
Semua penonton mulai bersorak keras dan mengakui keturunan Shiratori itu cukup memiliki kebanggaan besar untuk tetap bertarung walaupun di keadaan buruk.
Megumi terlihat khawatir ketika melihat Shuan yang terluka cukup parah, Shira hanya bisa diam karena ia sendiri sudah merasa sangat bangga kepada putranya.
"Putraku... Shiratori Shuan, aku tidak menyangka kau akan menunjukkan sesuatu yang begitu membanggakan kepadaku, kau benar-benar sudah siap untuk menjadi cahaya harapan bagi Touriverse." Shira tersenyum bangga.
"Pertarungan yang baik, bukan? Shiratori Shuan memang mengingatkan diriku kepadamu, dia terus bangkit lagi dan lagi tanpa mengenal rasa lelah." Arata juga mulai menghormati Shuan.
"Dia sangat hebat, terus bangkit lagi dan lagi... sungguh membawa emosi yang mengharukan." Kata Ophilia karena ia sempat meneteskan air mata karena melihat pertarungan yang begitu indah dan dipenuhi makna.
"Final kedua yang cukup sengit, kedua Legenda seperti mereka mampu menciptakan pertarungan dahsyat yang mampu menghancurkan pelindung juga arena." Kata Jorgez.
"Benar-benar pertarungan yang cukup menginspirasi untuk semua orang, tetaplah bangkit dan maju walaupun di keadaan buruk atau lelah. Shiratori Shuan tetap bangkit untuk mengalahkan saingannya..." Morgan mulai berkomentar.
"...performa yang cukup baik untuk Shuan dan Rokuro hingga hasilnya terlihat jelas sekarang bahwa Shimatsu Rokuro telah memenangkan final ini dan akan mendapatkan kubus permohonan!"
"Sekarang, kita akan melanjutkan ke final terakhir, kedua peserta dari keturunan yang sama juga tetapi mereka adalah gadis yang cukup cerdik dan kuat!" Jorgez kembali berbicara.
"Pertandingan selanjutnya akan di mulai selama 10 menit ketika arena selesai mengalami sebuah perbaikan." Semua penonton langsung beristirahat dengan pergi menuju toilet dan membeli camilan lainnya.
Rokuro melihat Shuan masih berbaring di atas daratan dengan kondisi yang terluka, ia mencoba untuk menghentikannya tetapi Haruka mulai menghentikannya.
"Haruka...?"
Rokuro menatap ke depan dan melihat Kou yang saat ini sedang duduk di sebelah Shuan, ia mulai mengangkat kepalanya lalu menempatinya di atas pangkuan.
"Kalian bertarung cukup baik hari ini... sungguh hebat sekali, aku juga merasa terkejut kau tidak menahan diri sama sekali kepada Shuan." Haruka mulai berbicara.
"Aku ingin mengikuti keinginannya untuk bertarung tanpa menahan diri, melepaskan seluruh kekuatan yang terkandung di dalam diriku." Rokuro mulai mendapatkan sebuah pemulihan dari Haruka.
Kou saat ini sedang mengelus rambut Shuan selagi menatap wajah yang terlihat begitu sedih, ia bisa melihat Shuan kelelahan dan merasa muak ketika tidak bisa memenangkan final ini.
Ia telah menghancurkan banyak hal seperti janji dan harga dirinya. Semua terasa hilang seketika ia dikalahkan oleh Rokuro, Kou hanya bisa diam selagi mendengar tangisan Shuan.
"Kamu melakukan hal yang terbaik, Shuan... aku bangga padamu." Kou tersenyum lalu menyanyikan sebuah lagu untuk Shuan yang saat ini merasa depresi karena terus gagal dan tidak bisa memenuhi janjinya.
Minami mendarat di sebelah Haruka lalu ia menatap Kou yang saat ini sedang mencoba untuk membuat Shuan tenang, melihat Shuan menangis seperti anak kecil, entah kenapa mengingatkan Minami kembali kepada dirinya sejak bayi.
"Shucchi melakukan yang terbaik... Aku harap dia dapat belajar dari kesalahannya lebih lanjut lagi dan tetap berusaha agar bisa menang melawanmu, Rokuro." Minami mulai berbicara.
"Dalam segi apapun itu, dia jelas berada di tingkatan lebih tinggi dariku bahkan aku sudah mengakuinya dari awal bahwa ia lebih baik dibandingkan diriku." Rokuro mulai merasa bersalah ketika melihat Shuan masih menangis sampai sekarang.
__ADS_1
Kou mulai mengelus kepala Shuan dengan pelan selagi menyanyikan sebuah lagu yang membuat dirinya bertambah semakin sedih.
"Kamu telah mengalami banyak kesusahan dan kegagalan, semua itu... masih bisa diperbaiki, tidak ada kata terlambat karena aku akan selalu di sini..." Kou tersenyum lembut.
"Kamu bukanlah kegagalan... bukan orang ***** yang rusak melainkan orang yang memberikan cahaya harapan kepada seluruh dunia..."
"...semua janji itu masih bisa di laksanakan dengan jalan lain karena... melihat Shuan bertarung hebat seperti tadi.... melihatmu terus bangkit dan maju walaupun terjatuh beberapa kali..."
"...membuatku tersenyum lebar, menunjukkan rasa bangga dan senangnya aku melihat perjuanganmu, Shuan." Kou terkekeh, membuat Shuan langsung menatap Kou yang saat ini sedang tersenyum selagi memejamkan kedua matanya.
"Kamu sudah melakukan hal yang terbaik... aku mencintaimu, Shuan..." Kou memeluk kepala Shuan dengan sangat erat sampa tangisannya bertambah keras bahwa dirinya telah mendapatkan semangat untuk tetap hidup dan berusaha karena Kou.
***
Shuan saat ini sedang tertidur di ruangan peserta, bantalnya adalah pangkuan Kou dan udara sejuk yang ia rasakan adalah kipas yang Kou gerakan di atas kepalanya.
Shuan juga mendapatkan elusan yang terasa begitu nyaman oleh Kou, kerja kerasnya telah terbayar dan sekarang Kou menginginkan Shuan untuk beristirahat sampai ia bisa menenangkan dirinya sendiri.
Kou mulai tersenyum ketika melihat Shuan tertidur begitu damai bahkan ia sampai mengelus pipinya beberapa kali dan memberi dirinya sebuah kecupan di pipi.
Minami tersenyum melihat Kou sudah berperilaku layaknya seperti istri bagi Shuan, seorang suami yang membanting tulang demi menyembuhkan istrinya sendiri.
Otomatis Rokuro langsung menghadapi mereka dan menundukkan kepalanya, "Maafkan semua perbuatan yang aku lakukan kepada Shuan... seharusnya aku---"
"Apa yang kau katakan, Rokuro? Angkat kembali kepalamu, kau tidak seharusnya merasa bersalah seperti itu. Pertarungan kalian cukup hebat bahkan sampai membuat putraku kewalahan seperti itu." Shira tersenyum lalu menepuk punggung Rokuro beberapa kali.
"Y-Ya... Aku hanya merasa bersalah saja ketika melihat Shuan menangis..."
Megumi tiba-tiba tersenyum ketika melihat Kou yang saat ini sedang merawat Shuan, terlihat seperti sepasang suami dan istri bahkan Megumi langsung mengambil foto mereka.
"A-Ahh...!" Kou mulai menutup wajahnya dengan kipas sehingga Megumi terkekeh lalu memberi Kou sebuah pelukan.
"Terima kasih sudah merawat Shuan, Kou, kamu memang pantas untuk dirinya ya. Legenda liar dan buas seperti putraku..." Megumi terkekeh membuat Kou tersenyum lalu mengipas kembali kepala Shuan.
"Shuan tadi menangis seperti anak kecil ya...?"
"Hm~ Tangisannya begitu indah, seolah-olah ia merasa bersalah... dia terkadang terlalu berlebihan soal itu bahkan sampai sekarang ia belum pernah menyadari semua yang telah ia lakukan." Kou menghela nafas pelan.
"Aku yakin Shuan sudah pasti akan menyadarinya ketika ia bangun, kamu kan sudah memberi dirinya beberapa ketenangan." Megumi tersenyum
"Iya... semoga saja." Kou tersenyum.
__ADS_1
Shira mulai menghampiri Kou, "Kou, seperti biasanya... terima kasih ya karena sudah mau menerima putraku yang cukup keras kepala dan aku mohon tetaplah menemani dirinya."
Kou tersipu lalu ia mengangguk pelan sehingga Shira tertawa kecil lalu memberi Kou sebuah elusan kepala sehingga kedua mata Shuan mulai bergerak seketika, ia perlahan-lahan membuka kedua matanya lalu melihat Shira dan Megumi di dekatnya.
"Ahh... Ayah... Ibu..." Shuan terkejut seketika menatap kedua orang tuannya yang saat ini sedang tersenyum kepadanya.
"Yo~ Apakah istirahatmu sudah selesai? Kamu tadi bertarung cukup baik, sungguh-sungguh menakjubkan bahwa kau memiliki kekuatan dari Golden Neutron." Shira mulai membicarakan sesuatu yang positif dan itu adalah kenyataannya.
Membuat Shuan terkejut seketika karena ia tidak bisa melihat kebohongan apapun, semuanya terasa begitu asli bahkan Megumi dan Shira merasa sangat bangga kepada Shuan.
"Kau tadi hampir saja menang! Tetapi itu bukanlah hal yang selalu aku ingin lihat melainkan harga dirimu... kau terus bangkit lagi dan lagi tanpa menunjukkan rasa ingin menyerah." Shira tersenyum lalu ia menepuk kepala Shuan pelan.
"Kamu memang menunjukkan semua hasil itu kepadaku ya, aku merasa sangat puas, ibumu juga sama. Kami sudah merasa sangat bangga kepadamu, Shuan. Kamu sudah siap untuk menjadi cahaya harapan bagi Touriverse." Shira tersenyum.
Senyuman Shira membuat hati Shuan terasa sakit seketika, semua yang ia lihat dan dengar adalah sesuatu yang ia inginkan sejak awal sehingga semuanya sudah terkumpul menjadi satu, menyelesaikan tujuan dan mimpinya sendiri.
"Kekuatan seperti tadi dapat membawa dirimu menuju tingkatan atas bahkan bisa melampaui diriku, tolong jaga Kou dan kami ketika kamu menjadi Legenda yang terkuat ya." Shira mengacungkan jempolnya kepada Shuan.
Shuan mulai menangis kembali, "M-Maaf... Kou... Ayah... Ibu... Kakak..."
"Maafkan aku... aku tidak dapat membuat semua ini menjadi sempurna, rasa puas yang kalian rasakan pasti memiliki rasa kekurangan karena diriku yang gagal untuk memenangkan pertandingan final..." Tangisan Shuan terlihat seperti anak kecil sekarang.
"Maafkan aku... aku tidak pantas untuk menjadi cahaya harapan bagi Touriverse."
"Apa yang kau bicarakan? Tidak ada yang sempurna di dunia, kau terlalu berpikir soal kesempurnaan sampai melupakan diriku juga pernah kalah dalam sebuah pertarungan..."
"... turnamen yang terjadi sebelumnya, generasi tiga, kekalahan ku lebih memalukan kau tahu? Aku kalah oleh seorang Iblis yang selama ini memiliki permohonan untuk Rxeonal." Shira menghela nafasnya.
"Intinya tidak apa-apa jika kamu merasa gagal, Shuan. Setiap kegagalan masih bisa diperbaiki dengan kesuksesan." Megumi mulai berbicara, Shuan masih tetap menangis dan terus mengatakan perkataan maaf.
"Maafkan aku, Ibu..."
"Sampai sekarang... aku tidak bisa menunjukkan apapun yang sempurna untuk kalian semua."
"Kamu bisa memuaskan tangisan itu kok, nak. Dengan syarat, kamu harus bisa tersenyum setelah tangisan itu sudah mengering. Semuanya akan berjalan lancar untukmu..." Megumi tersenyum lalu ia memeluk putranya.
"Yang paling membanggakan bagi kami adalah kamu tetap berjuang keras dan bangkit dari kegagalan, setiap mengalami kejatuhan, kamu akan tetap bangkit." Megumi mencoba untuk menenangkan Shuan sekarang.
Shuan berhenti menangis seketika lalu ia memeluk kedua orang tuanya dengan sangat erat, "Terima kasih..."
"...Ibu... Ayah..."
__ADS_1