Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 172 - Mempersiapkan Pernikahan


__ADS_3

"Menikah...?" Haruka memiringkan kepala-nya ketika mendengar kata menikah yang keluar dari mulut Korrina, Haruka mulai melihat surat itu dan ia langsung ikut senang karena Shira akhirnya bisa menikah dengan Megumi walaupun mereka berdua sudah memiliki anak.


"Menikah ya...!? Hebat!!! Mama! Mama! Mama! Ayo kita datang!" Kata Haruka sambil melompat-lompat, Andrian ikut senang ketika mendengar seorang pahlawan yang mengalahkan Rxeonal akhirnya bisa menikah walaupun dirinya sendiri belum menikah.


"Ternyata kalian ras Legenda juga memiliki adat pernikahan ya, aku kira kalian tidak membutuhkan hal seperti itu..." Aditya mulai menyindir karena ia pernah melihat beberapa Legenda yang sudah memiliki anak tetapi salah satu dari mereka belum pernah menikah.


"Cara untuk menikmati pernikahan yang hebat itu dengan sebuah Vodka yang dipenuhi dengan es batu, hahaha!!!" Makarov mulai tertawa seperti seorang mabuk, dia mengangkat dua gelas besar yang berisi Vodka, Haruka ikut senang sampai ia menghampiri Makarov untuk menikmati semua Vodka itu bersama.


Mereka ikut senang tetapi Korrina terlihat sedikit khawatir karena isi dari surat itu mengatakan bahwa Shira meminta bantuan-nya untuk membantu membuat sebuah tempat pernikahan yang sangat baik dan indah, intinya Korrina yang harus merencanakan-nya, surat itu juga tertulis bahwa Korrina tidak perlu memaksakan diri untuk merancang pesta pernikahan Shira dan Megumi.


"Hei... Apakah salah satu dari kalian pernah merancang pesta pernikahan?" Tanya Korrina dengan ekspresi yang terlihat ragu.


"Heh...?"


Beberapa menit kemudian, mereka duduk sila di atas karpet sambil menikmati sebuah cemilan... Mereka semua sedang mendiskusikan tentang pesta pernikahan, bagaimana caranya agar pesta pernikahan bisa berjalan cukup menarik dan menyenangkan. Korrina mulai bangkit dan ingin mendengar saran mereka agar pesta pernikahan bisa berjalan dengan baik.


"Vodka...!" Kata Makarov.


"Pesta akan berakhir dengan kehancuran!!! Semua tamu sudah pasti akan mabuk!" Jawab Korrina dengan suara yang keras.


"Bagaimana jika tarian tradisional?" Tanya Andrian.


"Tarian tradisional ya..." Korrina mulai mengeluarkan sebuah layar virtual dan ia segera memasukkan tarian tradisional ke dalam catatan-nya, Shira memberitahu dirinya bahwa ia ingin pesta pernikahan-nya bisa berjalan dengan baik itu artinya sesuatu yang menyenangkan mungkin termasuk.


Melihat tarian tradisional dapat menenangkan hati dan membuat beberapa tamu senang, mungkin... Korrina pernah melihat Shira kagum terhadap tarian yang pernah ia lakukan pada saat perang, mungkin saja dia akan menyukai-nya tetapi Megumi... Korrina masih tidak terlalu yakin apa yang disukai oleh Megumi.


"Kalau begitu... Sepertinya kita harus mengganti topik menjadi makanan sekarang, informasi yang aku kumpulkan dari setiap hari biasanya pesta pernikahan terkadang meriah jika terdapat banyak makanan." Korrina memegang dagu-nya sendiri.


"Korrina... Sepertinya kau perlahan-lahan berubah menjadi rakyat Indonesia jaman sekarang ya..." Andrian terlihat terkejut ketika mendengar ucapan-nya tadi.


"Heh? Maksudmu?"

__ADS_1


"Pesta pernikahan atau perayaan pernikahan di indonesia biasanya akan meriah jika terdapat banyak makanan, intinya tamu yang berjumlah banyak akan datang hanya untuk menikmati makanan yang enak, terkadang beberapa tamu pernah bertarung dan saling merebut makanan yang paling enak yaitu Rendang." Kata Aditya.


"Rendang...? Apakah itu makanan tradisional Indonesia!?" Korrina mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat sangat senang, mulut-nya mulai dipenuhi dengan air liur karena dia sangat ingin mencicipi makanan yang berasal dari Indonesia.


"Ahh...! Ehem...!" Korrina mulai menghapus semua air liur itu lalu ia menatap Aditya dengan ekspresi yang terlihat serius.


"Bagaimana jika kita semua coba untuk pergi ke Indonesia dan mencari makanan yang terlihat lezat...? Sepertinya aku akan menghubungi seorang Legenda yang dapat memasak cukup baik." Korrina mulai memerintah Tech untuk segera menghubungi Arata, Aditya mengangguk lalu ia bersama kedua teman-nya masuk ke dalam pesawat itu dan bersiap untuk pergi.


"Jangan pergi tanpa diriku loh." Korrina mulai menatap Andrian dengan ekspresi yang terlihat serius, Andrian mengangguk.


Menghabiskan beberapa menit untuk Arata datang, ia ingin sekali mengunjungi semesta dimana manusia tinggal dan tentu-nya makanan yang ada di dalam negara bernama Indonesia itu. Korrina, Haruka, dan Arata tidak membutuhkan pesawat itu untuk pergi menuju semesta Yuutouri karena dengan kecepatan terbang mereka, mereka mungkin akan tiba beberapa menit.


"Hei, kalian... Apakah kalian bersiap untuk balap menuju Yuutouri?" Kata Haruka sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat tidak sabar.


Tantangan Haruka langsung mereka terima, Arata tidak tertarik untuk mengikuti tantangan tersebut karena ia hanya ingin secepatnya pergi menuju semesta Yuutouri itu. Sebelum mereka pergi Ophilia datang karena rasa penasaran tentang Arata yang pergi entah kemana tetapi ketika dia melihat Korrina... Seperti Arata akan pergi menuju Yuutouri.


"Aku kira kau akan berlatih lagi, Arata." Kata Ophilia.


"Oi! Itu curang...!" Korrina menaikkan aura-nya dan ia segera menyusul pesawat tersebut dengan kecepatan penuh-nya, Haruka tersenyum licik karena ia menggunakan lompatan waktu untuk bisa menyusul mereka semua.


"Jika kau mau ikut maka ayo." Arata meraih tangan Ophilia dan ia terbang ke atas dan meninggalkan planet itu bersama Ophilia. Kecepatan mereka berdua tergabung menjadi satu karena genggam tangan hingga mereka sekarang berada di belakang pesawat yang melaju dengan cepat.


"Sepertinya pesawat yang Tech rancang untuk kalian semua memiliki kecepatan yang menakjubkan ya... Aku cukup iri." Kecepatan biasa Korrina mampu mengimbangi pesawat itu, ia saat ini sedang terbang dengan santai sambil berbaring di atas angkasa. Andrian menambahkan kecepatan pesawat-nya tetapi Korrina masih bisa menyusul.


Tantangan balap mereka berakhir seri untuk Korrina bersama dengan ketiga manusia itu, berbeda dengan Haruka dimana ia sudah tiba duluan di keraton. Korrina menunjukkan ekspresi yang terlihat curiga kepada Haruka yang sudah tiba lebih dahulu, Haruka menunjukkan senyuman tidak berdosa-nya sambil menatap arah lain dan bersiul.


"Haruka... Kamu tidak menggunakan sihir waktu-mu 'kan...?" Korrina mulai mendekati wajah-nya kepada Haruka hingga ia tertawa dengan canggung.


"T-Tidak kok... Ahh! Lihat! Pocong!" Haruka menunjuk ke lorong dengan ekspresi yang terlihat terkejut, Korrina langsung ketakutan hingga ia panik dan melompat ke belakang untuk menjauhi lorong yang ada di depan-nya.


Andrian dan Aditya menatap Korrina dengan ekspresi yang terlihat datar, walaupun sudah mengalami konflik yang sangat mengerikan dan juga pernah merasakan kematian... Korrina masih takut dengan makhluk gaib yang ada di indonesia yaitu Pocong. Arata cukup bingung ketika mendengar kata pocong mampu menakuti Korrina setengah mati seperti itu.

__ADS_1


"Memang-nya pocong itu seperti apa...?" Tanya Arata dengan ekspresi yang terlihat kebingungan, Ophilia mulai menjelaskan kepada Arata tentang pocong itu hingga ia mulai mengerti sekarang... Ketika dia melihat gambar tentang pocong saja, dia sekarang bisa yakin bahwa makhluk ini bisa saja menjadi kelemahan terbesar untuk Korrina.


"Sebuah guling dengan wajah hitam mampu menakuti setengah mati seperti itu...? Apakah kau baik-baik saja, Korrina?" Tanya Arata dengan ekspresi datar-nya juga.


"Diam...!!!" Seru Korrina.


Tanpa menghabiskan waktu lainnya, Andrian sudah memberitahu semua pelayan-nya untuk menyiapkan makanan tradisional Indonesia tetapi Korrina menolak karena dia ingin mengunjungi berbagai tempat yang di Indonesia, dia sangat tertarik dan menantikan-nya hingga kedua matanya mengeluarkan api-api Crimson.


Tidak ada pilihan lain selain pergi keluar dan melihat masyarakat Indonesia, Andrian hanya saja takut dengan Aditya yang bisa-bisa membunuh salah satu dari rakyat Indonesia yang tidak bersikap seorang Indonesia asli. Aditya setuju dengan keputusan Korrina karena dia juga sudah lama tidak berkunjung ke berbagai tempat yang ada di Indonesia.


Para pelayan sudah menyiapkan sebuah mobil besar, Andrian memerintah seorang supir untuk mengendarai mobil itu. Ketika mereka semua sudah masuk ke dalam mobil, Haruka dan Korrina tiba-tiba berdiri tepat di luar mobil itu sambil menatap sebuah kendaraan yang memiliki roda yaitu motor.


Korrina mulai mengetuk jendela mobil itu, Andrian membukanya lalu menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan, "Ada apa? Jangan bilang kamu takut naik mobil---"


"Biarkan aku mengendarai kendaraan canggih ini...!!!" Kata Korrina sambil menunjuk sebuah mobil dengan ekspresi yang terlihat bersemangat.


Andrian tidak memiliki pilihan selain memberi kunci motor itu kepada Korrina, orang genius seperti dirinya sudah pasti bisa mengendarai motor itu tetapi motor itu memiliki kecepatan yang cukup besar. Andrian juga memberi dirinya sebuah helm untuk dia gunakan agar tidak membuat pelanggaran kepada peraturan yang ada di jalan.


"Aku mohon berhati-hati lah di jalan, kau seharusnya bisa mengendarai motor itu 'kan?" Tanya Andrian dengan ekspresi yang terlihat khawatir.


"Tenang saja, aku sudah mengendarai kendaraan yang sama seperti ini, tetapi motor satu ini memiliki roda dan aku merasa bersemangat untuk mencoba-nya...!" Korrina memasang helm itu di kepala-nya dan Haruka duduk di belakang-nya sambil memeluk perut-nya, Andrian mulai merasa yakin sekarang bahwa Korrina pasti akan mengendarai-nya dengan baik.


"Tech, beri aku peta dan jalan di kota Yogyakarta ini..." Kata Korrina hingga kedua lensa mata-nya mulai menunjukkan sebuah peta dan juga tanda panah yang menunjukkan sebuah jalan dimana Korrina harus mengikutinya.


"Semoga selamat sampai tujuan." Kata Aditya.


Ketika pintu garasi di buka, Korrina tersenyum serius dan segara mengendarai motor tersebut dengan kecepatan maksimal hingga knalpot dari motor itu mengeluarkan asap yang cukup banyak dan menghalangi pandangan sang supir yang sedang mengendarai mobil tersebut.


"Dengan ini dia akan dikejar oleh polisi..." Aditya menepuk wajah-nya sendiri.


"Legenda itu..." Andrian menghela nafas-nya panjang.

__ADS_1


__ADS_2