
"Apakah kami tidak akan diajak, Shinobu?" Tanya seorang ruh yang berada di belakang Shinobu.
Shinobu yang sedang menjelaskan strategi langsung membiarkan mereka semua untuk memiliki salah satu negara untuk ditaklukkannya, "Tidak perlu, memberikan mereka serangan jantung terlalu mudah."
"Bukannya darah yang mereka jatuhkan dengan seranganmu akan membuat kalian senang karena bisa menikmati banyak sekali makanan yang jadi begitu cepat?" Tanya Shinobu yang melakukan telepati dengan ruh itu.
"Kau ada benarnya juga... kalau begitu kami hanya memperhatikan di dunia gaib, rasanya cukup mengejutkan untuk melihat ratu segala Astral menginginkan kemusnahan untuk umat Manusia."
"Begitu lah... mereka sudah menghancurkan batasan dari kesabaranku sendiri, aku harap kalian tidak begitu keberatan ketika mengetahui umat Manusia punah termasuk dengan alam semestanya sendiri."
"Di antara kita tidak ada yang merasa keberatan, jika ada pemimpin baru maka kami akan mengikuti dirinya kemanapun... kalau begitu semoga beruntung, lebih baik kami diam saja di dunia gaib."
"Ya, Koneko akan berjuang." Shinobu tersenyum sampai ruh itu mengelus kepalanya lalu menghilang begitu saja sehingga menyebabkan kedua bahu Hinoka terangkat karena kaget dengan sentuhan halus seperti ruh.
"A-Apa itu tadi...?!" Tanya Hinoka.
"Mm? Kau kenapa?" Mereka menatap Hinoka yang terlihat ketakutan tetapi ia langsung menepuk wajahnya beberapa kali lalu menunjuk sebuah negara yang akan ia musnahkan.
"Negara ini dipenuhi dengan idol cantik... aku akan membunuh seluruh Manusia yang ada di negara ini!" Sentuhan yang ia lakukan terhadap hologram bumi itu menyebabkan negara yang ia tunjuk yaitu Jepang mulai memerah.
"Jepang." Kata Shinobu.
"Kalau begitu, aku hanya perlu memilih dengan bebas ya..." Koizumi menyentuh negara yang lumayan besar hampir berdekatan dengan Hinoka.
"China." Kata Shinobu.
"Ini saja deh..." Ako menyentuh negara yang lumayan jauh dari Hinoka dan Konomi.
"Amerika Serikat." Kata Shinobu.
Konomi tidak mengatakan apapun karena ia bingung harus memilih apa sampai Konomi memilih untuk mengasal saja dengan menekan negara apapun.
"Perancis." Kata Shinobu.
"Kalau begitu, aku akan menyerang Italia." Anastasia menekan negara Italia sampai semuanya sudah memilih, sisanya hanya tinggal diserahkan kepada Mecha Neko yang sudah Shinobu tandai lokasinya.
"Baiklah, kita memang sudah siap..."
"...pesan terakhir, tidak ada yang namanya keselamatan untuk umat Manusia. Kita hanya perlu menunggu Mars melakukan sesuatu tentang bumi yang sudah hancur karena perbuatan kita."
"Jika bumi meledak maka itu bukanlah masalah untuk kita semua yang dapat bertahan dari ledakan planet dan alam semesta..."
"...yang kita butuhkan adalah pesawat luar angkasa dengan lambang Extinction Order, usahakan untuk menemukan enam seragam yang cocok digunakan oleh kita semua."
"Itu adalah kunci penyamaran kita agar John tidak perlu waspada dengan keguguran kita ketika berperang sendirian di dalam bumi, mengerti?" Shinobu kembali memastikan mereka berlima sebelum menanyakan pertanyaan lain.
"Ya, kami sudah mengerti... membunuh tanpa ampun, ya 'kan?" Tanya Koizumi yang mulai mengenakan Kisetsu untuk memperlihatkan dirinya kepada umat Manusia bahwa Legenda sudah turun tangan.
Legenda yang tidak akan menahan diri lagi karena mereka sudah memiliki tujuan pas yaitu memusnahkan seluruh umat Manusia di bumi lalu mencuri pesawat dan identitas pasukan aliansi untuk menyamar demi mencari tahu persenjataan baru mereka.
__ADS_1
"Legends Never Dies." Kata Shinobu selagi mengenakan pakaian baru pemberian Yuffie yang memiliki tulisan Legenda di belakangnya.
""Legends Never Dies!""
***
Mereka semua berada di dalam pesawat kucing dalam perjalanan menuju Yuutouri kembali, Shinobu melepaskan beberapa pesawat kecil untuk mengelilingi Mars agar bisa menipu John.
Semua perhatian pasukan aliansi tertuju kepada pesawat luar angkasa kecil yang mengelilingi Mars sampai mereka siap siaga untuk menghadapi serangan, John juga sudah mempersiapkan persenjataan yang baru saja jadi.
"Aku menunggu kalian semua, bangsa Legenda...! Kali ini kemenangan tidak bisa kalian peroleh!" Seru John selagi menepuk kedua tinjunya beberapa kali sampai menghasilkan api.
Pesawat luar angkasa yang terus mengelilingi Mars itu dapat Shinobu jadikan sebagai sudut pandangan melalui kacamatanya, "Semua perhatian mereka tertarik dengan pesawat itu."
Shinobu mengendarai pesawatnya melewati bumi lalu mendarat di atas planet Venus untuk menyimpan pesawat tersebut agar tidak diketahui oleh umat Manusia termasuk pasukan aliansi.
Shinobu mengeluarkan sebuah layar di hadapannya lalu ia menekan beberapa negara yang perlu ditaklukkan dengan Mecha Neko sampai ia menekan semuanya satu per satu sehingga atap dari pesawat itu terbuka lebar.
Satu per satu Mecha Neko terbang meninggalkan pesawat itu untuk memasuki negara yang sudah Shinobu tandai, mereka juga berjuang sendiri karena wujud Beast Mecha Neko sudah jauh lebih dari cukup dengan persenjataan yang ia masukkan di dalamnya.
Mecha Neko dilepaskan dari planet Venus agar bisa menerima sumber energi lebih dari matahari yang berdekatan dengan planet itu sendiri sampai Shinobu bisa melihat semua robotnya sudah menginjak tenaga dan kekuatan penuh untuk membantai.
***
Setiap negara di bumi memiliki zona waktu yang berbeda, ketika di pagi dan siang hari seluruh umat Manusia saat ini sedang membangun kembali kehancuran yang terjadi beberapa hari lalu karena serangan pihak aliansi.
Tetapi, apa yang mereka pikirkan soal kedamaian itu salah ketika mendengar suara ledakan meteor yang jatuh dari atas langit yaitu Mecha Neko, beberapa Manusia bisa melihatnya lalu mereka bergegas memeriksanya.
Untuk zona waktu malam, sebagian Manusia pasti akan terbangun dengan suara hantaman meteor itu sehingga mereka siap siaga dengan apapun yang akan mendatangi bumi.
"Hei, apakah itu meteor...?" Tanya Manusia yang melihat lubang besar tepat di hadapannya.
"Tidak... aku bisa melihat besi yang begitu cerah..." Ucap Manusia lainnya yang bisa melihat Mecha Neko itu bangkit dari dalam tanah lalu menunggu perintah Shinobu.
Shinobu mendapatkan pesan dari Cyber bahwa semua Mecha Neko sudah mendarat dengan baik, saat ini pendaratan mereka bisa dibilang mengejutkan semua umat Manusia yang meteor telah jatuh.
"Baiklah..." Shinobu menatap teman-temannya yang langsung mengangguk.
Mereka bergegas keluar dari dalam pesawat itu lalu memperhatikan planet Bumi dengan tatapan serius karena sudah siap untuk memusnahkan semua makhluk hidup yang ada di dalamnya.
Shinobu berdiri paling depan selagi menandai beberapa asteroid untuk mereka lompati agar bisa terjun seperti meteor menuju negara yang mereka ingin sedang.
Anastasia sampai saat ini masih terkejut dengan fakta bahwa Shinobu tanpa segan memiliki tujuan mengerikan seperti memusnahkan seluruh umat Manusia tanpa menyisakan sedikit pun.
Padahal pertama kali ia diberikan misi untuk menyamar membantu pihak aliansi adalah dirinya bertujuan untuk membantu umat Manusia meraih kembali kewarasan.
Tetapi ketika pengkhianatan terjadi yang mengira Shinobu membunuh semua presiden sampai umat Manusia mempercayainya lalu menganggap dirinya sebagai musuh mereka adalah perubahan rencana yang begitu total.
"Yang mengubah rencananya menjadi terbalik seperti ini mungkin karena bantuan diriku yang memberikan senar untuk meniru wujud siapa pun menjadi boneka..." Batin Anastasia.
__ADS_1
"Ternyata John cukup cerdas dari yang aku pikirkan, sebentar lagi mereka akan menyamar menuju Mars dimana puncak peperangan akan dimulai..."
"...aku bisa memanfaatkan Shinobu untuk memusnahkan ras lainnya, tidak... dia pasti akan fokus dengan tujuan utama yaitu mencari tahu dalang di balik penghapusan konsep sihir."
"Dan itu adalah aku sendiri... aku bisa menjadi raja di balik semua ini ketika semuanya berakhir... mereka adalah catur yang aku kendalikan sendiri dengan warna hitam dan putih." Anastasia tersenyum puas dengan permainan yang sudah ia ciptakan berjalan begitu lama.
"Mereka perlu meninggalkan Touriverse untuk bisa meraih kristal kekacauan yang menempel pada pohon emas itu..."
"...kendaraan apapun itu, sudah aku siapkan klimaksnya agar diriku dapat menciptakan permainan catur lainnya." Anastasia mengepalkan kedua tinjunya sampai ia melihat Shinobu terbang jauh untuk mengumpulkan beberapa asteroid.
Satu menit kemudian, Shinobu berhasil mengumpulkan beberapa asteroid lalu ia mulai memegang kacamatanya untuk mengaktifkan mode Beast Mecha Neko dengan cepat.
"Umat Manusia... takdir kematian kalian telah mendekat hari ini dan sekarang juga, semua yang kalian lakukan..."
"...adalah yang terakhir untuk Bumi, akhir dari dunia akan dimulai bagi kalian umat Manusia yang sudah merugikan segala hal tanpa menciptakannya kembali."
"Apa yang kalian ketahui hanyalah kehancuran dan kemenangan... ingin mencapai puncak kemenangan dengan melakukan perbuatan kasar maka..."
"...aku, Shinobu Koneko, memiliki kewajiban besar untuk menjatuhkan hukuman pengakhiran umat Manusia sekarang juga." Shinobu mengacungkan lengan kanannya ke atas.
Shinobu tidak hanya menciptakan cara untuk membuat semua orang merasa sakit dan menderita dengan menghadapi kematian secara, sebagai konsekuensinya, dia juga memastikan bahwa alam semesta lainnya mengetahui keadilan dan perdamaian.
Dia membuat cara untuk memutuskan siklus kebencian dan pembalasan dengan memberikan rasa sakit dan kemudian membuat perdamaian segera melalui layanan tanpa akhir sehingga tidak ada orang lain yang tahu rasa sakit itu sendiri.
"Mecha Neko...!!! Bangkitlah dan hancurkan umat Manusia dengan kekuatan seratus persen!!!" Seru Shinobu keras sampai seluruh Mecha Neko yang berada di bumi mendengarnya.
Semuanya langsung melepaskan raungan keras seperti singa sampai mengguncangkan bumi karena wujud membesar sampai melebihi satu gedung, seluruh umat Manusia panik seketika melihat perubah robot itu secara langsung.
Sebuah Beast Mecha itu melepaskan banyak sekali laser emas melalui mulutnya serta tubuhnya memunculkan banyak sekali senapan yang menembak secara membabi buta untuk menjatuhkan seluruh umat Manusia.
"Sekarang!" Shinobu langsung melesat menuju negara Jerman sehingga semua temannya berpencar untuk menyerang negara yang sudah ditandai.
Seluruh umat Manusia tidak menyangka serangan besar penuh kekacauan akan muncul sekarang ketika mengetahui kemarin mereka menerima perdamaian besar dari pihak aliansi.
Seluruh Beast Mecha menghancurkan banyak sekali bangun dan menjatuhkan korban satu per satu, perlawanan yang mereka lakukan tidak memberi efek apapun karena Beast Mecha akan menghancurkannya.
Shinobu yang sudah masuk ke dalam negara Jerman langsung beruang menjadi Beast Neko Legenda sampai ia mendarat di negara tersebut lalu menyebabkan guncangan dahsyat seperti gempa sampai menjatuhkan semua bangunan tanpa sisa.
"ROOOOOAAAAAARRRRRR!!!" Shinobu melepaskan raungan singa yang haus akan daging.
Pada hari itu... Manusia telah diperingatkan...
...untuk tidak macam-macam dengan bangsa Legenda...
...atau mereka akan menerima pengakhiran...
Ya...
Hari akhir untuk umat Manusia...
__ADS_1