjak umur ke enam." Kata Konomi.


Shinobu mengangguk lalu melihat semua orang mulai menyanyikan lagu untuk dirinya, Shinobu mulai mengharapkan sesuatu di dalam pikirannya sebelum meniup lilin itu.


"Kedamaian dan kepercayaan... tolong..."


Shinobu meniup lilin itu sampai padam sehingga mereka semua langsung bertepuk tangan kepada dirinya, Ophilia langsung memotong kue itu dan membagikannya kepada mereka semua satu per satu.


"... ..." Shinobu terus tersenyum senang sejak awal sampai ia mulai menatap kue itu tanpa henti karena sudah lama sekali ia tidak mencicipi manisan lezat seperti itu.


"Apakah aku boleh memakannya...?" Tanya Shinobu kepada Ophilia.


"Tentu saja, nikmati semua makanan ini dan jangan menahan diri." Kata Ophilia sampai Shinobu mengangguk lalu berterima kasih lagi kepada mereka sampai ia mencicipi kue itu.


Sekali gigitan saja sudah cukup untuk membuat dirinya merasa senang seketika sampai mereka semua ikut bahagia ketika melihat Shinobu menikmati semua itu tanpa sedikit penolakan karena ia tahu hari ini adalah ulang tahunnya.


"Shinobu, kamu bisa menikmati makanan kesukaanmu ini... marshmallow dengan taburan karamel bulan?" Tanya Koizumi.


"Mmm...! Terima kasih." Shinobu memakan semua itu pelan-pelan agar rasanya tidak hilang di dalam mulut dan perutnya sampai ia terus mencicipinya dengan pelan.


Berbeda dengan Hinoka yang sudah menghabiskan beberapa piring, ia sampai diam-diam mengambil piring milik Koizumi tetapi dirinya langsung menghentikan Hinoka dengan menyentil keningnya.

__ADS_1


"Shinobu, terimalah hadiahku..." Ako memberikan menunjukkan kado yang lumayan besar kepadanya sampai Shinobu terkejut ketika menatapnya.


"Terima kasih..." Shinobu tersenyum lalu ia mengambil kado tersebut lalu membukanya sehingga ia melihat banyak sekali buku edisi terbatas dengan kantong berisi berlian di dalamnya.


"Ehh...? Legend's Diamond?" Shinobu menatap kantung itu sampai mereka semua langsung memberikan hadiah tersebut kepada Shinobu yang rata-rata berisi mata uang untuk bangsa Legenda.


"Tapi ini... terlalu banyak..." Kata Shinobu.


"Gunakan semua itu untuk bertahan, Shinobu. Jangan pernah menolak apapun yang sudah di berikan melalui keikhlasan, Kou pasti menjelaskannya padamu bukan?" Kata Arata.


Shinobu terdiam seketika sampai ia mulai memegang semua kantung itu dengan ekspresi yang terlihat khawatir, setelah itu ia tersenyum lebar kepada mereka sampai menundukkan kepalanya untuk berterima kasih.


"Terima kasih... terima kasih semuanya, dengan senang hati aku akan menerimanya." Shinobu memegang erat kantung itu sampai ia kembali mencicipi kue dan hidangan itu.


Mereka semua menikmati pesta ulang tahun itu bersama-sama, Shinobu tentunya merasa sangat bersyukur dan senang kepada mereka sampai suatu saat nanti ia akan menciptakan sesuatu yang cocok untuk di jadikan hadiah bagi mereka.


***


"Sungguh malang sekali ya, kucing itu... para Legenda di zaman sekarang memang buta dengan penampilan serta ras di balik Neko Legenda." Ucap seorang gadis yang sedang mengaduk ramuan.


"Aku mendapatkannya, Kakak... lihatlah ini, jurnal yang di tulis oleh Shinobu benar-benar mengandung banyak ilmu pengetahuan dari maha tahu itu sendiri."


"Ia melampiaskannya ke dalam sebuah jurnal ini, dengan mempelajarinya beberapa kali maka kita pasti akan menemukan sebuah jalan untuk menciptakan kesempurnaan terhadap percobaan itu."


"Sayang sekali... Shinobu memang gadis yang berkeinginan tinggi, jika saja ia tidak menunggu di sebelah kuburan Kou maka aku sudah pasti akan mengambil sesuatu."


"Zodiac Crusaders telah di kalahkan oleh mereka sampai aku sendiri tidak sempat untuk melakukan suatu percobaan yang baik..."


"...kelima gadis ini bukanlah Legenda yang biasa, perlu kita ketahui bahwa mereka adalah generasi yang bisa di bilang paling kuat saat ini."


Gadis yang berhasil merampas semua jurnal Shinobu mulai ia berikan kepada seorang penyihir yang ia panggil sebagai sebutan kakak, penyihir tersebut mengambilnya sampai ia langsung menolaknya.


"Kalau begitu, aku serahkan semua jurnal itu kepada dirimu, kau pasti menjadi seorang pustakawan yang begitu terkenal dengan jurnal yang sangat bermanfaat."


"Cetak, jual, dan berikan kepada semua Legenda yang elite... kau pasti akan menjadi kaya raya sampai semua orang tidak akan lagi percaya kepada Shinobu, ia sudah pasti akan berhenti menulis."


"Sebelum aku datang juga, anakku sedang menjalani perpustakaan besar sampai banyak sekali Legenda termasuk yang berbeda datang untuk membeli cetakan jurnal Shinobu agar mereka bisa membaca dan mempelajarinya."


"Intinya, aku sudah kaya dan mendapatkan keinginan untuk menjadi Legenda yang sangat pintar... bagi pandangan mereka sampai aku bisa saja melampaui kepintaran Kou Comi."


"Jika kau sudah tidak memiliki kebutuhan apapun dariku maka pergi sana, aku tidak bisa fokus melanjutkan eksperimen ini." Ucap seorang penyihir yang kembali mengaduk beberapa ramuan.


"Apakah Kakak benar-benar ingin membunuh mereka?"


"Tentu saja..."


"...gadis-gadis imut seperti mereka sangat cocok untuk di jadikan boneka."


"Fufufu..."


***


"Karena Shinobu sudah menginjak umur enam tuhan, umur yang di sarankan untuk masuk ke dalam akademi pemberontak..."


"...itu artinya, dalam waktu yang dekat kalian akan mengikutinya sampai kalian bisa menjadi seorang pemberontak yang mahir dalam melakukan tugas apapun."


Arata langsung menempati lima surat di atas meja makan sampai mereka mulai mengambilnya, Shinobu membuka surat tersebut lalu melihat identitasnya di dalam kertas itu yang mengatakan sesuatu tentang keresmian di angkat menjadi murid pemberontak.

__ADS_1


Shinobu menerimanya dengan perasaan hampa karena ia sebenarnya ingin berhenti tetapi keinginan tersebut sangat banyak sampai ia ingin mempercayainya dengan keinginan yang terbaik.


"Koizumi, kau sudah pasti akan di naikkan langsung ke dalam kelas khusus, intinya kau harus bisa lolos dalam seksi pemberontak yang elite di umur tujuh tahunmu." Kata Arata.


"Mereka semua sudah mengetahui riwayat pemberontakmu sampai kepala akademi merasa tertarik untuk mengangkat dirimu menjadi salah dari pemberontak elite yang dapat memimpin semua pemberontakan."


Koizumi mengangguk, tentunya ia merasa sangat bangga kepada dirinya sendiri karena memiliki riwayat pemberontakan yang di ketahui oleh semua orang sampai dirinya langsung di naikkan ke dalam kelas khusus.


"Hebat sekali ya, Koizumi... kami tidak bisa mengharapkan apapun yang lebih darimu." Konomi mulai memuji Koizumi.


"Hehe~ Sepupuku yang paling tua sudah jelas akan menjadi seperti ini sejak kecil, ia sangat hebat, peluuuukkkkk!!!" Hinoka memeluk Koizumi erat sampai ia menahan wajahnya agar tidak mendekat.


"Aku ikut senang untuk Kakak... hebat sekali ya bisa di pilih sebagai calon murid untuk mengikuti kelas pemberontakan khusus." Ucap Shinobu selagi menepuk kedua tapaknya.


"Apakah... kita akan memiliki kelas yang berbeda...?" Tanya Ako.


"Mungkin saja, kita lihat nanti, intinya kalian harus bisa bekerja lebih keras lagi agar resmi menjadi seorang pemberontak yang handal."


""Baik!""


"... ..." Shinobu memegang erat kertas itu sampai ia menghela nafasnya pelan karena di akademi itu sudah pasti akan banyak Legenda yang membenci dan menganggap dirinya hina.


Semoga saja ia bisa memiliki lebih banyak teman selain Konomi dan Ako, teman sedikit pun tidak masalah sampai Shinobu mencoba untuk berteman dengan mereka, seperti biasanya ia mulai menyemangati dirinya bahwa ia pasti bisa.


"Shinobu." Panggil Ophilia.


"I-Iya?"


"Bagaimana? Pesta ulang tahunmu ini?"


"Sangat menyenangkan... terima kasih, aku harap kalian tidak kerepotan untuk mempersiapkan semua ini..." Kata Shinobu selagi tersenyum kecil.


Mereka kembali melanjutkan pesta ulang tahun sampai malam, yang lainnya datang untuk menyusul sampai tidak lupa memberikan sebuah kado berisi mata uang dan bahan makanan untuk Shinobu.


Semua itu adalah hadiah yang cocok untuk kebutuhannya karena Shinobu pasti akan menolak semua itu di hari-hari yang biasa, ia hanya bisa tersenyum lembut kepada mereka dan berterima kasih dengan rasa yang bersyukur.


Tidak lama kemudian, mereka semua pulang menuju rumah mereka masing-masing untuk beristirahat serta menantikan waktu pembukaan akademi pemberontak.


Kebetulan mereka berjalan pulang bersamaan sampai Ako tiba-tiba melihat salah satu Legenda sedang memegang sebuah buku yang mereka baca.


"Shinobu... lihat..." Ako menyentuh tangan Shinobu sampai ia melihat Ako menunjuk seorang Legenda yang sedang membaca jurnal milik Shinobu.


"Ehh...? Itu jurnal yang aku selalu tulis..."


"Wah, barang jualanmu berhasil di beli ya, Koneko?" Tanya Hinoka.


"Tidak... semuanya di rampas oleh para Legenda yang berada di kerajaan Lyzia." Kata Shinobu selagi menurunkan kedua ekor dan telinganya sampai mereka terkejut ketika mendengarnya.


Ako bergegas menghampiri Legenda yang sedang membaca itu lalu menanyakan jurnal itu di dapatkan dari mana, Legenda tersebut langsung memberitahu Ako bahwa terdapat perpustakaan yang terbuka secara bercabang.


Ako segera mendekati Shinobu bersama yang lainnya, "Shinobu...! Gawat sekali... jurnal itu benar-benar milikmu tetapi mereka semua mengetahui jelas bahwa penulisnya bukan dirimu."


"Sampulnya saja sudah cukup untuk memberitahu semua orang bahwa seseorang yang menulisnya adalah pustakawan terkenal terhadap buku yang ia tulis..."


"...itu artinya pustakawan itu telah mengaku dirinya yang menulis semua jurnal itu."


Shinobu memasang tatapan yang terlihat kaget seketika tetapi ia tidak mengeluarkan sedikit suara apapun, mendengarnya saja sudah cukup untuk membuat Koizumi kesal.

__ADS_1


""Apa...!?""


__ADS_2